Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Pakai sarung


__ADS_3

Beberapa hari sudah berlalu, semua berjalan dengan lancar. Jen, Tamara dan Sasa sedang berada di di kantin sekolah. Dari arah pintu terlihat Dio, Axel dan juga Satria yang memasuki kantin.


"lah itu mata gak takut lepas apa" ceplos Sasa yang melihat ke arah Mira. Mira sedang melihat kemana arah Axel pergi.


"lepas juga gak papa Sa" Tamara sambil tersenyum mengejek


"Jahat kalian" Jen


"kalau kita jahat lo apa?" Tamara


"sadis hahaha" kata Jen kemudian tertawa


"hay para gadis" Dio


"hay para anoman" balas Tamara


"mereka aja, gue enggak" Satria


"terus lo apa? Tamara


"Satria" jawab Satria


"iya Satria baja hitam" Sasa


Saat Sasa, Tamara, Dio dan Satria asik mengejek. Axel sedang merengek kepada Jen, entah apa yang membuat Axel seperti itu.


"ya Yang, ax janji deh gak mengulang lagi" Axel


"enggak" Jen


"Yang, kamu gak kasian?"


"enggak"


"kan cuma sepuluh menit" Axel


"enggak"


"jangan enggak terus dong Yang"


"emoh"


"aku minta maaf Yang, nanti jadi deh"


"emoh" Jen


"kalian ngapain sih?" Sasa


"KEPO" jawab Axel dan Jen


"lah?" Sasa


Sebenarnya Jen ngambek dengan Axel yang pulang terlambat. Karena Axel sudah janji mau menemani Jen untuk melihat konser. Setelah pulang konser rencananya mereka mau menginap di hotel. Tapi karena Axel ada pekerjaan mendadak dan juga telat pulang, membuat Jen sedikit kesal.


Axel berusaha membujuk Jen, dan yang pasti ada maunya. Karena bel sudah berbunyi tanda para siswa siswi kembali ke kelas. Setelah pulang sekolah, Axel kembali merayu Jen di dekat mobil Jen.


"Yang, pokoknya aku tunggu di apartemen" Axel


"emoh" Jen


"Yang!!"


"iya" jawab Jen karena Axel sudah naik satu oktaf


Jen masuk ke mobil, Axel juga masuk ke mobilnya. Mereka menuju apartemen Axel. Sesampainya di basemen apartemen, Jen bertemu dengan Sinta yang juga baru memarkirkan motornya.


"Jen" panggil Sinta


"baru pulang lo Sin?" tanya Jen yang bersandar di mobil untuk ngobrol dengan Sinta


"iya, lo sendiri aja?" Sinta


"sama suami" Jen menunjuk Axel


"pakai mobil sendiri?" tanya Sinta heran.


"iya 😁," Jen


"gue kira mau ke unit gue, kok tumben gak ngabarin" Sinta


"kepedean lo" Jen

__ADS_1


"Yang!" panggil Axel yang sedikit menghentikan kakinya, persis seorang anak SD yang merajuk.


"iya, astaga" kata Jen yang heran.


"gue duluan Sin" pamit Jen dan jalan ke lift di ikuti Axel


Sesampainya di unit, Axel langsung manarik Jen duduk di sofa. Axel langsung berbaring menggunakan paha Jen sebagai bantal.


"Aku lepas sepatu dulu garwo" Jen


"pakai kaki aja kan bisa" jawab Axel


"ishhh" Jen mendesis karena sedikit kesal dengan Axel, ia menyandarkan tubuhnya di sofa.


Axel dan Jen sama sama diam, mereka merilekskan tubuh karena capek. Untung nya tadi sebelum ke apartemen mereka mampir makan siang, jadi Jen tidak harus membuat makan siang untuk Axel. Beberapa menit berlalu Axel meraih dagu Jen.


"apa?" Jen


Tanpa menjawab Axel mengarahkan kepala Jen untuk menunduk.


cup


Axel mencium bibir Jen, rasanya sudah lama ia tidak melakukan itu. Ya walaupun cuma dari tadi malam sampai siang ini saja 🤭. Jen yang mendiamkan Axel sebenarnya juga tidak tega, ia juga kangen dengan perlakuan Axel yang seperti ini. Mereka berciuman lumayan lama, tangan Axel yang satunya sudah membuka kancing seragam Jen.


Axel melepaskan ciumannya dan bangkit untuk duduk. Sedangkan Jen mengatur nafasnya. Axel menarik Jen ke atas pangkuannya. Pandangan Axel sudah mulai sayu.


"Yang....." panggil Axel dengan suara beratnya


Jen yang paham pun hanya mengangguk dengan senyuman. Axel segera mencium kembali bibir Jen, perlahan tangan Axel melepas seragam Jen. Axel mengeluarkan salah satu jeruk kesukaannya dan segera melahap nya. Suara merdu dari Jen pun terdengar tertahan karena ulah Axel yang membuat suara itu keluar.


