Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Harus banyak belajar


__ADS_3

Ragu ragu anak kecil itu mengulurkan tangannya kepada Jen.


"terimakasih tante"


"sama sama" Jen mengelus kepala gadis kecil itu. Setelah nya ibu dan anak itu pergi.


"uuh mana tuh cewek, kok toilet udah pada kosong. Perasaan tadi dia ke toilet." gumam Mira yang bisa di dengar Jen, karena Jen masih berdiri di sana


"kaya apa sih dia, sampai Axel mau sama dia" gumamnya lagi sambil berkaca.


"yang pasti lebih cantik dari pada lo" kata Jen kemudian pergi


"apa lo bilang?" tanya Mira dan berbalik ke arah Jen. Tapi sayang Jen sudah berlalu.


Tunggu aja sampai jamuran, batin Jen sambil tersenyum meremehkan.


Jen masuk ke dalam mobil, Axel melihat Jen dengan tatapan yang sedikit tajam.


"kenapa?" tanya Jen


"kamu tadi pakai jaket dan rambutnya di gerai? kenapa sekarang malah pamer leher sama badan?" kata Axel karena memang baju yang Jen pakai memperlihatkan lekuk tubuhnya.


"tadi itu pas di toilet niatnya aku mau nguncir rambut. Pas di depan kaca malah jatuh tali rambutku, aku ambilkan jadinya. Eh ada anak kecil lari bawa es krim kena jaketku, mungkin dia kebelet. Ya udah aku lepas jaketnya, nih" Jen memperlihatkan jaket nya yang kotor


"kenapa di kuncir?"


"gerah, lagian biar gak ketara sama tuh cewek lo, aku males aja ngladenin dia" kata Jen


"kamu cemburu?"


"ya enggak lah,"


"kok gitu mukanya?"


"udah ayo pulang" pungkas Jen


Akhirnya Axel melajukan mobilnya, jam dua siang mereka baru sampai di rumah. Mbok Jum yang membukakan pintu mereka.


"mbok, ayah bunda mana?" tanya Jen


"istirahat di kamar non"


"ya udah nanti kalau bunda tanya Jen di kamar ya mbok"


"non Jen sama den Axel gak makan dulu?"


"tadi udah kok mbok" jawab Axel


"ya sudah, istirahat dulu saja. Mungkin ibu sama bapak bangun sore."


"iya mbok, Ayo naik" Jen mengajak Axel ke kamarnya.


Sampai di kamar Jen, Axel memandang semua sudut kamar ini. Luas dan rapi itu kesan pertama yang Axel lihat.


"Yang, itu kamu? Axel menunjuk sebuah foto seorang gadis yang mengendarai motor


"iya,"


"hah masak, beneran kamu?"


"eem" jawab sambil berlalu ke kamar mandi.


Axel merebahkan diri di ranjang Jen sambil membalas pesan dari grub osis. Mereka membahas tentang acara dinner yang akan di lakukan bersama, sebelum para anggota osis kelas XII di gantikan dengan anggota baru.


"Jen pinjam charger laptop," kata Axel yang melirik Jen keluar dari kamar mandi.


"di meja ya," kata Jen


" iya sayang, " jawab Axel sambil memandang Jen.


"ck ck, mau goda aku?" tanya Axel


"enggak, aku lebih nyaman seperti ini kalau di rumah,"


"tapi kan aku baru pertama kali berduaan dengan cewek berpakaian minim". kata Axel yang melihat Jen hanya memakai hotpants dan kaos yang tadi ia pakai. Axel menarik Jen ke atas pangkuannya.


"Axel lepasin"


" cium dulu Yang, biar semangat akunya"

__ADS_1


"semangat apa?"


"aku mau ngecek kerjaan bentar."


"ya udah sana"


"cium dulu"


Jen membuang muka karena malu.


"Yang,,,," panggil Axel memasang muka memelas


"kenapa gitu?"


"liat sini dong" Kata Axel sambil menuntun wajah Jen perlahan menghadap kepadanya.


cup


Axel mengecup bibir Jen singkat


"udah, gitu aja udah cukup kok"


hah,,, gue kira dia mau minta ciuman kaya tadi pagi, ternyata cuma gitu doang. batin Jen


"Yang?"


"eh iya," Jen beranjak dari pangkuan Axel.


Jen menuju ranjang nya, ia langsung memeluk boneka yang besarnya sama seperti dirinya. Axel yang tidak ingin khilaf pun menyelimuti Jen.


"biar tidak menggoda iman" kata Axel sambel terkekeh


"gak ada niatan gitu" kata Jen yang sudah menutup mata karena ngantuk.


