Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Ketahuan


__ADS_3

Jen akhirnya membawa dompet Axel. Saat Jen memasuki kelas ia di tarik Ari dan di bawa ke bangku yang masih kosong.


"e.eh kenapa lo?" Jen


"pinjem tugas" kata Ari sambil nyengir


"ya gak disini juga, gue mau duduk di bangku gue" Jen


"gue mau tanya mumpung masih sepi"


"tanya apa" Jen


"sebenarnya lo pacaran sama Axel?"


"seperti yang lo lihat"


"kenapa lo udah di rumah Axel pagi pagi?" Ari


"maksud lo?"


" gue tadi liat lo sama Axel berangkat bareng, dari rumah Axel"


"elo????" tunjuk Jen.


"jangan salah paham, rumah gue satu kompleks dengan Axel.Tadi gak sengaja liat mobil Axel keluar, gue kan ada di belakang kalian" Jelas Ari


"hah?" kaget Jen


"biasa aja kali" Ari


Apa Ari juga tahu kalau gue udah nikah sama Axel dan tinggal di sana? eh tapi kok gue gak tahu kalau Ari satu kompleks sama Axel. Apa dia juga pernah liat gue di rumah Axel dan pulang pergi dari sana ya? duh gimana nih. Batin Jen


"hey Kenapa lo ngalamun?" tanya Ari


"lo serius satu kompleks sama Axel?"


"ya iya lah, gue baru pindah satu tahun lebih lah. Pas elo main yang di ono itu rumah nenek gue" jelas Ari


"orang kaya dong elo?"


"iya kaya monyet" saut Tamara dan Sasa kemudian mereka tertawa


"s*al*n kalian" Ari


"pada ngomongin apa sih, serius amat" Sasa


"KEPO" jawab Jen dan Ari


"ih gue bilangin garwo lo ya" Sasa


"garwo apa?" Ari


"KEPO" jawab Tamara, Sasa dan Jen


"gimana sih lo tadi bela gue, sekarang mereka" Ari


"biarin, gue mau ke bangku gue" Jen


"eh elo masih hutang penjelasan sama gue" kata Ari pada Jen yang sudah pindah.


"geser lo, gue juga mau nyontek" Tamara


"tumben lo belum ngerjain" Ari


"gue semalam ada acara"


"pacaran?" Ari


"iya" kata Tamara kemudian tersenyum


"sama Satria?"


"sama siapa aja boleh" Jawab Tamara sambil menyingkirkan tangan Ari dari buku Jen


"wah,,,,, JEJEN buku lo di coret sama Tamara" kata Ari


"eh itu elo yang nyoret"


"gara gara lo yang main geser" Tamara


"sini in!!! kalian udah di nyontek, merusak lagi" kata Jen yang ada di belakang


"elo sih, beresin di hapus dulu itu" Tamara


"ya elo." Ari


"elo kan udah selesai, gue baru mau nyontek" Tamara


Akhirnya mereka mengikuti pelajaran sampai jam istirahat. Jen mengambil dompet Axel dan memegang nya. Sebenarnya Jen ragu membuka dompet Axel.


"nyopet di mana lo?" tanya Tamara


"hahaha apa pantas gue cantik ini nyopet. Kalau bisa menjilat kenapa harus nyopet" kata Jen dengan menjulurkan lidahnya


"gila gila, berarti tadi pagi lo menjilat Axel," saut Ari


"lo?" tunjuk Jen


"ya gue liat lah, udah buruan jelasin sekarang. Gue butuh pengakuan lo" kata Ari sambil menaik turun kan alisnya.

__ADS_1


"Biarkan menjadi sebuah rahasia" kata Jen


"COCOK" kata Tamara dan Sasa


"kantin yuk" ajak Tamara dan mereka pun beranjak.


Sampai di depan pintu ternyata dari arah samping terlihat tiga anoman yang berjalan menuju ke ke kantin.


"Axel nih" Jen mengembalikan dompet Axel


"kamu udah ambil?" Axel


"belum," Jen


"ya udah ambil dulu"


"kamu aja yang ambilin," Jen


Axel membuka dompetnya, ada Satria yang melirik isi dompet Axel dan menggeleng.


"berapa?" tanya Axel pada Jen


"yang biru satu aja cukup" kata Jen


"nih" Axel memberikan dua lembar


"makasih garwo" Jen.


"yuk" ajak Dio.


Mereka semua menuju ke kantin, Satria dan Axel berjalan di barisan paling belakang.


"Xel, harus banget ya bawa itu" bisik Satria


"apa?" Axel yang tidak paham


"itu yang di dompet lo" Satria


"duit? ya harus dong" Axel


"bukan itu, katanya pinter, tapi lemot juga"


"apa sih"


"balon hahaha" Satria tertawa membuat Axel diam dan berfikir


"lo liat?" tanya Axel yang sudah paham maksut Satria.


