
Mendapat pertanyaan itu dari Dio, Axel membuka matanya.
"kesambet?" tanya balik Axel
"iya lo senyum senyum mulu" jelas Dio
"gak papa" kata Axel mengambil ponselnya.
🎥Sayang
Apa? tanya Jen setelah menggeser tombol icon telepon hijau.
"kangen" jawab Axel
"dih bucin" saut Dio,
"diem lu" kata Axel pada Dio
"Yang,,,"panggil Axel lagi
iya
"nanti jangan jauh jauh dari aku"
gak bisa, aku gak mau yang lain curiga
"biarin, pokoknya nanti harus sama aku. Gak boleh nolak, titik"
tut
Axel memutuskan sambungan vidio call nya.
"lo yakin mau bareng Jen?" tanya Dio
"iya lah" jawab Axel
Sedangkan di dalam mobil yang di tumpangi Jen, terlihat wajah bingung Jen.
"kenapa lo?"
"gimana nih, Axel minta gue barengan sama dia. Gue kan belum siap" jawab Jen
"kenapa sih Jen harus kucing kucingan?" tanya Satria
"ya apa kata dunia kalau gue tiba-tiba bisa sama Axel. Gue gak mau kalau sampai para cewek alay pada nyerang gue. Selain itu, lo tahu sendiri kan mantan gue Bayu, pasti mereka membandingkan Bayu dengan Axel. Gue juga gak mau di anggap cewek yang begitulah, yang memilih batu kerikil dari pada debu. Padahal gue itu tulus" jelas Jen
"maksudnya kerikil sama debu apa?" Tamara
"ya terlihat dan tidak begitu terlihat" jelas Jen
"ooh" jawab Sasa dan Tamara
"gue salut sama lo Jen," Satria
"kenapa?"
"ya lo itu tulus mencintai Bayu, bahkan sebelum lo nikah sama Axel, gue sempat suka sama lo. Tapi sebatas suka aja gak lebih, sekarang sukanya sama Tamara. Bukan suka sih, sayang" jelas Satria
"cieeeee kode kode" Sasa
"tuh Tam," Jen
"hus diem." kata Tamara
Mereka lanjutkan perjalanan ke Bedugul. Sesampainya di sana, ternyata rombongan Jen lah yang sampai duluan. Jen menghampiri penjual masker. Untung saja tadi Jen membawa kaca mata hitam. Rambut Jen yang biasanya berwarna hitam, selama liburan ia mewarnai hijau di bagian dalamnya saja.
"itu mereka sudah sampai" tunjuk Tamara. Saat ini Jen, Tamara, Sasa dan Satria sedang berada di salah satu stand makanan.
"kita tunggu sini aja lah," kata Jen
Rombongan Axel sudah turun dari bus, Axel tidak memakai jasa pemandu wisata. Jadi Axel hanya meminta teman temannya berkumpul di restoran yang sudah di boking pada jam makanan siang. Karena ini tidak liburan seperti studi tour sekolahan, jadi Axel membebaskan mereka.
__ADS_1
Banyak juga yang gabung dengan Axel. Axel menghampiri Jen dan temannya.
"kita kenapa kesini sih Xel?" tanya Mira
"bareng mereka" Axel menunjuk Sasa, Jen, Tamara dan Satria
"bebeb" teriak Sasa
"sini beb" pinta Dio
"ayang" panggil Axel mendengar itu pun Jen mendongak.
"BUCIN" teriak Dio dan Satria
"biarin, lo juga kan?" tanya Axel pada Dio
Apa tadi Axel bilang? ayang? siapa sih dia. Kenapa juga harus sama dia. Batin Mira
"Axel kita kan mau liburan bareng bareng, bukan pacaran sendiri." protes Mira
"kita kan emang liburan, lagian mereka kan juga udah ikut dari kemarin." jawab Axel
"kok gue gak tau?" kata Mira
"mangkanya lo jangan merem mulu" saut Tamara
"kita langsung jalan ya?" ajak Axel pada semua nya.
"oke lets go" kata Jodi
Mereka mulai jalan jalan menikmati keindahan di Bedugul ini. Banyak dari mereka yang foto bersama, sendiri dan melakukan keseruan bersama.
Saat makan siang semuanya sudah berkumpul. Mereka mengisi perutnya yang sudah keroncongan. Axel memilih duduk lesehan di paling ujung dari temannya. Ya pasti itu permintaan Jen, agar mereka tidak tidak terfokus pada Jen.
"suapin Yang, pinta Axel" pada Jen
"malu sama yang lain" jawab Jen yang memberikan piring nasi pada Axel.
"Tap tapi" protes Jen. karena takut kalau sampai Jen ketahuan sama yang lain.
