Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Tidak bisa tidur


__ADS_3

"gue rasa ada yang lo sembunyikan dari kita deh Jen" kata Tamara


"besok kalian tahu jawabannya, dan gue akan cerita" Jelas Jen


"ya udah gue percaya sama lo"


"maaf ya gue gak ada maksud apa-apa, yang jelas kemarin kemarin itu gue belum siap. Gue janji besok kalian tahu semua nya." kata Jen


"iya, eh ngomong ngomong tadi yang ngambil rapot lo tante pemilik sekolah, siapa namanya Tam? tanya Sasa


"Tante Rere" jawab Jen


"iya itu, kok bisa?" tanya Sasa


"iya ayah sama bunda lagi sibuk" Jelas Jen


Akhirnya para gadis gadis itu bercerita tentang dua hari ini tanpa Jen.


.


.


.


Axel sore tadi juga melakukan siraman dan sungkeman di rumahnya. Dan setelah makan malam Axel di minta istirahat agar besok jauh lebih tenang. Tapi nyatanya jam sebelas malam Axel sama sekali belum merasa ngantuk. Pikirannya melayang entah kemana. Dia juga merasa gelisah untuk hari esok.


Akhirnya ia memutuskan untuk keluar kamar dan menuju ruangan yang biasa digunakan untuk sholat dan mengaji. Axel melaksanakan sholat isya, setelah berdoa Axel membuka Al-Qur'an dan membacanya.


Papah Al yang keluar kamar untuk ke dapur mendengar suara orang mengaji, ia menajamkan pendengarannya supaya tidak salah dengar. Setelah minum papah menuju lantai dua di mana tempat asal suara itu berada. Dan saat sudah sampai di depan ruangan itu atau musholla kecil di rumahnya, ia melihat Axel yang tengah mengaji dengan khusyuk.


Papah mendekat dan duduk di samping Axel, beliau menepuk pundak Axel. Axel pun menyelesaikan dan menutup al Qur'an nya.


"papah" kata Axel dan papah tersenyum


"kok kamu belum istirahat?" tanya papah


"belum bisa tidur pah"


"papah tahu pasti kamu gak bisa tidur karena kepikiran besok kan?"


"iya pah" jawab Axel jujur. Papah menahan senyumnya.


"biasa Xel calon pengantin gak bisa tidur. Tapi kamu juga harus istirahat biar besok fresh dan jauh lebih tenang" kata papah


"iya pah, ini udah lebih tenang kok,"


"Xel kamu tahu kan kewajiban suami?"


"tahu pah, ya mungkin masih harus belajar dari papah"


"gini Xel ,soal nafkah kemarin papah ngobrol dengan Adi. Dia bilang soal kebutuhan Jen, masih akan di tanggung mereka." kata papah


"maksudnya pah?"


"jadi Jen kan anak tunggal keluarga Aditama, kamu juga anak satu satunya papah, kamu sebagai suami Jen pasti yang akan menanggung semua kebutuhan Jen. Kami tahu itu, tapi kami juga sadar kalau kamu masih sekolah begitu juga Jen. Biar biaya sekolah kamu papah yang tanggung sampai kamu kuliah, dan biaya pendidikan Jen akan di tanggung Adi." jelas papah


"kok gitu pah, Axel bisa kok biayain Jen, Axel ada usaha dan kerja di kantor papah"


"iya kami tahu, kemarin papah juga sempat meminta supaya Jen kita yang tanggung. Tapi Adi benar benar tidak mau, mereka tidak akan menuntut apapun dari keluarga kita. Karena memang kami bekerja untuk anak anak kita, Adi menjodohkan Jen bukan karena tidak mampu membiayai Jen. Jadi papah mohon sama kamu, kamu yang ikhlas dengan keputusan bersama kita. Kalau soal uang jajan Jen atau kebutuhan Jen, silahkan kamu yang tanggung. Papah yakin kamu juga mau kan melakukan kewajiban sebagai suami. Dan jangan sungkan minta bantuan papah atau Adi nantinya. Kita semua selalu ada buat kalian". kata papah memberikan pengertian


Axel hanya diam dan mendengarkan, ia juga memikirkan ucapan sang papah yang ada benarnya.


"iya pah, Axel paham. Kalau memang itu tidak memberatkan papah dan ayah Adi, Axel nurut aja." jawab Axel


"makasih boy kamu memang anak yang baik, ya udah kamu istirahat udah malem"


"iya pah," jawab Axel

__ADS_1


"istirahat yang benar, biar malam pertama nya gini ๐Ÿ‘" papah memberikan jempolnya kepada Axel.


