
Jen dan Sasa menunggu jawaban Tamara.
"em gue itu sebenarnya bingung" jujur Tamara
"bingung kenapa?" tanya Jen
"ada seseorang yang deket juga sama gue, selain Satria"
"what?" kaget Sasa
"yang bener aja Tam, siapa?" tanya Sasa lagi
"ada, dia anak geng motor juga. Satu sekolah sama Sinta" jelas Tamara
"lo udah kenal lama?" Jen
"em lumayan lah belum ada dua bulan, kita juga sering ketemu sama Sinta juga" Tamara
"em, terus lo suka sama dia? Sasa
"gak tau gue, baru nyaman aja, sama kaya Satria"
"jangan kasih harapan kalau gak suka Tam," saran Jen
"gue cuma mau mastiin perasaan gue. Gue juga takut kalau Satria hanya main-main aja"
"yang gue lihat sih enggak ya," Sasa
"iya, tapi si dia itu lebih perhatian." kata Tamara sambil senyum-senyum
"ya udah siapa pun pilihan lo, yang penting lo bahagia" Jen.
Sesampainya di apartemen Sinta, mereka langsung pergi untuk main. Bukan pergi ke mall ataupun salon, tapi mereka menuju ke pantai yang jaraknya bisa di tempuh selama dua jam perjalanan. Di dalam mobil mereka saling ngobrol jan juga becanda.
drt drt ...
ponsel Jen berbunyi tanda ada panggilan masuk
πGarwo
"iya garwo" jawab Jen
kamu dimana Yang, aku nyusul ya?
"dijalan ini, udah kamu main sama temen kamu dulu aja"
tapi Yang..
"aku kangen tahu main sama temen temenku. aku juga gak aneh-aneh
ya udah, kamu hati hati, jangan
malem malem pulang nya.
"iya" jawab Jen singkat.
tut.
"Jen, garwo siapa?" tanya Sinta
"Axel, suami gue" jawab Jen
"lah namanya kok gak sesuai orangnya" Sasa
"iya, bagusan juga oppa" Tamara
"yeee, garwo itu artinya suami" jelas Jen
"OOH" kata mereka bertiga bersama
Akhirnya mereka sampai di pantai, mereka langsung lari ke arah bibir pantai. Berfoto, main air, dan menghabiskan siang di pantai. Saat menjelang senja, mereka memutuskan untuk pulang, karena Jen sudah di teror Axel.
Kali ini giliran Tamara yang mengemudikan mobil ayah.
"kuy kalian liburan mau kemana?" tanya Sinta
"belum ada rencana, paling juga hibernasi di rumah" saut Sasa
__ADS_1
"gue juga paling mengikuti jejak bokap gue pengacara" Tamara
"pengangguran banyak acara kalau lo mah" kata Sinta dan Tamara nyengir
"lo Jen?" tanya Sasa
"gak tahu gue, ngantuk" kata Jen memejamkan mata.
Mereka mengantar Sinta pulang, kemudian menuju rumah Axel lagi. Saat sudah sampai di parkiran, Axel, Dio dan Satria sudah menunggunya di depan pintu. Sasa dan Tamara turun dari mobil.
"Jen mana?" tanya Axel terlihat khawatir
"itu ketiduran di mobil" Tamara menunjuk kursi samping kemudi.
Axel langsung membuka pintu mobil dan melihat Jen yang tertidur pulas. Ada persaan lega saat melihat Jen.
"kita pamit pulang Xel," kata Dio
"em iya, thanks buat kadonya. Kalian hati hati" jawab Axel dan di angguki semuanya.
Setelah teman temannya pulang, Axel menggendong Jen yang masih tertidur. Terlihat mobil sang papah yang baru datang. Axel menghentikan langkahnya.
"loh Xel, itu Jen kenapa,?" panik mamah yang melihat Jen dalam gendongan Axel
"gak papa mah, Jen ketiduran tadi di mobil" jelas Axel dengan berbisik
"oh, ya sudah bawa ke kamar aja" saran mamah.
Jam sudah menunjukkan pukul delapan, itu artinya Jen sudah melewati makan malamnya.
"hah gue ketiduran lama banget, kok udah di kamar aja" gumam Jen
"Garwo,,, garwo??" panggil Jen
Jen memutuskan mencuci muka dan turun ke bawah.
"sayang, kamu sudah bangun?" tanya mamah
"iya mah, maaf Jen ketiduran lama" Jen
"gak papa sayang, kamu mau makan dulu?"
"ya udah ayo biar mamah temenin"
"makasih mah," kata Jen bergelayut di lengan ibu mertuanya.
"mah, garwoku kemana? tadi di kamar gak ada." tanya Jen
"di ruang kerja papah Jen" kata mamah yang menuangkan air untuk Jen
Jen makan dengan lahapnya, sampai mamah yang melihatnya tersenyum.