"gak usah protes, kita makan berdua. kamu menghadap sini aja" saran Axel
Mau tidak mau Jen menurutinya. Dan untungnya mereka semua sibuk dengan makanannya masing-masing. Kecuali Mira, dari tadi ia terus memperhatikan Jen. Karena memang Mira hanya bisa melihat dari samping, di tambah kaca mata Jen tidak di lepas. Membuatnya sulit untuk mengenali Jen.
"aku ke toilet dulu" kata Jen
"gue ikut" saut Tamara
.
.
.
Di toilet, Jen baru keluar dari kamar mandi. Dan ternyata Mira bersama dua dayang nya ada di toilet juga. Jen yang akan melangkah di halangi oleh Mira.
"eh lo tuh siapa sih, bisa bisanya Axel bucin sama lo" kata Mira
"bukan urusan lo" jawab Jen ketus
"gue tau, pasti lo melakukan berbagai cara biar Axel mau sama lo." Mira
"sory ya, gue diam aja Axel datang ke gue, apa lagi kalau gue guna guna oh tidak maksudnya gue goda" Jen kata Jen tersenyum mengejek, di balik maskernya.
"dasar lo sok kecantikan" Mira
"emang gue cantik, di banding lo?? uuuuuhhh," kata Jen sambil mengibaskan rambutnya.
"secantik apa sih lo," Mira berusaha menarik masker yang Jen pakai
"aaawwww" teriak Mira saat tangannya di cekal Jen.
__ADS_1
"jangan pernah sentuh gue apa lagi cari masalah sama gue. Lo gak selevel sana gue" kata Jen menatap tajam Mira, tapi sayang Mira tidak tahu.
"aw lepasin sakit, bisa bisanya Axel mau sama cewek kaya lo. Pasti lo udah kasih apa apa sama Axel, dasar j*l*n*". Mira
"kalau gue udah kasih apa apa ke Axel kenapa? lo iri?" tanya Jen dan Mira hanya diam.
"gue kasih tau lagi sama lo. Jangan pernah ikut campur sama hubungan gue dan Axel. Axel gak akan tertarik sama lo, sampai lo kasih sesuatu yang paling berharga pun Axel gak akan mau sama lo. Jadi stop jangan halu dan berharap Axel jadi milik lo." kata Jen
"gue gak peduli, gimana pun caranya Axel harus jadi milik gue. Bukan sama lo yang gak ada kalem nya. Lagian dari kemarin lo selalu menyembunyikan wajah lo. katanya cantik? kenapa takut ?" Mira
"gue gak pernah takut apa lagi sama lo, nyamuk pengganggu.!!" Kata Jen sambil menghempaskan tangan Mira
"apa lo bilang?" kata Mira yang akan menjambak rambut Jen.
"eh Mirasantika, jaga ya tangan lo" kata Tamara yang baru keluar dari kamar mandi. Tamara mencekal kembali tangan Mira.
"lo kenapa ikut ikutan sih" kata Mira
"ya karena lo keterlaluan" Tamara
"ayo kita balik. Jangan dengerin dia, gak waras tuh" tunjuk Tamara pakai dagunya.
"emang" kata Jen. Tamara dan Jen berlalu dari toilet.
"kalian kenapa gak belain gue?" Marah Mira pada kedua temannya.
"kita bingung mau ngapain Mir" Beti
"lagian udah sih, lo gak usah ganggu Axel, dia udah punya pacar juga" Debora
"lo belain cewek aneh itu?" Mira.
"gak belain juga, Axel aja sama lo cuek. Gimana caranya lo dapetin Axel?" Debora
"ya lo bantuin gue, cari tahu siapa cewek aneh itu. Kaya apa sih dia" Mira
"kita balik dulu aja nanti malah di tinggal rombongan" saran Beti.
.
.
.
"kok lama Yang?" tanya Axel
"tadi ada nyamuk di toilet" jawab Jen
"bukan nyamuk, tapi miras oplosan" kata Tamara yang membuat mereka bingung
"gue ketinggalan berita nih,?" Sasa
"ntar gue ceritain" Tamara
Setelah semua kumpul, Axel mengajak mereka untuk menuju ke pantai. Saat rombongan nya sudah naik bus semua, Axel merengek agar Jen mengijinkan nya naik di mobil yang sama.
"garwo, gak enak semua kesini nyusul kamu, masa iya mau kamu tinggal gitu aja. kita masih punya banyak waktu," kata Jen
"ya udah, aku balik naik bus aja" kata Axel lemah
"iya, semangat garwo" kata Jen sambil senyum kemenangan.
"kenapa Axel bisa bucin gitu Jen?" tanya Satria
"gue juga bingung" Jen
"tapi kayaknya, sebelum lo nikah sama Axel, dia udah suka sama lo" Satria
"masa?" Jen tidak percaya
"iya dia sering liatin lo sama Bayu dulu" Satria
__ADS_1