"gini gini apaan" gerutu Axel dan membuat papah tertawa


"katanya kamu mau belajar dari papah, jadi gak?" goda papah


"Axel bisa sendiri pah," kata Axel yang mendahului langkah papahnya


"yang bener Xel, kalau gitu papah request yang kembar ya?" kata papah lagi


"hhhmmmm" jawab Axel. Papah masih cekikikan karena menggoda Axel.


"Axel masuk kamar dulu pah, papah juga istirahat" pamit Axel


"iya" jawab papah kemudian turun ke bawah menuju kamarnya.


Di dalam kamar belum bisa tidur. Ia benar benar tidak sabar untuk hari esok.


"gue sampai lupa ngabarin Dio dan Satria" gumam Axel dan mengambil ponselnya.


"udah jam setengah satu, udah pada tidur belum ya, coba deh gue video call"


๐ŸŽฅDio ,Satria


Satria : ada apa lo malem malem VC gue?


Axel : belum tidur lo?


Satria : baru mau tidur lo ganggu


Dio : ada apa,?


Dio yang baru mengangkat sambungan vidio dari Axel, karena dia sudah tidur.


Axel : kaya cewek aja jam segini tidur


Dio : biarin gue capek habis dari sawah tadi


Satria : sawah mana? bukanya lo habis jalan sama Sasa


Dio : elo juga kan sama Tamara


Satria : kita tadi kan barengan


Axel : gila kalian habis dari mana, jalan sama cewek lupain gue


Satria : lo gak ada kabar


Dio : iya , kemana sih?


Axel : oh ya, besok gue minta kalian berdua datang ya ke hotel ADTC, jam 8 tepat.


Satria: mau ngapain?


Axel : pokoknya kalian harus dateng, oh jangan jam 8, jam 8 kurang 15 menit kalian harus sudah ada di tempat.


Dio : jawab dulu mau ngapain?


Axel : besok kalian pasti tahu. Please ya kalian hadir, pakai jas hitam pakaian formal. Kalian ada kan?


Satria : gue sih ada ,


Dio : gue juga ada,


Axel : oke bagus, gue tunggu kalian berdua awas kalau sampai telat. Ya udah gue cuma mau ngasih tau itu, gue istirahat dulu. Thanks sebelumnya.


tut

__ADS_1


.


.


Pagi ini terlihat dua gadis masih tidur di salah satu kamar hotel.


tok tok tok


Tidak ada jawaban dari dalam.


tok tok tok


Masih tidak ada jawaban, akhirnya mbok Jum memutuskan membuka sedikit pintu dan ternyata tidak di kunci.


"non Tamara bangun" kata mbok Jum lembut dan memegang bahu Tamara. Sayup-sayup mata Tamara terbuka.


"mbok Jum" kaget Tamara


"iya ini mbok Jum, non Tamara bangun dulu ya" mbok jum Jum beralih ke Sasa


"non Sasa" panggil mbok Jum


"Sa bangun Sa" kata Tamara


"gue masih ngantuk," kata Sasa masih memejamkan matanya


Tamara melihat jam juga masih jam setengah 6 pagi.


"mbok Jen mana? ini kan masih jam setengah 6" bingung Tamara


"iya, mbok kesini di minta bangunin non Tamara dan non Sasa karena mau di rias" jelas mbok Jum


"dirias siapa mbok? saya bingung" kata Tamara


"non Tamara mandi dulu sama non Sasa nanti setelah itu langsung ke kamar nomor 20 ya udah di tunggu non Jen di sana"


"sekarang mbok?" tanya Tamara


"iya non, sudah di tunggu,"


"ya udah mbok tolong bangunin Sasa dulu, saya mandi dulu" pinta Tamara dan di angguki mbok Jum.


Mbok Jum berusaha membangun kan Sasa dan setelah Sasa bangun mbok Jum menjelaskan seperti menjelaskan ke pada Tamara. Setelah itu mbok Jum pamit.


"Tam mau ngapain sih kita, gue masih ngantuk," rengek Sasa


"udah buruan kita turun dulu, katanya Jen udah nunggu, gue juga bingung"


"pagi pagi udah main teka teki, mana laper lagi" gerutu Sasa


"ntar sarapan di bawah" Saran Tamara.


"kita kemana ini?"


"lo nanya mulu, gue lagi nyari kamar 20" kata Tamara


"nah ini nih, gue ketok dulu" Tamara


tok tok tok


"masuk" suara dari dalam


"eh gadis gadis bunda udah pada bangun?" kata bunda


"iya bunda, pagi" sapa Sasa


"sini dulu sayang" bunda menyuruh Sasa dan Tamara mendekat.

__ADS_1


"bun Jen mana?" tanya Tamara yang tidak melihat Jen.


"itu" tunjuk bunda.


__ADS_2