Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Persiapan perpisahan


__ADS_3

Pagi ini kelas XII ipa dan ips akan mengadakan acara perpisahan. Hari kemarin saat masuk sekolah mereka membahas untuk acara ini. Pergi bersama dan juga membuat sebuah kenangan bersama. Semua kelas sepakat untuk pergi ke pantai, karena memang pilihan dari sekolah adalah pantai, kebun binatang, dan pegunungan.


Sudah ada enam bus yang terparkir rapi di sebuah lapangan sepakbola depan sekolah. Tiap kelas masuk dalam satu bus, guru yang mengajar di kelas XII yang ikut dalam acara ini. Setelah melakukan doa bersama mereka masuk kedalam bus masing-masing.


"Yang hati hati ya, jangan aneh aneh. Kalau ada apa-apa hubungi aku" Axel


"iya kamu tenang aja" Jen


"ya udah kamu naik dulu" kata Axel


"iya bawel" Jen


Setelah Jen naik ke atas bus, Axel juga menuju busnya. Perjalanan ke pantai akan menempuh waktu tiga jam. Jen yang sudah duduk dengan Tamara pun merengek minta minum soda.


"Jangan JEJEN!!" Tamara


"elo jahat, pelit, nyebelin," Jen


"biarin" Tamara.


"ARI" panggil Jen pada Ari yang ada di belakang


"apa" jawab Ari yang hanya nongol kepalanya saja.


"lo bawa soda kan" Jen


"ada nih" kata Ari


"yey." Jen sambil beranjak ke belakang


"eh jangan," cegah Jamil


"kenapa sih" Jen kesal


"gak baik, lo nurut ya" Jamil


"tapi gue pengen" Jen


"Jen nih ada vidio call buat lo" teriak Tamara


"gak mau!!!, gue pengen nyoba dikit doang gak papa" kata Jen pada Tamara dan Ari


"astaga itu bumil susah amat" gumam Sasa


"iya nih Axel vidio call lo yang tangani deh, gue nyerah" Tamara memberikan ponselnya pada Sasa


"Jen udah dong, minum yang lain aja. Gue ada jus jeruk mau?" kata Sasa mendekati Jen


"gak" Jen


🎥


"Yang" panggil Axel dalam sambungan vidio call


"ih lo ngadu ya" Jen menuduh Sasa


🎥


"Yang, dengerin aku ya, kamu jangan bandel dong. Minum yang lain aja kamu mau apa?" tanya Axel


"Dikit doang hiks hiks masa gak boleh" Jen


🎥


"astaga jangan nangis dong Yang"


"kalian jahat" Jen masih menangis, membuat temannya heran kenapa Jen seperti itu.


"ada apa ini" tanya pak Agus yang kebetulan ada di bus ini. Cuma pak Agus yang ikut di bus ini, karena disini banyak alat yang akan di gunakan untuk membuat kenangan.


"enggak pak 😁" kata Sasa yang nyengir saat pak Agus menghampiri mereka ke belakang.


"Kamu kenapa Jen?" tanya pak Agus


"hua hua" Jen tambah menangis

__ADS_1


🎥


"Sa gue mau ngomong sama pak Agus tapi lewat telepon biasa saja"


"iya" Sasa


Axel kembali menelfon di ponsel Tamara. Dan Sasa segera memberikan kepada pak Agus. Axel memberitahukan kepada pak Agus tentang Jen yang menangis. Pak Agus sempat terkejut saat tau kalau Jen sedang hamil, tapi ya memang karena mereka sudah menikah mau bagaimana lagi. Setelah beberapa saat Axel mematikan sambungan teleponnya.


"Jen" panggil pak Agus


"udah ya, kamu mau apa?" tanya pak Agus


"nanti gak di bolehin" Jen


"yang penting jangan soda" Pak Agus


"em ya udah, gak jadi pengen" Jen


"kamu tenang ya, jangan nangis. Lebih baik kamu nyanyi deh apa tidur. Masih lama perjalanan nya" pak Agus


"tapi aku laper pak" Jen


"kamu bawa bekal?"


"enggak" Jen


"nih nasi gue lo makan deh," kata Jamil menyerahkan kotak bekal


"isinya apa?" Jen menghapus air matanya


"gak tau liat aja" Jamil


Dengan malu malu meong Jen mengambil kotak Jamil dan membukanya. Ada nasi putih, tumis daun pepaya, ayam kremes dan kerupuk.


"wah wah hhhmmmm" Jen terlihat begitu bahagia


"ya sudah saya kedepan dulu" Pak Agus


"iya pak" jawab Ari, Jamil, Sasa


"minta ganti rugi sama sua...kriuk" Jamil tidak jadi menerus kan bicara nya karena sudah di suapi Jen dengan kerupuk.


"thanks bye" Jen menuju tempat duduknya.


"lo tau Mil?" Ari


"apa?" Jamil


"Jen dan Axel" Ari


"tau lah emang elo doang yang tau."


