Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Kecantol Cogan


__ADS_3

Masih dengan kebingungan mencari Sasa akhirnya mereka semua berpencar. , Beberapa menit kemudian Jen, Sinta dan Tamara berkempul kembali.


"gak ada tanda tanda" kata Jen


"gue cuma nemu motor nya doang" kata Sinta


"berarti Sasa masih di sini. Tapi di mana,?"


"kalian gak makan?" tanya bang Jo


"kita lagi nyari Sasa bang, ilang" jawab Jen


"ilang? bukanya tadi abang suruh dia temenin Axel" kata Johan bingung


"dimana bang?" tanya Tamara


"disana, lah itu yang pakai hoodie hitam kan Sasa" jelas Johan dan mereka semua mengikuti arah yang di tunjuk Johan


"kok bisa di sana, bukanya itu Axel dan teman temannya." kata Tamara


"iya itu Axel, kalian satu sekolah kan" tanya bang Jo dan mendapat anggukan dari Jen dan Tamara


"kalian ke sana aja ajak mereka makan bareng, itu udah di siapkan" pinta Johan.


Jen, Tamara dan Sinta menuju di mata Sasa dan Axel dkk berada.


"hey ogeb kita nyariin malah kecantol di sini?" tanya Jen sambil menarik topi hoodie yang di pakai Sasa. Jelas saja mereka tidak mengenali Sasa karena kepala Sasa tertutupi.


"kecantol Cogan 😁" jawab Sasa sambil nyengir kuda


"kok lo bisa di sini sama mereka, gak ngajak ngajak lagi" kata Tamara


"jadi tadi itu......"


Flashback on


"duh pengen minum" guman Sasa. Sasa celingukan mencari air minum dan ternyata ada banyak air mineral botol di samping Axel dan temannya.


Sasa menuju ke sana, dan tanpa di duga Sasa kesenggol Radit. Sasa hilang kendali dan jatuh kedepan, untung saja Dio yang berada di depan Sasa sigap menolongnya.


deg deg deg deg


Jantung mereka berdua seperti maraton. Pandangan mereka saling mengunci.


Cantik batin Dio


Gila temannya gak kalah ganteng, gak dapet oppa, yang ini aja juga mau. batin Sasa


"ehem ,,,,"suara deheman yang keras dari Satria. Membuat Sasa dan Dio kembali tersadar.

__ADS_1


"lo gak papa?" tanya Dio, perlahan Dio melepaskan tangan kirinya yang merangkul bahu Sasa.


"eng enggak papa kok, tapi bajuku basah" jawab Sasa sambil mengibas kan bajunya. Untung baju Sasa berwarna hitam jadi tidak menampakkan ********** jika basah.


"oh iya maaf kena minum gue" kata Dio. Dio baru menyadari saat akan menolong Sasa Dio sedang minum. Kemudian Dio melepaskan hoodie nya dan di berikan ke Sasa


"pakai ini dulu aja, daripada kamu masuk angin" Dio masih menyodorkan hoodie nya.


"ini bersih kok, baru juga gue pakai, wangi lagi" ucap Dio karena melihat Sasa yang hanya diam saja


"terus nanti lo pakai apa?" tanya Sasa


"gue gini gak papa,, aman " kata Dio sambil tersenyum, senyuman yang buat Sasa tambah meleleh


Adek meleleh bang , batin Sasa


"em ya udah gue pinjem dulu," kata Sasa sambil menerima hoodie Dio. Setelah itu Sasa ke toilet untuk mengganti bajunya yang basah.


"Sa sini" panggil Johan


"ada apa bang?" tanya Sasa setelah berada di samping Johan


"lo temenin mereka ya, nanti gue panggil lagi kalau makanannya sudah siap,"


"tapi bang, Jen dan Tamara nanti nyariin gue" kata Sasa


" Nanti juga kesini, kalian satu sekolah kan, gue yakin kalian kenal" kata Johan sambil beranjak meninggalkan mereka berempat.


"kita kemarin di kasih tau bang Jo, dan niatnya emang liat" jawab Dio dan di angguki Axel dan Satria


"kalau lo sendiri?" tanya Satria


"gue anggota club ini 😁" jawab Sasa


"termasuk dua temanmu?" tanya Axel


"iya, kita udah mau dua tahun gambung club ini" jelas Sasa


Axel dan yang lainnya hanya manggut manggut.


flashback off


"oh begono" jawab Tamara


" ya udah ayo makan dulu, udah di tunggu yang lain" kata Jen


Pukul dua dini hari Jen dan teman temannya pun pulang ke apartemen Sinta. Setelah bersih bersih diri mereka pun segera tidur. Rasa lelah dan ngantuk pun cepat membawa mereka ke alam mimpi.