"ngintip dikit doang haha"


"diem lo" Axel


"ya jaga jaga" Axel


"rasanya gimana?"


"fresh lebih plong, jadi keterusan deh sampai sekarang" kata Axel membuat tawa Satria semakin pecah.


"kalian berdua mencurigakan" kata Jen pada Axel dan Satria


"apa sih?" tanya Dio yang berjalan paling depan dengan Sasa


"enggak udah sono pada jalan aja," Satria sedangkan Axel bermuka datar


"gak jelas" Tamara


Satria hanya tersenyum, Axel memelototi Satria yang masih cekikikan.


"gak nyangka gue, temen gue udah gak perjaka" bisik Satria


"gue sumpel tuh mulut" kata Axel yang sebenarnya sedikit malu, karena ketahuan membawa barang yang seharusnya jadi rahasia suami istri 😂. Satria yang di ancam pun tertawa.


"ih gue curiga sama kalian berdua" Jen


"Satria agak sinting Yang" Axel


"enak aja lo" Satria


"kenapa Sat?" Dio


"itu Axel bawa.. aw" Satria tidak meneruskan bicaranya karena di injak Axel


"bawa apa sih?" Dio


"bukan apa-apa, udah pada makan" Axel


Mereka melanjutkan makan karena memang pesanan mereka sudah datang. Sesekali mereka bercanda dan juga tukar cerita. Saat sedang asik menikmati suasana makan dan obrolan santai, tiba tiba datang lah kesemek 🤭 maksudnya Mira.


"hay semua, gue gabung ya?" Mira


"dih gak tau malu" cibir Tamara


"gak ada tempat" kata Sasa sambil melebar kan duduknya supaya tidak ada tempat untuk Mira


"Axel, boleh kan aku gabung?" tanya Mira


"boleh kok, lo duduk sini" kata Axel sambil beranjak


"makasih tapi lo duduk di mana?" kata Mira yang sudah duduk di samping Satria

__ADS_1


"ayo Yang, udah selesai kan?" ajak Axel pada Jen


"hah,,, em udah ayo" kata Jen yang tadi sedikit bingung


"kita duluan" pamit Axel


"Xel kok lo malah pergi sih!" Mira


"ya kasian di tinggal, kita juga udahan" Sasa menarik Dio


"ayo aaa Satria ku" kata Tamara dengan genitnya


"dengan senang hati baby" kata Satria menerima suapan bakso dari Tamara


Mira yang masih duduk di situ pun di buat kesal. Akhirnya ia pergi dengan sejuta amarah. Setelah kepergian Mira, Tamara dan Satria tertawa puas.


.


.


.


.


Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Jen langsung menuju ke parkiran mobil bersama dua temannya.


"kalian bawa mobil?" tanya Jen


"di jemput Dio" Sasa


"di jemput Satria" Tamara


"cie kalian berdua" Jen


"mungkin gue mau bawa mobil aja Tam" Sasa


"oke gue juga" Tamara


"lah gue baru mau naik motor lagi" Jen


"udah mau ujian Jen, musim hujan juga" Sasa


"iya bener juga," Jen


"kita udah lama deh gak jalan bareng." Sasa


"iya, kangen touring" Tamara


"gimana kalau besok rabu kan tanggal merah, kita ke pantai aja yuk" Sasa


"nah boleh tuh" Jen


"oke kita ajak Sinta sekalian" Tamara


"oke deal ya" Sasa


" iya besok kita bahas lagi" Jen


Mereka pulang dengan pasangan masing masing, ya walaupun Tamara dan Satria belum jadian. Axel melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Belum ada obrolan di antara mereka karena Jen sibuk dengan ponselnya.


"kita ke bengkel dulu ya Yang," Axel


"iya sekalian ambil motor" Jen


"Yang!"


"kamu udah janji garwo" Jen


"em ya udah terserah" Axel


Sesampainya di bengkel Jen langsung turun dari mobil, ia langsung menghampiri Axel yang ngobrol dengan montir juga karyawan nya.


"mana garwo" rengek Jen


"sabar" Axel


"tapi aku udah kangen banget sama motorku" Jen


"mas tolong keluarin motor yang di dalam ya," pinta Axel pada mas Agil salah satu montirnya.


"siap mas bos" Agil.


"ayo tunggu di dalam, aku ngecek kerjaan sebentar" Axel


"kamu aja, aku mau nunggu di sini" Jen


"jangan kabur" Axel


"iya"


Setelah menunggu beberapa saat, motor sport warna hitam sudah terparkir di depannya.


"owh motor gue" gumam Jen dengan berbinar


"makasih mas" kata Jen saat Agil memberikan kuncinya


"sama sama mbak, motornya keren mbak. Kok gak di pakai,?" tanya Agil


"gak di bolehin sama Axel" kata Jen cemberut

__ADS_1


"kata bang Jo ini motor sering menang buat balap. Emang mbak bisa naik ini,?" Agil


__ADS_2