
Di dalam kelas XII ips 1
"good morning everybody,,," sapa pak Budi guru bahasa Inggris yang baru masuk kelas.
"morning pak" jawab semua murid
"bisa di cek depan belakang kanan kiri, barang kali masih ada yang nyasar" kata pak Budi
Semua murid pun celingukan melihat teman mereka yang belum masuk kelas.
"Tam, Jen mana,?" tanya Sasa yang duduk di depan Tamara, sedangkan Tamara dan Jen duduk sebangku di pojok belakang kiri kelas.
"suuut Jen mana", tanya Ari pada Tamara dan Sasa. Namun mereka hanya menaikkan bahu yang tandanya mereka tidak tahu.
"bukanya tadi sama kalian, kok bisa ilang", ucap Ari
"gimana full" suara pak Budi lagi
"Jen pak yang nyasar," ucap Ari
"Jen,,?? Jennifer Lopez,,??? tanya pak Budi
"BUKAN" jawab semua murid sudah seperti paduan suara
"Jeni oh Jeni??? tebak pak Budi lagi
"BUKAN BUKAN " paduan suara para murid XII ips 1
"Jenita Janet,??" kata pak Budi
"YA SEDIKIT LAGI", jawab mereka semua,
Pak Budi pura pura berfikir, karena memang pak Budi guru yang asik.
tok tok tok
"MASUUUKK" jawab semua murid karena pak Budi memberi interupsi seperti paduan suara beneran π
ceklek
Muncul lah siswa yang sangat di idamkan para gadis-gadis. Bak gaya slow motion Axel berjalan menuju meja pak Budi.
"duh pangeran gue"
"nyamperin gue ini pasti"
"kenapa dia yang nyasar kesini"
Begitu lah kurang lebih bisik bisik siswa siswi. Ada yang tidak berkedip melihat Axel yang ada di depan mereka.
__ADS_1
"ada apa oppa Jawa nyasar kesini?" tanya pak Budi
" KOREA PAK". jawab para siswi
"bukan bukan, dia keturunan Jawa kok, betul begitu oppa?" tanya pak Budi pada Axel. Sedangkan Axel hanya menggangguk kan kepalanya.
"saya mau nganter surat ijinnya Jennaira pak, dia sedang di uks."kata Axel
"oh Bidadari surga," jawab pak Budi
"JENNAIRA PAK", murid di kelas ini memang kompak βΊοΈ
" berarti kalian tidak tau arti nama Jennaira,".
"memang apa pak?" tanya Ari
"calon penghuni surya yang bersinar", jawab pak Budi. Nama yang cantik kaya orangnya batin Axel.
"kalo oppa itu calon penghuni hatiku", kata Sasa sambil menunjuk Axel
"NGAREP" jawab semua siswa
"udah stopπ€, ini Jen kenapa Xel?" tanya pak Budi
"tadi ada insiden yang membuat kening Jen sedikit memar katanya masih pusing." jelas Axel
"oh kasian bidadari benjol dong" celetuk Ari, dan disusul tawa dari teman temannya.
"oppa sini aja, ada bangku kosong kok ", ucap Sasa,
"HUUU", emang kelas XII ips 1 ini terkenal heboh dan bisa di bilang muridnya paling badung π.
Setelah itu pelajaran pak Budi pun di mulai. Pelajaran bahasa Inggris berlangsung dua jam pelajara, kemudian setelah itu jam ke tiga di lanjut pelajaran geografi sampai istirahat.
"kok gak di angkat sih Jen" gerutu Sasa
"udah kita samperin aja, tapi ke kantin dulu cari minum." ajak Tamara, sekarang jam istirahat tapi Jen belum balik ke kelasnya.
"ya udah ayo," jawab Sasa. Mereka berdua memuju kantin, membeli minuman dan beberapa cemilan, setelah itu mereka nenuju uks.
"Tamara, SAsa." panggil siswa yang berada di belakang mereka, suara itu tidak asing bagi mereka berdua. Mereka berbalik dan meliat siswa itu berjalan mendekat ke arahnya.
"Jen mana? dari tadi chat ku belum di buka dan di bales?" tanya Bayu, yang memanggil mereka adalah Bayu.
"Jen di uks, iki kita mau kesana liat dia," jawab Tamara
"emang Jen kenapa?" tanya Bayu panik
"kita juga belum tau, makanya mau kesana dulu" kata Sasa
__ADS_1
"yaudah ayo aku ikut" ajak Bayu. Setelah itu mereka kembali menuju uks.
πππππ
"gue ketiduran lama banget yak, duh jam berapa ini" gumam Jen dan dia mencari hpnya untuk melihat jam.
"udah istirahat, pantes rame. ini chat banyak amat".
Di depan meja staf terdengar suara yang tidak asing bagi Jen sedang menanyakan keberadaannya.
"Jen." suara panggilan Bayu di sertai gorden yang terbuka, dan Jen bisa meliat Bayu yang sedang khawatir dengannya, serta kedua sahabatnya.
"lah bidadari benjol beneran," kata Sasa sambil cekikikan
"kampret lo, ngatain gue apa?" tanya Jen sambil melihat Sasa
"hehehe sory, itu kenapa bisa benjol?" tanya Sasa lagi.
"tadi itu,................" Jen menceritakan kejadian tadi pagi, dan mereka yang mendengar hanya manggut manggut.
"pantes yang nganter surat ijin lho oppa jawa," kata Tamara
"oppa jawa siapa? bukanya tadi si ketos yang mau nganter," tanya Jen bingung
"iya ketos oppa gue," kata Sasa sambil salah tingkah, entah apa yang buat dia gitu. Mungkin dia termasuk fans oppa Jawa.
Tamara dan Jen pun memutar bola matanya jengah.
"kamu masih sakit," tanya Bayu lembut kepada Jen
"udah enggak pusing, tapi perutku sakit laper," kata Jen manja ke pada Bayu
"mulai, mulai deh," gerutu Tamara yang masih bisa mereka dengar.
"iya, bucinnya kumat" jawab Sasa. Sedangkan Jen cemberut mendengar perkataan sahabatnya.
"ya udah kita makan di kantin ya," bujuk Bayu sambil mengelus kepala Jen. Jen mengangguk senang.
Mereka keluar uks, Jen dan Bayu ke kantin. Sedangkan Tamara dan Sasa kembali ke kelas karena mereka sudah kenyang dan masih punya cemilan.
Setelah sampai di kantin, Bayu meminta Jen untuk mencari tempat duduk. Setelah memesan makanan kesukaan Jen, Bayu membawa ke tempat dimana Jen menunggu. Suasana kantin terlihat ramai, padahal jam istirahat akan segera berakhir.
"kamu gak makan bay?" tanya Jen karena Bayu hanya membawa satu mangkuk bakso dan dua es jeruk.
"Masih kenyang, aa" kata Bayu yang menyuapi Jen. Jen menurut saja, karena memang suka dengan Bayu yang perhatian.
"Aku makan sendiri aja, gak enak di lingkungan sekolah," kata Jen, dan Bayu pun meng iya kan. Sambil makan yang sesekali Bayu masih menyuapi Jen, mereka juga bercanda. Sangat terlihat bahagia pasangan ini.
"kenapa liatin mereka,?" tanya siswa pada sahabatnya yang melihat ke arah Jen dan Bayu.
__ADS_1
#siapa yang tanya dan di tanya nih kira kira ππ, ????