Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Surprise


__ADS_3

Axel terlihat begitu khawatir dengan Jen, ia bingung harus bagaimana. Di sisi lain ia kasihan dengan Jen, tapi ia juga sudah berada di ujung tanduk dan harus di segera kan.


"aw aw aw" kata Jen lagi sambil menahan senyumnya


"kamu kenap....... ih kamu ngerjain aku Yang?" tanya Axel yang melihat Jen tertawa


"hehehe" Jen hanya tertawa bahagia.


"hhhmmmhhhh" tawa dari Jen berubah menjadi *e*ahan karena Axel mulai menjelajahi goa.


"kamu nakal ya, kalau belum ada dedek udah aku bolak balik kamu" kata Axel yang masih bekerja.


"garhhwohh" kata Jen sambil mengigit bibir bawahnya


Axel tersenyum melihat Jen seperti itu, dan semakin menambah semangat nya. Setelah sampai puncak bersama, Axel mengakhiri penjelajahan nya di goa. Ia duduk bersandar di kepala ranjang, dan Jen bersandar di dada Axel.


"Yang, kamu tau gak aku bahagia banget" Axel


"kenapa?" Jen mendongak melihat Axel


"karena kamu sudah mau jadi istriku, jadi ibu dari anak-anakku nantinya"


"aku juga gak menyangka kalau kita akan berjodoh. Padahal kamu tau sendiri kalau aku dulu punya pacar, bahkan pernikahan kita aja belum seujung kuku di banding pacaran ku sama dia."


"kita kan tidak pernah tau jalan takdir Yang"


"iya juga sih, tapi aku bersyukur kok bisa jadi istri mu, ya walaupun aku belum bisa jadi yang terbaik." kata Jen dan menundukkan kepalanya


"kamu yang terbaik buat aku Yang. Gak ada yang lain." kata Axel sambil mengelus rambut Jen


"sekali lagi ya?" kata Axel


"dih ngerayu kamu yang terbaik Yang, cuma ada maunya" kata Jen menirukan Axel


"enggak merayu Yang, emang bener kamu yang terbaik dan gak mau yang lain" Axel


"masa?"


"iya dong, apa sih yang kamu ragukan dari cintaku ini? semua udah aku berikan untuk kamu"


"apa aja coba?"


"cintaku, sayangku, uangku, apapun yang kamu mau akan aku kasih selama aku mampu. Dan yang paling penting kan keperjakaanku dan benih anakku"


"hahahaa" Jen tertawa mendengar itu.


"kok ketawa, aku serius ini Yang"


"iya, sampai perjaka di bawa bawa" Jen


"ini buktinya udah ada benihku." kata Axel mengelus perut Jen


"iya aku percaya, mudah mudahan tumbuh sehat jadi anak yang berbakti" Jen


"dan ganteng" Axel


"apa aja boleh, jangan seperti itu" Jen


"iya sayang, sedikasihnya aja" kata Axel


"lanjut gak Yang?"


"besok lagi ya capek" Jen


"ya udah istirahat aja"


Jen yang memang sudah capek pun mulai tertidur di lengan Axel. Saat ini sudah sore, Axel yang tidak bisa tidur pun memainkan ponselnya. Ia memboking tempat VIP di sebuah restoran ternama, untuk acara dinner nanti malam. Setelah itu ia menelfon ayah dan juga papahnya. Semua sudah oke, tinggal berangkat saja.

__ADS_1


Baby anak Daddy sehat dan bertumbuh kembang dengan baik ya. Jangan buat mommy merasa sakit ya, kamu yang pintar oke. Kita jaga mommy bersama, jangan rewel. Daddy bahagia banget kamu hadir di kehidupan Daddy. Di dalam perut saja kamu sudah pintar nak, kamu memilih Daddy yang merasakan morning sickness. Tapi gak papa, memang lebih baik Daddy yang merasakan itu. Karena Daddy tidak mau melihat mommy sakit. Batin Axel sambil mengelus perut Jen.


Pukul setengah enam Axel sudah mandi namum masih mengenakan baju rumahan.


"Yang bangun" kata Axel


"jam berapa?" Jen


"hampir jam enam, mandi dulu gih gak baik ibu hamil mandi malam malam" Axel


"siapa yang hamil?" Jen


"astaga ayang, ya kamu lah masa aku" Axel


"oh lupa," kata Jen yang memang lupa.


"sana hati hati ya, udah aku siapkan air hangat"


"makasih garwo" kata Jen dan beranjak.


Selesai mandi Jen masih menggunakan handuk yang di lilitkan.


"pakai ini Yang" Axel menyerahkan paper bag hitam


"apa ini?" tanya Jen


"baju lah Yang, udah sana pakai" kata Axel.


Jen kembali masuk kamar mandi dan mengganti baju, begitu juga Axel yang ganti baju. Jen memutar badannya, ia merasa begitu cantik menggunakan dress yang Axel berikan.