"maaf ya mah, Jen gak sopan ya makannya banyak" kata Jen yang merasa tidak enak
" eh enggak sayang, mamah malah seneng kalau kamu makannya banyak. Mau makan apa aja nanti mamah turutin." jelas mamah
"makasih mah, Jen bersyukur punya mamah baik π"
"iya sayang, udah di habiskan. kalau kurang nanti nambah lagi". jelas mamah
Axel yang sudah selesai pun segera menuju ke kamarnya. Dilihatnya Jen yang sedang tiduran di pangkuan mamahnya.
"Yang,, belum mandi?" tanya Axel
"π" Jen nyengir kuda
"mamah ih, itu Jen belum mandi" kata Axel
"masih wangi kok, sini aja cium kalau gak percaya" kata mamah
"maunya di kamar aja mah, ayo Yang" kata Axel
"Jen ke kamar ya mah, mau mandi" Jen beranjak dari pangkuan mamah
"kalau dingin jangan mandi Jen, udah malem" saran mamah
"iya mah".
__ADS_1
Setelah sampai di kamar Jen langsung ke kamar mandi. Ia membersihkan diri, karena memang badannya terasa lengket.
"kamu mandi Yang?" tanya Axel setelah melihat Jen keluar dari kamar mandi
"iya lah, lengket banget tadi" jawab Jen
"Yang besok malam kita berangkat ke Bali ya" Axel
"hah ngapain?"
"honeymoon" Axel
"hah??"
"tadi kamu makan pedes apa gimana sih Yang? hah mulu jawab nya" Axel
"masa iya kita honeymoon?" tanya Jen
"iya sayang, honeymoon sambil liburan, sambil ngurus kerjaan yang di sana" jelas Axel
"gak kebalik itu?" Jen
"apanya?" tanya Axel bingung
"urutannya, dari ngurus kerjaan sama liburan" jelas Jen
"jangan di balik, kan biar kita banyak waktu buat honeymoon gak cuma liburan. Terus sambil ngurus kerjaan. Kalau kerjaannya di depan berarti banyak waktu yang di habiskan untuk kerja". kata Axel
"kenapa kamu tahu isi pikiranku?" tanya Jen
"aku cenayang π" Axel
"π€¦πΌββοΈ" Jen
Jen beralih ke kotak kado yang ada di sofa kamarnya. Ia mendekat dan mengambil satu kotak. Setelah mendapatkan ijin suaminya untuk membuka, Jen mulai membuka satu persatu. Di mulai dari Sasa yang memberikan sebuah panci dan di dalamnya berisi sepatu sesuai dengan selera Jen. Kemudian Tamara yang memberikan bedcover di dalamnya ada bingkai foto yang bangus.
Dari Dio adalah sebuah jam tangan untuk Axel dan dari Satria sepatu sneaker.
Ada satu kotak lagi yang lebih besar dari yang lain. Jen perlahan membukanya. Disana ada sebuah seprai yang mewah, ada beberapa lingerie dan bikini, dan ada sebuah kotak lagi. Jen membuka kotak itu, dan ternyata isinya ada sebuah tissue wajah yang besar, ada tissue (sulap) π, ada pengaman k****m, sabun dan sampo.
"astaga" kata Jen kaget
"kenapa Yang?" tanya Axel dan menengok ke arah Jen. Karena Axel sedang mempelajari berkas untuk besok di Bali.
"nih lihat" Jen menyodorkan kotak yang sedang ia buka.
Dan saat Axel melihat itu tawanya langsung pecah.
"dari siapa Yang?" tanya Axel
"nih ada suratnya" Jen menyodorkan kertas itu
Selamat menempuh hidup baru ya, kita modalin buat kelangsungan peperangan kalian. Jangan lupa buatkan ponakan yang lucu. Dari kita Dio, Satria, Sasa dan Tamara.
SEMANGAT GASS PUOL XEL*.!!!
Begitulah isi surat yang di baca Axel, sedangkan Jen merasa kesal.
"nah itu di bawa ke Bali besok Yang"
"Garwo ih" melempar sesuatu yang di ambil secara acak.
Hap
Dan benda itu berhasil di tangkap Axel.
"tuh kan Yang, kamu pas banget ngasihnya" kata Axel yang menenteng pengaman merah sambil naik turunkan alisnya.
"ampun deh, kenapa sih pada begini" kata Jen
"udah sini Yang, ayo kita coba" kata Axel
Jen mendengus kesal dan melihat ke arah Axel.
"iya iya, nih aku tutup deh laptopnya. Kamu udah gak sabar ya?"goda Axel mematikan laptop nya
"Garwo" ucap Jen yang sudah sangat kesal dengan godaan Axel. Sedangkan Axel ia tersenyum dan menghampiri Jen. Memeluknya erat.
__ADS_1
"udah tenang gak usah marah," Axel menenangkan Jen, ya walaupun Jen berontak tidak ingin di peluk.