"jangan di tahan Yang, tidak ada yang mendengar selain aku" kata Axel di sela kegiatannya


"aaaaahku maluhh" kata Jen karena Axel semakin membuatnya melayang.


Axel melanjutkan kegiatan nya, memberikan tanda kepada Jen di setiap tempat yang ia suka. Jen bisa merasakan sesuatu yang sudah sangat menuntut di bawah yang ia duduki.


"mau di sini apa di kamar?" Axel


"kamar aja" Jen


Axel segera menggendong Jen ke kamar, sesekali ia menc**bu Jen. Sampai di kamar Axel merebahkan Jen di atas kasur.


"sarung? maksudnya gimana?" Axel


"kotak merah yang ada di laci" jawab Jen


"tapi Yang" protes Axel saat ia memahami maksud Jen


"coba dulu, sebentar lagi kita ujian loh." kata Jen yang mengelus wajah Axel


"anything for you" Kata Axel dan beranjak menuju laci di samping kasur.


Jen menyambut Axel dengan senyum yang mengembang, ia merentangkan tangan untuk memeluk Axel. Suami mana yang tidak bahagia jika istrinya seperti itu. Axel yang sudah semangat empat lima menjadi sembilan sepuluh karena itu.


"I love you full sayang" bisik Axel


Axel memulai p*ny*tu*n nya, suara Jen semakin merdu di dengar Axel. Axel menambah kecepatannya sehingga mereka semakin merasa melayang. Beberapa menit kemudian Jen dan Axel sampai di puncak bersama. Axel segera bangkit dan melepas sarung yang ia pakai🤭.Setelah itu Axel ikut berbaring di samping Jen.


"Yang, lagi ya?" Axel


"nanti dulu garwo"


"iya sayang, mau minum?"


"nanti aja, em garwo aku boleh tanya?"


"apa?" tanya Axel memandang Jen


"em motor sport aku dimana?" tanya Jen yang takut takut, ia juga menggambar benang kusut di dada Axel dengan jarinya.


"buat apa?" tanya Axel lembut


"aku mau pakai lagi garwo," Jari Jen semakin turun ke perut,


"Tapi Yang"


"garwo, itu kan motor kesayangan aku. Aku juga janji gak akan balap lagi" Jen yang menambah kecepatan tangannya di atas dada Axel.


"nanti Yang, sekarang kita olahraga lagi" kata Axel yang memegang tangan Jen agar tidak bergerak lagi. Tanpa Jen sadari apa yang ia lakukan itu bisa membangkitkan sesuatu Axel.


"tapi janji ya?" Jen

__ADS_1


"tiga kali baru aku jawab"


"gak mau, jawab dulu" Jen


"Yang, kamu liat ini, kamu yang bangunin tanggungjawab dulu" Axel


"ya udah, abis ini jawab"


Axel tidak menghiraukannya Jen, dengan segera ia men*n*ih Jen lagi. Axel melakukan pemanasan sebentar sebelum olahraga bersama.


"pakai dulu itu" Jen


"gak enak Yang, aku gak mau"


"garwo......" kata Jen memelas


"nanti aku cabut deh, di keluarkan di luar. cup" Axel mencium bibir Jen agar Jen tidak protes.


Perlahan Axel melakukan hal yang ia inginkan. Jen sudah lebih dulu sampai puncak, sedang Axel masih menikmati perjalanan. Tidak selang lama Axel sampai di puncak dan beristirahat sebentar sebelum kembali turun.


"Garwo, udah belum sih?" tanya Jen


"apa Yang?"


"katanya mau di keluarkan di luar" Jen


"ih lupa nyabut Yang," Axel nyengir kuda dan beranjak dari tempat ternyaman nya 😁


"astaga garwo" Jen menutup wajahnya


"udah gak papa Yang, kalau jadi ya Alhamdulillah" kata Axel enteng


"tapi kita mau ujian loh garwo"


"gak papa Yang, berdoa aja yang terbaik" Axel


"Sekarang motor ku mana?"


"ada di bengkel sayang, aku gak mau kamu pakai lagi" Axel


"balikin" Jen memelas


"nanti kamu bohong lagi" Axel


"enggak garwo. Yang penting ada di rumah aku udah lega kok." bujuk Jen


"ya udah besok di bawa pulang, kunci dan surat aku yang pegang" Axel


"iya, makasih garwo" Jen memeluk Axel


"janjinya tiga kali Yang, jangan tidur dulu" Axel


"minggu depan lagi ya" Jen


"astaga Yang, aku nahan udah dua minggu lo"


"kan janjinya seminggu sekali"


"ya sekali tapi berronde ronde Yang" Axel


"kamu gak mau pakai sarung kok"


"gak enak banget Yang,"


"ya harus sabar dong, tunggu tinggal tiga bulan sekolah"


"lama Yang," Axel


"udah aku mau mandi"


"sekali lagi Yang, janji cepat deh"


"pakai sarung"


"enggak, nanti aku cabut beneran"


"hhmmm" jawab Jen


"kamu yang pimpin"


"hah?"

__ADS_1


__ADS_2