Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
ekstra part


__ADS_3

Hari berganti dengan begitu cepat, rumah tangga Jen dan Axel terasa lengkap dan sangat bahagia.


"sayang, kamu belum sentuh aku loh" kata Axel yang baru keluar dari kamar mandi


"mas, kan baru bangun tidur." kata Jen yang sedang menimang baby Zel


"sekarang apa apa aku sendiri, pakai baju sendiri, kadang makan juga sendiri, tidur sendiri, bahkan selalu di cuekin" gerutu Axel sambil mengenakan baju yang sudah di siapkan Jen


Jen mendengar gerutuan suaminya itu, namun ia diam dan perlahan menaruh baby Zel yang sudah tidur di box-nya. Jen menghela nafasnya dan berjalan mendekati suaminya itu. Axel memang selalu begitu, Jen sadar kalau Axel sebenernya cemburu. Tapi apa pantas cemburu dengan anaknya?. Jen membantu Axel merapikan jas nya.


"ganteng" puji Jen dan mengusap bahu Axel yang sudah rapi


"ganteng aja,?"


"baik, penyayang, tidak sombong" Jen


"ish" dengus Axel yang maksudnya bukan seperti itu


cup


Jen menarik dagu Axel agar lebih mudah ia jangkau. Jen melabuhkan morning kiss nya pada bibir Axel. Tidak mau kalah Axel pun menarik tengkuk Jen untuk memperdalam ciumannya. Yang tadinya hanya sebatas kecupan, kini Jen mendapatkan sebuah ciuman dari Axel. Jen tersenyum manis setelah Axel mengusap bibirnya.


"Yang, kenapa kamu gak mau di bantu mbak sih" kata Axel


"mas minggu depan kan aku udah aktif kuliah, aku mau menghabiskan waktu sama zel. Mbaknya Zel juga bantu aku kok" kata Jen yang memang akan kembali kuliah lagi. Saat masuk nanti, Jen sudah semester dua.


"tapi kan banyak sama kamu Yang, aku gak mau kamu capek" Axel


Sebenarnya aku kangen banget sama kamu Yang. Aku mau kamu juga menyempatkan waktu buat kita berdua. Batin Axel menatap wajah Jen


"mas, aku gak papa kok, kan kamu juga bantuin" Jen


" hhhmm, ayo sarapan" ajak Axel yang tidak ingin berdebat dengan istrinya sepagi ini.


Di meja makan sudah ada mamah dan papah nya. Setelah Jen meminta mbak nya untuk menjaga Zel, Jen menuju ke meja makan.


"Xel, kamu cuma meeting dengan pak Jack kan?" tanya papah


"iya pah, nanti Axel langsung pulang setelah selesai" Axel


"iya, kamu dan Jen harus mempersiapkan diri buat acara besok" mamah


"mah, sebenarnya Jen takut kalau zel rewel" Jen


"ada mamah, bunda kamu, dan ada mbaknya Zel juga. Jen besok adalah hari kamu dan Axel. Biar kan seluruh dunia tahu kalau kamu menantu keluarga Alexander." mamah


"Jen nurut mamah aja" jawab Jen


Rencananya besok akan di adakan acara resepsi pernikahan Jen dan Axel. Selain acara resepsi yang tertunda, mereka juga akan memperkenalkan baby Zel yang sudah berusia tiga bulan. Jen yang awalnya keberatan akhirnya dirinya menurut saja. Acara akan di selenggarakan di hotel Alexander.


Selesai sarapan Axel dan papah berangkat ke tujuan masing-masing, Axel akan meeting di hotel tempat Mr Jack menginap. Jen yang sudah selesai membantu membereskan meja makan pun menuju ke kamarnya. Dilihatnya Zel masih tertidur di temani seorang baby sister.

__ADS_1


"mbak, biar aku yang tunggu. Mbak sarapan dulu aja" Jen


"baik non, saya permisi"


Jen berjalan mendekati box bayinya, ia kagum dengan makhluk ciptaan Tuhan yang satu ini. Sungguh tidak pernah terpikirkan dulu ia akan menjadi ibu secepat ini. Selama Zel hadir di dunia ini, sungguh kehidupan Jen semua berubah. Jen harus bisa membagi waktu untuk menyelesaikan semuanya.


"hufh, Daddy mu sering cemberut sama mommy boy" curhat Jen kepada anaknya


"padahal mommy kan sudah berusaha untuk kalian, memangnya mommy terlalu sering sama kamu ya boy? tapi kan kamu lebih membutuhkan mommy, hhhmmm sebenarnya mommy juga sedih kalau daddy seperti itu." kata Jen lagi sambil mengelus pipi anaknya


"seperti itu gimana Jen?" tanya mamah yang sudah masuk ke kamar Jen


"mamah" kata Jen yang sebenarnya terkejut


"tadi pintunya terbuka, mamah langsung masuk. maaf ya?"


