Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Teriak


__ADS_3

Jen yang berusaha merayu Axel agar bangun pun berhasil. Perlahan Axel bangun dan duduk.


"manja amat" sindir Dio


"kalian ngapain sih," kata Axel


"Axel gak boleh gitu, mereka mau nengok kamu pastinya" kata mamah


"iya garwo, kamu cuci muka dulu gih" imbuh Jen


"iya iya" Axel pun melangkah keluar sedangkan Dio dan Satria duduk di samping Jen.


"semuanya tante tinggal ya?" pamit mamah


"IYA TANTE" jawab mereka semua kecuali Jen.


Tidak lama bibi datang membawa minuman dan beberapa cemilan.


"Jen, ini drakor yang baru kan" tanya Sasa


"iya" jawab Jen setelah meletakkan gelasnya.


"wah keren, lo nonton sama mertua lo?" Sasa


"heem, sering kita nonton drakor bareng"


"seru dong" Tamara


"ya begitulah" jawab Jen.


Axel yang sudah kembali pun duduk di samping Jen, iya menggelayut di lengan Jen.


"sakit apa lo?" tanya Satria


"masuk angin biasa," Axel


"Janoko bisa sakit juga lo?" Dio


"gue juga manusia" Axel


Kemudian mereka mengobrol dan membicarakan pelajaran saat di sekolah.


Sampai pukul lima sore para teman Axel dan Jen pamit pulang.


Setelah makan malam pasangan itu pamit ke kamar untuk belajar. Jen sedang fokus dengan rumus matematika, karena besok ada ulangan harian. Sedangkan Axel gelisah ingin mencari makanan.


"Yang aku turun dulu sebentar" Axel


"mau ngapain?" Jen


"pengen cari cemilan" Axel


"ya udah gak papa" Jen.


Axel turun kebawah dilihatnya mamah dan papah sedang di ruang tengah. Papah sedang mengetik apa yang di bacakan mamah, memang pasangan yang saling membantu.


"kemana Xel?" tanya mamah


"emang ada kata kata kaya gitu mah?" papah


"ish papah, mamah nanya Axel itu" tunjuk mamah


"oh" jawab papah


"ke dapur mah" jawab Axel


Mamah kembali membantu papah. Setelah beberapa saat tercium bau ikan goreng.


"mah siapa yang masak?" tanya papah


"gak tau pah"


"udah jam sepuluh malam loh ini, baunya kaya di rumah ini" papah


"mungkin bibi pah, sama yang lainnya"


Sedangkan di dapur bibi baru selesai menggoreng ikan dan sambal bawang. Ia menaruh di atas meja makan di tambah nasi juga lalapan.


"silahkan den" kata bibi


"makasih ya bi, maaf merepotkan" Axel


"enggak den, yang penting den Axel sehat bibi ikut seneng" bibi


Pasalnya tadi saat Axel datang ke dapur, niat hati ingin mencari cemilan. Kebetulan saat itu bibi sedang membereskan kulkas, mengeluarkan sayur dan buah yang sudah tidak bagus. Axel yang melihat ikan gurame di kulkas pun meminta bibi untuk menggoreng kan. Sedangkan Axel duduk menunggu sambil nyemil kacang. Axel yang melihat hidangan itu pun ingin segera memakannya.


"YANG" teriak Axel

__ADS_1


"AYANG" panggil Axel lagi


Sedangkan di ruang tengah papah dan mamah sedang kebingungan dengan teriakan Axel.


"biar bibi panggil kan ya den,?" bibi


"bibi istirahat aja, pasti capek" Axel


"AYAYANG" teriak Axel lagi


"astaga pah itu Axel kenapa?"


"coba mamah liat" papah


"mah, kaya ada yang teriak?" tanya Jen sambil menuruni tangga


"AYANG...🪘.🥁. AYANG ....🪘🥁..AYANG" kata Axel sambil memukul meja dengan sendok dan garpu


Bibi yang di sana pun menutup telinga dan sesekali menggeleng.


Sawan di mana ini aden teh, meni aneh pisan. Batin bibi


"itu garwo?" Jen


"iya dari tadi teriak teriak" kata mamah yang menuju ke dapur.


Sesampainya di dapur mamah menutup telinga nya, begitu juga Jen yang ada di belakang mamah.


"STOP" mamah


"mamah"


"kamu kenapa sih teriak teriak, kaya di hutan aja" mamah


"manggil istri ku mah" Axel


"kenapa harus teriak sih?" Jen


"aku males yang naik tangga Yang,"


"maaf nyah, non, tadi bibi mau manggil non Jen tapi aden gak boleh" bibi


"kasian bibi mah, Yang. Nih baru selesai masakin aku" Axel menunjuk hidangan di depan nya.


"terus kenapa nyari Jen?" mamah


"suapin Yang" kata Axel manja


"iya mah 😁" Axel nyengir


Mamah dan Jen menepuk jidatnya, dengan tingkah Axel.


