Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Lihat drakor


__ADS_3

Sudah beberapa hari para anggota osis liburan di Bali. Malam ini malam terakhir mereka di Bali, dan malam nanti akan di adakan barbeque di resort Axel. Biasanya mereka juga berkumpul di penginapan, tapi hari ini berbeda.


Mbok Yana di bantu Tamara dan Sasa menyiapkan untuk bumbu, jagung, daging, sosis dan bahan bakaran yang lainnya. Sedangkan Axel, Satria, Dio dan pak Andi menyiapkan tempat di halaman belakang.


Jen menuruni anak tangga dengan muka bantal nya. Ia menuju dapur karena perutnya terasa lapar.


"wah nona muda Alexander baru bangun" goda Sasa


"apaan sih lo lebay" kata Jen sambil menuangkan air putih hangat.


"non Jen mau sarapan?" tawar mbok Yana


"boleh mbok" kata Jen


"dih jorok lo, cuci muka aja belum udah sarapan" kata Tamara


"gue udah mandi ya, enak aja" Jen


"kapan?" Tamara


"tadi malam" Jen


"lah lo malam malam mandi?" tanya Sasa di angguki Jen


"jangan jangan ini" Sasa


"apa?" Jen


"lo habis ngapain?" Sasa


"main sama Axel" kata Jen sambil mengunyah makanannya.


"oh gilaaaaaa" teriak Tamara


"apaan sih?" Jen


"lo beneran main sama Axel?" Tamara


"iya, sampai jam 3 kalau gak salah" Jen


"waw waw, berarti lo yang tadi malem teriak?" tanya Sasa


"em" Jen


"Tam" panggil Sasa yang dengan isyarat agar Tamara mendekat


"gue tadi denger Jen teriak, duh gue jadi takut deh" Sasa


"takut kenapa?" Tamara


"ya Jen kan lagi main sama Axel, kalau Jen teriak ya pasti sakit lah," jelas Sasa


"gue jadi ngilu Sa" Tamara


Melihat kedua temannya bisik bisik Jen penasaran.


"kalian ngapain sih?" tanya Jen dan mereka berdua malah nyengir.


"gak papa, nanti kita ngobrol ya" kata Tamara


Jen meneruskan sarapannya. Sedangkan Axel dan yang lainnya sudah selesai. Mereka menuju ke dapur untuk memastikan kalau tidak ada yang kurang.


"udah bangun Yang? masih sakit?" tanya Axel pada Jen


"udah mendingan kok, nanti juga sembuh" jawab Jen.


"tuh kan Tam, Axel nanya sakit gak" bisik Sasa.


"iya Sa, wah Jen gak perawan" bisik Tamara


"Aku mandi dulu, lengket" kata Jen beranjak


"lah itu kan baju lo Xel" tanya Dio


"iya"


"kok di pakai Jen? terus tadi gue ke kamar lo, lo juga gak pakai baju?" kata Dio


"biasa lah" jawab Axel


"bikin ponakan buat kita?" tanya Satria

__ADS_1


"uhuk" Axel tersedak saat minum


"ih pikiran kalian, gue ke atas dulu" pamit Axel


"masih kurang yang semalam?" goda Dio tapi tidak di tanggapi Axel.


Selesai mandi Jen masih menggunakan kimono, ia mengeringkan rambutnya yang basah. Sejujurnya Jen masih ngantuk.


ceklek


Axel memasuki kamar, di lihatnya Jen masih duduk di meja rias. Axel melingkar kan tangannya di leher Jen.


"awas dulu garwo, ini belum selesai" kata Jen memperlihatkan hairdryer.


"biar aku bantu" pinta Axel dangan senang hati Jen memberikan nya.


"Yang, sehari lagi ya" kata Axel


"enggak garwo, aku pengen pulang"


"kan kita masih ada beberapa hari lagi liburnya"


"tapi aku sudah kangen suasana Jakarta"


"apa kita ke jogja aja? atau ke solo?" tawar Axel


"mau ngapain sih, besok besok lagi aja"


"tapi aku masih pengen menghabiskan waktu sama kamu loh Yang"


"kan di Jakarta bisa"


"nanti aku di suruh kerja papah, aku sibuk"


"ya gak papa lah,"


"ih, sini" Axel yang sudah selesai mengeringkan rambut Jen pun menarik Jen di atas pangkuan nya.


"Axel, aku mau ganti baju loh"


"gak usah," Axel yang sudah mengelus Jeruk baby kesukaannya.


"mau ngapain kamu?" tanya Jen.


"garwooh" kata Jen tertahan


"Yang,," kata Axel yang memandang Jen dengan tatapan sayu nya.


"kam.. kamu jangan macem-macem, aku baru datang bulan" kata Jen yang merasakan sesuatu di bagian yang ia duduki


"kamu bohong? tadi malam aja belum kan?"