"gak papa mah" Jen


"kamu ada masalah?" tanya mamah yang ikut mengelus Zel


"sebenarnya enggak sih mah, tapi aku merasa mas Axel akhir akhir ini sering cemberut" Jen


"kenapa?"


Jen menceritakan apa yang di lakukan Axel, saat dirinya sibuk dengan Zel. Axel selalu mengatakan kangen pada Jen, padahal kan setiap hari ketemu.


"mamah paham Jen, dan mamah tau caranya" mamah membisikkan sesuatu pada Jen


"tapi gimana dengan Zel?" Jen


"nanti Jen coba deh mah"


.


.


.


.


Sore ini Jen berada di sebuah kamar hotel bersama dengan Axel. Jen sedang di rias untuk acara nanti malam, sedangkan Axel masih tiduran bersama Zel.


"sayang cucu eyang" kata bunda yang baru datang


"halo eyang" kata Axel menggoyangkan tangan mungil itu


"aduh gantengnya, eyang kangen banget sama kamu." bunda mengangkat Zel untuk di gendongnya


"bun, Axel ke kamar mandi sebentar" pamit Axel dan bunda mengangguk


"bun, masa Jen gak di sapa" kata Jen yang sedang memejamkan matanya

__ADS_1


"sekarang anak bunda Alfarezel, kamu dan Axel anak ke dua" Bunda


"mana bisa" Jen


"ya bisa dong, ikut eyang kita ketemu eyang kakung ya" kata bunda berlalu dari sana


"mas Axel, ganti baju dulu apa makan dulu?" tanya seorang MUA


"makan dulu mbak,".kata Axel dan mulai mengambil piring nasi. Axel mendekati Jen sesekali menyuapkan makanan untuk Jen.


Selesai sudah persiapan Jen dan Axel, kini saatnya mereka keluar menuju ke tempat acara. Sudah terlihat banyak tamu undangan di sana. Jen menggunakan gaun pengantin tanpa lengan berwarna putih. Sedangkan Axel menggunakan tuksedo berwarna hitam.


Jen melingkar kan lengannya di lengan Axel. Terlihat begitu serasi, bahkan mereka selalu tersenyum kepada para tamu. Di belakang Jen dan Axel, ada bunda dan juga mamah yang mendorong stroller Zel. Sedangkan ayah dan papah sudah berada di depan panggung, karena mereka tadi memberikan sambutan. Tepuk tangan dan juga pujian keluar dari para tamu, saat melihat pengantin lawas ini.


Sesampainya di atas pelaminan, keluarga Alexander dan Aditama berkumpul untuk menyampaikan perihal pernikahan anaknya. Layar besar yang ada di sana pun menampilkan beberapa foto, juga vidio saat acara lamaran sampai akad nikah Jen dan Axel. Tidak lupa papah juga memperkenalkan cucu pertama mereka. Selesai acara para tamu undangan juga mengucapkan selamat untuk Jen dan Axel.


"wah Jen kamu cantik banget" puji Gendis


"terimakasih, lo juga cantik" Jen


"gue lebih tertarik dengan cowok ganteng ini" kata Tamara yang melihat ke arah stroller Zel


"biarin dia tidur Tam" kata Jen


"gue gemes tau" kata Tamara


"ALFAREZEL....... AUNTY DATANG" teriak seseorang yang baru datang. Untung saja sedang ada acara live musik. Jadi tidak membuat tamu yang lain terganggu.


Jen, Axel, Gendis, Tamara, Satria dan para orang tua kompak menoleh kearah orang yang baru datang. Tanpa


babibu orang itu langsung berjongkok di depan stroller Zel. Semua heran dengan tingkah gadis itu.


"Sasa" kata Jen


"Sasa lo jadi pulang?" tanya Tamara


"jadi dong, gue kan mau ketemu pangeran kecil gue" kata Sasa menyentuh pipi Zel


"oek oek" tangis Zel karena terganggu dengan Sasa


"Astaga micin, lo bikin anak gue nangis" Jen


"yah cup cup sayang, ini aunty yang cantik jelita loh" kata Sasa mencoba menenangkan Zel


"dih cantik mana coba liat" kata Tamara


"nih 😁," Sasa menghadap Tamara dan memamerkan senyumnya


"ah biasa aja, tapi gue kangen" kata Tamara memeluk Sasa


"gue juga kangen banget" Sasa membalas pelukan Teletubbies itu

__ADS_1


"lo mau kondangan apa bikin heboh, ada orang tua juga" kata Jen sambil menimang Zel


"eh maaf lupa, gue terlalu bersemangat liat baby Zel" Sasa kemudian menyapa orang tua Axel dan Jen.


__ADS_2