Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Ternyata Sebarbar Itu


__ADS_3

Seorang gadis yang berpakaian kaos ketat dan celana sobek sobek di bagian depannya pun maju membawa dua buah bendera di tangan kanan kirinya.


"ready,,????" tanya gadis itu dan di angguki semua peserta. Gadis itu memposisikan bendera menyilang di depan dada, setelah itu ia merentangkan bendera dan mengayun ke atas kepala, para peserta mulai memacu motornya.


Suara dukungan, tepuk tangan, nyanyian yelyel club atau pun geng motor pun terdengar sangat nyaring dan menambah semangat para peserta.


"bang" sapa Axel yang melihat Johan


"hey bos muda," jawab Johan


"apaan sih bang, udah dari tadi bang mulainya?" Axel


"baru aja, kalian mau ikut gak?" tawar Johan


"enggak bang, nanti kalah nangis" jawab Satria


" menang kalah itu biasa bro, kita disini semua saudara jadi ya terima aja hasilnya." jelas Johan


"setuju bang" saut Dio


"kita kedepan yuk" ajak Johan


"duluan aja bang nanti kita nyusul" jawab Axel


"oke nanti kalau ada apa-apa abang di depan yak" kata Johan


"siap bang" saut Dio dan di angguki yang lain.


Pertandingan babak pertama cewek akan segera berakhir. Sinta berada di urutan kedua kali ini sampai finis pun masih di urutan ke dua. Dan kali ini giliran Jen dan ketiga anggota lainnya. Jen bersiap memasuki arena.


"Jen kamu bisa"


"Jen tunjukan pesonamu"


"Jennaira go go Jennaira go go"


Begitulah teriakan para anggota club No Name. Di tambah suara tabuhan dari alat seadanya, menambah semangat para anggota.


Mendengar nama yang tidak asing, Axel pun mencari keberadaan gadis yang beberapa hari ini mengganggu pikirannya.


"eh bro itu Jen yang sama bukan sih gue gak terlalu kelihatan" tanya Dio


"kayaknya sama, kita maju yuk gue penasaran" ajak Satria


Akhirnya mereka maju di barisan para anggota club bang Johan. Mereka bertiga fokus dengan pertandingan itu, Jen berada di urutan ke tiga. Teriakan semangat dari teman temannya pun semakin terdengar. Dan akhirnya Jen menambah kecepatan laju motornya sampai akhirnya berhasil memimpin dan menang dalam ke babak pertama ini. Di babak kedua untuk menentukan satu pemenang ada Jen, Sinta dan juga Fara dari salah satu geng motor.


Sebelum penentuan pemenang cewek. Dilanjut dulu untuk pertandingan cowok. Dan di pertandingan ini hanya Bagas yang akan masuk final. Karena Rudi kalah di babak pertama. Setelah mendapat empat peserta langsung bertanding lagi di babak terakhir penentuan. Ternyata saingan Bagas sangat lincah, terlihat Bagas yang sedikit kesusahan mengejar Boy yang di urutan pertama. Dan sampai finis pun Bagas mendapatkan urutan kedua. Itu artinya Bagas harus menerima kekalahan nya.


Untuk pertandingan cewek para anggota mulai bersiap siap setelah bendera di ayun kan ke atas ketiga gadis ini melesat dengan kencang. Kali ini di pimpin gadis dari salah satu geng motor, di urutan ke dua ada Sinta dan Jen urutan terakhir. Saat hampir mendekati finis Jen menambah kecepatan dan langsung menjadi urutan pertama. Bahkan Sinta mampu mengejar Jen yang berada di depan. Garis finis pun sudah di depan mata. Jen dan Sinta terlihat saling pandang dan mengangguk. Dan akhirnya mereka sampai di garis finis bersama. Walaupun hanya ada satu pemenang cewek tapi Jen dan Sinta berasal dari club yang sama. Tetap saja mereka yang menang.


Semua ketegangan pun berakhir sudah. Rasa bangga dan bahagia di rasakan para anggota club Johan. Para pemenang pun mendapat kan hadiah yang di janjikan.


