Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Gue minta tolong (Axel)


__ADS_3

Pagi ini Jen berangkat di antar pak Min sopir keluarga Aditama. Sasa dan Tamara dari tadi menunggu Jen di parkiran, karena menang tidak tahu kalau Jen akan di antar.


"Sa kok belum masuk?" tanya Dio yang kebetulan juga naik motor ke sekolah.


"nunggu Jen, Di" jawab Sasa


"bukanya Jen udah berangkat. Tadi gue liat di gerbang Jen jalan masuk" Dio


"hah masak kok gak ngabarin kita" saut Tamara


"coba aja kalian cek di kelas" saran Dio


Akhirnya Dio, Tamara dan Sasa pun menuju ke kelas bersama.


"Tam, kata Satria lo gak mau bales chat dia. Kenapa?". tanya Dio


"gak ada data gue" jawab asal Tamara


"haha bohong banget sih lo" saut Sasa


"jangan gitu dong Tam, kayaknya Satria pengen deket sama lo" jelas Dio


"gue sih gak masalah ya deket sama siapa aja, tapi kalau dia udah punya cewek ya gue tau diri lah" kata Tamara


"masak sih, gue gak tau kalau satria punya cewek" Dio


Tamara hanya menanggapi bahunya tanda tidak tahu.


"kata siapa gue punya cewek?" pertanyaan dari Satria mampu membuat mereka kaget. Mereka sama sekali tidak tahu kalau Satria ada di belakang. Karena memang Satria juga baru sampai.


"ngagetin lo" kesal Dio


"kenapa lo gak bales chat gue dan cuek ke gue? gue kan kangen" ungkapan Satria dan merangkul pundak Tamara.


Tamara berusaha melepaskan rangkulan Satria, tapi gagal.


"lepas Sat, gue gak mau ya di bilang pengganggu hubungan orang"


"gue gak punya pacar tuh,"


"masak,? gue liat kemarin lo jalan sama cewek di mall"


"kemarin gue......" Satria mengingat ingat.


"oh, gue sama adek gue," jelas Satria


"bohong banget masa sama adek mesra"


"lo gak percaya? gue kenalin ya nanti. Tanya aja Dio, gue punya adek cewek namanya Fika" Jelas Satria


Tamara celingukan mencari Sasa dan Dio. ternyata mereka sudah tidak ada. Tanpa mereka sadari Sasa dan Dio menyelinap di lorong kelas Xl, membiarkan Tamara dan Satria mengobrol.


"kok gue di tinggal sih," gerutu Tamara


"sini sama abang," Satria menarik tangan Tamara.


Saat Jen berjalan menuju kelas ia melihat Bayu sedang asik ngobrol dengan teman sekelasnya perempuan di kursi taman. Ada rasa tidak rela melihat itu semua. Sebisa mungkin Jen menetralkan perasaan nya. Ia ingat beberapa hari lagi ia akan menjadi istri Axel. Walaupun rasa itu masih ada Jen juga berharap agar Bayu bahagia.

__ADS_1


Jen yang sempat menghentikan langkahnya pun memutuskan untuk kembali berjalan. Mengingat semua kenangannya dengan Bayu membuat Jen kembali sedih dan murung.


Ayo Jen kamu bisa, kamu pasti bisa lupain Bayu. Biarkan Bayu juga bahagia. Tenang Jen tenang. batin Jen menyemangati dirinya sendiri.


Langkah kakinya membawa Jen ke taman belakang sekolah. Disana tidak terlalu ramai. Jen duduk di bangku kosong dan menyembunyikan wajahnya di antar lengannya.


Ia ingin memenangkan diri di sana. Bahkan ponsel yang berdering pun tidak ia hiraukan. Sampai akhirnya tepukan di pundaknya membuat Jen mengangkat kepalanya. Jen mengerjapkan mata untuk memastikan bahwa yang ia lihat adalah orang yang membuatnya sedih.


"boleh duduk?" tanyanya pada Jen


Jen hanya mengangguk


"gimana kabar kamu,?"


"aku baik Bay, kamu sendiri,?"


"aku juga sudah lebih baik," Jen mengangguk


"kok kamu disini? lagi sedih?"


"enggak, lagi pengen nenangin diri aja"


"emangnya kenapa?"


