Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Sudah sembuh?


__ADS_3

"kalian bertiga ikut gue ke ruang BK" kata Axel menghentikan ke haluan mereka bertiga.


"yuk gasss" kata Jen


"songong banget sih lo, udah telat, gak ada takut takutnya mau di hukum" kata Mira


"terus kita harus mohon biar gak di hukum gitu,,,," jawab Tamara


"GAK LEVEL" kata mereka bertiga dan berjalan menuju ruang BK. Sedangkan Mira ia meremas jarinya menahan kesal.


Axel yang melihat itu pun hanya menggeleng kepalanya. Dia tidak ambil pusing dan anehnya Axel semakin penasaran dengan Jen. Kenapa gadis itu berbeda. Ya walaupun kedua temannya sama seperti yang lain, cari kesempatan untuk di perhatikan. Tapi Jen terlihat cuek dan tidak peduli, apa karena udah punya pacar. Entah lah,,,,,,


Saat berjalan ke kuang BK Axel teringat sesuatu. Pantes kaya pernah liat ternyata mereka orang nya yang gue liat tadi malem, apa mereka juga tinggal di Apartemen indah. Pulang jam berapa mereka sampai sekang bisa telat. batin Axel bertanya tanya.


"pagi pak Agus" sapa Tamara, Jen dan Sasa


"pagi, kenapa kalian kesini,,?? bukanya ini udah jam pelajaran?" tanya pak Agus gur BK.


"biasa lah pak, mau ngisi buku BK biar penuh nama kita 😁" jawab Jen


"bangga banget ngisi nama di buku BK, itu kan nanti masuk nilai rapot". kata Mira


"sirik aja lo, " Sasa


"ada apa ini Xel,,?" tanya pak Agus.


"telat lebih dari 15 menit pak, dan juga tidak memakai seragam sekolah." jawab Axel.


"kita pakai seragam ya, nih " ucap Jen sambil membuka resleting jaketnya.


"saya rasa seragam siswi tidak pakai celana jins," kata Axel yang formal karena mereka berada di ruang BK


"ya kan nanti kita ganti, tau sediri kita naik motor apa, masa iya mau pakai rok mini 😏" Jen


"salah kalian sendiri lah pakai acara naik motor sport, mau sok jadi jagoan " Mira


"gue rasa dari tadi lo sewot mulu, udah pergi sana ke habitat lo. Gue ogah ya di hukum sama lo." ucap Jen tidak kalah sinis


"udah stop, kalian ini di BK malah ribut. Mira, Axel kalian boleh kembali ke kelas. " ucap pak Agus.


"pergi jauh jauh" cibir Sasa, Mira pun pergi dengan menggerutu.


"saya permisi pak," ucap Axel sopan dan meninggalkan ruangan.


"Jen Sa Tam," pak Agus menghela nafas nya sebelum berbicara lagi.

__ADS_1


"ada aja tingkah kalian itu, kenapa bisa telat?"


"kesiangan pak" jawab mereka kompak


"kalian beresin buku di perpustakaan, bawa surat ini dan minta tanda tangan penjaga nya. Hukuman satu jam pelajaran setelah itu bawa sini suratnya, kalian harus sudah ganti seragam." kata pak Agus yang pusing dengan mereka bertiga.


Tamara, Sasa dan Jen memang tidak pernah di hukum anggota osis, karena setiap mereka buat kesalahan selalu guru BK yang memberi hukuman. Karena biasanya mereka akan bolos jam pelajaran, tidur, gaduh, tidak memperhatikan guru yang mengajar.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


"kalian kalau mau balik ke kelas sono gih, gue mau ke kantin." kata Sasa, mereka telah menyelesaikan hukumannya.


"gue juga haus mau cari minum" Tamara


Akhirnya mereka ke kantin. Di kantin sepi hanya ada beberapa siswa siswi yang istirahat setelah jam olahraga.


"Jen,,,," panggil seseorang


"Abay...." Jen mendekat ke meja Bayu. Abay adalah panggilan kesayangan Jen untuk Bayu.


"kok gak masuk kelas, tadi ax liat motor kamu di jemur?" tanya Bayu setelah Jen duduk di depan nya.