"kamu tadi udah makan loh garwo" Jen


"tapi aku pengen ini Yang" Axel


"no komen deh mamah, Jen kamu yang sabar ya" kata mamah sambil menepuk pundak Jen


"iya mah" kata Jen dan mendekati Axel.


"hiiii makasih Sayang" kata Axel yang terlihat bahagia


"kenapa gak makan sendiri?" Jen


"aku gak mau yang misahin durinya" kata Axel


Jen meminta garpu dan sendok yang Axel pegang. Namun Axel tidak mau memberikan, karena ia ingin Jen menyuapi dengan tangan. Jen menghela nafasnya, mau mengeluh tapi ini suami yang minta. Takut dosa 🤭.


"kenapa Axel mah?" tanya papah setelah mamah duduk di sampingnya.


"itu tadi........." mamah menceritakan dari Axel yang minta bibi menggoreng ikan, dan drama minta di suapin Jen.


"jadi Axel yang minta di gorengkan ikan? tumben amat." kata papah


"gak tau, istirahat yuk" ajak mamah


"ayo lah" papah.


Selesai makan malam yang ke dua kalinya, Axel mengajak Jen untuk ke kamar. Jen menuju kamar mandi untuk bersih bersih dan ganti baju.


"kamu gak tidur?" tanya Jen pada Axel


"bentar lagi Yang, kenyang banget" Axel


"iya lah, makan banyak dua kali lagi" gerutu Jen


"hehehe, sini tidur Yang, kamu kelihatan ngantuk banget"

__ADS_1


"iya, besok ada ulangan harian jam pertama" Jen


"ya udah gak papa, sekolah kita tinggal dua bulan lagi sabar" Axel


"em" kata Jen yang sudah bersiap tidur.


Axel juga berusaha memejamkan matanya, ia juga ingin istirahat karena besok kembali sekolah. Sampai beberapa saat Axel belum juga tertidur, ia melihat Jen yang sudah tertidur pulas.


Masa iya sih gue kebawah lagi. Tapi kenapa pikiran gue hanya tertuju di sana. Tidur tidur tidur. Batin Axel yang menginginkan untuk tidur.


"bentar ya sayang, sstsstsst" Axel memindahkan kepala Jen ke bantal dengan perlahan.


"huhf" Axel perlahan turun dari ranjang dan menuju ke lantai bawah.


Sepi, ya karena jam sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari. Pasti para penghuni rumah ini sudah tertidur. Axel menuju ke dapur dan membuka kulkas.


"lo udah buat gue susah tidur" kata Axel sambil mengambil satu kotak es krim.


Axel duduk dan menikmati es krimnya, terasa sangat lega di banding tadi yang selalu memikirkan es krim yang menggoda ini.


"Axel?" panggil papah


"uhuk" Axel tersedak karena kaget


"minum" papah menyodorkan air putih


"papah kenapa sih hobi banget ngagetin" kata Axel setelah minum


"kamu sendiri ngapain?"


"makan es krim, papah sendiri ngapain?" tanya balik Axel


"ambil minum nih"


"kok papah belum tidur?" tanya Axel sambil menyendok es krimnya.


"papah mau tidur" jawab papah


"abis kerja pah?" tanya Axel


"iya kerjain mamah" kata papah sambil berlalu dan Axel bisa mendengar papah yang cekikikan.


Axel hanya menggelengkan kepalanya. Sedangkan papah masih tersenyum saat memasuki kamar.


"pah?" heran mamah yang melihat papah


"ini minum dulu" papah memberikan gelasnya untuk mamah


"papah lama amat sih ambil minumnya" kata mamah setelah minum


"iya, ada Axel tadi di dapur"


"Axel?" tanya mamah memastikan


"iya, makan es krim" papah


"astaga anak itu" mamah reflek beranjak dari kasur


"mah" panggil papah


"bentar pah"


"mah, mamah mau kemana?"


"nyamperin Axel lah pah, nanti dia sakit lagi" kata mamah sambil mencepol rambutnya.


"yakin mamah mau keluar pakai baju dinas malam begitu? apa kata anak bujang papah?" kata papah yang mengingatkan jika istrinya masih pakai baju dinas.


"ah iya lupa, mana transparan gini," gerutu mamah.


Dengan gerakan cepat mamah menyambar daster kebesarannya, dan memakai begitu saja tanpa melepaskan baju dinasnya.


"aman kan" kata mamah dan keluar kamar.


"the power of emak emak" gumam papah.


Di dapur Axel masih menikmati es krimnya, Axel tahu kalau ada seseorang yang menuju ke arahnya.


"Axel" panggil mamah


"mamah" kata Axel sambil menutup kotak es krim nya


"bagus ya, kamu mau kaya kemarin lagi?" mamah


"dikit doang mah ini udah"


"dikit apa, jangan kamu kira mamah gak tau"

__ADS_1


"mamah kok belum tidur?"


"jangan mengalihkan pembicaraan" mamah


__ADS_2