Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Pengen Sugar


__ADS_3

Setelah makan siang, ayah, bunda, Jen dan Axel duduk di ruang tengah.


"Jen kamu anak ayah satu satunya, kalian juga udah selesai sekolah. Dulu ayah janji akan mengadakan acara resepsi pernikahan kalian. Gimana kalian mau kapan,?" ayah


"resepsi ya yah? tapi sejujurnya Jen belum kepikiran yah" Jen


"kalau kamu Xel?" ayah


"Axel terserah Jen saja yah, kemarin papah juga sudah bicara tentang itu yah. Tapi Axel juga belum ambil keputusan." Axel


"kalau dari ayah dan bunda sebenarnya menginginkan acara itu, tapi untuk waktu biar kalian aja yang menentukan. Ayah hanya ingin membahagiakan kalian. Ini masih tanggung jawab ayah" ayah


"gimana Jen?" tanya bunda


"em gimana mas?" tanya Jen


"aku terserah kamu aja Yang, papah dan mamah juga sama seperti ayah dan bunda. Kalau kamu mau, kamu bilang aja. Jangan sungkan, kita semua pasti siap kok apa mau kamu" Axel


"tapi aku kan sedang hamil, aku juga mudah capek" Jen


"apa besok setelah melahirkan? sekalian tasyakuran anak kalian.?" bunda


"boleh juga bun, sepertinya lebih baik seperti itu" Jen


"ya sudah, berarti setelah melahirkan saja ya" ayah


"iya yah" Jen


"kamu Xel?" ayah


"setuju yah" Axel.


Setelah perbincangan itu, Jen ijin ke kamar untuk istirahat. Sedangkan Axel berbincang dengan ayah. Sore harinya Jen terbangun dan mencari Axel, ternyata Axel sedang joging di sekitar rumah.


"mas stop" kata Jen yang melihat Axel di samping kolam


"udah bangun Yang?" tanya Axel yang meregang kan ototnya


"iya, aku mau renang ya?" Jen


"ya udah sana, aku olahraga disini" Axel


"aku ganti baju dulu" kata Jen yang sedang dan ia sedikit melompat lompat


"ayang, jangan lompat lompat!!" Axel


"lupa maaf 😁" kata Jen


Jen terlihat begitu bahagia bisa berenang, sedangkan Axel istirahat di tepi kolam.


"ini mas Axel minumnya, ini buat mbak Jen". kata mbok Jum


"makasih mbok" kata Jen yang ke tepi kolam


"mbak Jen tambah cantik, mbok seneng banget liatnya" mbok Jum


"masa sih mbok, gendut gini" Jen


"enggak mbak, auranya itu tambah keluar gitu loh mbak" mbok Jum


"tuh Yang, orang kamu itu tambah lucu tambah cantik juga gak percaya. Masa aku di bilang ngeledek mbok" Axel


"kamu kan suka ngeledek aku mas" Jen


"aku kan gemes" Axel


"hehehe mbok seneng liat mbak Jen sama mas Axel, semoga bahagia selalu ya" kata mbok Jum


"terimakasih mbok," Axel


"ya udah mbok ke dalam dulu" pamit mbok Jum


"iya mbok" jawab Jen dan Axel mengangguk.


"aw" kata Jen yang sudah kembali ke tengah kolam


"Yang?" panik Axel dan....


Byuurr


Axel langsung masuk kedalam kolam dan berenang menuju Jen.


"kamu kenapa Yang?" tanya Axel


"aw aku ngerjain kamu" kata Jen dan menyiram kan air ke arah Axel


"ayang" Axel berusaha menghindari cipratan Jen


"hahaha biarin ini balasan kamu suka ngeledek aku" Jen masih berusaha menyerang Axel dan Jen tertawa lepas.


"jadi kamu balas dendam ceritanya?" hhmmm nih aku juga bisa" Axel juga menyipratkan air ke arah Jen.


Tawa mereka terdengar begitu bahagia, siapapun yang melihatnya pasti akan ikut senang. Mereka asik bercanda di dalam kolam renang, diam diam bunda mengabadikan momen itu.


"Jen, Axel" panggil bunda


"eh bunda" Jen


"udah ya sayang, nanti takutnya masuk angin. Kasian babynya," bunda


"iya bund 😁, keasikan main air" Jen


"bantuin bun" pinta Jen


"biar aku bantu Yang" Axel


"bunda aja" Jen

__ADS_1


"ya sudah ayo" bunda mengulurkan tangannya.


"aaaa" teriak bunda saat beliau di tarik Jen masuk ke dalam kolam. Untung saja tadi ponsel bunda sudah di taruh di meja.


"hehehe maaf bunda" kata Jen


"kamu iseng banget sih Jen," kata bunda


"kita renang bareng bun" Jen


"kamu nakal banget sih Yang, tadi aku sekarang bunda." Axel


"iya, bunda udah mandi loh" bunda


"gak papa nanti mandi lagi bun" Jen


"bunda, katanya mau nyiram bunga? kok malah renang?" tanya ayah


"bunda di kerjain Jen yah, ayo bantu bunda naik," bunda mengulurkan tangannya pada ayah.