"tadi kenapa pada ngelarang Jen sih?" Ari


"Jen hamil" bisik Jamil


"HAH GILA" Ari.


"diem lo berisik" kata Jamil


"tapi?" Ari


"gue ceritain" Jamil


Setelah kenyang Jen mulai mengantuk dan tertidur. Tamara bernafas lega saat Jen tertidur. Kebetulan semua bus sedang beristirahat di sebuah pom bensin.


"Sa, gue pengen ke toilet" Tamara


"lah gue juga" Sasa


"Jen gimana?" Tamara


"JEN" panggil Axel yang masuk kedalam bus 1 atau bus yang di tumpangi ips 1


"sstt" Sasa berdiri dan memberi isyarat kepada Axel

__ADS_1


"Jen mana?" Axel


"tidur tuh, udah biarin lo jangan berisik. Nanti heboh lagi" Sasa


"jaga Jen ya, kita ke toilet bentar" Tamara


"oke" Axel


"sayang, kamu bikin aku was was tau gak." Axel mendekat dan memeluk Jen.


"Axel lo ngapain?" tanya siswi 1


"gue jagain Jen" Axel


"tapi kok lo peluk Jen gitu" siswi 1


"gue...em" Axel


"lo mesum banget sih" siswi itu


"astaga ini gak seperti yang lo tuduhkan. Gue dan Jen ada hubungannya" Axel


"Ra, biarkan. Mereka tidak mesum kok, Axel hanya khawatir sama Jen" Ari


"tapi" kata Rara siswi itu


"tenang aja, toh kita juga ada disini gak mungkin macam macam mereka" Ari


"em" Rara menggedikkan bahunya.


"thanks" kata Axel pada Ari.


Tamara dan Sasa sudah kembali dari toilet.


"Lo mau disini apa balik ke bus lo?" tanya Tamara


"gue balik aja, mungkin nanti pas perjalanan pulang gue pindah" Axel


"ya udah lo tenang aja, Jen aman kok" Tamara


"nitip ya, gue balik dulu" kata Axel


"beres" Tamara


Axel kembali turun dan menuju busnya untuk melanjutkan perjalanan. Setelah satu setengah jam, akhirnya rombongan itu sampai di pantai. Semua murid mempersiapkan apa saja yang akan di pakai untuk membuat vidio kenangan.


Mereka mengikuti interupsi dari fotografer dan juga kameraman yang bertugas. Rencana nya mereka akan membuat vidio klip sebuah lagu. Setiap kelas ada yang mewakili untuk bernyanyi, tapi semua berkesempatan di sorot kamera. Namanya juga kenang kenangan satu angkatan, jadi semua harus terlihat.


"Semua sudah siap?" tanya Pak kepala sekolah


"SIAP PAK" seru semua murid.


"Laper gak?" kepala sekolah


"LAPER PAK" jawab semua


"oke, kita makan dulu saja di sebelah sana. Setelah itu kita lanjutkan acaranya, biar tambah semangat" bapak kepala sekolah


Banyak murid yang kegirangan saat di suruh makan terlebih dahulu. Karena capek perjalanan, ada yang belum sarapan, aja yang memang benar-benar lapar. Ada yang lemas karena mabuk perjalanan. Mereka semua menikmati makan bersama. Walaupun hanya lesehan di pinggir pantai, tapi kebersamaan membuat mereka bahagia. Mungkin setelah ini mereka tidak bisa seperti ini lagi, mereka akan sibuk dengan urusan nya masing-masing.


Kalau sedang berkumpul seperti ini, rasanya berat untuk meninggalkan satu sama lain. Masa SMA adalah masa yang paling menyenangkan dan paling berkesan. Bahkan orang dewasa pun banyak yang menginginkan kembali ke masa SMA, menurut nya di masa itu mereka merasa tanpa beban. Berangkat sekolah di kasih uang saku tapi suka bolos, suka melakukan hal konyol, bahkan melanggar peraturan sekolah. Tapi di balik itu semua, kita dapat teman yang baik, sahabat yang selalu ada dan berjuang bersama untuk tujuan yang sama. Pokoknya terlalu indah lah masa SMA itu.


Setelah makan mereka memposisikan diri di tempat yang sudah di atur. Kali ini kelas Jen yang mendapatkan giliran pertama, selanjutnya ips 2, 3 dan ipa 1 lalu 2, dan tiga.


"Gimana sudah di tempat masing-masing?" tanya Ari


"udah siap" jawab Heru mewakili semua.


Ari melihat semua temannya yang memang sudah siap di tempat mereka. Ari pun segera mendekati kameraman yang juga sudah bersiap.


"sudah ready mas" kata Ari


"bagus, kelas lain gimana?" tanya kameraman itu dan mendapat jawaban acungan jempol juga anggukan dari ketua kelas masing-masing.


Kameraman mendekati Jen yang sedang duduk di sebuah ayunan, Jen terlihat begitu cantik saat menggunakan kaca mata hitam, dres hitam, juga topi pantai berwarna coklat.

__ADS_1


__ADS_2