
Jen yang merasa terganggu pun mencubit tangan Axel.
"aw, kok di cubit sih Yang"
"kamu ganggu, aku masih ngantuk tau" kata Jen sambil membenarkan posisi kepala nya di dada Axel.
"udah pagi ayo bangun" kata Axel sambil kembali menjahili Jen
"gak mau!, kalau kamu mau bangun mandi duluan ya sana jangan ganggu" kata Jen
"Yang" panggil Axel tidak di respon Jen
"ayang" Axel
"yayang" Axel sambil menoel hidung Jen
"ih garwo!!!" Jen yang kesal memukul pelan dada Axel
"aku dari tadi kamu KDRT sih Yang"
"kamu nyebelin, diem" Jen
"makanya kamu bangun dulu, jangan marah marah"
"nanti..! kamu mandi duluan aja" Jen
"Yang, aku juga mau mandi duluan. Udah kerasa panggilan alam juga , tapi kamu nemplok di dadaku." Axel
Jen yang tersadar pun membuka mata, kemudian ia pindah posisi tidur membelakangi Axel dan menarik selimut.
"nyaman banget ya sampai gak sadar gitu" goda Axel dan Jen yang sebenarnya malu hanya diam saja.
Akhirnya Axel beranjak dan mandi duluan, setelah itu ia membangunkan Jen. Selesai bersiap Jen dan Axel turun ke bawah untuk sarapan. Senyum Axel begitu mengembang, sedangkan Jen sedikit kesal karena ulah Axel yang mengganggunya pagi ini.
"pagi pah, mah" sapa Axel
"pagi, senyum nya cerah amat" kata papah
"pasti dong pah" jawab Axel
"kamu kenapa sayang?" tanya mamah pada Jen
" gak papa kok mah" Jen
"kamu sakit Jen?" papah
"enggak pah, cuma ngerasa capek aja" Jen
"kamu ajak jalan berapa kali Xel?" papah
"rahasia dong, urusan anak muda" jawab Axel sambil menyendok nasi goreng miliknya.
"udah makan dulu, Jen kalau kamu capek istirahat di rumah dulu gak papa" mamah
"Jen gak papa mah, udah mau ujian juga. Mungkin masih badmood gara gara di ganggu garwo tadi"
"kenapa aku yang di salahin Yang,"
"iya kamu nyebelin" Jen
"biar papah yang hajar Jen, lagian kamu ganggu Jen apa sih Xel.! ingat udah mau ujian" papah
"hahaha iya pah," Axel
"Jen sini mamah kasih tau" kata mamah
"apa mah?"
Nanti kamu balas Axel, pakai baju yang sexy. Jangan biarkan Axel menyentuh kamu. Jual mahal pasti dia akan mengejar kamu, kalau kita menunjukkan rasa marah pasti para suami akan merasa menang. Itu cara para istri bikin suami kapok. Bisik mamah pada Jen
"ow iya hahaha, siap mah" Jen
"mamah ajarin apa sama istriku" Axel
"rahasia, Jen berangkat ya mah, pah" pamit Jen
"mah, mamah ngomong apa sama Jen?"
"rahasia" mamah
"wah bahaya boy" papah mengompori Axel
"udah sana berangkat" kata mamah pada Axel
.
.
.
.
Sampai di sekolah Jen masih terlihat malas, ia menyandarkan tubuhnya di kursi mobil.
tok tok tok
Jen melihat siap yang mengetuk pintu, kemudian membuka kaca mobilnya.
__ADS_1
"kenapa gak masuk kelas?" tanya Axel
"Males, aku masih ngantuk" Jen
"mau aku kasih semangat?" tanya Axel
Jen bingung dengan maksut Axel, sedangkan Axel celingukan.
cup
Axel mencium sekilas bibir Jen, kemudian Axel berdiri tegak agar tidak ada yang curiga.
"Axel" kata Jen
"turun ayo masuk kelas" Axel
Mau mau tidak mau Jen turun, Jen ingat kata-kata mamahnya tadi pagi.
Jual mahal, bisa di coba. batin Jen
Jen melanjutkan menuju kelas tanpa mempedulikan Axel yang ada di belakangnya. Sesekali Jen tersenyum saat ada yang menyapanya.
"gak usah senyum senyum gitu" kata Axel
Jen hanya diam saja dan masih tersenyum lebar.
"Jejen" panggil Ari dari belakang mereka
"apa sih?". Jen
"pinjem tugas ekonomi lo dong" Ari
"emang ada tugas,?" Jen
"ada kan LKS halaman 52" Ari
"gue belum ngerjain sumpah" Jen
"tumben amat, ngapain aja lo,?" Ari
"ya gue lupa!, em garwo," kata Jen
"nih, punya ku jam ke lima. Jangan lupa balikin" kata Axel
"terimakasih garwo," kata Jen dan memberikan jari simbol Sarang Heo. 🤭
"jangan lupa satu perjalanan nanti malam" bisik Axel
"ih Axel!!" kesal Jen tapi Axel sudah berlalu.
