
Hari ini adalah hari dimana keluarga besar Alexander maupun Aditama melakukan tasyakuran. Selain itu juga melakukan Aqiqah buat baby Zel. Semua keluarga juga tamu undangan mengenakan pakaian serba putih. Setelah melakukan serangkaian acara, kini saatnya mereka menikmati hidangan yang di sajikan.
"baby Zel" kata Tamara mendekati Jen yang sedang menggendong anaknya
"berisik kamu, baru juga tidur" Jen
"ih pelit amat sih" Tamara
"gue jadi kangen Sasa deh, biangnya berisik di antara kita"Jen
"sama gue juga" Saut seseorang yang mendekat
"Dio" panggil Axel yang melihat Dio datang di acaranya
"selamat ya Xel, udah jadi bapak aja lo" kata Dio
"katanya gak bisa dateng" Satria
"gue pasti akan usahain" Dio
"ada orang dalam dia" Axel
"hahaha sssttt rahasia" Dio
"ayo duduk sana, sambil makan" Axel
"gue mau lihat hasil kloning lo dulu" Dio
"enak aja lo ngatain kloning. Gue bisa buat sendiri ya, lagian buatnya juga enak. Ngapain juga kloning" Axel
"mas" kata Jen
"tanya aja Jen" kata Axel
"Axel libur berapa puluh hari Jen?" tanya Dio
"banyak hari, tiga bulan" Jen
"yang benar aja Yang" kata Axel kaget
"iya lah," Jen
"hahaha" tawa Dio dan Satria
"hey anak anak mamah" sapa mamah
"hay tante" jawab Satria, Dio dan juga Tamara
"Jen, boleh mamah bawa babay Zel ke sana?" tanya mamah menunjuk beberapa ibu-ibu sosialita, sepertinya teman mamah dan bunda nya.
"boleh mah, Jen juga mau ke toilet" Jen memberikan baby Zel ke gendongan mamahnya
"st st st cucu eyang" kata mamah meminang baby Zel dan menjauh dari mereka semua.
"ayo kita ke sana" ajak Axel
"aku ke toilet dulu mas" Jen
"Jangan lama-lama Yang" Axel
" iya mas"
Acara hari ini bertempat di halaman belakang kediaman Alexander, Jen menuju ke toilet yang dekat dengan kolam renang. Ia melihat Gendis sedang berdiri sendirian.
"Gendis" sapa Jen menepuk pundak Gendis.
"eh Jen" Gendis kaget
"kamu ngapain?" tanya Jen melirik ponsel Gendis yang sedang menampilkan halaman rumahnya.
"ini ibuku Jen" Kata Gendis memperlihatkan kalau dirinya sedang vidio call dengan ibu nya
__ADS_1
"oh, maaf gue gak tau. Tapi semua baik baik saja kan?" tanya Jen yang tidak tau
"iya, tadi aku lupa pamit sama ibu. Biasanya kalau libur aku selalu video call sama ibu. Kalau aku mau keluar juga pamit dulu" jelas Gendis
"gak papa itu lebih bagus," Jen
"ibu, ini Jen temen Gendis yang sering aku ceritakan" kata Gendis pada ibunya
"halo mbak Jen, ya allah ayu tenan" kata ibu Gendis yang melihat Jen
"wah ibuk , kulo dados isin niki (aku jadi malu ini)" kata Jen
"walah bisa bahasa Jawa?" ibu
"nggih saget to buk, kulo nggih tiang Jawi (ya bisa dong buk, saya ya orang Jawa). Kapan kapan main ke sini ya buk?" Jen
"iya mbak kalau pas main ke Jakarta" ibu
"nyuwun ngapunten ibu, kulo bade ten wingking (minta maaf ibu, saya mau ke kebelakang). Di lanjut sama Gendis." Jen
"enggeh mbak" Ibu
.
.
.
.
.
Malam ini Jen sedang berada di kamarnya bersama Axel juga baby Zel. Niatnya Jen mau tidur, rasanya lelah sekali. Tapi ternyata baby Zel baru bangun tidur.
"Yang, yang tadi beneran?" tanya Axel yang duduk di sofa dengan memangku laptop
"apa?" tanya Jen tidak paham
"ya beneran dong mas,"
"selama itu Yang?"
"iya mas,"
"astaga Yang, dua minggu aja"
"ya gak bisa dong mas, belum selesai"
"masa tiga bulan. Ini aja cuma empat puluh hari aku baca"
"nah itu tau empat puluh hari, kenapa nawar dua minggu?"
"ya siapa tau Yang"
"enggak masuk akal mas"
"tiga bulan lebih gak masuk akal Yang"
"kan yang dua bulan nunggu aku siap"
"ah kamu gak kasian sama aku Yang?"
oek oek oek
Baby Zel menangis di atas kasur.
"tuh Zel nangis kan, gara gara kamu" kata Jen
"cup cup, Daddy nakal ya, udah bikin Zel di cuekin mommy. Maaf ya sayang" kata Jen pada baby Zel.
"tak lelo lelo lelo ledong, cup menengo anakku sayang" Jen menyanyi sambil menimang Zel.
