Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Pulang


__ADS_3

Jen mondar-mandir memikirkan Sasa. Kenapa juga ia harus bercerita seperti itu. Sedangkan Tamara cekikikan melihat kegelisahan Jen.


"udah tenang aja, Sasa tahu kok yang baik dan buruk." kata Tamara


"iya harusnya dia itu nyadar posisi gue kan udah nikah, lah dia belum" Jen


"pasti dia juga paham" Tamara


.


.


.


Di halaman belakang terlihat para anggota osis masih tidak percaya kalau yang ia lihat tadi adalah Jen. Sedangkan Axel dia terlihat marah karena kelakuan Jen.


"gue salah lihat enggak sih?" tanya Jodi yang pada mereka semua


"kayaknya enggak deh, itu Jen kan" jawab si A


"sexy bingit" si B


"kok bidadari bisa nyasar disini?" si C


"dih gak tahu malu tuh cewek" Mira


Axel yang panas mendengar itu semua pun memutuskan untuk masuk.


"kalian lanjut aja ya, sory gue istirahat dulu" kata Axel


"yah gak seru lo Xel, baru juga jam dua belas." Jodi


"sory Jod, besok di Jakarta kita bisa kumpul lagi. Semuanya gue duluan" kata Axel


"Axel tunggu dong" panggil Mira tapi tidak di tanggapi Axel.


"dih gak tau malu" sindir Sasa


"apa lo bilang?" Mira


"gak tau malu" kata Sasa lagi


"berani lo ngatain gue? Mira


"berani lah, emang kenapa? lo juga ngatain temen gue" Sasa


"beb udah, kita masuk ya" ajak Dio


"tapi beb" Sasa


"udah" Dio.


.


.


.


Axel menghampiri Jen dan Tamara di ruang tengah. Axel langsung menggendong Jen di pundaknya, seperti memanggul beras aja 😁.


"garwo kamu apa apaan sih, turunin" kata Jen


Tamara melongo melihat itu, sedangkan Axel terus berjalan ke kamarnya. Sesampai nya di kamar Axel menurunkan Jen di kasur.


"kamu apaan sih?" Jen


"kamu yang apaan? tadi aku ajakin ke bawah gak mau, sekarang kamu malah turun sendiri. Dengan pakaian mu yang kaya gini?" Axel meraba paha Jen yang ekspos karena Jen menggunakan hotpants.


Jen hanya diam dan bingung karena perlakuan Axel.


"mau menggoda siapa Sayang?" tanya Axel lagi tangannya semakin naik ke atas.


"ak,, aku tidak bermaksud seperti itu" jawab Jen


"oh ya?" Axel mengecup leher Jen dan memberikan tanda di sana


"euh" lenguh Jen

__ADS_1


"kamu tahu gak kalau aku itu marah beneran sama kamu?" bisik Axel di telinga Jen


"kenapa,?" Axel menggigit kecil telinga Jen


"sssttt" desis Jen.


"aku tadi cuma mau di temenin di bawah, kamu nya gak mau, mood ku itu udah hancur gara gara Neta, kamu juga gitu"


"Di tambah Mira, apa kamu segitunya gak ada perasaan sama aku?" tanya Axel


"Axel, aku gak maksut seperti itu, maaf kalau aku buat kamu marah" kata Jen


"jangan bergerak dan jangan ke mana mana" Axel beranjak dari atas Jen. Ia ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.


Setelah Axel kembali ke atas ranjang, Jen hanya memperhatikan Axel.


"buka" kata Axel yang masih terlihat marah


"ap,, apa?"


"Selimutnya" kata Axel. Jen menurunkan selimutnya sampai ke perut. Axel menarik Jen ke dalam pelukannya.


Perlahan ia menyingkap kaos Jen.


"garwo, aku bersih bersih dulu ya" kata Jen sambil memegang tangan Axel yang sudah mengelus jeruk baby.


"kamu bohong" Axel


"enggak,"


"lima menit, kalau gak aku marah lagi"


Axel membiarkan Jen pergi ke kamar mandi. Jen berjalan kembali dengan menunduk.


Duh kenapa bisa serem gitu sih, dia beneran marah. Gak lagi lagi deh. batin Jen


Jen merangkak duduk di samping Axel, dilihatnya Axel sedang tiduran dan mengetikkan sesuatu di ponselnya.


"ini sama yang dalam ini lepas sekarang" pinta Axel yang menunjuk sesuatu.


"kenapa?"Jen masih dengan posisinya


Astaga kaya anak kecil banget. Gue harus ngapain ini. Batin Jen


Sampai beberapa menit berlalu Jen masih diam dan Axel pun sama.