"jujur perasaan ini masih ada Bay. Aku kangen sama kamu, sama kebersamaan kita" jelas Jen


"Jen,," panggil Bayu lembut


" aku tahu Bay ini salah, seharusnya aku tidak boleh seperti ini. Tapi aku juga belum bisa sepenuhnya lupain kamu"


"kamu harus bisa Jen"


"Aku yakin kamu akan lebih cepat melupakan aku dan masa lalu kita. Karena pendamping mu sekarang akan selalu berusaha membuatmu fokus padanya. Dan aku sangat bersyukur Jen kamu bisa bersama dia. Dia sangat sayang pada mu. Mungkin kamu belum bisa merasakan tapi aku tahu." Kata Bayu.


"Jangan ragukan dia. Kamu tenangkan diri, banyak berdoa dan jangan pikirkan yang lain dulu. Fokus pada pernikahan mu besok Jen" sambung Bayu.


"iya Bay terimakasih" kata Jen


Asal kamu tahu Jen, aku kesini atas permintaan Axel. Dia tidak ingin melihat mu sedih. batin Bayu


flashback on


Jen yang Berjalan menuju kelas menghentakkan langkahnya dan melihat ke arah Bayu. Tanpa Jen sadari Axel melihat itu semua. Dan bahkan Axel mengikuti kemana Jen pergi. Saat itulah Axel merasa tidak tega, ia kembali menghampiri Bayu yang masih di posisi nya.


" Bayu boleh bicara sebentar" kata Axel


"bicara apa?" tanya Bayu


"ikut gue bentar ya" pinta Axel dan Bayu beranjak


Bayu dan Axel berjalan beriringan menuju taman belakang. Axel menghentikan langkahnya saat sudah melihat Jen dari jarak jauh.


"Lo liat dia, itu Jen" tunjuk Axel


"kenapa dengan Jen?"


"dia liat lo tadi di depan, gue juga gak tahu apa lo masih komunikasi dengan Jen atau tidak. Tapi sepertinya Jen masih belum bisa lupain lo,"

__ADS_1


"aku sama sekali tidak menghubungi Jen, begitupun sebaliknya." jelas Bayu


"mungkin dia kangen, tolong lo hibur dia. Gue percaya sama lo. Gue gak mau liat dia sedih, beberapa hari lagi kita menikah. Gue juga berusaha mengalihkan fokus Jen hanya ke gue. Tapi ya gue belum bisa sepenuhnya jaga Jen, seperti tadi aja gue merasa gagal karena Jen melihat lo sama cewek tadi. Gue gak berani bujuk Jen ke sana, gue takut Jen belum nyaman sama gue. Kali ini aja gue minta tolong sama lo" Axel


"tapi Xel"


"gapapa Bay, gue beneran minta tolong sama lo."


"ya udah aku ke sana, coba bujuk Jen"


"thanks Bayu gue tinggal dulu"


"sama sama, kamu tenang aja"


flashback off.


Hari ini tumben sekali ketiga sahabat itu tidak bersama. Tamara yang di ajak Satria ke kantin untuk menemani sarapan, hanya bisa pasrah karena Satria selalu melarang nya untuk pergi. Sedangkan Sasa dan Dio mereka sedang berada di lapangan basket. Sasa menemani Dio untuk menjadi panitia lomba. Kalau Jen dia sudah berada di dalam kelas dengan aura yang masih sedih. Ada beberapa murid di dalam kelas.


"Jen, marahan sama dua dayang lo?" tanya Ari


"enggak, gue gak tau mereka di mana."


"masak gak marahan, gue belum liat lo bareng mereka"


"gak percaya juga gak papa." kata Jen lemah


"kenapa sih lo alot banget kek kerupuk dalam seblak?"


"nah gue mau tuh seblak, berliin Ar" pinta Jen dengan puppy eyes nya.


"lah bisa gitu yak, " kata Jamil yang melihat Jen


"ayo Ar, kita ke depan yuk" rengek Jen


"kaga nih dompet gue gak ada isinya,"


"lo gak kasian apa sama gue yang lagi galau" Jen sedikit merajuk


"gue telfonnin Bayu ya biar kesini"


"gak mau, gue mau seblak"


"lo rese emang kalau galau"


"gue panggilin pawang lo aja" Bayu mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi Sasa dan Tamara lewat vidio call yang di gabung


🎥 Tamara, Sasa


Ada apa? Tamara


iya ganggu. Sasa


" nih ibu negara kalian galau, buruan ke kelas" kata Ari yang mengarahkan kamera ponselnya ke Jen


JEN ,,, teriak Sasa dan Tamara bersamaan


"buruan" kata Ari

__ADS_1


Klik sambungan di matikan Ari


Sasa dan Tamara pun langsung menuju kelas untuk menemui Jen.


__ADS_2