
Di sebuah kafe dan di tempat VIP. Pak Adi dan bu Ayu sedang menunggu sahabat nya.
"mudah mudahan ini keputusan yang terbaik ya yah," kata bunda ragu
"iya, mudah mudahan mereka juga bisa menerima keputusan kita" kata Ayah
"Siang calon besan" sapa Al
"hey kalian sini duduk," Adi mempersilahkan mereka.
"mau pesen apa Re?" tanya Ayu menyodorkan buku menu
"kita makan dulu ya, biar ngobrol nya enak" kata Adi
Setelah makan siang mereka melanjutkan obrolan yang sempat tertunda.
"gimana acara di sekolah Al, maaf aku gak bisa dateng, ada meeting tadi" jelas Adi
"wah sayang banget kamu gak dateng Di, Acaranya meriah" kata Alex
"iya lo Yuk, apalagi Jen juga tampil" kata Rere
"masa, Jen tampil ngapain?" tanya Ayu antusias
"nyanyi, nanti aku kirim vidionya" jawab Rere
"Lex, jadi aku dan Ayu sudah memutuskan tentang pembicaraan kita minggu lalu"
"jadi kapan anak kita menikah?" tanya Alex tidak sabaran
"tunggu dulu Lex, sebenarnya aku masih ragu. Ya mudah mudahan ini yang terbaik"
"iya gimana?"
"kita sejutu menjodohkan Jen dan Axel" jelas Adi
"ya udah besok kita akan lamar Jen" jelas Alex
"jangan besok juga, aku takut mereka belum siap dan malah berdampak buruk." Ayu
"maksudnya gimana?" Alex
"hari senin kan mereka ada ujian tengah semester, dan aku takutnya malah ganggu konsentrasi belajar mereka" jelas Ayu
"bener juga sih Yu, jadi mau kapan?" Tanya Rere
"minggu depan setelah mereka selesai ujian" kata Adi
"oke kita setuju ya mah, soal pernikahan? tanya Alex
"kita masih bingung, mau ngomong soal perjodohan ini aja kita masih bingung"
"bukannya akhir bulan kamu harus pergi?"
"iya sama sekali tidak bisa di undur, dan aku harus menetap beberapa bulan"
"Di, akhir bulan itu tinggal 2 mingguan lebih"
"apa kalian yakin mau menerima Jen?" tanya Ayu
"kita yakin, Jen anak yang baik Yu, kamu tidak percaya kami?" Jelas Rere
"kita percaya Re, tapi gimana kita mau ngomong sama Jen" Ayu
"kita percaya kalian bisa meyakinkan Jen"
"apa Jen punya pacar?" tanya Axel
"sepertinya iya, karena Jen tidak pernah bercerita" jawab Adi lemah
__ADS_1
"apa mungkin kita memisahkan mereka, seperti nya Jen dan pacarnya saling sayang. Em tadi di sekolah itu teman Jen mengatakan kalau Jen itu udah seperti Juliet dan pacarnya Romeo. Apa nama pacarnya Romeo?" tanya Al
"Romeo?" tanya Adi tidak yakin, dan di angguki Alex
"setahuku Jen itu hanya dekat dengan Bayu, dan aku yakin tidak ada laki laki lain yang bernama Romeo, apa mungkin bagi mereka Jen dan Bayu itu Juliet dan Romeo" kata Ayu
"mungkin bisa jadi seperti itu, akan sulit ya membujuk Jen" kata Al
"kita akan coba, Bayu anak bi Ar mereka udah bersama dari kecil, mungkin perasaan mereka hanya sebatas adik dan kakak, tapi mereka belum bisa membedakan dengan cinta." jelas Ayu
"bi Ar art kamu?" tanya Rere dan Ayu mengangguk.
"kita yakin kalian bisa memberikan pengertian pada Jen, tapi rencana pastinya gimana ini?" tanya Alex
"minggu depan kita tunggu kedatangan kalian jam 10 pagi, untuk pertunangan Jen dan Axel"
"untuk pernikahan?" tanya Rere
"kalau mereka setuju minggu depannya sebelum aku berangkat kita nikahkan" jawab Adi mantap
"wah cocok Di, aku sudah tidak sabar punya mantu" kata Alex
"aku percayakan Jen pada kalian Al, " kata Adi
"kamu tenang aja Di, kita dari dulu sudah menginginkan anak perempuan. Pasti kita jaga dengan baik" jelas Alex meyakinkan sahabatnya.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"hufh capeknya," keluh Jen pada diri sendiri
"besok udah ujian, harus belajar extra ini, istirahat dulu deh biar adem nih otak" gumam Jen yang merebahkan diri di ranjang.
