Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Bercerita dan berencana


__ADS_3

"bunda nyindir ayah,,???"


Bunda Ayu yang mendapat pertanyaan itu pun terkekeh.


"bunda gak nyindir ayah, itu kenyataan sayang" kata bunda.


drrrrrtt drrrtt 📞📞📞


Bunyi ponsel ayah, segera mungkin ayah merogoh ponsel untuk melihat siapa yang menelepon.


"ya hallo?" sapa ayah


📞 Alex


"jadi ketempat biasa kan? aku udah siap ini".


"iya nanti aku nyusul sama Ayu, kita siap siap dulu"


📞 Alex


"oke kita tunggu"


tut tut


"Siapa yah?" tanya bunda


"Alex bund, ayah lupa ada janji sama Alex ke tempat biasa" kata ayah


"ya udah kita siap siap, nanti bunda hubungi Jen" kata bunda mendapatkan anggukan dari ayah.


Di apartemen Indah


Ke empat gadis cantik itu masih tertidur pulas di dua kamar yang berbeda. Pukul 10 pagi ponsel Jen berbunyi dan menganggu Sasa. Kali ini Jen tidur dengan Sasa. Dengan segera Sasa melihat siapa yang menelepon.


"Jen bangun Jen, bunda telfon" kata Sasa sambil menggoyangkan badan Jen


"apa sih Sa?" tanya Jen tanpa membuka mata


"bunda telfon" jawab Sasa sambil menyerahkan hp Jen


" Jen pun segera menggeser tombol hijau"


Setelah beberapa menit berbicara dengan bundanya yang mengabarkan akan pergi bersama ayah dan juga om Alex, bunda menutup sambungan telepon nya. Jen yang merasa lapar pun keluar kamar menuju ke dapur.


"gak ada apa-apa di kulkas, tumben amat " gumam Jen


Segera ia memesan makanan lewat aplikasi sekalian untuk teman temannya.


"Sa tadi gue pesen makan, gue mau mandi dulu"


"terus makanan nya mana?"


"ya belum dateng, gue kan baru pesen" jelas Jen


"oh " jawab Sasa manggut manggut.


.


.


.

__ADS_1


Sasa senyum senyum sendiri memandangi hoodie Dio. Tanpa Sasa sadari sedari tadi Tamara memperhatikan gerak gerik Sasa.


"Naksir lo sama yang punya?" tanya Tamara yang baru datang dari dapur


"enggak, kenal deket aja belum" jawab Sasa


"udah pepet aja, lo sama siapa itu yang punya hoodie?"


"Dio" jawab Sasa


"nah Dio, gue sama oppa" kata Tamara


"ye,, menang banyak dong lo, mana bisa gitu"


"kalian ngrebutin apa sih?" tanya Jen ikut gabung dengan mereka


"itu si Tamtam, masa oppa gue mau di embat" adu Sasa


"oppa siapa sih?" Tanya Jen yang tidak paham


"oppa ketos," jawab Tamara


"oh, ya kalau dia mau sama kalian " 🤭


"uuuhh" kata Sasa dan Tamara sambil melempar bantal ke arah Jen


"dasar temen gak ada adab kalian" kata Jen


"Elo" paduan suara Tamara dan Sasa


"bodo ah gue mau cabut duluan, Sin gue balik " pamit Jen sambil beranjak.


"eh kok pulang sih,?" tanya Sasa


.


.


.


Di sebuah tempat golf terlihat dua pria paruh baya sedang bermain golf.


"Di, kenapa permainanmu tidak sebagus biasanya? ada masalah?" tanya Alex


"banyak Lex" jawab pak Adi


"masalah kerjaan?" pak Adi pun menggeleng


"lalu?"


"kita duduk di sana," ajak pak Adi menuju di mana para istri mereka sedang menunggu dan saling berbincang.


Ternyata setelah duduk dan minum ponsel ayah Adi berbunyi. Karena urusan perkerjaan ayah Adi menjauh dari mereka semua. Saat kembali wajah ayah Adi sulit untuk di artikan.


"kenapa suram gitu wajahmu?" tanya Alex


huft


Ayah Adi menghela nafasnya panjang. Memandang istri dan sahabatnya bergantian.


"sebenarnya aku kepikiran sama Jen, dan ini ada hal penting yang mengharuskan aku pergi keluar negri" Jelas Ayah

__ADS_1


"Ada apa yah?" tanya bunda


"pembangunan hotel yang di rencanakan akan di mulai dua bulan lagi harus maju akhir bulan ini atau awal bulan besok".


