
Mendapat pujian dari pak Adi , Axel merasa malu.
"om terlalu berlebihan menilai saya, saya masih belajar dan banyak kekurangan." kata Axel
"walaupun kamu baru belajar, om yakin kamu adalah pemuda yang tanggung jawab.
"om juga contoh pemimpin yang hebat dan sangat pantas di banggakan." jawab Axel.
"emm,,, om sepertinya sudah selesai pembahasan kita, saya mohon pamit"
"iya Xel kamu hati hati di jalan"
"terima kasih om" Axel menjabat tangan pak Adi kemudian beranjak keluar ruangan.
Setelah kepergian Axel, pak Adi menyandarkan tubuhnya di sofa. Beliau memijit keningnya. Entah apa yang mengganggu pikirannya.
💫💫💫💫
Keluarga Aditama sudah selesai makan malam. Tetapi mereka masih duduk di meja makan dengan saling mengobrol.
"ayah, bunda, Jen mau belajar bareng Bayu dulu ya, Bayu udah nunggu di samping" pamit Jen
"iya, belajar yang rajin biar pintar kaya Bayu" kaya ayah
"siap ayah" Jen memberi hormat kepada ayahnya. Ayah dan bundanya pun tersenyum.
"Abayyy,,,,, " panggil Jen yang melihat Bayu serius dengan buku yang ia baca.
"Jen, kamu ngagetin aja. Udah selesai makannya?" taaya Bayu
"udah, kamu udah makan?"
"udah juga kok, ayo mulai belajar" kata Bayu dan jen pun menurut
Bayu mengerjakan tugas fisikanya. sedangkan Jen mengerjakan bahasa Indonesia. Jen menyalin jawaban dari LKS Bayu karena punya Bayu sudah di bahas waktu di sekolah, dan sudah di pastikan jawabannya benar semua. Bayu tidak menyadari yang di lakukan Jen karena ia sibuk sendiri.
"eh kok malah nyontek, bandel ya ?" kata Bayu mengambil LKS miliknya.
"ih Abay sedikit lagi" pinta Jen dengan puppy eyes nya.
" kamu kerjakan dulu, nanti kalau gak bisa baru aku kasih tau" kata Bayu
"ih Abay,, aku males bacanya hehe" kata Jen
"gak boleh males, besok kalau udah ujian sekolah juga bacanya tambah banyak" kata Bayu
Tanpa mereka sadari Ayah melihat itu semua dari kejauhan.
Bayu anak yang baik, Jen terlihat nyaman dengannya. Tapi apa bisa Bayu me,,,,
"ayah ngelamunin apa?" bunda yang datang membuyarkan pikiran ayah.
"enggak bund, ayah liat Jen dan Bayu aja" jawab ayah.
"mereka itu dari dulu akur ya yah,"
"iya bund, sampai Bayu nurut gitu sama jen" kata ayah.
"ya udah ayah istirahat dulu, "
"iya sayang" jawab ayah sambil mengelus kepala sang istri
"ih ayah, bunda jadi malu" kata bunda malu malu
"kenapa malu, udah bertahun tahun bersama kok malu", ledek ayah
"ayah sekarang jarang manggil sayang, pasti ada mau nya." ucap bunda. Sedangkan ayah hanya menaik turun kan alisnya.
__ADS_1
Pukul sembilan Bayu siap siap untuk pulang.
"Jen, aku pulang ya udah malem. Sekalian mau mampir ke Sugar" pamit Bayu. Bayu dan salah satu tetangga nya berjualan susu segar di sebuah alun alun. Tempat berjualan Bayu adalah tenda bongkar pasang dan juga ada yang lesehan.
"aku ikut ya?" pinta Jen
"jangan udah malem, kapan kapan aja ya," kata Bayu
"abay,,," Jen merajuk seperti anak kecil
"ada om dan tante, kamu istirahat ya udah malem ini" kata Bayu sambil mengelus puncak kepala Jen.
Akhirnya Jen menurut, setelah kepergian Bayu, Jen masuk ke dalam kamarnya.
🌞🌞🌞🌞🌞🌞
Beberapa hari kemudian.
Pagi ini Jen berangkat sekolah dengan sangat malas, karena semalam ia tidak bisa tidur.
"lemes amat bos" kata Sasa
"gue ngantuk banget semalam gak bisa tidur"
"kenapa emang" tanya Tamara
"baca novel" jawab Jen sambil menyembunyi kan kepala di antara lengannya.
