Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
cerita dong


__ADS_3

Setelah Axel berangkat, Jen di tatap sama kedua sahabat.


"kenapa?" tanya Jen bingung


"eh Jen gue boleh tanya gak?" Tamara


"tanya aja" Jen


"setelah lo nikah sama Axel gimana?" Tamara


"gimana apanya?" Jen


"ya elah lemot amat lo" Sasa


"kurang faham gue" Jen


"sejauh mana hubungan lo sama Axel?" Tamara


"ya udah gak bisa jauh jauh" Jen


"lo udah ada rasa?" Sasa


"em gimana ya, gue juga belum tahu. Gue hanya udah nyaman sama Axel. Udah terbiasa sama kehadiran Axel. Eh tapi tadi di sekolah gue sempet ketemu Bayu." Jen


"ceritain dong" pinta Tamara


Akhirnya Jen bercerita tentang tadi pertemuan yang tidak di sengaja dan juga perasaannya.


"kayaknya lo udah mulai cinta deh Jen sama Axel" kata Sasa setelah mendengar cerita Jen


"cepat atau lambat juga harus cinta kan Sa" Jen


"iya juga, eh tunggu Jen. Terus kehidupan lo kalau lagi sama Axel gimana?" Sasa


"ya gue berusaha jadi istri yang baik lah," Jen


"lo udah begitu?" kata Tamara


"belum," jawab Jen yang tahu arah pembicaraan Tamara


"kenapa?" Sasa


"belum siap sih kemarin kemarin" Jen


"kalau nanti atau kapan aja?" Tamara


"belum tahu gue, mungkin udah lebih siap aja. Mau cepat atau lambat semua pasti terjadi kan." jelas Jen


"iya juga. ngomong ngomong udah ngapain aja lo Jen sama Axel" Sasa


"kepo lu 😀" kata Jen sambil tertawa


"ih gue kan penasaran Jen, jangan jangan lo tidur pisah lagi sama Axel. Terus kalian suka berantem" Sasa


"gak mungkin lah Sa, gue masa Axel dari awal itu udah tidur satu kamar dan satu ranjang yang sama. Kalau berantem yang serius sih enggak ga, ya jangan deh kalau bisa" Axel.


"enakan tidur sendiri apa sama pasangan?" Tamara


"gak ah, ntar kalian praktik lagi." Jen


"enggak Jen, kita janji" Tamara


"gue juga janji" kata Sasa


"awas ya kalian, gue cerita bukan karena gimana gimana ya" Jen


"iya bawel" Tamara


"ya enak tidur sama pasangan lah, bisa di pelukin 😁" Jen


"OMG" Sasa


"beneran Jen?" kata Tamara dan Jen mengangguk


"Axel ngorok gak?" Sasa


"enggak lah, kan elo yang ngorok" Tamara

__ADS_1


" iya ih, lupa lo?" Jen.


"gak usah di perjelas" Sasa


Tamara dan Jen tertawa mendengarnya itu. Karena udah sore, Tamara dan Sasa pamit untuk pulang.


.


.


.


Jen membersihkan diri dan ia tiduran di kasur. Tanpa terasa Jen ketiduran sampai waktu makan malam.


tok tok tok


"Jen" panggil mamah


Tidak ada sautan dari dalam, sekali lagi mamah memanggil Jen tapi tetap tidak ada jawaban. Perlahan mamah membuka pintu kamar Jen yang tidak di kunci. Dilihat nya Jen sedang tidur. Mamah kembali ke meja makan.


"mana Jen mah?" tanya papah


"ketiduran pah, biar nanti makan sama Axel aja" kata mamah


Kemudian mereka melanjutkan makan malam tanpa anak anak.


Di tempat lain, tepatnya di bengkel. Axel sedang mengobrol dengan Johan. Setelah membicarakan tentang kerja sama dan juga pembukaan cabang bengkel motor dan mobil di salah satu wilayah. Mereka melanjutkan makan malam.


"Jen gak kamu ajak Xel?" tanya Johan


"enggak bang, tadi ada Tamara dan Sasa" Axel


"oh, udah hamil?" Johan


"belum bang" Axel


" usaha terus Xel," Johan


"nyoba aja belum bang" jawab Axel sambil tersenyum


"iya, abang tahu dulu waktu gue mau melamar Jen. Gue langsung di gulung sama Jen, dia buat perjanjian sama ayah dan papah. Kalau gue gak bisa kalahin Jen, dia gak mau nikah sama gue" cerita Axel


"sampai segitunya?"


