Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Gak jadi surprise


__ADS_3

Setelah mendapatkan kado yang mereka anggap bagus untuk Jen dan Axel, akhirnya Sasa, Tamara, Dio dan Satria berkumpul lagi.


"gimana kalau besok aja kita kasih ini?" usul Satria


"iya udah malam, kita juga gak tau kan mereka tinggal dimana" Sasa


"ya udah kita pulang aja, ayo beb gue antar pulang" ajak Dio


"lah gue,?" saut Tamara


"ya lo sama gue lah, pakai nanya" kata Satria yang menarik lengan Tamara


"ih gue bukan anak kucing ya" protes Tamara karena Satria menarik lengan bajunya ke atas. Tanpa aba aba Satria menyusupkan jarinya ke jari tangan Tamara.


Tamara yang syok pun hanya bisa diam dan mangap 😯, ia menurut saat Satria menarik tangannya.


"hati hati Tam" kata Dio sambil cekikikan


"jangan gitu beb" Sasa memukul pelan pundak Dio.


"hehe becanda beb" jawab Dio kemudian merangkul Sasa untuk pulang.


.


.


.


.


Di meja makan keluarga Alexander. Terlihat Jen yang membantu mamah mertuanya menyiapkan makan malam.


"sayang kamu duduk aja gak papa loh," kata bunda


"gak papa bund, Jen cari kesibukan. Jen juga sering bantuin mbok Jum kok," Jen


"ya sudah yang paling penting itu tugas kamu, mengurus suami, belajar, sekolah dan main. Jangan buat pekerjaan ini beban buat kamu, kamu disini tuan putri jadi kalau kamu tidak bantu pekerjaan rumah itu tidak masalah." jelas mamah


"iya mah, Jen kadang bingung mau ngapain 😁, jadi ya cari cari kesibukan" Jen


"kamu anak yang baik, gak salah mamah milih mantu" puji mamah


"mamah terlalu memuji Jen" kata Jen sambil menata piring di meja


Cup


"astaga Garwo" kaget Jen karena Axel mencium pipinya


"wah wah anak mamah udah berani" kata mamah setelah menaruh sayur di meja sambil cekikikan.


"mamah, tadi mamah gak ada di sini" kata Axel


"ada aja, mamah baru ngambil sayur di belakang. ya Jen?" tanya mama


"i,,,iya mah" kata Jen malu


"loh Jen kamu kenapa? sakit?" tanya papah yang baru datang


"enggak pah," Jen


"kok mukanya merah, kamu beneran gak papa?" papah memastikan dan Jen mengangguk


"papah kaya gak pernah muda aja, Jen malu itu pah" jelas mamah


"malu kenapa?" papah


"tuh tanya sama Boy nya papah" jawab mamah dan papah memandang Axel


"rahasia anak muda" jawab Axel


"papah juga pernah muda boy, bahkan papah lebih bar bar dari kamu" papah


"masak" Axel


"tanya aja sama mamah" papah


"iya, bar bar nya papah itu sama ayah kamu Jen" mamah


"kata ayah sih juga gitu mah, hehe" Jen

__ADS_1


"kalau cuma kena razia balap motor itu udah kaya absen di pagi hari. Masih banyak lah kenakalan papah di waktu muda, tapi sekarang sudah tobat berkat mamah Rere tercinta" kata papah


"udah ayo makan dulu" ajak mamah yang sudah mulai mengambilkan nasi untuk papah, kemudian Jen mengambilkan untuk Axel.


.


.


.


.


Pagi ini jam menunjukan pukul enam.


tok tok tok


Suara pintu kamar Axel di ketuk. Bahkan yang ada di dalam pun masih tidur nyenyak.


tok tok tok


"iya tunggu," kata Axel yang perlahan melepaskan pelukan Jen.


ceklek


"SURPRISE" Teriak Sasa, Tamara, Dio dan Satria. Yang membuat Jen bangun, dan melihat ada apa.


"oh my God" ceplos Sasa yang melihat Axel tidak memakai baju. Tamara langsung dipeluk Satria agar tidak melihat pemandangan yang menggiurkan.


"wah, kalah star ini" kata Dio yang langsung menutup mata Sasa.


Axel yang sadar pun langsung menutup pintu. Ia juga tidak ingin Dio dan Satria melihat Jen yang masih tertidur dengan pakaian minimnya.


"LEPASIN" teriak Sasa dan Tamara yang langsung di turuti para Anoman.


"kalian tunggu di bawah" teriak Axel dari dalam kamar.


"niatnya ngasih surprise malah kita yang di surprise" gerutu Satria.