"bunda kan bisa naik sendiri, nanti ayah mau bunda tarik ke kolam kan,?. Tidak akan bisaπŸ˜‰ " kata ayah


"bener banget itu yah," Jen


"ayo kalian pada naik, udah mau petang" ayah


.


.


.


.


.


Malam ini Jen dan Axel sudah bersiap untuk tidur. Axel merasa begitu capek dan mengantuk, ia memeluk Jen.


"mas" panggilan Jen


"hhmmt" jawab Axel yang sudah memejamkan mata


"aku boleh minta sesuatu?" Jen


"apa sayang?"


"aku mau sugar" Jen


"susu segar?" Axel


"iya"


"sekarang?" Axel


"iya, maunya di tempat Bayu" kata Jen pelan


"enggak mas, boleh ya?" Jen nemohon dengan puppy eyes nya.


"Biar aku beliin ya" Axel


"aku mau ikut, kita minum di sana" Jen


"udah malem Yang" Axel


"tapi aku pengen nya gitu" Jen


"tapi Yang" Axel


"mas,"


"disugar yang dekat sini ya" Axel


"enggak, pokoknya tempat Bayu," Jen


"nanti kamu ketemu mantan Yang,"


"aku gak ngapa-ngapain sama dia, dan aku kan sama kamu" Jen


"ya udah ayo kamu pakai jaket" Axel yang sebenarnya berat tapi demi anak mereka Axel pun menuruti Jen.


"makasih sayang" kata Jen


"apa? sekali lagi" kata Axel


"tidak ada siaran ulang" kata Jen


"gak jadi berangkat kalau gitu" Axel


"ah iya , sayang" kata Jen malu malu


"hehehe itu enak banget di dengar Yang"


"udah ayo" Jen


"panggil sayang ya?" Axel


"enggak, mas aja" Jen


"Yang..."


"ish aku malu" Jen


"ya udah deh, Humaira" Axel


"apa?" Jen


"Humaira, pipi kemerahan. Kaya kamu sekarang tuh" Axel

__ADS_1


"apa sih udah ayo, keburu tutup nanti" Jen


Mereka berdua menuju mobil dan berangkat ke tempat sugar Bayu. Saat sampai di sana ternyata masih ramai. Axel dan Jen duduk lesehan, tidak berapa lama datang Eko teman jualan Bayu.


"Jen" panggil Eko ragu


"iya Ko, em gue pesen kaya biasa ya tapi Bayu yang buat" kata Jen


"i...iya, kalau kamu?" tanya Eko pada Axel


"samain aja kaya Jen" Axel


"tunggu ya sebentar" Eko.


Eko menghampiri Bayu yang sedang membuatkan susu pesanan pelanggan.


"Bay, ada Jen" kata Eko


"terus?" Bayu


"minta di buatin kaya biasanya sama elo, dua sama cowok barunya" Eko


"itu suami nya" Bayu


"ya suami" Eko.


Setelah selesai membuatkan susu jahe dan madu pesanan Jen, Bayu mengantarkan ke sana.


"silahkan" Bayu


"makasih Bayu" Jen


"kalian apa kabar?" Bayu


"baik kok Bay, kamu?" Axel


"baik juga, selamat ya Jen, Xel, aku dengar kamu hamil" Bayu


"iya Bay, ngidam kesini" Axel


"😁" Jen nyengir


"kamu aneh aneh aja Jen" Bayu


"hehehe namanya juga ngidam" Jen


"ya sudah, aku doakan sehat selalu ya" Bayu


"makasih Bay" Jen


"Xel, aku balik ke sana ya," Bayu


"iya Bay" Axel


"Kamu sering kesini Yang?" tanya Axel


"ya dulu, jangan marah" Jen


"enggak" kata Axel


"masa....???? mukanya beda" Jen


"ini panas susu nya" kata Axel yang gak nyambung


"enak gak?" Jen


"enak, tapi wadahnya yang gak enak" Axel


"maksudnya?" Jen


"ini kan gelas wadahnya, sudah biasa. Kalau kamu punya wadah yang luar biasa" kata Axel


"aku?" Jen masih bingung dengan maksut Axel


"iya punya dua lagi,"


"dua? apa sih?" Jen


"kamu punya sumber s*su dua kan?" bisik Axel


"astaga" kata Jen yang sadar dan memegang d*danya


"hehehe bahkan tidak di perjual belikan Yang" Axel


"ya enggak lah, kamu itu tambah malem tambah ngaco" Jen


"aku jujur Yang"


"emboh" Jen


Axel tersenyum saat Jen merajuk, entah kenapa hobi Axel sekarang adalah menjahili Jen. Tapi Jen juga tidak pernah marah yang serius, karena ia tau kalau Axel hanya bercanda.


"pulang sekarang?" Axel


"iya ayo" Jen


"langsung pulang aja ya Yang, aku sedikit capek,"


"maaf ya mas, gara gara aku" Jen


"enggak Yang, kan udah kewajiban aku." Axel


"makasih atas pengertiannya dan perhatian nya mas" Jen


"sstt itu semua sudah tugas aku Yang, aku ikhlas dan tulus melakukan itu"


"love you" Jen

__ADS_1


__ADS_2