Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Kelulusan


__ADS_3

Pagi ini rasanya malas sekali Jen bangun untuk bersiap ke sekolah. Karena hari ini adalah hari kelulusan untuk kelas XII. Jen mengumpulkan niatnya untuk bangun, sedangkan Axel masih terlihat tidur. Setelah nyawa dan juga niatnya sudah kumpul perlahan Jen turun ranjang.


"Yang....." kata Axel yang memang merasakan Jen tidak ada


Axel membuka matanya karena Jen tidak kunjung menjawab panggilan nya. Mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar tidak ada Jen, tapi suara di kamar mandi membuat Axel yakin bahwa Jen sedang ada di sana. Axel duduk bersandar di kepala ranjang.


"hari ini kelulusan ya, pantesan Jen udah mandi aja" gumam Axel dan mengambil ponselnya.


"mas garwo, mandi gih" kata Jen yang sudah selesai mandi nya.


"kok gak bangunin,?"


"tadinya mau di bangunin tapi udah bangun " Jen


"ada yang belum bangun Yang" Axel


"siapa,?"tanya Jen yang sudah duduk di meja riasnya


"ini belalai gajah" kata Axel menunjuk sesuatu


"astaga pagi pagi udah mesum, sana mandi" kesal Jen


"hehehe becanda Yang"


.


.


.


.


Di meja makan terlihat bibi sedang menata sarapan.


"biar saya bantu bi" Jen


Mamah dan papah nya belum terlihat keluar kamar. Beberapa saat kemudian papah dan mamah sudah datang terlihat mereka menggunakan baju rumahan.


"papah libur?" tanya Jen


"enggak Jen, kan nanti mau ke sekolah" papah


"ambil kelulusan?" tanya Jen lagi


"hehe papah mengisi sambutan nanti," papah


"oh" Jen manggut manggut


"nanti mamah yang ambil lulusan Axel, katanya bunda kamu mau ambil punya mu sayang" mamah


"iya kemarin nanya Jen mah, siapa aja boleh kalau Jen mah" Jen


Mereka melanjutkan sarapan nya, kemudian Axel dan Jen berangkat terlebih dulu. Sedangkan pengambilan kelulusan nanti jam sembilan. Sesampainya di sekolah sudah banyak murid bahkan kelas X dan Xl juga masuk.


"Jen" panggil Sasa saat sudah memasuki kelas


"lah pada ngapain kok udah lengkap, tuh yang lain pada di depan" Jen


"kita nunggu lo kali" Ari

__ADS_1


"gue?" tanya Jen bingung


"duduk buruan" Tamara menyuruh Jen


Dan setelah Jen duduk, Ari sebagai ketua kelas maju ke depan. Tidak lama Bu Yuli wali kelas mereka pun datang. Jen terlihat bingung sendiri.


"ada apa sih Tam" akhirnya pertanyaan Jen keluar juga


"ish elo gak baca grub kelas?" Tamara


"enggak" Jen


"mending lo duduk tenang"


"Selamat pagi bu Yuli dan semua teman-teman. Saya berdiri di sini karena ada sesuatu yang ingin kita sampaikan kepada bu Yuli dan saya yang mewakili" kata Ari sambil melihat ke arah bu Yuli, dan bu Yuli mengangguk mempersilahkan Ari.


"Saya dan semua murid Xll ips 1 mengucapkan terimakasih untuk kesediaan ibu untuk menjadi ibu wali kelas ini. Dan yang paling utama kita semua ingin meminta maaf kalau beberapa bulan ini mungkin membuat ibu kesal, marah, bahkan malu memiliki murid seperti kami. Dari hati yang paling dalam kami pasti ada rasa sayang untuk ibu. Sekali lagi terimakasih dan maaf" Ari


"terimakasih buat Xll ips 1, ibu sudah memaafkan kesalahan yang pernah kalian buat. Ibu hanya bisa mendoakan agar kalian sukses di luar sana, teruslah berjuang dan berusaha. Dan ibu juga minta maaf kalau ibu pernah menghukum dan memarahi kalian. Semua itu juga ibu lakukan demi kebaikan kalian. Mudah mudahan semua lulus dengan nilai yang bagus ya. Ibu juga sayang sama kalian" Ucap bu Yuli yang juga meneteskan air matanya.


Jen yang juga terharu pun beranjak untuk memeluk bu Yuli, di ikuti Ari yang juga mengajak semua untuk berpelukan. Suasana kelas ini berbeda dengan kelas lainnya, karena mereka ingin meninggalkan kenangan yang baik kepada wali kelasnya. Mungkin ini terakhir kali mereka berada di satu kelas dengan lengkap.


Setelah beberapa saat mereka saling melepaskan pelukannya dan meminta maaf satu dengan yang lain. Masih dalam suasana haru menangis dan berpelukan. Suara bel yang menandakan semua murid harus segera ke lapangan.


