Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Tunangan


__ADS_3

Setelah memberi pengertian kepada Jen dan juga Axel. Mereka melanjutkan acara pertunangan dan membahas tentang acara pernikahan yang akan di langsungkan minggu depan.


"Alhamdulillah ya, sekarang sudah resmi menjadi calon suami dan calon istri." kata mamah Rere


"betul itu calon besan" jawab bunda Ayu


Sedangkan Jen dan Axel sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"em karena udah masuk jam makan siang, kita makan dulu yuk" Ajak bunda Ayu dan di setujui semua.


Di meja makan


Pertama bunda mengambilkan untuk sang suami. Di lanjut mamah Rere yang mengambil untuk papah Al.


"Jen, kamu ambilkan untuk calon suamimu" kata bunda yang melihat Jen melamun.


"i.. iya bun" jawab Jen sedikit bingung. Perlahan Jen mengambil piring Axel.


"mau makan sama apa?" tanya Jen setelah mengambil kan nasi.


"apa aja boleh" jawab Axel yang memang tidak pemilih. Akhirnya Jen mengambilkan ayam goreng dan tumis brokoli. Setelah itu Jen mengambil untuk makannya sendiri.


Mereka semua menikmati makan siang ini dengan perasaan yang bahagia.


"Jen, Axel kalau kalian mau ngobrol berdua boleh silahkan. Kita para orang tua akan membahas tentang persiapan pernikahan kalian." kata ayah


"iya om," jawab Axel


"panggil ayah dan bunda, sama kaya Jen"


"iya ayah" kata Axel


Axel melirik Jen, dan Jen yang paham pun mulai beranjak.


"ayo ikut gue" ucap Jen dan di ikuti Axel.


Mereka menuju ke area samping di dekat kolam ikan.


"duduk sini" kata Jen yang sudah duduk bersila di samping kolam.



"apa alasan lo menerima perjodohan ini?" tanya Jen sambil memberi makan ikan


"apakah lo sendiri bisa menolak perjodohan ini? alasan pasti kita itu sama" Jelas Axel yang membuka ponsel nya.


"lo tahu hubungan gue dan Bayu, bahkan baru hari ini berakhir. Kalau orang tua lo bisa menerima gue, apa lo juga bisa?"


"gue juga akan menerima lo. Setelah gue resmi menjadi tunangan lo, gue udah janji pada diri gue sendiri untuk selalu menjaga hubungan ini." Jen hanya diam mendengar itu


"maaf Jen kalau gue terkesan memaksa. Gue hanya mau menikah sekali seumur hidup gue. Sebisa mungkin gue tetap akan bertahan dan memperjuangkan. Gue harap lo bisa menerima semua ini. Kalau lo belum bisa membuka hati, gue cuma minta lo menerima kehadiran gue di hidup lo" kata Axel lagi


"mungkin saat ini masih sangat sulit gue untuk membuka hati. Masih sulit gue menerima keadaan ini. Apa lo bisa sabar menerima semua sifat dan kelakuan gue nantinya?"


"seperti yang tadi gue bilang, gue akan mempertahankan hubungan ini. Apapun rintangan nya gue coba hadapi. Tapi gue mohon lo harus mau berjuang juga demi hubungan baru kita ini." jawab Axel


"akan gue coba" jawab Jen

__ADS_1


Hening tidak ada obrolan lagi. Jen sibuk memandang ikan ikan yang berenang bebas. Karena merasa canggung Axel pun memilih fokus pada ponsel nya. Ada beberapa chat dari sahabat dan grub osisnya.


"gue mandi dulu ya, belum mandi dari pagi" pamit Jen


"iya udah bau" jawab Axel


"enak aja, wangi ini" kata Jen sambil menyipratkan sedikit air kolam ke arah Axel


"Jen" kaget Axel yang memang tadi dia tidak memandang Jen.


"biar sama kaya ikan, basah" kata Jen sambil berlalu.


Kalau dipikir pikir Jen itu aneh juga, biasanya orang yang mau di lamar pasti akan berdandan cantik dan ingin penampilannya sempurna. Berbeda dengan Jen yang malah belum mandi, tapi percayalah Jen juga cantik walaupun wajahnya tanpa make up.


"duh gimana nih, masak gue pamit duluan" gumam Axel bingung.


Akhirnya Axel memutuskan untuk menemui para orang tua.


