
Seminggu berlalu ayah Adi memikirkan tawaran Alex, ia belum memberikan jawaban apapun. Beliau juga sudah mengusahakan untuk mengundur jadwal pembangunan yang ada di London namun hasilnya tetap sama tidak bisa. Mungkin siang ini kedua pasang sahabat ini akan bertemu.
.
.
.
Sedangkan di SMA ALFAM sedang merayakan hari jadi sekolah. lapangan upacara pun di dekor sangat meriah, banyak sponsor yang ikut mendukung jalannya acara, termasuk dari ADTC atau perusahaan milik ayah Jen.
Acara pembukaan, sambutan dari pemilik sekolah, sambutan dari kepala sekolah, berdoa bersama sampai potongan tumpeng pun sudah di lalui. Sekarang giliran setiap perwakilan kelas untuk menampilkan sebuah suguhan yang sudah mereka persiapkan.
Satu persatu kelas X dan Xl sudah tampil, sekarang giliran kelas XII
"eh Ari mana, ini gimana kelas kita mau ngapain?" tanya Roni
"lah ogeb, terus kemarin pada bahas apaan?" tanya Tamara
"iya gimana nih"
"udah nyanyi aja, siapa gitu"
"kalau gak itu cowok cowok nya joget aja"
"yah enak kan yang cewek dong, udah para cewek pada drama aja. Biasanya kan cewek suka drama"
"hhuuuuuu" sorakan para cewek.
Begitulah isi perdebatan siapa yang akan mewakili kelas.
"woy gimana nih, kalau nanti tidak ada yang mewakili, kita semua bakal kena hukum" jelas Ari yang baru datang
"elo dari mana aja kita cariin juga" kata Sasa
"gue di panggil panitia karena kelas kita belum masuk daftar"
"terus gimana?" tanya Jen
"ya itu tadi dapat hukuman kalau gak maju, terus gue di tanya mau menampilkan apa, ya gue jawab rahasia π"
"lah ogeb lo" Tamara
"gue bingung, giliran kita terakhir setelah Xll ips 3."
"itu IPS 3 udah naik, wah oppa" kata Tamara
"wah seru nih"
"hp standby hp nya dong"
"siap siap meleleh"
Mungkin begitu hebohnya para siswi melihat Axel yang ada adi atas panggung bersama beberapa temannya. Mereka membawakan lagu Andika Mahesa yang berjudul Cinta Sampai Mati.
jreng,,,,,,,,,
*Dengarkan lah
di sepanjang malam aku berdoa
bersujud dan lalu aku meminta
semoga kita bersama
Dengarkan lah
di sepanjang malam aku berdoa
__ADS_1
cintaku untukmu selalu terjaga
dan aku pasti setia...
...........
"aku mau dong xel"
"aku juga pasti setia"
"oh my God,, " Sasa mengangkat tangannya dan membentuk sarang Heo
Lagu yang di bawakan Axel sangat menyentuh, mungkin Axel bernyanyi dengan ketulusan hatinya yang mengharapkan seseorang.
Setelah selesai menyanyikan lagu yang membuat para gadis-gadis itu baper, akhirnya Axel dan teman temannya memberi hormat dan mulai turun panggung. Ada yang meminta mereka untuk tampil lagi tapi sayang mereka hanya memberi senyum dan lambaian tangan.
"wah giliran kita nih gimana?" panik Ari
"udah ayo maju lah yang bisa pegang alat musik," Ajak Rio yang sudah berdiri
"kita butuh 7 personil" kata Deni
"Yuda, Denis, dan Jamil ayo kita maju, udah kaya pas jam kosong aja kita sering jadi band dadakan"
Kemudian mereka semua maju dan memposisikan diri di alat musik yang mereka kuasai. Jamil yang memegang kecrekan pun bingung dan melirik Ari yang di posisi kendang
"yang nyanyi mana?" tanya Jamil menggunakan mic dan bisa di dengar mereka semua.
huuuuuu suara riuh dari semua murid
"tenang semua, penyanyi kita itu suka malu malu,,??" tanya Jamil pada semua murid
"kucing"
"meong"
"singa"
"salah semua, suka malu maluin lah, masa personil band nya udah naik ke atas panggung penyanyi nya ketinggalan." jelas Jamil yang di jawab tawa dari semuanya.
