Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Ketemu Mira


__ADS_3

"Kok masih disitu?" tanya Axel


"kan nunggu kamu"


"tadi udah aku suruh buat makan duluan kan?"


"iya tapi gak enak sama kamu"


"ya udah sini sayang, kita makan dulu" ajak Axel sambil membantu Jen berdiri.


Dengan gerakan cepat Axel memeluk pinggang Jen dan.....


Cup


Satu detik


Dua detik


Tiga detik


Perlahan Axel mulai mengerakkan bibirnya. ******* bibir Jen yang tipis dan berwarna merah muda. Jen yang tiba tiba dicium pun hanya terdiam dan memejamkan matanya. Jantungnya sudah maraton. Beberapa saat Axel melepaskan ciumannya, dilihatnya Jen masih terpejam. Ia mengusap bibir Jen lembut membuat Jen membuka matanya.


"maaf ya, biasakan morning kiss" kata Axel


Jen hanya diam dan bingung, ini ciuman pertamanya.


"kenapa?" tanya Axel dan Jen hanya menggeleng


"mau lagi?" tanya Axel menggoda Jen


"enggak" Jen yang salah tingkah pun melepaskan pelukan Axel dan berjalan ke sofa


Jen mulai mengambilkan sarapan untuk Axel. Sedangkan Axel sedang membuka tab nya.


"sarapan dulu nih" kata Jen


"suapin Yang" pinta Axel


"kan bisa makan sendiri,"


"ya udah kamu makan duluan, aku ngecek ini dulu" kata Axel


Jen mulai makan, sudah beberapa suap ia makan tapi Axel belum makan juga, akhirnya Jen menyuapi Axel dengan nasinya.


"aaaa ayo" kata Jen


Axel pun dengan senang hati menerima suapan Jen. Setelah menghabiskan nasi di piringnya, Jen mengambil piring Axel dan kembali makan berdua.


"minumnya" Jen menyodorkan gelas air putih.


"makasih Yang" ucap Axel yang masih sibuk dengan tab nya.


"Xel, kata bunda kita disuruh pulang ke rumah bunda dulu, besok ayah sama bunda mau berangkat ke London"


"ya udah kita siap siap sekarang aja, sekalian nanti mampir ke bengkel sebentar"


Jen mengangguk dan mulai packing barangnya dan juga Axel. Sedangkan Axel baru menelfon orang yang entah siapa Jen juga tidak tahu. Tapi dari pembicaraan yang di dengar Jen mereka membicarakan soal laporan keuangan, keuangan apa entah Jen tidak paham.


Jen yang sudah selesai pun duduk di ranjang sambil menunggu Axel.


"udah Yang?" tanya Axel dan Jen mengangguk


"ya udah ayo," Axel menggendong tas ransel nya dan juga menarik koper Jen


Mereka menuju lobby dan mobil Axel sudah terparkir di depan sana. Dua puluh menit kemudian Axel memarkirkan mobilnya di sebuah bengkel dengan nama "AX CAR".


Axel turun terlebih dulu kemudian membukakan pintu untuk Jen.


"pagi mas bos" sapa Agil salah satu montir di bengkel ini.


"pagi mas, langsung ke ruangan ku ya mas"


Axel menggandeng Jen masuk ke dalam. Jen hanya diam, dia sedikit malu di perhatikan para montir disini.


"duduk dulu Yang, aku ngurus kerjaan dulu ya" kata Axel

__ADS_1


"kamu kerja di sini?"


"kamu gak tau ini bengkel siapa?"


"enggak,"


"ini bengkel ku doakan ya selalu rame, biar bisa kasih nafkah kamu dan anak anak kita nanti"


"hah?"


"kok hah sih?, amin dong Yang"


"iya amin, ini punya papah?"


"punyaku Yang, udah mau jalan tiga tahun"


"oh iya 😁"


"misi mas bos"


" masuk mas sini"


Agil masuk dan melihat ke arah Jen.


"gak papa mas ini istriku, maaf kemarin belum ngundang ngundang." jelas Axel


"iya santai aja, kita doakan semoga sakinah mawadah warahmah. "


"makasih mas" kata Axel dan Jen hanya mengangguk dengan senyuman.


Agil dan Axel membahas tentang pendapatan selama sebulan ini, onderdil yang sudah harus di beli dan pesanan untuk modifikasi mobil. Cukup lama pembasahan itu membuat Jen yang tadi sibuk dengan ponselnya mulai bosan. Jen melihat Axel sedang fokus membaca laporan yang ia pegang.


Ini bengkel Axel, gue tahunya bengkel ini terkenal mahal dan memang langganan para orang kaya. Kok gue baru tahu kalau Axel yang punya.


Duh,,, ganteng juga suami gue. Batin Jen


"mas, udah gue transfer buat makan siang bareng bareng ya. Tolong di bagi juga sama anak cabang. Buat syukuran dan tolong di rahasiakan dulu mas tentang pernikahan ku". Jelas Axel


"beres mas bos" kata Agil


"Yang,,?"