"yang di London?" tanya Alex dan mendapat anggukan dari Adi.


"ya udah kamu berangkat saja, yang di Bali biar aku yang hendel." saran Alex


"masalahnya ini Jen gimana" Adi


"Memangnya Jen kenapa?" tanya Rere istri Alex.


"Jen itu ikut club motor, pakai acara ikutan balap juga" jelas Ayah Adi


"wah, menang gak?" tanya Alex antusias


"ya menang lah anak aku" jawab pak Adi bangga,


"tapi, aku merasa gagal mendidik Jen, aku ayah yang tidak baik untuk Jen, aku terlalu sibuk sehingga Jen seperti ini" Pak Adi sangat merasa bersalah dalam hal ini.


"ayah jangan berfikir seperti itu, kita kan belum bicara baik baik sama Jen. Bunda yakin Jen juga anak yang nurut pasti Jen mau berubah." bujuk bunda agar suaminya tidak menyalahkan dirinya sendiri.


"maaf Di, Yuk, apakah Jen terlalu parah dalam pergaulan?" tanya Rere


"sebenarnya sih enggak Re, Jen cuma bergabung di club motor apa lupa aku namanya, tapi seringnya berkumpul di bengkel bang Jo. Dan gak ada yang negatif." jelas Ayu


"bengkel bang Jo?" tanya Alex memastikan


"iya," jawab ayah


"kalau itu aku kenal sama yang punya bengkel si Jo alias Johan. Johan itu kan juga kerja sama dengan bengkel Axel. Club motor dia juga gak ada negatif nya. Buat apa di khawatir kan,?" jelas Alex


" ya gimana gak khawatir Jen itu perempuan, gimana masa depannya kalau kelakuan nya aja gitu, beda dengan Axel yang kalem, udah punya bisnis dan bisa bantuin kamu. Aku sendiri mau negur juga takut karena ini salah ku, dulu pun aku juga begitu sulit dinasehati. Dan ternyata begini rasanya jadi orang tua yang anaknya badung. Rasanya aku menyesal dulu pernah jadi orang gak bener." curhat Adi


Tidak ada yang menyauti curhatan Adi. Tapi malah suara tawa dari Alex dan juga kedua wanita itu.


"nurun ke anakmu kan 😃, udah gak usah di pikirkan, aku aja bangga sama anak kamu." jelas Alex


"iya Di, anak jagoan gitu kok di khawatir kan, Jen bisa jaga dirinya sendiri. Kamu ingat Yu pas Jen kamu suruh nganter dompet ku yang kebawa kamu? waktu itu di toko ada yang mau ngerampok, dan rampoknya berhasil di hajar anakmu. Padahal Jen sendiri dan rampoknya berdua, kurang percaya apa sih Di kamu sama Jen?" jelas Rere


"kalau kamu takut tidak ada yang mau sama Jen, sini biar aku lamar Jen buat Axel." kata Alex dan mendapat tatapan tajam Adi


"hehe slow Di, ini kan cuma usulan, ya siapa tau Axel bisa membuat Jen berubah" jelas Alex


"gimana mah setuju gak?" tanya Alex pada istrinya. Dan mendapat anggukan dari sang istri.


"maksudnya gimana ini?" tanya Ayu


"ya kita jodohkan aja Jen dan Axel, kalau kalian khawatir meninggalkan Jen sendiri kan ada aku, Rere dan Axel yang menjaga Jen." kata Alex yakin


"ya kali aku menikah kan Jen sekarang, dia masih sekolah" jawab Ayah Adi


"kamu lupa Axel juga masih sekolah, kamu juga lupa sekolah Jen itu punya siapa?, semua akan baik baik saja Di, kamu juga akan tenang." bujuk Alex


Ayah dan bunda pun nampak berfikir, memang benar semua demi kebaikan Jen.


"biar kami fikirkan dulu, apa Axel dan Jen mau di nikahkan?" Ayah masih ragu ragu


"kita bujuk lah, pasti mau" kata Rere


"nanti dulu Re, aku juga masih kasihan pada Jen kalau harus menikah muda." kata bunda

__ADS_1


"ya sudah kalian pikir kan dulu saja, kalau belum mau dinikahkan ya biar tunangan dulu biar saling kenal" jelas Alex dan mendapat Anggukan dari mereka.


#kira kira mau tidak ya,,,,,,


__ADS_2