Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Jadi cucu


__ADS_3

Jen yang akan menyerang Mira pun di cegah Axel.


"udah gak usah di ladeni, ayo duduk" kata Axel


"tapi dia ngatain gue" kata Jen


"biarkan,,," Kata Axel yang di potong Jen


"anj*n* menggonggong?" kata Jen


"ya terserah, Sat lo pindah sama Tamara ya?" kata Axel


"oke deh" kata Satria sambil beranjak


"thanks" kata Axel.


Jen duduk di tempat yang tadi diduduki Satria, sedangkan Axel duduk di sebelah Jen. Mira yang melihat itu pun geram bisa bisanya Jen duduk sama Axel.


Saat sudah take-off Jen masih saja cemberut.


"mau di cium di sini" bisik Axel pada Jen.


Jen hanya melirik Axel dengan tatapan tidak suka. Melihat itu pun Axel mendekatkan wajahnya ke Jen, Jen yang panik pun mendorong tubuh Axel.


"cuma mau ambil minum" kata Axel merebut botol minum yang di genggaman Jen.


Sedangkan Jen melengos, ia tidak mau melihat Axel. Tanpa mereka sadari sedari tadi Mira memperhatikan mereka berdua.


Setelah leading di Jakarta, Axel dan para teman temannya turun. Mereka berkumpul dan saling berpamitan. Jen berjalan mendahului Axel, karena di belakang sana ada Mira yang entah kenapa selalu menganggu Axel.


Jen sudah bersandar di mobil Axel sambil memainkan ponselnya.


"Gimana Xel?" tanya Mira


"sory Mir" kata Axel


"mana kuncinya?" pinta Jen dengan cemberut, Axel memberikan kunci pada Jen


"itu Jen boleh bareng kamu" kata Mira


"ya karena memang Jen pulang bareng gue" Axel


"kok bisa, ada hubungan apa kalian"


tin tin


Jen membunyikan klakson mobil


"gue duluan Mir" kata Axel setelah memasukan kopernya ke bagasi mobil.


Mira kemudian menghampiri mobil Debora.


Kenapa sih selalu Jen Jen itu, siapa dia. Kok bisa deket sama Axel, apa dia saudara Axel. Tapi kok kalau di sekolah kelihatan tidak kenal. Bodo lah yang penting Axel udah putus sama pacarnya.


"lama banget sih loh" keluh Debora


"berisik" Mira


"Mir kok Jen sama Axel?" Beti


"gak tau gue" Mira


"apa mereka pacaran?" Beti


"gak mungkin, Axel udah putus sama pacarnya" Mira


"kok lo tahu?" Debora


"gue liat sendiri pas di resort Axel kemarin," jelas Mira


.


.


.


Mobil mewah Axel memasuki halaman rumahnya. Jen turun terlebih dahulu, di susul Axel di belakangnya.


"Sayang" sapa mamah saat melihat Jen


"mamah" kata Jen memeluk mamah mertuanya.


"apa kabar kamu sayang? seneng liburan nya?" tanya mamah

__ADS_1


"seneng kok mah" Jen


"kan masih ada beberapa hari, gak mau liburan lagi?" mamah


"Jen gak mau mah, padahal Axel mau banget" jawab Axel


"kenapa sayang?" tanya mamah pada Jen


"Jen mau me time mah 😁, pengen nyalon, spa, pokoknya perawatan seluruh tubuh. Biar nanti masuk sekolah fresh lagi." jawab Jen


"ya udah gak papa, mamah juga setuju" kata mamah


"Axel gak setuju"


"KENAPA?" tanya mamah dan Jen barengan


"kalau nyalon itu pasti di pegang pegang orang kan, apalagi spa, di pijit pijit kan." kata Axel


"ya kan emang gitu, bikin relaks tau" Jen


"nanti aku pijit sendiri aja" kata Axel


"gak mau" Jen


"lebih enak tau Yang, gak usah bayar" Axel


"anak papah udah bisa modus 😀" kata papah yang baru keluar kamar.


"ya itu sama persis kaya kamu pah," kata mamah


"mamah juga seneng kan?" goda papah


"ora (tidak)" kata mamah


"besok kita me time bareng ya sayang, di salon langganan mamah dan bunda kamu" kata mamah


"siap mah" jawab Jen semangat


"mamah mau nyalon? kenapa gak nanti aja?" tanya papah antusias.


"kasian Jen masih capek" jawab papah


"kok papah malah nyuruh mamah ke salon" bingung Axel


"em sakit, 😁 maksut papah enak di pandang Xel" papah


"oh jadi kalau mamah gak ke salon gak enak di pandang?" mamah


"bukan gitu sayang, kamu cantik banget, kamu itu segalanya. Pokoknya paling top deh dari segi apapun." 'kata papah sambil memeluk mamah, sedangkan tangannya memberikan kode pada Jen dan Axel untuk meninggalkan mereka.


