Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Acara Pernikahan


__ADS_3

Mendengar sapaan bapak penghulu membuat jantung Axel berdebar lebih cepat.


"tidak apa-apa pak, mari silahkan duduk" kata ayah mempersilahkan.


Setelah pak penghulu duduk dan beliau memberikan sedikit nasihat sebelum nikah.


"gimana semua sudah siap?" tanya pak penghulu kepada para saksi dan mereka mengangguk.


"mas pengantin sudah siap" pak penghulu bertanya kepada Axel yang terlihat sedikit berkeringat.


"siap pak," jawab Axel mantap


"tarik nafas dulu mas biar lebih tenang" arahan pak penghulu.


Dirasa Axel sudah lebih tenang pak penghulu meninta ayah untuk berjabatan dengan Axel.


Bismillahirrahmanirrahim


"Axel Alexander" kata ayah


"ya saya sendiri" jawab Axel mantap


"saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya, Jennaira Putri Aditama binti Aditama, dengan mas kawin uang tunai senilai dua ratus sepuluh juta rupiah di bayar tunai"


"Saya terima nikah dan kawinnya Jennaira Putri Aditama untuk saya sendiri dangan mas kawin tersebut di bayar tunai" Jawab Axel lantang, jelas dan dengan sekali tarikan nafas.


Pak penghulu menoleh kepada para saksi dan....


"SAH" ucapan mereka bersama.


Setelah itu ayah melepaskan jabat tangannya dengan Axel dan penghulu mulai memimpin doa untuk kelangsungan rumah tangga baru ini. Ada rasa lega dan sedih yang di rasakan ayah, mulai saat ini beliau sudah menyerahkan sepenuhnya Jen kepada Axel suaminya.


Bunda dan mamah saling berpelukan haru.


Sedangkan papah Al menepuk pundak Axel yang sudah resmi menjadi seorang suami.


Setelah acara ijab qobul yang berjalan dengan lancar. Sekarang saatnya acara panggih, atau sang istri di bawa bertemu dengan suaminya.


.


.


.


Didalam kamar no 20 ada sebuah layar yang yang menampilkan live suasana di ballroom. Tidak terkecuali saat acara ijab qobul berlangsung. Jen yang melihat itu pun sempat meneteskan air matanya, ia terharu sekaligus bahagia.


"oh ya ampun, itu kan Axel si ketos?" tanya Sasa


"jadi Axel yang nikah sama lo?" tanya Tamara


"iya, Axel ketos yang sekarang jadi suami gue" Jawab Jen dan menghapus air matanya.


"selamat ya Jen, lo udah jadi istri" Sasa memeluk Jen


"jangan lupakan kita, gue gak nyangka lo udah nikah" kata Tamara yang ikut memeluk Jen.

__ADS_1


"kalian sahabat gue yang terbaik, mana mungkin gue lupa." Jawab Jen


"Mbak sudah siap, kita turun kebawah ya" kata perias yang akan mengarahkan Jen dalam acara ini.


"siap mb," Kata Jen melepaskan pelukannya.


"ayo mbak, tolong mbak pendamping menggandeng di kanan dan kiri ya" kata perias.


Jen berjalan dengan sangat hati-hati, karena kain batik yang ia kenakan membuat langkahnya menjadi sedikit sulit.


"Jen lo grogi?" tanya Tamara dan membuat mereka semua tersenyum


" mbak Jen udah sah jadi istri, jadi senyum aja yang cantik biar memancarkan kebahagiaan. Kalau tegang nanti malem aja" goda perias itu


"nah setuju gue" saut Sasa


"Ya gue malu, grogi, bingung, deg deg kan, pokoknya nano nano rasanya" jelas Jen


"minum dulu aja mbak" perias itu memberikan botol minuman ke Jen.


"biasanya juga malu maluin Jen" ejek Sasa


Setelah hampir sampai ballroom, perias menanyakan kesiapan Jen dan menenangkan Jen dari rasa tidak percaya dirinya. Sudah tenang Jen dan rombongan mulai memasuki ballroom yang di dekor penuh dengan bunga, tidak banyak tamu undangan yang datang. Karena memang mereka tidak ingin ada banyak orang yang tahu tentang pernikahan ini. Mungkin setelah lulus sekolah akan di adakan pesta untuk mengumumkan pernikahan Jen dan Axel.


"Xel, Jennaira itu orang yang sama dengan Jen di sekolah kita?" bisik Dio


"iya, dia Jen yang sama" jelas Axel


"kok lo gak cerita?" Satria


cantik, benar benar cantik istriku. batin Axel yang memandang Jen di depan sana.


Sampai nya Jen di hadapan Axel, Jen di arahkan untuk menjabat dan mencium tangan suaminya. Perlahan Jen mengulurkan tangannya dan di sambut Axel. Saat Jen sedikit membungkuk dan mencium tangan Axel, tangan kiri Axel memegang bahu Jen.