"cantik, pas banget lagi" gumam Jen dan keluar dari kamar mandi.


Jen melihat Axel dengan baju yang semi formal, menggunakan blazer hitam, celana hitam juga kaos putih. Sedangkan Jen menggunakan dress hitam selutut, dengan kombinasi brokat di bagian dada atas dan lengan panjangnya.


"cantiknya mommy" kata Axel


"mommy?" tanya Jen


"ish kamu itu"


"duduk Yang, aku bantu keringkan rambut kamu" Axel


"mau kemana kok baju kita kaya gini?"


"udah kamu dandan aja nanti juga tau,"


Jen sudah selesai merias diri, tidak perlu make up yang berlebih karena pada dasarnya Jen sudah cantik. Axel menggandeng Jen keluar unit dan menuju ke mobil. Di perjalanan Jen melihat ke sekeliling jalan, begitu juga Axel. Tiba tiba Axel menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"udah sampai?" tanya Jen


"belum Yang, aku turun bentar ya" pamit Axel dan Jen mengangguk


"lah ngapain ke sana?" tanya Jen pada diri sendiri yang melihat Axel duduk di depan sebuah gerobak.


Jen juga melihat kalau Axel menerima telepon, yang entah dari siapa Jen tidak tau. Beberapa saat kemudian Axel kembali ke mobil dengan dua cup di tangannya.


"maaf ya, aku pengen tadi liatnya" kata Axel


"pengen telur gulung?" Jen


"iya 😁" Axel mengambil satu dan memakan


"enak Yang, cobain" Axel menyodorkan telur gulung ke Jen


"iya enak juga" kata Jen dan mengambil cup lain yang masih utuh.


Setelah menghabiskan telur gulung yang di beli, Axel melanjutkan perjalanan nya. Sampai di sebuah restoran mewah, Axel membukakan pintu untuk Jen. Axel menggandeng Jen menuju tempat yang sudah di pesan.

__ADS_1


"selamat malam" sapa Axel


"malam sayang, duduk sini" kata mamah dan yang lain tersenyum.


Axel dan Jen menyalami orang tua mereka, terlihat Jen yang sedikit bingung. Pasalnya Jen tidak tau kalau ada orang tua mereka.


"kalian dari mana aja? masa yang ngundang telat" canda bunda


"emang siapa yang ngundang bun?" tanya Jen


"kata ayah, Axel"


"emang iya garwo? kok aku gak tau?" tanya Jen


"iya sayang, kan surprise" Axel


"mohon maaf ayah, bunda, papah dan mamah, kalau nunggu kitanya lama. Tadi kami mampir sebentar, ada sesuatu 😁" kata Axel


"sesuatu apa Xel?" tanya papah


"beli telur gulung pah di jalan, pengen banget katanya" jawab Jen


"ayang" kata Axel malu karena di tertawa kan para orang tua.


"ya udah gak papa, jadi kita mulai dinner nya?" kata ayah, karena memang menu yang di pesan sudah tersedia.


"iya, mari kita makan terlebih dulu" kata Axel


Mereka menikmati berbagai makanan, sesekali saling menyuapkan. Selesai makan mereka berbincang sebentar.


"Maaf semua. Axel mengundang ayah, bunda, mamah dan papah karena ada yang mau Axel sampai" kata Axel


"apa boy?" tanya papah


"surprise dong pah, tunggu sebentar" Axel bertepuk tangan dua kali, dan datanglah seorang pelayan laki laki membawa sebuah nampan yang tertutup.


"silahkan mas, saya permisi" kata pelayan itu dan di angguki Axel.


"ini apa?" tanya Jen.


"biar aku buka Yang, ini surprise nya" kata Axel sambil membuka tutup nampan itu


"in...ini hasil USG kan?" tanya mamah


"iya Re, ini kan hasil USG" bunda


"Kamu hamil Jen?" tanya ayah


"i..ya yah" kata Jen menunduk


"gak papa Jen, kamu sudah bersuami. Ayah ikut seneng dengarnya." kata ayah


"iya ayah, doa kan Jen dan calon anak Jen yah" kata Jen


"pasti selalu ayah doakan"


"oh sayang, terimakasih" mamah beranjak memeluk Jen yang duduk di samping bunda dan Axel


Bunda meneteskan air mata bahagia saat mendengar itu semua.


"bunda kenapa?" tanya Jen


"bunda bahagia, sekaligus terharu karena anak bunda akan menjadi seorang ibu" bunda


"iya bun, Jen minta doanya buat semua. Bantu Jen dan ingatkan Jen kalau ada yang kurang baik buat Jen juga kandungan Jen."


"pasti sayang" mamah

__ADS_1


"terimakasih boy, kamu akan memberikan gelar baru buat papah" papah


"gelar apa?" Axel


__ADS_2