"Garwo" panggil Jen siapa tahu suaminya itu udah tidur


"em" jawab Jen


Dia belum tidur. Bodo amat lah daripada dia marah". batin Jen


Dengan gerakan cepat Jen membukakan Jeruk baby Axel. Ia memposisikan tubuhnya sedikit lebih tinggi dari Axel. Dirasa udah nyaman dan pas ia memanggil Axel.


"hadap sini," kata Jen sambil berusaha membalikkan tubuh Axel.


"udah tidur aja" kata Axel


"kamu gak mau? beneran gak mau jeruknya?" tanya Jen menggoda


Diam tidak ada jawaban dari Axel atau pun pergerakan.


"ya udah, bungkus lagi" kata Jen sambil menarik selimutnya. Belum sepenuhnya tertutup, selimut itu kembali di turunkan Axel.


Dengan gerakan cepat Axel langsung berbalik dan melihat jeruk yang sangat menggoda. Tanpa aba aba ia langsung melahapnya.


"pelan pelan " kata Jen yang mengelus pipi Axel. Axel mulai luluh dan ia menikmati jeruknya dengan perlahan.


Entah sampai jam berapa Axel dan Jen tertidur masih dengan posisi yang sama.


"duh jam berapa ini" kata Jen yang terbangun lebih dulu. Dilihatnya Axel masih tertidur. Perlahan Jen melepaskan pelukan Axel. Ia celingukan mencari bajunya.


Selesai mandi Jen turun ke bawah, karena jam masih menunjukkan pukul enam pagi.


"pagi non Jen, saya ambilkan minum ya" kata mbok Yana


"iya makasih mbok" kata Jen

__ADS_1


Setelah minum dan makan beberapa lembar roti, Jen menuju kulkas. Jen mengeluarkan bahan untuk memasak sop.


"mbok aku buat sop ya," kata Jen


"mau mbok masak kan non?" tawar mbok Yana


"biar saya aja mbok, tolong di bantu rebus wortel, bunga kol, makaroni dan jamur ini ya mbok."


"siap non" kata mbok Yana


Untung saja semua bahan sudah siap di kulkas.


"non Jen mau pulang hari ini ya?"


"iya mbok, maaf ya kalau Jen dan teman teman suka ngrepoti" Jen


"non Jen bisa aja, semua itu udah tugas mbok. Mbok seneng kok non Jen, Aden, dan teman temannya pada nginap di sini. Jadi rame"


Jen dan mbok Yana asik meneruskan memasak dan mengobrol. Setelah selesai semua Jen pamit ke kamar.


"garwo, bangun. Nanti kita ketinggalan pesawat loh" kata Jen


Belum ada pergerakan dari Axel.


"garwo," panggil Jen lagi sambil mengelus punggung Axel yang tengkurap.


Axel berbalik dan menarik Jen, ia mencari jeruk yang semalam.


"kok di bungkus sih Yang" kata Axel


"udah siang, aku habis masak juga" Jen


"emang kenapa sih Yang" kata Axel yang sudah memeluk Jen erat.


"badanku udah kaya kena demam berdarah, merah merah semua. Kurang apalagi sih garwo?" Jen


"kurang durennya Yang"


"udah bangun, jangan ngigau kamu"


"iya iya" Axel bangun dan mandi


.


.


.


Setelah menyelesaikan sarapannya, mereka siap siap untuk menuju ke Bandara. Jen, Tamara dan Sasa di antar pak Andi, sedangkan Axel, Satria dan Dio ikut rombongannya.


"Sa lo tadi malem gak praktik apa yang gue bilang tentang darat kan?" Jen


"haha enggak dong, gue cuma pengen menghabiskan waktu sama Dio. Menikmati indahnya Bali dengan pacar" kata Sasa sambil senyam-senyum


"terserah tapi jangan macem-macem lo" kata Jen


"yang tenang dong" Sasa


"makanya Jen, jangan suka pamer kemesraan 😁" kata Tamara


"gak akan lagi" jawab Jen yang membuat Sasa dan Tamara cekikikan.


Sampai di Bandara Jen turun dan memakai kata mata hitamnya. Begitu juga Sasa dan Tamara.


"Jen duduk sama gue aja" ajak Jodi


"sama aa aja" kata si A


Mendengar Jen di goda dan di perebutkan oleh temannya, Axel menarik tangan Jen. Jen yang tidak siap pun akhirnya terduduk di pangkuan Axel.


"garwo apaan sih, banyak yang liat ini" bisik Jen


"duduk sini" Axel


"eh kamu ganjen banget sih, pakai goda Axel duduk di pangkuan nya. Lo gak punya harga diri apa?" tanya Mira yang kebetulan duduk di sebrang bangku Axel.


"Jaga mulut kamu Mirna" bentak Axel

__ADS_1


"eh kesemek, lo ngatain gue ganjen? terus lo sendiri apa?" kata Jen sambil berusaha beranjak dari pangkuan Axel.


__ADS_2