
Axel yang terus merengek ingin berhenti di hotel harus mengalah, karena Jen yang mengatakan tidak nyaman. Jen ingin segera mandi dan ganti pe**al*t.
"berapa lama sih Yang?" tanya Axel
"semingguan garwo, sabar" Jen
"iya iya" kata Axel pasrah.
Sesampainya di rumah Jen langsung menuju ke kamar. Axel yang berjalan masuk pun terlihat sangat malas.
"Sayang" panggil mamah
"assalamualaikum mah" Axel mencium tangan mamahnya
"wa'alaikumsalam, Jen mana?"
"di kamar mah mau buru buru mandi" jawab Axel yang duduk di sofa di ikuti mamah.
"emang mau kemana?"
"katanya udah gak tahan pengen bersih bersih."
"iya panas banget, rasanya gerah pasti"
"gerah apanya, orang dia baru datang bulan" Axel
" ya udah puasa Xel" kata mamah menahan senyumnya
"iya udah sabar ini" Axel.
"sana kamu bersih bersih, ajak Jen makan setelahnya"
"iya mah" Axel menuju ke kamarnya.
.
.
.
.
Malam harinya Jen dan Axel belajar bersama. Mereka saling tukar soal dan saling membantu kesulitan masing-masing. Setelah belajar dan bersiap untuk tidur, Jen membuka ponselnya. Jen kaget karena banyak notifikasi di grup sekolah.
"garwo lihat grup deh" kata Jen
"males ngantuk" Axel yang sudah bersiap tidur
"ih garwo, lihat dulu banyak gosip nih tentang kita" Jen
"biarin"
"kamu nyebelin" kata Jen membelakangi Axel.
Dengan cepat Axel merebut ponsel Jen dan menaruh nya di nakas. Axel segera memeluk Jen dari belakang, membuat Jen yang akan protes tidak bisa.
"Tidur, udah waktunya tidur bukan ngurusin gosip" bisik Axel, akhirnya Jen menurut.
Pagi harinya, Jen kembali membuka ponselnya yang isinya tambah heboh. Ada foto saat Jen dan Axel baru datang, jalan bareng, bahkan saat di kantin pun ada.
Wah gue yakin mereka ada hubungan
Kenapa di sembunyikan
Ya pasti pilih pizza lah dari pada pilih singkong
Cocok juga mereka
Udah gak usah di tutupi, kita dukung kalian
Kasian dong Romeo yang selalu di bangga kan
Gue kira cintanya tulus di dia, kok malah berubah sih
Kalau Jen sama Axel, Bayu boleh lah sama gue
Patah hati gue
Belum pasti kebenarannya
Kita tanya langsung aja, yang bersangkutan kok gak komen sih
Ya setidaknya begitu isi dari beberapa chat dan masih banyak lagi. Axel yang selesai mandi pun menghampiri Jen.
"udah Yang, biarin aja"
"gara gara kamu ini" Jen
"aku juga pengen berjalan normal Yang, kamu kan milikku" Axel
"iya tapi kan ini mendadak"
"mendadak gimana, orang udah beberapa bulan kita menikah" Axel
"tau ah" Jen menyambar tas sekolahnya dan turun ke bawah
__ADS_1
Di meja makan ada mamah yang menyiapkan sarapan.
"pagi mah" sapa Jen lesu
"pagi sayang" jawab mamah
"papah mana mah?" Axel
"udah berangkat tadi" mamah
"kok tumben?" Axel
"ada urusan ke luar kota, kalian mau sarapan apa?" mamah
"nasi goreng aja mah" Axel
"kamu Jen?" tanya mamah tapi Jen masih ngalamun
"Jen" panggil mamah lagi
"iya mah,"
"kamu kenapa? sakit?" mamah
"enggak kok mah, Jen berangkat dulu ya mah"
"loh kamu gak sarapan?" mamah
"enggak mah"
"duduk dan sarapan Yang" perintah Axel
"gak mau" Jen
"kalian ada masalah?" tanya mamah
"enggak" Axel
"kenapa sayang?" tanya Mamah
"Jen sama garwo jadi omongan teman sekolah mah, Jen kan belum siap kalau semua tahu" jujur Jen
"kan udah aku bilang, biarin aja. Kenapa harus di pikirin sih" Axel
"tapi aku masih bingung,"
"udah sayang gak usah di pikirin, kamu fokus sekolah aja kan udah mau ujian. Selama tidak ada yang jahat sama kamu jangan di buat beban, cuek aja. Mungkin mereka iri sama kamu" mamah
"iya Yang, kan aku banyak yang naksir" Axel
"makan dulu ya, ini" bunda memberikan roti isi kepada Jen
"makasih mah" jawab Jen tersenyum tulus.
Selesai sarapan Jen dan Axel menuju ke depan. Jen berniat untuk mengendarai motor saja. Sedangkan Axel ia naik mobil. Sampai di sekolah banyak siswa dan siswi yang memandang Jen aneh.