Jen dan Axel menuju ke kamar Axel. Setelah bersih bersih dan ganti baju, Jen melihat boneka yang ada di meja belajar Axel.


"itu boneka kamu Yang, lupa pas dulu aku bawa mobil kamu" jelas Axel yang baru keluar dari kamar mandi


"iya, tapi aku gak nyariin 😁"


"emang dari siapa?" Axel


"aku beli sendiri kok"


"em, aku mau ke bengkel. Mau ikut,?" tanya Axel


"aku di rumah aja ya?"


"ya udah gak papa, aku berangkat sekarang ya" pamit Axel dan Jen mengangguk


Axel mendekati Jen, mengecup kening Jen dan kemudian mencium bibir Jen. Jen membalas ciuman Axel, setelah beberapa saat Jen menyudahi ciuman itu.


"kok udah" kata Axel


"udah sana, katanya mau ke bengkel" Jen


"lagi Yang, aku belum puas loh" tawar Axel


"nanti oke?"


"ya udah, cup" Axel mengecup sekilas bibir Jen.


Jen menyodorkan tangan nya dan di sambut Axel. Jen mencium tangan Axel yang mau berangkat ke bengkel.


"aku pulang sore Yang" kata Axel


"iya"

__ADS_1


.


.


.


tok tok tok


"Jen" panggil mamah


"iya mah" Jen beranjak turun dari ranjang


"makan siang dulu yuk" ajak mamah


"iya mah, Jen beresin laptop dulu ya" Jen menunjuk kasurnya.


"iya sayang, mamah tunggu di bawah ya" kata mamah dan Jen mengangguk


"papah libur?" tanya Jen setelah duduk di kursi meja makan.


"meliburkan diri, kita juga baru pulang dari luar kota tadi" jawab mamah


"oh," Jen ber oh ria 😁


Selesai makan siang Jen membantu bibi membersihkan piring kotor dengan mamah.


"Jen biar di teruskan bibi, kamu istirahat aja kalau capek" kata mamah


"capek ngapain mah, dari tadi cuma liat drakor 😁" Jen


"kamu itu, mamah juga sering liat loh" jawab mamah malu malu


"yang bener mah?" tanya Jen antusias


"iya, kadang di temenin papah. Gimana kalau kita nonton bareng?" tawar mamah


"boleh mah"


"ya udah ayo ke ruang samping" ajak mamah


Sesampainya di ruang samping yang di desain seperti ruang karaoke dan juga bioskop mini. Mamah menyalakan televisi besarnya. Disana banyak pilihan film dengan berbagai macam genre.


"banyak banget mah?" kata Jen yang kaget dengan koleksi sang mamah


"iya, kamu bisa nonton di sini sama Axel. Sama teman teman kamu juga boleh, pasti lebih seru" kata mamah


"boleh mah?"


"ya boleh dong sayang, kamu kan anak mamah. Axel juga sering nonton sama dua Anoman itu" jelas mamah


"iya mah, kapan kapan Jen ajak teman main kesini"


Akhirnya mereka memilih salah satu film yang menurut mereka bagus. Jen dan mamah terhanyut dalam cerita yang di suguhkan, apalagi yang mereka pilih adalah genre romantis. Pas ada sebuah adengan ciuman Jen tanpa dasar menggigit bibir bawahnya.


"duh jadi ingat papah" gumam mamah


"apa mah?" karena samar samar Jen mendengar gumaman mamah


"hehe gak papa sayang, kalau sama papah kan pasti praktik" jawab mamah


"cie mamah gaul" kata Jen


"kamu bisa aja Jen, kapan kapan kamu coba deh liat film sama Axel. Pasti jadi" kata mamah


"jadi apa mah? tanya Jen tidak paham


"jadi cucu buat mamah" kata mamah tersenyum lebar.


"maaf mah, kalau Jen belum bisa kasih cucu buat mamah dan papah" kata Jen menunduk


"Jen, kamu gak salah. Maaf ya kalau mamah menyinggung kamu."


"enggak mah, mamah gak salah. Em boleh Jen tanya sesuatu sama mamah?"


"tanya apa sayang?"


"kalau Jen hamil, apa Jen boleh sekolah dan bahkan kuliah mah?"


"sayang, apa yang kamu khawatir kan sebenarnya?"


"begini mah, maaf sebelumnya. Jujur Jen masih belum siap kalau punya anak. Jen takut belum bisa merawat anak Jen, Jen juga takut kalau Jen tidak bisa meneruskan pendidikan. Jen maunya punya pengalaman, bisa buat bangga orang tua Jen dan juga mertua Jen." jawab Jen jujur.


Mamah menarik nafasnya dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2