"baca novel aja rajin giliran baca materi banyak alasan" saut Sasa yang tidak di tanggapi Jen.
Pelajaran pertama dan kedua adalah geografi. Dan berita bagusnya di jam ini kosong, karena bu guru yang mengajar geografi sedang kurang enak badan.
"bangun Jen, lo mau ngerjain tugas gak? keburu di kumpul ini" kata Tamara membangun kan Jennaira
"em......"
" tolong lo buatin aja tugas buat gue, pilihan ganda kan," kata Jen sambil menyerahkan LKS nya
"lo buruan cuci muka, habis ini jam nya pak Wal kalo lo tidur bakal di hukum." Saran Tamara.
Akhirnya Jen pun beranjak menuju toilet untuk cuci muka, di rasa sudah segar Jen menuju kantin.
"buk mau ambil pesanan" kata Jen pada buk kantin.
" ini mb Jen, tp mb Jen udah sarapan kan,? takutnya sakit perut"
"udah buk aman,,,,, ini" Jen menyerahkan uang selembar sepuluh ribu.
"dua ribu aja mb"
"gak papa buk ambil aja, makasih ya buk"
"iya mb, saya juga makasih" Jen hanya mengangguk dan tersenyum.
Jen kembali ke kelas. Tepat di koridor kelas Jen bertemu dengan pak Wal dan Axel. Kalau pak Wal pasti akan mengajar di kelas Jen, sedangkan Axel akan kembali ke kelasnya XII ips 3.
"dari mana Jen" tanya pak Wal yang sudah hafal dengan Jen.
"cari obat ngantuk pak" jawab Jen. Axel yang dalam mode cuek pun hanya mendengar kan.
" obat ngantuk apa?" pak Wal tidak tahu maksud Jen. Jen pun menunjukkan kotak kecil yang ia bawa
.
Jen menunjukkan kotak yang berisi potongan lemon.
__ADS_1
Axel melirik dan sedikit menyunggingkan senyumnya.
Benar benar unik. batin Axel
"kamu itu ada ada aja, saya jadi ngilu" kata pak Wal.
"hehe ini obat paling manjur pak, bapak mau nyoba?" tawar Jen
"enggak, Axel aja tuh biar gak datar mulu, biar ada expresi nya." Jawab pak Wal.
Jen pun melirik Axel yang ada di samping pak Wal.
"mau?" tawar Jen
Axel pun menggeleng.
"ya udah, makan sendiri aja" kata Jen sambil mengambil satu irisan lemon dan memakan.
Pak Wal dan Axel menelan saliva nya karena merasa ngilu dan asam saat melihat Jen yang makan lemon.
"pagi menjelang siang semuanya." sapa pak.Wal setelah masuk kelas.
"pagi pak" jawab mereka kompak
Setelah itu pelajaran pun di mulai. Semua murid memperhatikan penjelasan pak Wal. pak Wal adalah guru sejarah. Bisa di pastikan kalau pelajaran sejarah akan ada yang mengantuk bahkan melamun.
"ehem," ada yang sedang nonton tv sendiri gak ngajak ngajak", kata pak Wal menyindir. Tapi yang di sindir pun tidak merasa.
"wah sepertinya lagu seru serunya, apa ada KEBAKARAN'' kata pak Wal menekan kata kebakaran dan membuat Ari tersadar dari lamunannya.
"mana kebakaran?" tanya Ari bingung. Sedangkan teman temannya pun tersenyum dan cekikikan.
"sini, di sini Ri buruan maju" kata pak Wal
"enggak ada pak"
"sini dulu, gak ada penolakan"
'"iya pak" Ari pun menurut maju kedepan.
"kamu tadi di tv liat apa?"
"hehe enggak pak"
"enaknya apa ya hukumannya?" tanya pak Wal pada murid kelas ini
"dititipkan di kelas lain pak"
"berdiri di depan"
"joget"
"di jemur"
Itulah jawaban para siswa dan siswi Xll ips 1
"wah durhaka sama ketua kelas kalian itu" kata Ari
"Jen,,,, obat ngantuk kamu masih?" tanya pak Wal
"oh tentu masih pak, siap antar" kata Jen sambil maju kedepan membawa sebuah kotak yang di sembunyikan di balik badannya.
"haha pas banget itu hukumanya"
"cocok"
"yang banyak Pak"
__ADS_1
Sedangkan Ari bingung apa yang di bawa Jen.