Axel langsung menuju meja belajar Jen. Ia segera membuka laptop nya sambil di charge. Banyak kerjaan kantor yang belum di cek Axel. Kemungkinan Axel akan menggantikan papahnya untuk mengurusi proyek yang ada di Bali. Sesekali Axel melirik Jen yang sudah tertidur, ia juga memotret Jen yang terlihat sangat imut.


tok tok tok


Suara pintu kamar Jen di ketuk.


"masuk" jawab Axel.


"kalian sampai jam berapa tadi?"


"jam dua bun"


"kamu gak tidur? nih anak malah tidur sendiri" bunda yang gemas melihat Jen malah tidur.


"biarin bun gak papa, kasian kayanya capek. Axel gak biasa tidur siang bun" jelas Axel


"bunda di cariin di sini ternyata." kata ayah yang berada di ambang pintu


"ayah," Axel pun menyalami ayah


"kamu lagi ngerjain apa Xel?" tanya Ayah


"ini yah, soal proyek kita yang di Bali."


"wah pas banget Xel, ayah juga ada yang ingin jelaskan ke kamu. Bisa keruangan ayah gak?"


"boleh yah"


"kamu gak istirahat?"


"nanti aja yah,"


"ya udah ayo"


Ayah dan Axel menuju ruang kerja ayah yang ada di rumah, sedangkan bunda ke dapur menyiapkan minuman untuk mereka berdua. Saat Jen bangun jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Ia celingukan mencari Axel.


"Xel?"


"Axel ketos?" panggil Jen


"Kemana dia, kok gak ada sautan. Apa di bawah ya" gumam Jen.


"mandi dulu aja lah, nanti baru nyari Axel" monolog Jen pada dirinya.


Setelah selesai mandi Jen turun ke bawah, dilihatnya bi Ar sedang menyapu di rung tengah.

__ADS_1


"bi, bunda mana?" tanya Jen


"di belakang non, nyiram tanaman."


Jen manggut-manggut dan menuju ke dapur. Di sana ada mbok Jum yang sedang memotong sayuran.


"mbok tau Axel dimana?" tanya Jen


"ada di ruang kerja bapak non,"


"em ya udah deh biarin dulu aja"


"non nanti bau bawang lo, biar mbok aja" kata mbok Jum yang melihat Jen mengupas bawang.


"gak papa mbok biar Jen bantuin. Mau buat sop kan?"


"iya, kesukaan non Jen, mbok kangen sama non"


"baru juga dua hari Jen gak pulang mbok"


"iya juga non, tapi besok besok pasti non Jen jarang pulang"


"kenapa mbok?


"non ini gimana, kalau sudah punya suami pasti non harus ikut ke manapun suami tinggal"


"harus ya mbok?


"ya harus dong non, sebagai istri ya harus taat pada suami, mendampingi suami, mendoakan yang baik baik untuk suami."


Jen tersenyum dan mengangguk.


"non, rumah suami itu adalah istri"


"maksudnya mbok?"


"kemana pun, dimana pun suami pergi, pasti pulangnya ke istri. Tempat di mana suami mencari ketenangan, kenyamanan, kebahagiaan dan bahkan mengobati rasa lelah, adalah istri yang baik non, istri yang shalihah."


"Jen harus banyak belajar ya mbok?"


"iya non, pelan pelan saja, pasti non bisa"


"iya mbok, ini biar Jen yang tumis bumbunya sekalian ya mbok"


"boleh, pasti enak kalau non Jen yang masak"


"mbok bisa aja"


Jen meneruskan membuat sop ayam kampung khas Jawa. Tanpa Jen sadari sedari tadi ada yang memperhatikan dirinya. Dengan senyum yang mengembang Axel menghampiri Jen yang sedang membelakangi nya. Mbok Jum yang melihat Axel pun mengangguk dan tersenyum. Saat Jen sedang mencuci ayam, ada sebuah tangan melingkar di pinggangnya.


"e.eh ayamnya lepas" latah Jen


"lepas dimana?" goda Axel


"Xel, kamu ngagetin. lepasin malu"


"malu sama siapa?" tanya Axel.


"kan ada mbok Jum" bisik Jen


"gak ada" bisik Axel membuat Jen geli


Axel tertawa melihat Jen yang kegelian. Akhirnya Axel melepaskan pelukannya.


"aku cariin ternyata baru masak, pasti enak ini" kata Axel


"kamu tunggu duduk situ aja" pinta Jen.


"maaf den, ada tamu yang cari den Axel" kata mbok Jum


"iya mbok biar Axel ke sana, makasih mbok" kata Axel


"aku ke depan dulu Yang," pamit Axel dan di angguki Jen


"siapa mbok yang nyari?" tanya Jen setelah Axel berlalu.



#begitulah foto yang di liat Axel di kamar Jen

__ADS_1


Boleh dong minta dukungannya, biar lebih semangat 🙏


__ADS_2