"ax haus" keluh Jen dan tidak menjawab pertanyaan Bayu.


"mau es apa?" Bayu


"esemanmu itu bahasa jawanya senyuman mu " jelas Jen.


"oohh" jawab Sa Tam dan juga Irfan, sedangkan Bayu dia tersipu ☺️ .


"biasanya cowok yang gombal, lah ini malah ceweknya" heran Tamara


"iya gue juga heran kenapa bisa gitu.Ada lagi gak temen kalian yang modelnya kaya gitu?" tanya Irfan


"itu limited edition ya, dan hampir punah" Sasa


"liat cogan aja dia kagak ngelirik" Tamara


"bener banget, lo beruntung bro" kata Irfan sambil menepuk bahu Bayu. Bayu hanya mengangguk dan tersenyum.


Setelah dari kantin Jen dkk menuju ke kelas. di lorong kelas terlihat sepi karena kebanyakan murid masih di dalam kelas. Terlihat Axel yang membawa setumpuk buku berjalan menuju ke kantor. Karena berlawanan arah ketiga gadis itu dapat melihat Axel yang berjalan bak model, menurut Tam Sa 🀭. Semakin dekat semakin mendekat,,,,,,,,


"keningmu sudah sembuh?" tanya Axel pada Jen yang terlihat cuek. Jen yang merasa di tanya pun melihat Axel.


"sudah kok" jawab Jen,

__ADS_1


"kita duluan" sambungnya lagi


"oppa mau di bantuin? tanya Sasa


"enggak makasih" jawab Axel dengan senyum tipis kemudian melanjutkan langkahnya.


"oh my God dia senyum lo," Sasa kegirangan


" udah gak usah halu" kata Tamara.


Mereka berhenti di depan kelas yang tertutup itu. Sedikit gaduh dan tidak ada guru sepertinya. Jen yang jail pun beraksi.


Tok tok. tok


Seketika hening kelas mereka, dan terdengar suara yang menyuruh masuk. Dengan pelan pelan Jen membuka pintu dan,,,,


"Doooorr" ketiga gadis itu mengagetkan teman temannya.


"huuuuuuuuuu" surakan para murid, yang membuat ketiga gadis itu cekikikan


"kalian baru dateng?" tanya Ari


"dari tadi sih tapi kena hukuman " jawab Tamara yang menuju meja mereka.


"gue pinjem buku matematika lo Jen" Ari


"nyontek bukan pinjem" kata Jen yang mengeluarkan bukunya,


Jen bukan anak yang pintar, tapi kalau mau berusaha dan niat pasti bisa. Sayang nya ngumpulin niat buat belajar itu bagaikan nunggu keong jalan dua meter πŸ˜‚. Kalau ditanya kok dia sudah ngerjain PR apalagi matematika, jawabnya adalah Bayu. Kadang Jen nyontek punya Bayu yang sudah lebih dulu mengerjakan. Tidak jarang juga mereka belajar bersama.


Tet. tet tet


Bel pulang sekolah pun berbunyi. Banyak siswa siswi yang berhamburan keluar kelas. Menurut mereka bel pulang sekolah itu sangat di nantikan para murid. Karena mereka akan segera pulang dan terbebas dari materi pelajaran yang memusingkan.


"kasian motor gue, ntar item gimana" kata Sasa sambil mengelus motornya.


"gak mungkin, " kompak Jen dan Tam.


"gue pulang duluan ya, pengen tidur" Jen


"oke deh, ntar malem ke kafe biasa ya" ajak Tamara


"gass puol" jawab Sasa. Jen hanya mengacungkan jempol nya.


Mereka pun pulang ke rumah masing. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka.

__ADS_1


Gue kenapa sih pengen liat dia mulu, padahal dia udah sekolah di sini lama tapi kenapa gue jarang liat. Apa apaan sih gue, gak mungkin gak mungkin. Batin Axel bertanya tanya, dan segera mungkin ia menghilangkan pikirannya dari Jen.


#maaf ya kemarin sibuk dan sedikit capek. minta dukungan nya dong. Terimakasih πŸ™πŸ™


__ADS_2