"enggak garwo, aku beneran. Tuh liat" Jen menunjuk plastik kemasan pembalut.


"aah" kata Axel menenggelamkan wajahnya di dada Jen.


"udah, aku ganti baju dulu ya?" kata Jen mengelus kepala Axel.


Mau tidak mau Axel melepaskan Jen. Sampai sore menjelang Axel masih terlihat tidak semangat. Para anggota osis sudah banyak yang berdatangan ke resort Axel.


"kok lo disini? tanya Mira pada Tamara


"gue emang nginap di sini" jawab Tamara


"jagan bohong lo, ini kan resort Axel" Mira


"gak percaya ya udah" Tamara pun berlalu


Masa iya mereka tinggal disini, enak banget. Kok Axel gak ngajak gue buat tinggal di sini sih. Gue cari Axel dulu deh. Batin Mira


Mira berjalan mencari Axel, karena sedari Axel di panggil mbok Yana, belum kembali ke halaman belakang. Mira melihat Axel berada di ruang tengah resort bersama seorang gadis.


"Neta cukup, aku udah bilang dari kemarin. Hubungan kita udah selesai. Tolong hargai aku" kata Axel


"jangan seperti ini dong Xel, hari ini aku mau balik ke luar negeri. Aku janji akan sering menghubungi kamu. Jangan bilang semua sudah berakhir ya" Neta membujuk Axel


"astaga Neta, kenapa kamu gak paham sih, sampai kapan pun hubungan kita tidak akan kembali lagi seperti dulu."


Oh ternyata Axel mau putus dari ceweknya itu, biar tahu rasa tuh cewek. Gue tunggu di depan aja lah, pasti dia akan pulang lewat depan. Batin Mira sambil tersenyum kemenangan


"lo ikut aku, aku harap ini bisa menyadarkan kamu tentang status kita sekarang" kata Axel mengajak Neta ke atas

__ADS_1


Sampai di di depan kamarnya Axel membuka pintu dan tidak ada Jen.


"Yang,,," panggil Axel tidak ada jawaban. Axel menuju kamar Tam Sa


tok tok tok


"Yang" panggil Axel lagi


"iya" jawab Jen dari dalam dan beranjak membuka kan pintu


"kenap aa?" kata Jen saat melihat Neta di belakang Axel


"Neta, ini Jen pasangan hidup gue saat ini dan selamanya" kata Axel memperlihatkan cincin di jarinya dan di jari Jen


"maksudnya?" tanya Neta


"aku sama Jen udah sah menikah, jadi aku harap lo jangan pernah ganggu aku atau pun Jen"


"gak, kamu pasti bohong kan Xel? ini gak mungkin" Neta


"terserah Ta, aku udah kasih tau yang sebenarnya sama kamu"


"aku gak percaya Axel" teriak Neta


cup


Axel mencium bibir Jen, walaupun Jen berontak Axel tetap tidak melepaskan Jen.


"cukup!!!!!!! kamu jahat Axel" kata Neta dan berlari pergi


"ih,,, kamu apa apaan?" kata Jen mencubit perut Axel


"sakit sakit Yang" kata Axel


"biarin, kamu itu gak tau malu apa gimana sih?"


"kan dia biar percaya Yang, masa iya mau aku perlihatkan saat kita di kam.."


"iih astaga Garwo!!!!" pusing Jen


"hehe jangan marah, malu sama temen kamu" Axel menunjuk Sasa dan Tamara yang sedari tadi di depan pintu


"huh, bisa gila aku" kata Jen yang juga malu


"aku lebih gila Yang, gara tadi pagi" jawab Axel


"bodo amat, udah ah sana" kata Jen


"kita liat drakor secara live Tam?" tanya Sasa


"iy,, ya Sa, beneran drakor" jawab Tamara


Sedangkan Jen hanya diam karena pusing. Kalau Axel malah senyum senyum.


cup


Axel mencium bibir Jen sekilas dan lari pergi.


"GARWO!!!!" teriak Jen


Sedangkan Sasa dan Tamara heran dengan kelakuan Axel.


"Jen itu Axel beneran?" tanya Tamara


"iya lah"Jen


"bucin akut" Tamara


"pertanyaan gue, cewek tadi siapa Jen?" Sasa


"mantannya Axel," kata Jen lemah


"hah apa?" kaget Sasa


"gue ceritain di dalam" Jen


Akhirnya Jen menceritakan tentang siapa Neta, sampai kenapa ia bisa terdampar di pantai dreamland dulu.


Sedangkan Neta yang lari ke bawah pun di hadang Mira yang ada di teras depan. Awalnya Neta ingin pergi, tapi tangannya di cekal oleh Mira.


"siapa sih lo, lepasin" kata Neta

__ADS_1


"lo jangan pura pura lupa sama gue" jawab Mira


__ADS_2