"JENNAIRA" panggil Axel lagi


"eh iya, apa?"


"melamun apa?"


"enggak"


"ya udah pulang sekarang ya, udah selesai ini"


"iya"


Setelah berpamitan dengan Agil dan montir yang lainnya Axel pun meninggalkan bengkel dengan Jen.


"makan siang di luar sekalian ya Yang, udah lewat jam makan siang" kata Axel


"boleh, di depan juga ada kafe"


Axel memarkirkan mobilnya di kafe yang di pilih Jen, sebenarnya Axel juga sering ke kafe ini. Setelah duduk dan memesan makanan, mereka nunggu makanan datang. Ponsel Jen berbunyi tanda panggilan masuk. Karena bunda yang memanggil akhirnya Jen mengangkat terlebih dulu.


"bunda nyariin ya?" tanya Axel setelah Jen mengakhiri panggilannya


"iya, gak papa kok, bunda cuma khawatir"


Beberapa saat kemudian makanan datang dan mereka mulai makan. Saat sedang makan, Axel melihat Mira dan ketiga sahabat nya.


"Yang, di belakang kamu ada Mira" kata Axel pelan.


"uhuk uhuk" Jen tersedak mendengar apa yang di katakan Axel


"pelan pelan Yang" Axel memberikan minum


"gue takut kalau Mira liat aku sama kamu"

__ADS_1


"gak usah takut, kamu jangan nengok kalau gitu"


"dia pacar kamu?" tanya Jen


"mana mungkin" jawab Axel cepat


"terus pacar kamu siapa?"


"kamu"


"bohong banget"


"gak bohong Yang"


"em" jawab Jen singkat


"aaa Yang" Axel menyuapi Jen


Jen pun menurut saja, ia membuka mulutnya.


"eh eh Mir itu Axel bukan sih?" tanya Beti sahabat Mira. Mira mengikuti arah yang ditunjuk Beti.


"iya itu Axel" Mira mengambil kaca untuk memastikan penampilannya.


"mau kemana lo?" tanya Debora


"nyamperin Axel lah" Mira


"lo gak liat itu yang di depan Axel" jelas Debora. Saat mereka melihat ke arah depan, yang mereka liat adalah Axel sedang tertawa dan membersihkan sisa es krim yang ada di sudut bibir Jen. Karena tadi Axel usil menyuapi Jen tapi belepotan.


"hah, sama siapa dia?" tanya Mira tidak santai


"santai aja Mir, tuh Axel nya bahagia banget. Mungkin sama pacarnya." kata Tina


"iya Mir, jangan ganggu hubungan orang" saran Beti.


"gak bisa Axel harus jadi milik gue" kekeh Mira


"tapi gue kaya gak asing ya sama tuh cewek, tapi siapa" Debora


"kalau dari belakang gue juga gak asing" saut Beti


"siapa pun itu gue harus bisa singkirkan dia" kata Mirna menggebu


Sedangkan Jen dan Axel sudah selesai dengan makanannya. Jen pamit ke toilet dulu sebelum pulang, sedangkan Axel akan ke kasir dan menunggu Jen di mobil.


"Axel," panggil Mirna. Axel yang tadinya ingin pura pura tidak tahu malah di sapa Mira, jadi Axel berhenti dan menoleh.


"lo kok disini? udah mau pulang?" tanya Mira


"iya, gue duluan"


"Axel, gue nebeng ya nyokap gue udah nyariin"


"itu teman lo banyak"


"kita baru saja datang, kasian kalau mereka yang ngantar belum pada makan. Kalau gak ya sampai lampu merah depan deh biar gue cari taxi di sana."


"sory gue gak bisa, gue sama pasangan" jawab Axel berlalu


"Xel, Axel" panggil Mirna tapi Axel tidak menghiraukannya


Siapa sih tuh cewek, biar gue samperin. Batin Mirna dan berjalan ke toilet. Sampai di depan pintu masuk toilet karena Mirna jalan dengan perasaan kesal tanpa di sengaja ia menabrak seseorang.


"aduh, gimana sih lo" omel Mirna tanpa melihat siapa yang ia tabrak


"elo yang jalan gak liat liat, itu mata di aktifkan dulu kalau mau jalan, kalau perlu pakai kacamata kuda" kata orang yang di tabrak Mirna alias Jen


"enak aja lo kalau ngomong, udah sono lo pergi" usir Mirna


Saat akan beranjak pergi Jen di cegah seorang ibu.


"Dek, saya benar-benar minta maaf ya, anak saya beneran gak sengaja" kata ibu beranak satu kepada Jen.


"gak papa bu, adek yang cantik jangan takutnya, tante gak papa kok. Nih tante ada coklat" Jen menyodorkan coklat.

__ADS_1


__ADS_2