Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Manja


__ADS_3

Setelah mandi, Jen memesan makanan. Sudah lapar sekali dirinya, sedangkan Axel masih tidur karena memang tadi ia kembali tidur.


"mas bangun mas" Jen


"hhmm"


"boleh minta uang seratus ribu gak mas" tanya Jen, karena di dompet hanya isi uang receh saja dan tidak cukup untuk membayar pesanan makanan nya.


"hhmm" jawab Axel yang setegah sadar


"ih, bangun dulu udah sore ini"


"sebentar lagi Yang" Axel merubah posisi tidurnya


"mas.....aku mau minta uang seratus ribu aja, penting ini" tanya Jen takut


"di dompet," gumam Axel


"ambilin bentar aja"


"ambil sendiri sayang, gak papa" kata Axel sambil mengeratkan pelukannya di guling.


"maaf ya" kata Jen yang meraih dompet Axel.


Boleh lah ya, tadi juga udah ijin. Gumam Jen perlahan membuka dompet Axel, dan sesekali melirik Axel.


"seperti nya normal....... Astaga ambil uang dan segera kembalikan Jen" Jen mengingatkan dirinya sendiri agar tidak kepo dengan isi dompet Axel.


Setelah beberapa saat, ternyata pesannya sudah datang, Jen membayar dengan uang yang di minta dari Axel. Karena sangat lapar dan sangat ingin makanan itu, Jen langsung ke dapur.


Duduk di sebuah kursi dan segera membuka pesanan nya. Ada nasi putih, ikan tongkol cabe hijau, lalapan dan juga kerupuk. Jen langsung melahap nya, bahkan melupakan Axel yang sedang tidur.


Sedangkan di dalam kamar Axel menggeliat, kemudian bangun. Setelah cuci muka ia langsung keluar kamar.


"Yang" teriak nya


"hhmmm" jawab Jen karena masih makan


"mau makan mas?" tanya Jen yang melihat Axel duduk di sampingnya.


"nanti dulu" jawab Axel meraih botol berisi air putih.


Axel kemudian menyibukkan diri dengan tablet nya. Dia harus menyelesaikan beberapa tugasnya. Axel melirik Jen yang sudah selesai makan.


"suapin Yang" pinta nya. Tanpa banyak bicara Jen langsung menyiapkan makanan Axel dan menyuapinya.


"Yang tadi aku mimpi kamu minta uang, tapi kaya nyata" tanya Axel


"nyata, tadi buat bayar ini" kata Jen setelah mencuci tangan.


"pulang sekarang Yang, nanti bos besar marah marah"


"bos besar?" tanya Jen tidak paham


"Papah" jawab Axel singkat dan beranjak dari tempat duduknya.


"salah kamu, orang hari kerja malah pakai acara meliburkan diri" kata Jen


"hasrat ku meronta-ronta tau Yang, bener kata Satria tadi" kata Axel


"kata Satria apa?"


"kalau sudah begini sayang, berpisah ku tak kuat" kata Axel yang memukul kepalan tangannya ke tablet perlahan.


"begini begini apa" jawab berlalu


"hahaha itu fakta bin nyata Yang"


"terserah," jawab Jen yang sudah masuk ke kamar mandi


Setelah keduanya mandi, mereka langsung pulang ke rumah.


"Axel papah perlu bicara sama kamu" kata papah dingin setelah makan malam.


"iya pah" jawab Axel santai.


Kemudian Axel mengikuti papahnya ke ruang kerja. Sesampainya di sana papah duduk di kursinya sedangkan Axel duduk di depannya. Papah memandang Axel dengan senyum penuh arti.


"ada apa pah?" tanya Axel yang melihat aneh papahnya

__ADS_1


"dapat berapa ronde kamu?" pertanyaan papah seperti mengejek


"berronde ronde pah" jawab Axel cuek


"ck gak percaya,"


"langsung ke intinya aja pah" Axel


"sebenarnya papah mau marah sama kamu, tapi juga pengen kasian 😁" papah nyengir


"jadi yang benar yang mana pah marah? kasian? apa ngeledek?" tanya Axel


"semuanya hahah"


"ck"


"oke kembali ke intinya, hasil meeting tadi siang .............." papah mulai menjelaskan detail nya. Axel mendengarkan dengan sesekali berfikir


"hufh apa aku bisa pah?" tanya Axel


"yang kamu ragukan apa?"


"aku harus kuliah, memegang sebuah proyek besar, menjadi mandor, dan juga Jen"


"belajar Xel, semua akan baik-baik saja."


"baiknya aku harus gimana pah?"


"saran papah, kuliah online saja, kamu bisa fokus ke kerjaan. Jen juga pasti akan mengerti. Bagaimana calon CEO muda dan tampan?"