"biar saya jemput ya, Akang kendang boleh dong minta kendangnya" kata Jamil gemulai
Setelah Ari menabuh kendang, Jamil mulai turun panggung dan menuju ke tempat di mana kelas mereka duduk. Jamil tersenyum dan memberikan mic yang ia bawa kepada Jen. Jen yang melihat itu bingung dan tidak mau.
"Jennaira,,,,, Jennaira"
"maju,, maju,,, maju,,"
"mari kita gempar kan dunia" kata Jamil dan mendapat gelengan dari Jen
"oh tunggu tunggu ijin dulu," kata Jamil memberi interupsi Ari untuk berhenti kemudian ia menuju Xll IPA 1
"Romeo apakah boleh kita pinjam Julietnya sebentar?" tanya Jamil pada Bayu. Bayu hanya mengangguk dan tersenyum.
"aman ya," kata Jamil
"oke, kita tampil kan penyanyi papan kayu kita Jennaira " kata Jamil sambil memberikan mic kepada Jen di susul suara kendang dari Ari
Mau tidak mau Jen menerima dan mulai berdiri. Karena tidak latihan dan tidak ada persiapan apapun mereka bingung mau nyanyi lagu apa.
πΆπΆπͺπͺ
Hanya suara kendang yang mengiri Jen. Sambil melangkah ke panggung Jen mulai menyanyi kan lagu.
Tak bosan bosan aku memandang mu
Tak puas puas aku merindu mu
__ADS_1
Begitu tampan nya sempurna dirimu
Begitu baiknya dirimu, cintaku
Setelah menyanyikan reff nya, berharap teman temannya bisa mengiri lagu yang ia bawa kan. Dan sampai di atas panggung Ari mengakhiri pukulan kendangnya. Mempersilahkan teman temannya mengiri Jen lebih dulu.
*Saat bintang bertahta
Dan rembulan tersenyum manja
Di saat malam itu
Kau dan aku
Kita berbagi cerita
Bersenandung tawa dan canda
Mengucap janji setia
Janji kita
Hatimu dan hatiku
Telah menjadi satu
Bersatu dalam cinta
Semoga selamanya*
"akang kendang" kata Jen sambil meminta Ari mengiri dan mengajak semuanya untuk bergoyang . Jen bergoyang tipis dan asik membuat mereka pun tergerak untuk berdiri.
Tak bosan bosan aku memandang mu
Tak puas puas aku merindu mu
Begitu tampannya sempurna dirimu
Begitu baiknya hatimu cintaku
,,,
"Yey,,SMA ALFAM di goyang" seru Jamil yang mainkan kecrekan sambil bergoyang.
Semua anak Xll Ips 1 maju di depan panggung dan bergoyang, banyak siswa siswi yang juga ikut bergoyang. Tidak mau kalah bahkan guru dan juri pun ikut bergoyang. Mereka menikmati lagu yang di bawa Jen dan merasa tidak ada beban.
Setelah lagu selesai semua bertepuk tangan. Ada yang menginginkan untuk lanjut lagi. Jen yang melihat mereka semua antusias membuatnya lega.
"wani piro?" tanya Jamil pada semua nya.
Kebetulan Pak Alexander yang masih berada di sana pun maju untuk naik ke atas panggung.
"waduh bapak yang punya sekolah" kata Jamil sambil bergeser bersembunyi di balik Jen. Sedang kan semua menertawakan tingkah Jamil.
"kenapa ngumpet?" tanya pak Alex
"takut pak," jawab Jamil seperti anak kecil yang ketakutan,
"saya mau nyawer sini" kata pak Alex mengeluarkan uang πΈ berwarna merah yang jumlahnya 10. Dan mengetahui itu Jamil langsung keluar dari persembunyiannya. Berjalan mendekat pak Alex dan mencium tangan pak Alex. Dengan bertingkah bangga pada diri sendiri, Jamil mengundang tawa semuanya.
"mau lagu apa pakne?" tanya Jamil yang sedikit bisa bahasa jawa (pakne artinya bapak nya)
"apa aja yang bisa buat membangkitkan semangat mereka semua" jawab pak Alex menyerahkan uangnya ke Jamil
"oke, tariiik geng" kata Jamil semangat. Tapi sayang semua anggota band dadakanya pada diam.
"kenapa pada diem diem bae,, ayo... Ini pak pemilik sekolah lho yang minta" kata Jamil heran. Dan mereka tetap diam.
__ADS_1
.
#wah kira kira kenapa yaaa???