"iya, dia gak tahu kalau gue yang di jodohkan sama dia"


"berarti lo bisa kalahin dia?"


"ya pertama sulit, orang gurunya sama. Sudah pasti ilmu dan triknya sama. Gue mau ngelawan beneran juga takut salah" Axel


"hahaha emang gokil tuh Jen" Johan.


"tapi dia gadis baik kok Xel, sedikit nakal itu wajar"


"iya bang, akan gue rubah" Axel.


Lumayan lama Axel dan Johan mengobrol. Pukul delapan malam Axel baru sampai rumah. Orang tuanya sedang santai di depan televisi ruang tengah.


"mah, pah" sapa Axel dan menyalami keduanya.


"dari mana boy" tanya papah


"bengkel pah, tadi abis ngobrol sama bang Jo juga"


"jadi buka cabang?" papah


" jadi pah, bulan depan doain pah, mah"


"pasti sayang" mamah


"Axel ke kamar dulu pah, mah"


"iya, bangunin Jen Xel, tadi belum makan malam" mamah


"iya mah".


Setelah Axel selesai mandi, ia membangun kan Jen. Setelah Jen bangun, Jen merengek pengen makan bebek goreng di tenda biru. Akhirnya Axel menuruti istrinya itu.

__ADS_1


"loh kalian mau kemana?" tanya papah


"Jen mau makan bebek di tenda biru pah, boleh ya?" Jen


"boleh, silahkan" papah


"papah sama mamah mau?" tawar Jen


"enggak sayang, kita tadi udah makan" jawab mamah


"kalau papah mau makan daging yang gak habis habis" papah


"apa?" Jen


"udah Yang ayo, nanti kalau di jawab sama papah kamu pengen" Axel


"bilang aja kamu yang pengen boy" ledek papah


"nanti ada jatahnya sendiri" kata Axel sambil menuntun Jen keluar rumah.


Axel menuju mobil nya, sedangkan Jen masih berdiri sambil cemberut.


"ayo Yang keburu malam" kata Axel


"naik motor aja" rengek Jen


"dingin Yang"


"ih sehari ini kamu gak nurutin aku loh garwo, pagi sekolah gak bisa bareng, pulang makan doang, terus kerja sampai malam. Aku bagai perawan yang tak punya suami" gerutu Jen.


Mendengar penuturan Jen membuat Axel tersenyum dan berjalan ke motor sport nya.


"iya nih aku turutin, biar gak ngiler anakku" Axel


"apaan sih, ayo jalan" kata Jen


Axel melajukan motornya menuju alun-alun. Jen berpegangan bahu Axel.


"Yang,, aku bukan tukang ojek loh" Axel


"emang bukan kan" Jen


"jangan pegangan bahu dong, turunin sini tangan nya" Axel menunjuk pinggang nya.


Jen menurut memegang pinggang Axel, tapi Axel menarik Jen untuk memeluk perutnya.


"tinggal gini kenapa sih Yang"


"hehehe" Jen


Sesampainya di tenda yang menjual bebek goreng, Axel memarkirkan motornya. Jen memesan dua porsi makanan, meminta tambahan sambal dan lalapan.


"kok dua sih Yang, kan aku gak makan"


"udah biarin aku yang makan"


"kamu yakin Yang?"


"em" kata Jen yang sudah mencuci tangan dan mulai makan.


Dengan lahapnya Jen memakan, ia terlihat menikmati makan dengan tangan nya.


"nih cobain" Jen menyodorkan tangannya yang sudah mengambil nasi. Axel menurut saja, menerima suapan Jen.


"pedes Yang" Axel


"masa, enggak ah" Jen


"jangan banyak banyak sambelnya Yang" Axel


Axel yang sedikit bawel tidak di hiraukan Jen, sesekali ia menyuapi Axel agar diam. Setelah kenyang Jen mengajak pulang. Karena memang Axel banyak tugas sekolah.


"kamu gak belajar Yang?"


"belajar dong" kata Jen


"ya udah ayo belajar bareng".

__ADS_1


__ADS_2