__ADS_1
"aku jadi ngantuk Yang" kata Axel yang mendengar Jen bernyanyi sambil mondar mandir menggendong Zel
"ya udah kamu istirahat aja mas" Jen
"nunggu Zel tidur dulu"
"ya udah kalau gitu, ini juga udah mau tidur lagi" Jen
Setelah Zel kembali tertidur, Jen meletakkan Zel di tengah kasur. Jen merebahkan diri di samping kiri Zel, sedang Axel di kanan Zel. Mereka sama sama menghadap ke arah Zel.
"Yang, aku tidak menyangka kalau kita akan sampai di titik ini" Axel
"aku juga mas, secepat ini aku punya anak. Rasanya gak percaya tapi ini nyata mas" Jen
"Terimakasih Yang, kamu sudah memberikan hal terindah di dalam hidupku."
"apa sih mas, bukanya itu sudah kewajiban aku" kata Jen
"Yang, boleh aku meminta sesuatu lagi dari kamu?" kata Axel menatap lekat Jen
"apa?"
"Love me forever, accept all my flaws. When you are disappointed in me, please remember the good that I have done and touch your heart. That's what I'll do too honey" (Cintai aku sampai kapanpun, terima semua kekuranganku. Saat kamu kecewa padaku, tolong ingat kebaikan yang pernah aku lakukan dan menyentuh hatimu. Itu juga yang akan aku lakukan sayang)." Axel
"mas kok kamu ngomong nya gitu?"
"karena aku takut kehilangan kamu Yang,?"
"Saat kita akan melangsungkan ijab qobul, aku pernah meminta kepada sang pencipta. Aku ingin setelah menikah nanti, tidak melihat ketampanan yang melebihi suami ku, kelebihan laki laki lain yang tidak dimiliki suamiku, dan cinta lain melebihi cinta suami ku. Aku hanya ingin menikah satu kali, dan sampai maut memisahkan. Itu artinya aku akan berusaha untuk selalu mencintaimu mas"
"sampai segitunya Yang?" tanya Axel
"ya,,. Karena saat itu, maaf ya mas kamu tau sendirilah. Kita di jodohkan, bahkan interaksi saja hanya beberapa kali. Mungkin kamu tidak mengenal aku, tapi kalau aku tau kamu tapi tidak kenal. Sedikit sulit mas untuk bersama. Dan setelah ijab qobul, rasanya aku sudah mulai menyerahkan sepenuhnya padamu mas." Jen
"apanya orang kamu gak mau aku sentuh" kata Axel yang merusak suasana
"bukan itu maksud nya" kata Jen kesal
"terus?" Axel
"membuka hati buat kamu mas, melupakan mantan. Walaupun aku gak tau perasaan kamu sebenarnya gimana saat itu"
"saat itu aku sudah jatuh cinta sama kamu Yang, aku merasa orang paling bahagia. Karena dengan mudahnya aku bisa mendapatkan kamu, tapi aku juga merasa bersalah sudah merebut kamu dari Dia" kata Axel
"jatuh cinta?"
"aku suka kamu saat pertama kali aku bertemu Yang, tapi aku tidak mendekat setelah tau kamu punya pacar."
"berarti kamu tidak menolak saat perjodohan itu?"
"awalnya menolak lah karena tidak tau siapa, tapi pas liat foto kamu sama mamah papah aku langsung mau"
"foto apa?"
"foto sehabis acara ulangtahun sekolah kalau gak salah"
"oh iya waktu itu" Jen tersenyum mengingat nya.
"Yang.... aku berharap kita selalu di beri kebahagiaan. Kita berkesempatan membesarkan dan mendidik Zel. Bahkan menambah banyak adek buat Zel. Kamu adalah segalanya buat aku Yang, hanya istri yang akan menemaniku sampai tua nanti. Anak adalah titipan Yang, nantinya mereka akan memiliki kehidupan sendiri. Dan hanya tinggal kita berdua. Bukan artinya aku tidak sayang dengan anak anak nantinya. Tapi di saat mereka mulai menemukan cintanya, aku ingin cintanya abadi seperti yang aku inginkan bersama kamu Yang"
"kamu juga segalanya bagiku mas, saat ayah melepaskan aku untuk kamu, aku sudah menggantungkan seluruh nya padamu mas. Aku percaya kamu akan membawaku ke jalan yang baik, membawa ku ke arah kebahagiaan. Dan apapun itu aku akan tetap di samping mu mas. Aku berharap cintamu tidak akan pernah luntur di kikis waktu mas" kata Jen
"cinta Jennaira akan selalu aku tanam di sini Yang" Axel meraih tangan Jen dan meletakkan si dada nya.
Axel dan Jen sama sama tersenyum, rasanya kebahagiaan yang mereka dapat saat ini tidak bisa di ukur dengan apapun. Semoga semua harapan Jen dan Axel terkabul, dan menjadi kisah indah di antara mereka.
.............................END..............................
**Terimakasih buat semua pembaca cinta Jennaira. Maaf kalau banyak kesalahan dan kekurangan. Tidak akan ada Author jika tidak ada Readers. Jadi terimakasih atas dukungan, semangat dan doa doa yang pernah Readers semua berikan 🙏 🙏🙏💐💐.
Insyaallah lain kali bunda akan kasih ekstra part atau season dua**.
__ADS_1