"Semoga segera tumbuh cinta di antara kita, dan jadilah istri yang baik" bisik Axel pada Jen. Jen yang mendengar itu perlahan mengangkat wajahnya, tersenyum dan mengangguk.


Setelah itu dilanjut dengan acara pemberian Sanggan, Kembar Mayang, setelah itu di lanjut dengan balangan gantal atau lempar sirih. Kemudian di lanjut midak endok (menginjak telur) yang di lakukan mempelai pria. Axel pun menurut dan melakukan yang di pandu perias. Jen sudah bersimpuh di depan kaki Axel. Setelah Axel menginjak telor dan sudah pecah, kaki Axel di basuh Jen dengan air yang di taburi bunga. Jen membawa kaki kanan Axel yang tadi basah di atas pangkuan Jen, perlahan Jen mengelap kaki Axel yang basah dengan handuk.


Setelah selesai Axel membantu Jen berdiri, dan di lanjut dengan minum degan (minum air kelapa muda). Kemudian Axel di arahkan berdiri di sebelah Jen. Bunda mulai menyelimuti kan sindur (selendang) pada kedua mempelai, dan Ayah yang berada di depan mempelai pun memegang ujung sindur. Perlahan ayah membimbing mempelai menuju pelaminan, Axel dan Jen berjalan perlahan dengan mengaitkan kelingkingnya. Sedangkan bunda memegang bahu Jen dan Axel dari belakang.Mereka melanjutkan acara adat jawa sampai selesai. Semua adat jawa yang Axel dan Jen jalani mengandung filosofi masing masing.


Dio dan Satria yang tadi berada di belakang Axel pun, melangkah mendekati Sasa dan Tamara. Mereka menuju tempat duduk yang sudah di sediakan.


"Dio kok lo gak bilang kalau Axel mau nikah sama Jen" kata Sasa


"kita baru tau tadi pagi, semalem Axel cuma minta kita buat kesini" Jelas Dio


"kalian lah yang gak ngasih tau kita" kata Satria


"yeee, kita aja di telfon bunda suruh ke sini juga tadi malem" saut Tamara


"kok bisa sih mereka nikah?" Satria


"kata Jen mereka di jodohkan" Tamara


"terus Axel kan punya pacar?" Dio

__ADS_1


"hah? siapa?" Sasa


"gue sendiri juga belum tahu, setahu gue kalau pacar Axel punya mobil Ferrari merah" jelas Dio


"mobil Jen ferarri merah, apa mungkin memang Jen?" Sasa


"gak tau gue, coba aja kapan kapan kita selidiki, kasian juga kalau bukan Jen, mana Jen udah putus sama Bayu" Tamara


"ngomong ngomong gue agak malu disini, masa iya temen nikah kita cuma bawa nyawa doan" Satria


"lah iya, kita gak bawa kado" Dio


"gimana kalau kita cari kado bareng besok" usul Sasa


"boleh deh Sa,,,yang" kata Dio


"dih sayang sayang emang udah jadian?" kata Tamara.


"kita pacaran aja ya Sa mau gak?" tanya Dio


"lo gak romantis" kata Sasa


" ya udah nanti aja kalau gitu, kita makan dulu yuk laper" ajak Dio, Dan akhirnya mereka semua makan. Setelah makan memutuskan untuk foto bersama pengantin.


Dio dan Sasa bergandengan, sedangkan Tamara dan Satria berjalan beriringan di belakang mereka. Pertama mereka menyalami ayah dan bunda


"wah Sasa kamu dapat gandengan? bukanya ini pendamping Axel?". tanya bunda


"hehe iya bund, kita kebetulan kenal dan deket. Tamara juga" kata Sasa


"wah bisa pas gitu ya" saut ayah


"iya loh, kalian ini cantik cantik dan ganteng ganteng" puji bunda


"makasih tante, kita kan memang ganteng kaya anoman" kata Dio sambil bergaya sok cool, begitu pula Satria


"hah anoman?" heran ayah


"iya om, anoman tokoh wayang yang ganteng" kata Satria dengan PDnya dan membuat ayah tertawa. Bahkan semua yang ada di seperti Axel, Jen, mamah dan papah juga ikut menahan tawanya.


"ya ampun kalian ini" kata bunda yang tertawa tapi dengan anggun,


"kata siapa anoman itu tokoh wayang yang ganteng?" tanya bunda


"Axel tante" jawab Dio


"Axel, kamu jahat banget ngatain temen kamu kethek" kata bunda sambil menepuk pelan pundak Axel yang berada di sampingnya.


"becanda bun" kata Axel nyengir. Sedangkan Jen cekikikan . Tamara dan Sasa merasa aneh kenapa semua pada ketawa.




#maaf gambar hanya pemanis saja, kurang lebih seperti itu 😀

__ADS_1


__ADS_2