"loh Xel, Jen mana?" tanya bunda


"Jen tadi pamit mau mandi tan" jawab Axel


" tapi kalian udah sempet ngobrol kan? gak gelut lagi" tanya mamah khawatir


"iya tadi ngobrol biasa kok mah, tenang aja gak gelut" jawab Axel menenangkan mamah


"pah, mah, ayah dan bunda sebenarnya Axel mau pamit duluan boleh gak?" tanya Axel ragu ragu


"kenapa buru buru Xel?" tanya ayah


"oh, ya udah kamu tunggu Jen dulu. Pamit sama dia, siapa tau Jen mau ikut. Gak papa kan?" tanya mamah Rere


"iya gak papa mah" jawab Axel


"oh iya Xel, kamu mau ngundang siapa di acara pernikahan mu." tanya papah Al


"pah, yah boleh gak kalau pernikahan ini di rahasiakan dulu. Takutnya Jen gak nyaman dan ganggu belajar kita nanti. Biar kelurga dan orang terdekat aja yang di undang." pinta Axel


"kalau soal di rahasiakan untuk umum itu bisa di atur ya Di, tapi untuk undangan banyak rekan bisnis yang akan kita undang"


"em gimana kalau acara yang buat besok, kita batasi dulu pah, yang penting penting dulu aja. Besok setelah lulus sekolah dan ada rejeki kita buat pesta lagi dan mengundang yang memang belum di undang." saran Axel


"kalau mamah sih setuju dengan Axel, kasian juga semakin banyak yang tahu takutnya malah bocor kemana mana." Saut mamah


"ya udah kita turuti anak anak dulu Al. Yang penting mereka sah dulu" kata Adi


"ya udah kalau memang itu keputusan yang terbaik."


Ponsel Axel berdering tanda ada panggilan masuk. Dilihat dari nama yang tertera adalah Dio. Axel pun minta ijin untuk mengangkat nya.


📞 Dio


lama amat sih, lo dimana?


"gue lagi keluar sama bokap nyokap, bentar lagi gue nyusul deh" jawab Axel.


kita tunggu ya buruan..

__ADS_1


"iya" tut Axel mematikan sambungan telepon nya.


Saat Axel akan kembali ke ruang tengah, ia melihat Jen turun dari tangga.


"Jen, gue mau pergi ke kafe, ada acara sama anak osis. Lo mau ikut gak?" tanya Axel


"enggak deh, gue gak kenal sama mereka." jawab Jen sambil melangkah ke ruang tengah dan di ikuti Axel.


"kan bisa kenalan kalau mau"


"gak mau gue"


"ya udah gue jalan dulu"


"em iya"


"semuanya Axel pamit dulu" pamit Axel


"kamu gak ikut sayang?" tanya bunda dan Jen menggeleng.


"kamu mau naik apa Xel? Tadikan kamu bareng papah"


"naik taxi apa ojek gak papa pah" Axel


"kamu bawa motor Jen aja Xel," saran ayah


"gak usah yah, nanti kalau mau di pakai Jen"


"Jen gak pergi kok Xel, apa kamu bawa mobil Jen aja" kata bunda


"kalau mau bawa mobil gue aja, jangan motor" kata Jen


"ya udah boleh tunjukkin yang mana?" pinta Axel


"gue ambil kuncinya dulu, lo duluan ke garasi aja"


Setelah itu Axel pamit dan menuju garasi. Jen datang dan menuju sebuah mobil yang di selimuti dengan penutup mobil. Axel menyungging kan senyuman melihat mobil Jen.


"kenapa?" tanya Jen penasaran


"enggak, mobil nya bagus"


"nih kuncinya" Jen menyerahkan sebuah kunci


"iya makasih, biar gue bawa dulu ni mobil"


Jen mengangguk dan menunggu Axel sampai keluar dari gerbang rumah nya.


huff,,,,,,,


Jen menghela nafasnya.


Semoga ini menjadi awal yang baik dalam hidup gue. batin Jen memandang cincin yang melingkar di jari manisnya.


Sedangkan di dalam sebuah mobil mewah, tidak henti hentinya Axel tersenyum saat melihat cincin di jarinya.


"kenapa gue merasa sangat bahagia. Ya allah lancarkan lah semua rencana dan niat baik hamba." gumam Axel

__ADS_1


__ADS_2