Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Kemesraan


__ADS_3

Action...!!!! kata kameraman di depan Jen


Suatu hari dikala kita duduk di tepi pantai


dan memandang ombak di lautan yang kian menepi


burung camar


terbang bermain di derunya air


suara alam ini hangatkan jiwa kita.


Suara Jen begitu merdu dan penghayatan yang begitu pas membuat siapa saja terhanyut. Setelah itu muncullah Deri yang tadi sedang bermain voly kemudian menyahuti nyanyian Jen, Deri perwakilan dari ips 2.


sementara sinar Surya perlahan mulai tenggelam suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta....


ada hati membara erat bersatu getar seluruh jiwa tercurah saat itu.


Deri berjalan ke arah Jen yang masih duduk di ayunan. Kemudian Axel muncul dari belakang dan mengayun Jen perlahan.


kemesraan ini janganlah cepat berlalu kemesraan ini ingin ku kenang selalu hatiku damai jiwaku tentram disampingmu hatiku damai jiwaku tentram bersamamu.


Axel menggandeng Jen untuk turun dan berjalan ke arah Bayu, Arga dan juga Bintang. Mereka perwakilan dari kelas ipa 1, 2 dan 3.


sementara sinar Surya perlahan mulai tenggelam


suara gitarmu mengalunkan melodi tentang cinta


ada hati.. membara erat bersatu


getar seluruh jiwa tercurah saat itu.


Mereka melanjutkan sampai satu lagu selesai, dengan saling menyahuti sesuai dengan latihan hari kemarin. Jen memang cewek satu satunya yang terlibat dalam penyanyi, karena memang kemarin sudah di seleksi.


Untuk siswa dan siswi lainnya, mereka membentuk sebuah kelompok yang menggambarkan kebersamaan. Seperti saling kejar dan bercanda, membuat istana pasir, foto bersama, bermain voly, duduk bersama sambil makan, dan masih banyak lagi. Semua berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Berakhirnya pembuatan video klip ini di tandai dengan para murid yang melepaskan balon ke udara, sorak kebahagiaan terlihat dari mereka semua.


Setelah selesai, para murid di bebaskan untuk bermain di pinggir pantai. Karena memang mereka datang bukan di hari weekend jadi pantai terlihat sepi pengunjung. Mereka juga di minta menggunakan baju hitam, agar aman saat bermain di pantai. Maksudnya aman untuk kaum hawa jika bajunya basah, tidak akan mencetak sesuatu yang bisa membuat mereka malu.


Jen, Tamara dan Sasa sedang asik bergaya untuk di foto. Mereka juga berfoto dengan pasangan masing-masing.


"Yang aku ke toilet sebentar ya" pamit Axel


"iya" Jen


"aku juga mau beli cemilan deh" Satria


"yang banyak gue kita mau" Tamara


"siap, ayo Di temenenin gue" Satria mengajak Dio


Akhirnya ketiga cowok itu meninggalkan para gadisnya. Dari samping datang lah Mira.


"Heh Jenong, cari kesempatan banget lo" Mira


"maksud lo apa?" Sasa


"lo gak usah ikut campur" kata Mira pada Sasa


"udah Sa biarin aja gak penting" Jen

__ADS_1


"kenapa sih lo cari kesempatan deket deket sama Axel, gak usah sok cantik deh lo" Mira


"emang gue cantik, lo iri?" Jen


" gue gak suka sama lo, apalagi lo nempel sama Axel. Gak tau malu" Mira


"yang gak tau malu itu elo Miras!!!" Tamara


"gue udah deket sama Axel dari dulu ya, tapi semenjak nih alien muncul, Axel menjauhi gue" Mira


"ya udah berarti lo gak ada apa-apanya sama Jen" Sasa


"gue heran aja sama temen lo ini, apa sih lebih nya dia? udah ke ganjenan perutnya buncit lagi. Gak level banget, yang gak ada apa-apanya itu temen lo di banding gue" kata Mira, karena memang perut Jen sudah kelihatan buncit.


"jaga ya mulut lo" Tamara geram dengan omongan Mira.


"gue jelek aja Axel bucin banget sama gue, lah elo sok cantik di lirik Axel aja enggak. Gue kasihan sama lo Mir, mungkin hanya di anggap Axel kaya segawon (aj*ng)". kata Jen sambil tersenyum meremehkan.


