Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Mengakhiri


__ADS_3

Di sebuah Danau yang terlihat tenang, bersih dan sangat sejuk. Seorang gadis sedang memandang ke arah di mana sinar matahari mulai terbit. Terlihat sangat indah tapi tak seindah hatinya saat ini.


"apa yang harus gue lakukan. Bagaimana harus menjelaskan ke Bayu" gumamnya


"kamu tidak perlu menjelaskan apapun. Karena aku sudah tahu semua nya." kata Bayu yang tiba tiba muncul di belakang Jen.


"Abay? ini beneran kamu?" tanya Jen tak percaya.


"ini minum dulu" Bayu menyodorkan segelas susu hangat yang ia beli di pinggir jalan.


Jen menerima dan menyesapnya sedikit. Jen memang tidak bisa menahan lapar di pagi hari. Setidaknya harus ada minuman hangat yang masuk ke dalam lambungnya.


"kamu kok disini? dari Jam berapa?" tanya Bayu


"selepas subuh aku berangkat ke sini" Jawab Jen


"udah lumayan lama ya, kamu sendiri?"


Jen mengangguk dan meminum susunya kembali.


"Abay?" panggil Jen setelah meletakkan gelas susunya di atas rumput


"iya," jawab Bayu dan memandang ke arah Jen


"kamu sudah tau tentang aku yang akan di jodohkan?"


"om dan tante yang memberi tahu aku" jawab Bayu dengan senyum


"apa mereka jahat padamu?"


"Mana mungkin. Mereka tidak pernah jahat ke aku. Mereka orang tua yang baik dan ingin yang terbaik untuk anaknya." jelas Bayu


"enggak Bay, aku tidak baik baik saja"


"kamu akan baik baik saja Jen, kamu nurut ya sama om dan tante"


Jen menggeleng lemah, air mata pun mulai menetes.


"terus gimana hubungan kita Bay?" tanya Jen


"ijinkan aku mengakhiri hubungan ini Jen" kata Bayu dengan suara tercekat. Bohong kalau Bayu tidak sedih dan sangat merasa berat. Bayu harus menahan itu semua demi Jen.


"enggak Abay, jangan hiks hiks"


"ini yang terbaik Jen, percaya lah"


"kamu gak sayang aku Bay? kamu tega sama aku?" kata Jen dengan sedikit meninggi kan suaranya.


"Jen, aku sayang sama kamu, sayang banget."

__ADS_1


"bawa aku pergi Bayu, bawa aku pergi" pinta Jen dengan menangis pilu


"maaf Jen" kata Bayu karena ia merengkuh Jen ke dalam pelukannya. Karena jujur baru kali ini Bayu memeluk Jen, biasanya ia hanya merangkul dan berpegangan tangan.


Bayu sebenarnya tidak tega melihat Jen seperti ini. Ia berusaha menenangkan Jen.


"Jen, aku tidak bisa membawa kamu ke mana mana. Kamu harus bertunangan dan menikah dengan pilihan orang tuamu. Benar yang di katakan om Adi semua akan sulit untuk keluarga kita, terlebih untuk Ibu. Aku berharap kamu paham ya Jen" jelas lembut Bayu


"Aku rela keluar dari keluarga demi bisa sama kamu, agar tidak ada perbedaan kasta" kata Jen yakin


"tidak Jen, jangan lakukan dan berfikir seperti itu"


"aku mohon Jen, kamu pulang ya. Kasihan orang tua mu mencari kamu. Hubungan kita cukup sampai di sini Jen, kita masih bisa menjadi sahabat. Aku yakin dia akan membahagiakan kamu. Hanya butuh waktu, aku mohon buka hatimu untuknya dan lupakan perasaan kita." kata Bayu dan menumpukan dagunya di kepala Jen, memeluk nya erat.


"bagaimana dengan kamu kalau aku dengan dia?" Bayu pun melepaskan pelukannya. Menangkup wajah cantik yang penuh air mata itu.


"kamu jangan pernah mengkhawatirkan aku, aku akan baik baik saja. Aku akan tenang dan sangat bahagia melihat kamu juga bahagia. Jadi aku mohon kamu harus bisa menerima ini semua dan mulailah bahagia dengannya." Jen menggeleng tidak setuju dengan permintaan Bayu.


"Ayo lah Jen, jangan paksa aku untuk membuatmu benci padaku. Karena itu sangatlah menyakitkan untuk kita. Kita pisah dengan baik baik ya, demi kebaikan bersama" Bayu meyakinkan Jen dan sesekali mengusap air mata Jen yang menetes.