.

__ADS_1


.


Pagi ini pak Adi dan bunda Ayu sedang berada di meja makan rumahnya.


"ayah,, kok gak di makan?" tanya bunda lembut


"ini di makan kok bund" kata ayah sambil menyendok nasi goreng dan memakannya.


"ayah ada masalah?" tanya bunda lagi


"ayah bingung bund mau cerita dari mana" kata ayah .


Yang lebih ayah takutkan kalau ayah cerita bunda akan syok. bantin ayah


"cerita aja yah, siapa tahu bunda bisa bantu" bunda


"kita sarapan dulu ya bund, nanti ayah cerita" kata ayah dan di angguki bunda.


Tidak baik memendam masalah ini sendiri. Karena di rumah tangga butuh kejujuran dan saling terbuka. Mungkin dengan bercerita dengan pasangan kita bisa mendapat solusi yang tepat.


"bunda, apapun yang akan ayah ceritakan bunda harus janji akan baik baik saja" kata ayah yang saat ini berada di ruang kerja


"kenapa ayah ngomongnya gitu, bunda jadi takut"


"tidak ada yang perlu di takut kan bunda, semua akan baik baik saja"


"masalah apa ini yah?"


"masalah Jen bund"


"Jen kenapa?" tanya bunda panik


"bunda liat dulu aja" ayah menuntun bunda duduk di kursi kerjanya. Lalu ayah membuka laptop dan memperlihatkan beberapa foto juga vidio Jen saat di luar rumah. Ada foto Jen jalan dengan teman temannya. Foto saat bakti sosial dengan club No Name. Vidio Jen dan Bayu yang sedang bersama. Banyak foto dan video saat Jen berada di bengkel Johan. Bahkan vidio balapan Jen tadi malam sudah sampai ke ayah.


Ayah menyuruh orang untuk mengikuti kemana Jen pergi, dan itu tanpa sepengetahuan bunda bahkan Jen sendiri. Para orang suruhan ayah itu di larang mendekati Jen, kecuali ada yang membahayakan Jen. Bahkan tidak hanya satu orang, ada beberapa orang dan bergantian. Karena kalau hanya satu orang pasti akan ketahuan oleh Jen. Itu semua di lakukan ayah untuk kebaikan semua, karena ayah dan bunda sering keluar kota atau pun luar negeri jadi tidak bisa menjaga Jen setiap saat.


"ini beneran Jen yah?" tanya bunda


"iya,,,,, ayah harap bunda jangan marah sama Jen. Ini semua salah ayah, ayah terlalu sibuk dengan pekerjaan dan kurang memperhatikan Jen. Ayah juga bingung harus bagaimana menasehati Jen". kata ayah sedikit frustasi.


"bunda gak marah ayah," kata bunda sambil menahan tawa


"kok bunda malah senyum senyum?" tanya ayah yang heran melihat istrinya malah senyum senyum. Ini kan masalah cukup serius, anak perempuan satu-satunya malah bergabung dengan club motor. Orang tua mana yang tidak khawatir dan takut anaknya salah pergaulan.


"enggak ayah 😀 , bunda heran aja kenapa anak sama bapak sama aja waktu muda, sama brandalnya ternyata" jelas bunda Ayu


"ih bunda kok gitu, ayah kan sekarang udah gak brandal ya. Kalau dulu ayah wajar cowok sedikit brandal, lha ini Jen bund"


"terus kalau Jen kenapa sih yah,? lagian ya Jen cuma ikut club motor bukan geng motor yang negatif. Jen juga balapan di sirkuit bukan balap liar di jalanan. Tidak kenal miras dan rokok. Tidak suka tawuran, malah ini bakti sosial. Nilai Jen di sekolah juga bagus tidak turun, ya walaupun di lima besar tp bunda udah bangga" jelas bunda

__ADS_1


"bunda nyindir ayah,,???"


#Maaf ya kemarin agak gak enak badan akunya 😕 jd baru up 🙏🙏


__ADS_2