"Tam, jangan jangan mereka?" ucap Sasa yang pikiran nya mulai traveling


"hus jauh jauh itu pikiran mesum, masih pagi" Dio mengipas ngipaskan tangannya di kepala Sasa


"elo yang gila teriak teriak gak jelas" omel Satria


Sedangkan Tamara hanya nyengir tanpa dosa. Tapi tidak bisa di bohongi kalau Tamara sedang mikir yang tidak tidak pada Jen dan Axel.


"loh anak anak, Jen dan Axel mana?" tanya mamah yang sudah rapi


"itu tante masih di kamar, tadi pas kita ke atas mereka baru bangun" jelas Sasa


"oh, ya sudah tante mau berangkat dulu sama om Al, nanti kalau Jen dan Axel nyariin tolong kasih tau ya" pinta mamah


"IYA TANTE" jawab mereka kompak


"jangan lupa sarapan ya nanti kalian semua" mamah mengingatkan


"siap tante" jawab Satria.


Mamah Rere dan papah Al akan berangkat ke Bandung untuk meeting pagi ini. Tadi malam sebenarnya mamah juga sudah pamit pada Jen dan Axel.


"kita nunggu di mana ini?" tanya Tamara


"udah duduk di ruang tengah aja" Dio


.


.


Sedangkan di kamar Axel, setelah menutup pintu kamarnya, Axel kembali berbaring di ranjang dan memeluk Jen. Jen yang setengah sadar pun menurut saja kembali tidur.


"wah gak beres ini, udah jam 8 lho pada gak turun" gerutu Dio


"elo sih kepagian ngajak nya" saut Tamara


"makan dulu aja den sama non yang cantik-cantik" kata bi Sumi


"tolong panggilkan Axel ya bi" pinta Satria


"iya biar bibi aja" kata bi Sumi

__ADS_1


Bi sumi naik ke atas menuju kamar tuan mudanya.


tok tok tok


"Den, Aden,,, non non Jen" panggil bi Sumi


"iya bi" jawab Jen kemudian beranjak membuka pintu


"non itu sudah di tunggu teman teman non dan aden di meja makan" jelas bi Sumi


"iya bi, Jen mandi dulu" kata Jen dan bi Sumi turun ke bawah.


Setelah selesai mandi, Jen tidak melihat suaminya. Akhirnya Jen menuju ke bawah untuk mencari keberadaan Axel.


Dilihatnya meja makan masih ramai teman temannya dan juga Axel. Jen menghampiri mereka.


"udah selesai Yang?" tanya Axel dan di angguki Jen


"wah wah pengantin baru, semalem sampai jam berapa nih?" tanya Satria


"apa?" tanya Jen bingung


"mentang mentang tidur di darat, lo lupain kita yang nunggu dari tadi" kesal Sasa


"apaan sih gue bingung deh, ya gue kan hidup di darat, santan!, lo sendiri juga di darat kan?" kata Jen yang tidak paham


"maksudnya si micin itu, darat dada rata. paham lo?" tanya Tamara


"eh kampret lo berdua malah ngatain gue santan dan micin. Bebeb mereka nakal sama gue".adu Sasa pada Dio


"uh kasian, kalian ini masak temen sendiri di katain santan dan micin, jangan dong" kata Dio


"terus apa?" tanya Satria


"tepung bumbu" jawab Dio tanpa dosa


"Dio" teriak Sasa, karena pacar sama teman-temannya sama saja


Membuat mereka yang ada di sana tertawa kecuali Axel hanya senyum.


"mandi dulu Yang" pamit Axel


"gak makan dulu?" Jen


"nanti aja habis mandi" jawab Axel kemudian beranjak.


Setelah kepergian Axel mereka melanjutkan sarapannya.


"Jen kok lo lama tadi, ngapain aja?" Tamara


"masak sih gue cuma mandi" Jen


"mandi dari jam enam sampai jam delapan? emang gak dingin lo?" Sasa


"kata siapa? gue baru mandi tadi jam delapan mungkin, pas di bangunin bi Sumi" Jelas Jen


"hah,,???? yang bener aja, kita tadi udah rame rame ke kamar lo jam enam ya" Sasa


"gue tadi sayup-sayup dengar sih, tapi tidur lagi" Jen


"Axel juga?" Satria


"iya, dia yang nyuruh gue tidur lagi" Jen


"astaga 🤦🏼‍♀️" Tamara dan Jen nyengir.


"ngomong ngomong gimana rasanya?" Dio


"apa?" Jen


"ah masa gak tau, pagi pagi udah di suguhi darat, masak tadi malem gak terjadi perang?" Dio


"mau tahu?" tanya Jen dan mereka semua mengangguk antusias.


"rasanya.........." kata Jen


* **hay semua, minta dukungan nya dong,


biar bunda semangat 😁 nulis .

__ADS_1


🙏🙏🙏**


__ADS_2