Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Club no name


__ADS_3

Setalah menempuh perjalanan lima belas menit, akhirnya mereka sampai di sebuah bengkel motor yang bertuliskan BENGKEL BANG JO". Bengkel itu milik bang Johan yang sering di panggil Jo. Mereka masuk lewat pintu samping bengkel untuk menuju basecamp para anggota club motor no name. Kalau di tanya apakah jen ikut club motor jawaban iya, mereka kenal dan ikutan club ini dari Tamara. Tamara dan Sinta adalah saudara sepupu. Terlihat bangunan luas yang biasa buat para anggota club berkumpul, telihat juga sirkuit yang biasa buat balap motor.


"malem bang" sapa Sinta pada Johan


"malem gadis gadis", jawab Jo.


"hey ladies sini," ucap Edi salah satu anggota club. Di depan Edi ada alat Dj, sejak mereka datang sudah terdengar musik Dj.


"sana yuk, ikut joget", kata Sasa


"ayok belajar Jen," ajak Sinta, di antara mereka berempat Sinta lah yang bisa bermain Dj.


"gak ah, gue nakalnya dikit dikit aja." jawab Jen


"dikit itu tanggung Jen, sekalian aja yang banyak," kata Tamara sambil cekikikan.


"dasar setan, pergi jauh-jauh sana," usir Jen.


Mereka semua menikmati alunan musik Dj yang di mainkan Sinta. Sambil menunggu anggota lainnya datang, seperti nya ada sesuatu yang akan di sampaikan bang Jo. Tepat pukul setengah sebelas bang Jo mengangkat tangan kirinya dan di sangga jari tangan kanan yang artinya meminta Sinta untuk berhenti. Kemudian para anggota berkumpul dan duduk lesehan, sedangkan bang Jo berdiri.


"malam semua, terimakasih sudah menyempatkan hadir. Gue akan menyampaikan pengumuman, kemarin gue dan beberapa ketua club juga geng motor mengadakan pertemuan. Kita bahas tentang tanding balap dan ada hadiah yang lumayan lah. Kemungkinan kita yang akan jadi tuan rumah, pertandingan nya weekend ini. JAdi siapa aja boleh mengajukan diri dan nanti kita pilih siapa yang punya skill baik. Dua cowok dan dua cewek". penjelasan bang Jo.


Mendengar penjelasan bang Jo semua anggota mulai diskusi, ada yang suka rela mencalonkan diri dan ada juga yang di tunjuk anggota lainnya.


"gimana nih cewek cewek siapa," tanya Sasa


"lo aja Sin, " usul Tamara


"kok gue sih, gue enakan jadi tim hura hura," Jawab Sinta


"gimana para cewek siapa yang mau tanding?" tanya bang Jo


"Sinta bang," jawab Jen

__ADS_1


"lah kampret lo ikut ikutan si Tamtam, bukan gue bang tapi Jen," kata Sinta


"kita butuh dua orang, jadi kalau gak ada yang mau biar gue yang pilih. Sinta dan Jen.


"kok gue" Sinta dan Jen bersama an karena kaget dengan pilihan bang Jo


"gue yakin kalian bisa, soal menang kalah gak jadi masalah kalau kalian bersedia."


"SETUJUUUU" seru para anggota


"oke diel ya, Rudi dan Bagas, Sinta dan Jen.


Kemudian mereka semua di bebasakan mau ngapain, di club ini tidak ada miras. Banyak juga anggota mereka yang masih sekolah seperti Jen dan teman temannya. Club ini memiliki 48 anggota. Setelah jam menunjukan pukul dua belas, banyak dari mereka yang mulai pamit pulang termasuk Jen dan kawan kawan.


"cari makan dulu laper," ajak Tamara, dan di setujui yang lain. Tamara memilih makan di tenda yang jual seafood. Walaupun mereka anak orang kaya tapi mereka juga suka jajan di pinggir jalan. Di warung itu menjual berbagai olahan seafood, dan cara makannya di tumpah kan di meja. Jadi lebih nikmat di makan bareng satu meja.


Setelah kenyang mereka memutuskan pulang ke apartemen Sinta.


"gue tidur sama Tamtam," kata Sasa setelah mereka masuk ke dalam unit Sinta.


"gue istirahat aja deh ngantuk ni, besok sekolah juga " jawab Tamara


Mereka masuk ke kamar, karena di sini ada dua kamar. Setelah bersih bersih Jen duduk bersandar di ranjang Sinta, sedangkan Sinta di kamar mandi.


"gak tidur lo,?" tanys Sinta yang melihat Jen masih bermain ponselnya.


"belum ngantuk gue, tadi jam enam baru bangun," jawab Jen.


"kemarin kali Jen, ini udah ganti hari," kata Sinta sambil terkekeh.


"ya itu lah pokoknya, lo sendiri gak tidur?" tanya Jen


"Jen, lo punya pacar kan?" tanya Sinta yang tidak menjawab pertanyaan Jen.

__ADS_1


"iya, emang kenapa," jawab Jen yang juga tanya.


"enak gak punya pacar, eem maksud gue gimana sih pacaran lo?"


"lah gue nanya di jawab nanya mulu lo, emang kenapa dulu lo tanya gitu?" kata Jen


"em jadi sebenarnya kemarin ada cowok yang nembak gue, lah gue bingung 😁, terus dia ngasih gue waktu buat jawab." cerita Sinta


"em,, lo udah kenal lama sama dia?" tanya Jen di jawab anggukan oleh sinta.


"lo nyaman gak sama dia, em gimana ya,,, perasaan lo aja gimana gitu kalo deket dia?" Jen juga bingung mau menjelaskan.


"em gue sama dia udah kenal lama dari kelas sepuluh tp beda kelas, dia itu temen bolos gue, teman gila, teman deket lah ya karena gue di sekolah kan jarang main sama cewek. Tapi dia itu akhir akhir ini kasih perhatian lebih. Gue nyaman sama dia, gue ngerasa jadi diri gue sendiri lah, gak ada jaim jaimnya." cerita Sinta


"em gimana ya, gue juga ngerasa gitu sama pacar gue, bahkan gue yang minta Bayu jadi pacar gue." kata Jen


"hah serius lo?" tanya Sinta tidak percaya


"iya, sampai di katain bucin sama si Sa Tam." ucap Jen


"gila emang bucin lo, eh tapi gaya pacaran lo gimana,?"


"gimana apanya, gue sih cuma ngobrol, pegangan tangan, makan bareng, kadang juga main bareng." jelas Jen


"yang bener, gini (memeragakan tangan yang saling di patuk kan, bisa di bilang cium lah) masak gak pernah,?" tanya Sinta


"gue pacaran sehat ya, jadi gak kenal gitu an. Di peluk aja enggak, paling di rangkul doang". jelas Jen


" pacar lo mau pacaran kaya gitu?" tanya Sinta di jawab Jen dengan anggukan.


"gue saranin lo tanya dulu hati lo gimana sama dia, kalau emang lo mau ya terima aja. Omongin dulu soal cara pacaran kalian, jangan terjerumus. Kalau dia gak mau ya udah gak usah di terima. Kita pacaran buat tambah semangat, di bawa happy, saling pengertian. Kalau pacaran buat hal negatif untuk apa, malah merusak diri." kata Jen


"bener juga ya, oke deh gur pikir dulu. thanks suhu,," ucap Sinta sambil cekikikan.

__ADS_1


"suhu, suhu, suhu ruangan kali ah. Udah tidur udah malam juga." kata Jen sambil merebahkan tubuhnya dan menarik selimut.


__ADS_2