Di sebuah kamar cowok ganteng 🤭, juga sedang merebahkan tubuhnya di kasur dan memandang langit-langit kamarnya.
"kenapa gue kepikiran dia lagi dia lagi. Enggak Xel dia udah punya pasangan"
"Xel, kamu lagi ngapain?" tanya Mama Rere
"mamah, " Axel terkejut
"kenapa kaget, mamah udah ketok pintu tadi. Kamu ngalamun?"
"enggak kok mah,"
"apa lagi mikirin pacar kamu?"
"Axel gak punya pacar mah"
"ah masak??? anak mamah gak punya pacar?"
"iya mah, yang suka banyak tapi 😁" jawab Axel sambil beringsut tiduran di pangkuan sang mama
"iya percaya , anak mamah yang ganteng" kata mamah sambil mengelus puncak kepala anaknya
"em Xel kamu kenal sama Jen?"
"Jen?"
"iya Jen yang nyanyi tadi, kamu kenal kan?"
"di bilang kenal ya belum pernah kenalan, tapi beberapa kali ketemu," jawab Axel
"cantik gak?"
"kok mamah nanya gitu?" tanya Axel sambil memejamkan mata, merasa nyaman dalam pangkuan yang mama
"ya mamah suka aja sama Jen, pas banget kalau jadi mantu," kata mamah tapi tidak di tanggapi Axel
Berdoa aja mah 😌
__ADS_1
" Xel, kamu gak tertarik sama Jen?"
"Jen udah punya pacar mah,"
"yang tadi namanya Romeo?"
"Namanya Bayu, tapi anak anak suka menganggap mereka Romeo dan Juliet." jelas Axel sambil membuka matanya menatap sang mamah.
"oh....cantik kan Jen?"
"em" jawab Axel kembali memejamkan mata
"ngaku juga, ih" kata mamah sambil menoel hidung Axel.
"mamah di cariin ternyata di sini" kata papa Al yang baru datang
"iya, nih lagi ngobrol sama anak manja" jawab mama
"Xel mandi sana udah sore," papa Al
"gak mandi aja ganteng pah, ntar aja" jawab Axel kepedean.
"ganteng gak punya pacar ya percuma" ejek papa
"biarin, mikir sekolah dulu lebih penting pah"
"ya udah sana kamu bangun dulu" kata papa lagi
"kalau mamah di sini berarti waktunya mamah sama aku pah, papah tunggu aja di kamar" jawab Axel
"mana bisa gitu, makanya kamu cari pacar, eh jangan cari istri aja yang sah,"
"ih papah tadi makan apa sih kok ngomong nya ngelantur" heran Axel
"hahaha makan sama calon besan" celetuk papa
"papah ih, udah ayo keluar" ajak mama
"nanti dulu dong mah," rengek Axel
" gak bisa, buruan bangun Xel. Ayo mah" kata papa
"papah tidak mau mengalah sama anak" kata Axel cemberut.
"udah ah, kamu mandi dulu, mama mau bantu bibi"
"kok malah bantu bibi sih mah" protes papah
"biar adil" kata mamah mengangkat dan memindahkan kepala anaknya ke bantal.
Setelah mamah beranjak tinggal anak dan bapak di kamar.
"papah sih ganggu"
"hahah biarin," kata papah menjauh pergi.
Setelah kepergian orang tuanya dari kamar, Axel mengambil ponselnya. Ia membuka galerynya. Ada sebuah vidio dan beberapa foto.
Memutar satu vidio hasil rekaman nya tadi. Senyum menghiasi bibir bersemu merah itu.
"maaf Jen bukan bermaksud apa-apa aku mengambil foto dan video ini" gumam Axel.
Selesai melihat vidio Jen, Axel menskrol ke atas layar ponselnya yang masih berada di galery.
"Neta, apa mungkin kamu sudah tergantikan, dan apa mungkin dia yang menggantikan. Semua di luar kendali ku" Axel memandang fotonya bersama gadis yang bernama Neta. Dalam foto itu Axel dan Neta sedang berada di samping kolam renang rumah Axel.
Saat itu saat terakhir Neta bertemu Axel, karena setelah itu Neta di bawa orang tuanya ke luar negeri.
#duh Neta siapa ini,,,,🤭
__ADS_1