"biar Axel pikir dulu pah"


"daripada pikiran kamu bercabang kemana mana kan? ini juga jalan buat kamu menuju sukses boy. Dulu papah jaman muda belum bisa apa-apa, malah asik ya seperti itulah. Sedangkan kamu lebih beruntung di masa muda boy." kata papah


"biar aku bicarakan sama Jen pah, aku kasian sama Jen kalau kuliah dengan perut besar sendiri."


"apa papah kasih bodyguard buat Jen?"


"pasti Jen menolak pah"


"terus?"


"entahlah pah biar Axel cari jalan keluarnya"


"iya pah," jawab Axel yang menyandarkan tubuhnya di kursi


"semangat, minta jatah dobel dobel, besok di Bali kamu butuh waktu lama" kata papah mencondongkan tubuhnya ke depan.


" harus banget Axel pah?,"


"itu kan rejeki kamu boy, bersyukur saja"


"hhhmmm besok beberapa hari lagi Jen udah masuk kuliah pah"


"biar nanti papah yang akan pantau Jen. Jangan khawatir"


"iya pah, biar nanti Axel bicara sama Jen"


Setelah perbincangan itu, Axel keluar dengan raut wajah yang nampak berfikir. Terlihat Jen dan mamahnya sedang melihat sesuatu di ponsel Jen.


"Yang?" panggil Axel, dan Jen menoleh


"istirahat yuk" kata Axel lagi


"tapi belum ngantuk" Jen


"ada yang mau aku obrolkan"


"mah Jen ke kamar dulu ya" pamit Jen


"iya sayang" kata mamah


Sesampainya di kamar Jen duduk bersandar di kepala ranjang, sedangkan Axel tiduran berbantal kan paha Jen.


"ada apa?" tanya Jen lembut dan mengusap rambut Axel.


"aku sedikit pusing Yang"


"kenapa?"

__ADS_1


"aku akan kuliah online saja, karena tuntutan pekerjaan Yang"


"kamu yakin?"


"aku gak yakin dengan kamu" jawab Axel yang memandang Jen


"aku? kenapa?" tanya Jen bingung


"kamu sama jagoan ku kuliah sendiri, aku tidak bisa menjaga kalian. Mungkin aku akan sedikit sibuk" kata Axel masih menatap lekat Jen


"kalau masalah kuliah aku gak papa kok, kamu tenang aja"


"apa kamu online aja?"


"enggak mau, aku akan bosen mas"


"pakai bodyguard ya?"


"emang aku anak bapak presiden?" gerutu Jen


"tapi Yang, biar aku tenang"


"apa yang kamu takutkan?"


"aku takut kamu dan anakku kenapa kenapa Yang, aku mau kalian baik baik saja"


"kita pasti baik baik saja mas, kamu percaya dong sama aku" kata Jen mengelus perutnya


"aku percaya, tapi ya mau gimana lagi. Aku sayang banget sama kalian"


"aku juga sayang sama kamu. Kamu fokus kerja aja gak papa, tapi jangan terlalu di paksakan. Kalau capek istirahat, kalau gak mampu ya minta bantuan. Aku gak butuh uang banyak, aku butuh kamu sehat" kata Jen


"makasih sayang" kata Axel mengelus pipi Jen


"Tapi Yang, kamu tau proyek yang ada di Bali kan?" tanya Axel hati hati


"tau" jawab Jen singkat


"aku akan stay di Bali beberapa hari. Kamu mau ikut?" tanya Axel karena ia sudah memikirkan matang matang kalau Jen ikut


"tapi kan minggu depan udah masuk kuliah"


"kalau kamu mau ikut, weekend kamu bisa pulang Yang"


"em gimana ya, kenapa gak kamu aja yang pulang pas weekend. Jujur aku sedikit malas, nanti kamu kerja aku ngapain?"


"gak bisa Yang, ayolah Yang"


"kamu ini mas Bali cuma dua jam, kenapa dibuat pusing sih"


"aku gak bisa tidur tanpa kamu"


"udah jangan lebay,"


"ih aku butuh semangat tau Yang"


"nanti aku kasih semangat tiap menit"


" ah kamu itu"


"mas kamu manja banget sih, bukannya mau jadi bapak? gak malu sama anak?"


" manja manja apanya, aku juga butuh kasih sayang kamu"


"astaga kan tiap hari juga di perhatikan, di sayang" kata Jen


"tapi aku tuh gak mau jauh jauh dari kamu"


"untuk sementara, demi masa depan juga kan?"


" iya sih,"


"kamu tenang aja, semua akan baik-baik saja" kata Jen


"kamu beneran gak mau kuliah online aja?" sekali lagi Axel memastikan


"enggak mas, besok aja kalau lahiran aku kuliah online"


"ya sudah kalau gitu"

__ADS_1


Mereka masih mengobrol, dan membicarakan rencana untuk kedepannya.


#Hai semua, maaf ya bunda agak kurang sehat. mungkin mau libur dulu beberapa hari. Kalau pun bisa up pasti akan bunda usahakan. 🙏🙏🙏


__ADS_2