"gila gila itu Jen si Julietnya SMA kita kan, gue beneran gak nyangka kalau dia itu,,,," Kata Dio menggantung karena dia benar benar di buat melongo dengan Jen

__ADS_1


"Dia kenapa?" tanya Axel


"Ternyata dia se barbar itu"saut Satria


"nah itu, tapi ya entah kenapa gue tetap suka aja liatnya" kata Dio


"gue juga setuju, karena gue yakin di club bang Jo ini gak ada yang aneh aneh. Bahkan sering ngadain bakti sosial dan juga turing." kata Satria


"dia itu unik dan berbeda" kata Axel tanpa sadar


"apa Xel" tanya Dio yang mendengar ucapan Axel


"apa???" tanya balik Axel


"tadi lo ngomong apa? gue denger lo ngomong unik dan berbeda, siapa?" Dio


"bukan siapa siapa," elak Axel


"gue tau, pasti si Jen kan? " tebak Dio


"bro kalian ikut kita ngerayain kemenangan ya, makan makan di sini" ajak bang Jo yang baru datang dan menyelamatkan Axel dari pertanyaan Dio.


"em gak usah bang, kita ikut seneng club abang menang" kata Axel


"ayolah,,,, kalian berdua mau kan" tanya bang Jo pada Satria dan Dio


"gue sih nurut bos aja bang" kata Satria


"wah cocok bang" kata Dio


"udah ayo Xel," Dio menarik tangan Axel.Dan mau tidak mau Axel pun menurut


Semua club dan geng motor yang tadi berada di bengkel bang Jo pun mulai meninggalkan tempat. Dan tersisa lah anggota club No Name juga Axel, Dio, Satria dan beberapa orang yang di ajak para anggota club.


Setelah semua berkumpul bang Jo pun menyampaikan sesuatu.


"Rudi, Bagas, Sinta dan Jen gue pribadi dan juga para anggota club sangat berterimakasih atas usaha kalian. Jangan berkecil hati buat yang kalah , karena dari awal gue sudah menyampaikan menang kalah tidak jadi masalah. Kita yakin kalian sudah berusaha dan kita bangga pada kalian. Untuk merayakan ini semua saya sudah pesan makanan yang banyak 😁, kita puas puasin makan mungkin sebentar lagi sampai." jelas Johan


"wah makan besar nih"


"pas banget laper"


"musik dong sambil nunggu"


"lanjut goyang lah"


Dan akhirnya musik dj pun di putar untuk menemani mereka semua.


"Tam,,,, itu bukanya oppa Axel" tanya Sasa


"mana??" Tamara celingukan mencari


"itu yang ngobrol sama bang Jo" tunjuk Sasa

__ADS_1


"oh iya, kok bisa disini" heran Tamara


"ya mana gue tau, kayak akrab banget sama bang Jo." kata Sasa


"Jen lo diem diem bae kenapa?" tanya Tamara yang melihat Jen hanya diem dan tidak terlalu antusias melihat Axel


"gue lg bales chat Abay, " jelas Jen tidak mengalihkan pandangannya dari ponsel.


"lo bilang sama Bayu lagi tanding balap?" tanya Tamara


"he,em" jawab Jen


"terus??"


"terus apanya?" bingung Jen


"ya Bayu gimana tau lo ikutan balap motor?"


"ngambek 😀"


"ya pasti ngambek lah dodol,,, emang ada yang mau pacarnya balap motor?"


"gue gak bisa bohong Tam," jawab Jen


"karena terlalu bucin?"


"iya mungkin," jawab Jen


"lah si Sasa ilang kemana," Tamara celingukan


"lha tadi bukannya di sini, " Jen ikut mencari


"ya udah kita cari dulu, udah malem gini malah ngilang tuh anak," Tamara


"itu di depan juga gak ada lho," Jen


"coba lo telfon" saran Jen


"oh iya kenapa gak kepikiran" kata Tamara sambil mencari hp dan menghubungi Sasa.


"gimana?" tanya Jen


"gak di angkat".


"hey,,,, kalian ngapain?" tanya Sinta yang baru saja turun dari panggung karena mendapat kode dari Johan.


"kita nyari Sasa, tiba tiba ngilang" jawab Tamara


"kok bisa? di toilet?" tanya Sinta ikut panik


"gak ada udah gue cari" jelas Jen


#kira kira Sasa ilang kemana, atau jangan-jangan ada yang mau berbuat buruk, 😲😲

__ADS_1


__ADS_2