"Bu, ini kenang kenangan dari kami, mohon di terima. Dan kalau ibu kangen dengan saya, di dalam sini juga ada foto terganteng saya" kata Ari menyerahkan sebuah kardus kado.


"wah Terimakasih tapi ini isinya apa? besar banget. Masa semua foto kamu?" bu Yuli


"itu kulkas dua pintu bu" Jamil sambil cekikikan


"itu hanya sebuah kenangan dari kami bu, buat pajangan atau mengisi gudang juga sudah lumayan bagus bu" kata Ari yang mengundang tawa mereka semua.


"Dan yang paling utama adalah ini" Indah memberikan sebuah kotak perhiasan untuk bu Yuli.


"ini kita selalu memberikan untuk wali kelas bu, mohon di terima" kata Indah memberikan kotak itu. Memang benar selama ini mereka selalu memberikan sebuah cincin untuk ibu wali kelas mereka selama sekolah di sini.


"terimakasih semua, tapi ini berlebihan" Bu Yuli


"tidak bu, sudah kami persiapkan jauh jauh hari" Ari


"ya sudah kalau ada kata lebih dari terimakasih pasti akan ibu katakan. Sekarang kita ke lapangan ya" bu Yuli


Mereka semua berjalan menuju lapangan. Semua murid di minta bapak kepala sekolah untuk saling meminta maaf dan mengucapkan perpisahan untuk adik kelas juga para guru yang mengajar. Ya walaupun hasil kelulusan belum di berikan tapi bapak kepala sekolah mengumumkan kalau semua lulus. Banyak yang memberikan kenangan satu dan yang lainnya.


"sekarang waktunya" Ari dan beberapa teman temannya mengangkat sebuah pilok . Mereka di perbolehkan coret coret di baju, tapi tidak untuk di tembok. Dan yang paling penting tidak boleh pawai.


Dengan hebohnya mereka saling mencoret satu sama lain, memberikan kenangan di baju mereka. Jen duduk di bawah pohon yang rindang, ia tidak mau keliling sekolah untuk saling memberi tanda tangan. Rasanya capek sekali dari tadi saat di lapangan sudah paling memeluk dan berjabat tangan.


Walaupun begitu banyak teman seangkatan yang menghampiri Jen, juga adik kelasnya yang memberi hadiah, bunga dan coklat.


"borong lo Jen" kata Tamara melihat banyak hadiah di samping Jen


"iya hahaha" Jen


"hhmmm sebentar lagi kita meninggalkan tempat dimana kita menjadi semakin dekat" Sasa


"iya gak kerasa udah hampir tiga tahun. Cepat banget, rasanya baru kemarin kita ospek di marahin osis." Jen


"iya ya, gue ingat pas di suruh coret coret muka, pakai topi bola juga 😂" Tamara

__ADS_1


"hey kalian" kata Jamil


"apa!," Sasa


"jangan galak galak nanti kangen" Jamil


"ogah" Sasa


"yang bener? gue aja kangen sama kalian dua mingguan gak ketemu" Jamil


"YANG BENER?" kata Jen, Tamara dan Sasa menirukan suara Jamil tadi


"iya, kalian mau kuliah di mana?" Ari


"luar negeri lah," Sasa


"kalian?" Tamara


"rahasia" Ari


"gaya lo," Tamara


"Jen lo masih asik aja dapat kado , mana gue gak dapat satu pun" kata Jamil yang melihat Jen berbincang dengan adik kelas yang menghampiri nya.


"biarin, itu tandanya elo jelek" Jen


"masa??? hey adek adek manis, kalian gak mau gitu kasih kado ke abang? nanti kalian kangen loh sama abang" kata Jamil


"dih abang abangan." Sasa


Mereka semua bercanda dan tertawa dengan celoteh Jamil juga Ari.


"Bayu" panggil Jen


"iya Jen,?" Bayu menghampiri Jen dan temannya.


"minta tanda tangan dong di sini" kata Jen menunjuk lengan kanannya. Dengan senang hati Bayu melakukan permintaan Jen.


"kamu boleh disini" Bayu memberikan spidolnya pada Jen dan menunjuk dadanya.


"ekhem... pegang pegang mantan" celetuk Ari


"tanda tangan doang," kata Jen


Setelah kepergian bayu, mereka asik dengan pikirannya masing-masing. Terlihat orang tua murid sudah mulai berdatangan. Jen celingukan mencari Axel, ia lupa mengisi daya ponselnya alhasil jadi mati.


"Sa, tolong tanya Dio dimana, sama Axel gak" kata Jen


"gak di angkat, dari tadi belum di buka chat gue" Sasa


"kemana sih mereka" gerutu Jen. Sedangkan Tamara ponselnya tertinggal di mobil.


"wisss yang punya sekolah datang" Jamil


"mertua lo Jen" Tamara


"gue ke sana bentar" Jen


Jen menghampiri kedua orangtuanya dan menyalami.

__ADS_1


"bunda kamu sudah datang?" tanya mamah


"belum mah"


__ADS_2