"gue gak paham bahasa lo, tapi terserah lo mau ngatain gue apa. Yang jelas gue minta sama lo jauhin Axel.!!" Mira


"kenapa Jen harus jauhin gue?" Axel


"em Axel," Mira


"jawab Mir,!" Axel


"gue gak suka lo sama Jen" Mira


"alasannya?" Axel


"gue" Mira bingung mau menjawab apa


"hilih...udah lo jujur sekalian toh Axel juga ada disini. Dari pada lo ganggu Jen mulu." Sasa


"diam kalian!!!," Mira


"Yang?" tanya Axel pada Jen


"tanya aja pada dia" Jen menunjuk Mira dengan dagunya


"Axel, gue itu suka sama lo, dari dulu. Kenapa lo gak pernah sih melihat ketulusan hati gue, apa kurangnya gue di banding dia" Mira


"sory Mir gue gak suka sama lo" Axel


"kenapa sih Xel? kenapa?" Mira mulai meneteskan air mata nya


"dih drama" Sasa


"gue cuma cinta sama Jen saat ini dan sampai kapanpun. Gue harap lo paham, jangan ganggu Jen lagi" Axel


"apa lebihnya Jen sih Xel? gue juga bisa jadi kaya Jen. Gue lebih cantik, gue juga kaya? apa lagi,?" Mira


"hm gue gak pernah melihat orang dari cantik dan kaya. Tapi hati dan ketulusan nya" Axel


"lo denger sendiri kan, Axel gak suka sama lo. Ngerti sekarang? ngerti dong masa gak ngerti" Jen


"awas lo, gue akan berjuang" Mira meninggalkan mereka semua.


"Yang" panggil Axel setelah kepergian Mira, Jen terlihat cemberut

__ADS_1


"kenapa gak dari dulu kamu bilang gitu sih, dia ngatain gue buncit" Jen


"hah?" Axel


"Jen gue ke sana ya, ayo Sa" Tamara menarik Sasa, karena mungkin Jen dan Axel butuh waktu berdua.


"aku jelek kan, gendut kan, buncit kan" Jen


"sayang, kamu itu cantik. Mau bagaimana pun kamu aku tetap suka. Kamu buncit kan ada anakku, kamu itu segalanya buat aku Yang" Axel memegang tangan Jen.


"bohong" Jen


"astaga sayang, jangan gitu dong. Aku jujur ini," Axel


gara gara Mira,!!!! mana disini banyak temen dan juga guru. Mana mungkin gue peluk Jen, ya walaupun suami istri tapi kan tidak banyak yang tau. Batin Axel bingung


Jen masih membuang muka dari Axel, moodnya hancur hari ini. Untung saja acara penting tadi sudah selesai.


"duduk sana yuk" ajak Axel


"gak" Jen.


"hey kalian berdua...ada apa?" tanya Jamil dengan menirukan suara bang haji Rhoma irama.


Jen perlahan tersenyum melihat tingkah Jamil.


"gue kesini mau nagih hutang" Jamil masih menggunakan suara yang sama


"utang apa?" Jen


"yeee. lo lupa yang lo makan tadi?" Kata Jamil yang sudah kembali dengan suara aslinya.


"oh iya" Jen menepuk jidatnya.


"mas, tadi aku makan bekal Jamil. Gantiin ya. cup" Jen mengecup sekilas pipi Axel dan kemudian pergi.


Axel memegang pipinya yang di kecup Jen, dia celingukan takut ada yang tau selain Jamil. Padahal tanpa mereka tau, Mirasantika eh maksudnya Mira masih memperhatikan mereka dari jauh. Terlepas dari itu semua Axel di buat bingung dengan Jen, yang tadinya marah sekarang malah bersikap seperti itu dengan mudahnya. Ibu hamil yang satu ini memang super 😀.


"enak amat jadi lo Xel" Jamil


"kenapa?"


"dapat istri cantik, bisa cium bebas gitu, apalagi tuh bini lo bunting" Jamil


"semua sudah takdir, besok lo juga akan dapat yang pas buat lo. Ngomong ngomong gue ganti berapa?" Axel


"gue gak minta duit, gue juga ikhlas kok ngasihnya. Tadi cuma bercanda aja, tapi kalau lo mau bantu gue masuk di kampus Alfam gue jauh lebih bahagia" kata Jamil sambil tertawa


"usaha dong" Axel


"gue tau itu kampus bokap lo, dan semua juga tau masuk di situ itu harus bernilai tinggi. Lah gue juara satu aja dari belakang mulu" Jamil.


Memang SMA mau pun Universitas Alfam mencari siswa siswi yang bernilai bagus. Tidak dari kaya dan miskinnya seseorang.


"gue yakin lo pasti bisa" Axel


"oke thanks bro, dibantu pokoknya" Jamil.


Axel tersenyum dan menepuk pundak Jamil, setelah itu Axel menyusul Jen dan teman temannya.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain, Mira sedang berdiri di tepi pantai.


"gue akan rebut lo dari Jen Xel, apapun itu caranya. Dan lo Jen gue gak akan biarin lo bahagia." gumam Mira dengan mengepalkan tangannya.


__ADS_2