Sedangkan Ari cengo melihat tingkah pasangan itu.
"dibisikkan apa lo sama Axel?" Ari
"gak tau" jawab Jen dan berlalu.
Sampai di kelas Axel duduk di bangkunya, terlihat Dio yang bermuka suram. Sedangkan Satria asik bermain ponsel.
"Xel, lo pasti udah tau kan kalau Jen dan bebeb gue mau ke pantai?" tanya Dio
"iya, kemarin Jen cerita" Axel
"terus lo kasih ijin?" Dio
"iya, gue kasian aja." Axel
"kok lo kasih ijin, harusnya kan mereka ngajak kita." Dio
"biarin, kasih kesempatan buat mereka" Axel
"ah gimana sih lo, ya gak bisa dong. Sat lo kok santai amat" kata Dio
"terus gue harus gimana?" Satria
"emang Tamara gak ngomong sama lo?"
"ya ngomong sih, tapi gue kan gak berhak melarang. Lagian lo gak ingat tangan gue masih di bungkus" Satria menunjuk kan tangannya
"iya gue lupa kalau tangan lo sakit" Dio
"udah lah Di lo yang tenang, kita juga bisa kan ke pantai" kata Axel sambil menaik turun kan alisnya.
"Satria?" Dio
"ya kita bawa mobil lah" Axel
"owh iya" Dio nyengir
.
.
.
Pagi ini Jen sudah rapi dan wangi, terlihat Axel masih tertidur. Jen menghampiri Axel dan menyentuh punggungnya.
"garwo bangun" kata Jen
__ADS_1
"hhhmmt" Axel berbalik dan melihat Jen yang sudah cantik
"kamu mau kemana?" tanya Axel dan menjadikan paha Jen untuk bantalnya.
"kan aku mau ke pantai sama temen temenku" Jen mengusap kepala Axel
"kok pagi banget Yang. Kamu belum peluk aku" Axel
"semalaman udah aku peluk kan, kamu bangun dulu yuk. Kita sarapan bareng dulu" Jen
"buatin omelette sayur Yang"
"iya, kamu mandi dulu biar aku buat kan"
Jen turun ke dapur, ia mencari bahan untuk membuat omelette sayur. Mamah yang akan membuatkan kopi pun menghampiri Jen.
"kamu mau buat apa sayang?" tanya mamah
"omelette sayur mah, garwo yang minta"
"biar saya bantu non" kata bibi yang baru datang dari meja makan.
"iya bi tolong siapin yang buat goreng ya" Jen
"mamah ke depan ya sayang" pamit mamah
"iya mah" Jen.
Beberapa menit kemudian Axel sudah turun ke meja makan, disana sudah ada papah dan mamahnya.
"hhhmm enak banget mah baunya" papah
"itu Jen bikin omelette" mamah
"wah enak nih pasti" papah
"pesanan aku itu pah" Axel
"masa,? tumben amat kamu makan pakai request" papah
"ya gak papa pengen aja" Axel
"pagi semua" sapa Jen sambil membawa dua piring omelette
"pagi Jen" papah
"nih buat garwo, yang ini buat papah dan mamah" Jen
"makasih sayang" mamah.
"enak Yang" Axel
"ya udah di habisin"
Setelah sarapan Jen kembali ke kamar, ia akan bersiap ke pantai.
ceklek
Axel memasuki kamar dan melihat Jen sedang menata barang di tas ransel kecil.
"Yang, mau berangkat sekarang?" Axel
"iya garwo, biar gak kemalaman pulang nya,"
"terus aku ngapain kalau kamu pergi"
"ya kamu mau ngapain aja boleh, yang penting tidak sama cewek lain" Jen
"em, ya udah sini" Axel
Jen mendekat dan langsung di peluk Axel, ritual sebelum pergi mereka berdua. Setelah mencium bibir, Axel melepaskan pelukannya.
"hati hati di jalan ya" kata Axel
"iya garwo"
"jangan lupa kabari"
"iya, aku berangkat sekarang ya"
cup
Axel mencium bibir Jen sekilas dan membiarkan Jen berangkat. Jen langsung menuju ke garasi untuk mengambil motor, sebelum itu Jen sudah pamit kepada mertuanya. Jen menunju ke tempat Sasa, di sana para temannya sudah menunggu.
"oke kita berangkat sekarang ya" kata Sasa
"SIAP" kata Jen, Tamara dan Sinta
"OTW PANTAI" teriak ke empat gadis cantik itu di atas motor.
Setelah itu mereka melajukan motornya menuju ke pantai. Terlihat wajah wajah bahagia dari mereka, seperti ayam yang keluar dari kandangnya 😁.
Sedangkan di tempat lain, terlihat ketiga cowok tampan sedang berkumpul.
"ayo kita berangkat sekarang" ajak Dio
"emang lo tau mereka ke pantai mana?" Satria
__ADS_1
"lah iya, gimana sih" Dio