Dan akhirnya Jen pun mengangguk, ia kembali masuk kedalam pelukan Bayu. Biarlah saat ini mereka menikmati saat saat bersama. Menguatkan hati masing-masing. Bayu pun menghapus air matanya yang tanpa permisi juga keluar. Hancur hatinya karena Jen benar benar akan menjadi milik orang lain. Sebisa mungkin Bayu bersikap biasa di depan Jen. Tidak ada yang bisa Bayu lakukan untuk mempertahankan hubungan mereka.


"Aku antar pulang ya, udah hampir jam sepuluh" Kata Bayu setelah dirinya tenang dan Jen juga lebih tenang.


Mereka berjalan menuju tempat dimana mereka memarkirkan motornya .


🍃🍃🍃🍃🍃


ting 📩


Ponsel ayah berbunyi dan menampilkan ada sebuah pesan masuk


Bayu


Saya sudah berhasil membujuk Jen om, dan kita perjalanan pulang.


Ayah pun tersenyum saat membaca pesan itu.


"bunda tenang aja gak usah panik, Jen pasti pulang"


"pak, buk, tamunya sudah sampai" kata mbok Jum


"iya mbok. Ayu bund kita temui mereka" Ajak ayah


"selamat pagi calon besan, " sapa Al


"Pagi semua. Mari masuk" Ayah mempersilahkan keluarga Alexander untuk menuju ke ruang keluarga. Karena memang acara ini hanya di hadiri keluarga inti.


"tunggu dulu Yu, itu ada beberapa oleh olehnya dari kami" kata Rere yang menunjuk bagasi mobilnya

__ADS_1


"kenapa kamu harus repot repot sih Re. Mbok, bi,," panggil bunda


"iya buk," jawab mereka kompak


"tolong bantu mereka ya mbok, bi. Bawa masuk" pinta bunda.


Mereka pun berjalan masuk, dengan sesekali bercanda. Axel terlihat lebih ganteng dari biasanya. Auranya pun bisa membuat para cewek mletre alias meleleh 😀.


"kamu ganteng banget Xel" puji ayah


"terimakasih om" singkat Axel


"mana calon mantuku?" tanya Mama Rere


"em, kita duduk dulu ya" kata bunda


"Jadi begini Al, kemarin Jen sempat menolak. Dan tadi pagi ternyata Jen pergi dan tidak memberi kabar" jelas ayah


"jadi Jen kabur? terus gimana?" tanya Al panik


"kamu tenang aja, Jen sebentar lagi pulang" jawab ayah dan membisikkan sesuatu dengan Al.


Al sedikit terkejut tapi dia tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


Berikan jalan yang terbaik ya allah. batin Axel


flashback on


Tadi malam saat Axel pulang kerumahnya, ia kembali di tanya kedua orangtuanya.


"boleh Axel tau siapa yang akan di jodohkan dengan Axel?" tanya Axel


"Jennaira Putri Aditama namanya, dan ini dia orangnya. Teman sekolah mu" jelas Rere menunjukkan foto Jen di ponselnya


"Jen??" tanya Axel tidak percaya dan di angguki Alex


"gimana? papa dan mama sudah cocok" kata papah


"tapi Jen udah punya pacar pah, "


"baru pacar dan bisa aja tidak jodoh dengan pacarnya." Jelas papah Al


"Axel mau datang besok, tapi kalau Jen tetap kekeh menolak Axel gak mau maksa," jelas Axel


Saat waktu subuh tiba Axel yang memang tidak bisa tidur nyenyak pun beranjak dan mengambil air wudhu.


Ya Allah jika memang dia jodoh yang engkau kirim untukku, mudahkanlah semuanya. Jika memang ini bukan yang terbaik untuk semuanya, lapangkan lah hati kita agar tidak terlalu larut dalam kesedihan. Doa Axel setelah melaksanakan shalat subuh nya.


flashback off

__ADS_1


Saat semua larut dalam pikiran nya masing-masing, terdengar lah suara langkah kaki yang mendekat. Semua melihat ke arah sumber suara. Dan mereka melihat Jen dan Bayu yang datang. Jen memegang erat lengan Bayu. Jen masih belum melihat ke arah mereka, ia masih menunduk takut.


#jeng ,,,, jeng ,,jeng 😦😦


__ADS_2