"kenapa kusut?" Tamara
"lo pasti tahu kan" Jen
"biarin aja, mereka juga belum tahu kebenaran nya kan" Tamara
"pagi semua" sapa Sasa
"pagi micin" Tamara
"ih Tam Tam, eh Jen lo udah buka grub?" Sasa
"udah," jawab Jen lemah
"bawa happy aja," Sasa
"Thanks guys kalian udah buat gue tenang" Jen
"udah seharusnya kan?" Tamara
"Bestie kalau jaman sekarang mah" Sasa
Mereka pun tertawa bersama dan masuk ke dalam kelas. Di lorong masih terdengar kasak kusuk tentang gosip yang beredar.
"berhenti lo gan Jen" kata Mira di depan mereka
"apa maksud lo?" Tamara
"gue mau kasih peringatan sama teman lo si Jen ganjen" Mira
"enak aja lo ngatain temen gue ganjen" Sasa
"apa namanya kalau gak ganjen. Udah bagus punya pacar setia, kenapa di tinggal? kurang populer pacar lo?" Mira
"bukan urusan lo ya kesemek" Tamara
"kesemek apa?" tanya Beti teman Mira
"kesemek itu ya temen lo ini, udah kaya buah kesemek yang bedaknya tebel dan belepotan" jelas Sasa sambil tertawa
__ADS_1
"diem lo!!!, kenapa bos lo ini diam? gak bisa jawab?" Mira
"Eh Mirasantika mau gue ganjen, mau gue deket sama siapa aja itu bukan urusan lo" Jen
"gue gak suka lo deketin Axel, dia milik gue" Mira
"oh ya? apa dia mau sama modelan kesemek kaya lo?" Jen
"apa lo bilang?" Mira
"cabut guys gak penting" Jen
"mau kemana lo, sekali lagi gue liat lo sama Axel habis lo sama gue" Mira menahan lengan Jen
"lepasin tangan lo dari lengan gue" Jen
"ingat kata kata gue" Mira
"Mira" panggil Axel dari belakang mereka
"Axel," Mira melepaskan tangannya dari lengan Jen
"kamu gak papa?" tanya Axel mendekati Jen
"gak papa, tapi otak dia yang perlu di servis" Jen menunjuk Mira
"Xel lo lihat kan dia ngatain gue" kata Mira seolah dia yang di bully
"eh kesemek jangan sok polos lo, elo kan yang mulai duluan" Sasa
"udah Sa, gak guna ngomong sama kesemek mana paham" Tamara
"ayo" ajak Jen
Axel tidak menyusul Jen, tapi ia mengirim pesan kepada Jen. Ia ingin memastikan Jen baik baik saja. Kalau Axel menyusul Jen pasti akan membuat Jen tambah di pojokan siswa yang lainnya.
Jen duduk di bangku nya, ia mengambil nafas dalam. Jen mencoba menenangkan dirinya. Jam pelajaran sudah di mulai sampai saat nya istirahat.
"kantin yuk laper" ajak Sasa
"kalian aja, gue males" Jen
"tapi Jen," Tamara.
"gue makan di taman depan aja, kalau di kantin pasti banyak yang liatin gue aneh" Jen
"ya udah kita temenin" Tamara
"di mana aja yang penting makan" Sasa
Mereka bertiga menuju ke taman depan, disana tidak terlalu ramai seperti di kantin. Jen duduk di bangku bawah pohon, sedangkan Tamara dan Sasa sedang memesan bakso.
"Jen," panggil Bayu
"Bayu" sapa Jen
"boleh aku duduk sebentar?" Bayu
"em," Jen terlihat berfikir
"aku udah ijin Axel kok" Bayu
"hah?" Jen tidak percaya
"iya tadi kebetulan aku ketemu Axel, aku khawatir sama kamu" kata Bayu
"duduk Bay"
"kamu gak nyaman ya dengan gosip yang ada?" tanya Bayu setelah duduk
"iya Bay, maaf kalau kamu juga terbawa bawa dalam masalah ini" Jen
"aku tidak papa Jen, tapi aku mengkhawatirkan kamu" Bayu
"aku sedikit kurang nyaman" Jen
"jangan di pikirin ya, aku tahu banget kalau kamu tipe orang yang pemikir. Semua yang tidak nyaman buat kamu pasti kamu pikirkan terus." Bayu
"tapi Bay" Jen
"Semua akan baik baik saja Jen," Bayu
"iya Bay thanks ya, dan maaf" kata Jen yang merasa tidak enak hati karena memang Bayu ikut terbawa dalam hal ini.
"aku baik baik saja" Bayu
"Bayu?" Sasa
"Sasa, Tamara" Bayu
" kok lo disini?" Sasa
"iya, gue duluan ya," Bayu
"iya Bay" Jen
__ADS_1
...#hay semua, maaf ya niat nya mau up sore. Tapi tiba tiba vertigo, dan Alhamdulillah nya udah mendingan bisa nerusin nulis 🙏...