
Axel yang mendengar alasan papahnya pun tertawa.
"jangan ngeledek kamu" kata ayah
"Papah, Axel kalian udah lama?" tanya mamah
"udah, mamah dari mana sih?" tanya papah yang berdiri dan menghampiri mamah
"dari toko, tadi papah di hubungi susah, sibuk ngapain sih?" kesal mamah
" habis baterai handphone papah,"
Mamah pun cemberut. Papah yang tidak ingin istrinya berfikir macam macam pun memiliki ide jahil. Papah merogoh sakunya untuk mengambil sesuatu. Setelah itu papah menggenggam nya. Genggaman itu di sodorkan ke arah bunda. Bunda yang paham pun segera menonjok pelan genggaman papah, perlahan papah membuka genggaman itu.
"Astaga papah" kata mamah yang kaget melihat isi di tangan papah. Jen yang di samping mamah pun bingung dan tidak tahu itu apa, sedangkan Axel tertawa.
"ayo" kata papah
"papah gak malu apa ini ada Jen dan Axel loh, kasian Jen sampai bingung" kata bunda yang melihat Jen hanya bengong
"ini aja papah minta dari Axel, Jen kalau kamu bingung nanti tanya Axel aja ya," kata papah dan Jen mengangguk
"kok kamu punya itu, jangan di pakai. Biar kita cepat nambah anggota" kata mamah pada Axel
"udah mah, ayo ke kamar" ajak papah.
Setelah mamah dan papah nya keluar, Jen menutup pintu kamarnya.
greb
"Astaga Garwo" kaget Jen karena Axel tiba tiba memeluknya
"kangen Yang" kata Axel manja
"lebay deh," jawab Jen
"ih kok gitu, kamu itu udah jadi candu buat aku. kalau belum mencium bau badan kamu itu ada yang kurang" Axel
"bau asem gini di peluk peluk, udah ax mandi dulu" Jen
"ikut Yang"
"sini" kata Jen meminta Axel menunduk
"jangan ngadi ngadi" bisik Jen langsung ngacir ke kamar mandi
"Jennaira" panggil Axel tapi tidak di hiraukan Jen
.
.
.
Jen dan Axel sudah siap untuk berangkat ke acara dinner. Axel menggunakan celana jins hitam di padukan dengan sweter berwarna craem, lengannya di tarik ke atas sebatas siku menambah kesan cool pada diri Axel.
Sedangkan Jen, ia memakai celana jins sobek di bagian lututnya dan juga hoodie berwarna putih.
"pah, mah, Axel sama Jen pamit dulu ya" kata Axel
"iya kalian hati hati sayang" jawab mamah
"papah sudah menghubungi pak Andi, nanti biar jemput kalian di bandara" jelas papah
"makasih pah,"
Axel dan Jen menyalami kedua orangtuanya, setelah itu mereka menuju tempat dinner.
"Garwo nanti gue di meja lain aja ya" kata Jen
"kenapa?"
"ya aku gak mau mereka semua tahu, nanti banyak tanya lagi" jelas Jen
__ADS_1
"tapi Yang"
"please dong Garwo aku belum siap" pinta Jen.
"masak kamu mau sendirian Yang"
"gak papa, beneran gak papa" Jen meyakinkan
"ya udah lihat nanti."
Sesampainya di kafe, Jen buru buru memakai masker dan juga topi hoodie nya.
"kamu itu kaya apa aja Jen" Axel menggeleng melihat tingkah Jen
"biar aman" jawab Jen mantap
" ya udah ayo jalan, tapi sendiri sendiri aja" kata Jen lagi. Axel pun menurut, ia juga tidak ingin memaksa Jen.
"Sinta" panggil Jen
"hey kok lo disini" kata Sinta setelah mendekat ke arah Jen
"iya, gue gabung meja lo ya, baru datang kan?" tanya Jen
"kan lo," jawab Sinta melirik Axel
"dia mau sama temennya, dan lo tahu sendiri kan posisi gue" jelas Jen
"iya gue paham, tapi gue sama Boy pacar gue" kata Sinta
"biarin gue jadi nyamuk deh" kata Jen.
"ya udah aku ke sana ya Yang" pamit Axel di angguki Jen.
Dilihatnya tempat disana sudah penuh, hanya ada satu meja yang masih kosong dan berada di samping meja Axel dan anggotanya.
Terpaksa Jen harus duduk membelakangi Axel.
"kayaknya udah komplit nih" kata Dio
Setelah nya Axel memberikan sambutan, dan berterima kasih untuk para anggota osis yang sudah mau menjadi anggota. Tidak lupa sebelum ia di gantikan, Axel juga meminta maaf kalau selama menjabat ketua osis banyak salah dan kurangnya. Setelah itu di lanjut makan,dan mengobrol.
"Xel, gimana kalau kita buat acara camping, atau liburan bersama gitu?" tanya Jodi salah satu anggota osis
"setuju gue" sahut Mira
"bener itu" anggota yang lainnya juga mendukung ide Jodi
Axel meminum minumannya dan setelah itu ia baru menjawab.
"kalau kalian tidak ada acara liburan silahkan, tapi sory gue gak bisa ikut. Gue ada urusan di Bali mungkin sekalian liburan disana" jelas Axel
"jadi ke Bali lo?" tanya Dio dan di angguki Axel
"sendiri?" tanya Satria
"ya enggak lah, sama " Axel memberikan kode menunjuk dengan dagunya ke arah Jen yang membelakangi mereka
"jadi itu, Jen?" bisik Satria
"iya" Axel
"tau gitu tadi gue ajak bebeb" saut Dio
"boleh tuh kita nyusul ke Bali aja" kata Jodi
"gak ada modal" saut salah satu anggota osis
"Gini aja, kalian bahas aja mau kemana, di adakan atau tidak terserah. Maaf kalau gue beneran gak bisa ikut. Tapi kalau kalian ada yang mau ke Bali biar nanti gue bantu buat cari penginapannya." Jelas Axel
"gue setuju ke Bali" Saut Mira dan ada beberapa yang ikut setuju dengan ide itu
"ya udah kita bahas nanti aja sekalian" usul Dio
__ADS_1
"sory semua, gue cabut duluan ya." kata Axel
"lah kok buru buru?" tanya Dio
"gue harus berangkat ke Bali sekarang" Jelas Axel
"ya udah hati hati lo" kata Satria menepuk pundak Axel.
"jangan lupa sama yang kita kasih kemarin" bisik Satria lagi yang membuat Axel tersenyum
"kalian berdua tidak ada akhlak nya" kata Axel
"oh iya, sudah di coba belum Xel?" tanya Dio
"belum lah, udah gue cabut dulu" kata Axel sambil beranjak. Axel menyalami beberapa anggotanya, ada juga yang melambaikan tangan.
"ayo Yang" kata Axel yang masih bisa di dengar mereka yang memperhatikan Axel. Ada yang bingung, ada yang tidak peduli, ada juga yang tidak tahu.
Gue gak salah denger, Axel tadi bilang Yang. Sama siapa. Batin Mira yang terus memperhatikan Axel.
Jen beranjak dengan sedikit kesal, karena Axel malah memanggilnya, kan bisa aja di bilang lewat pesan. Lagian Jen juga bisa dengar kalau Axel sudah berpamitan pada teman temannya. Jen menghampiri Axel, ia memakai kembali maskernya. Di tambah Jen juga memakai topi hoodie nya, jadi tidak begitu di kenali. Axel merangkul Jen kemudian mereka berjalan keluar kafe.
"Axel" panggil Mira yang menghentikan langkah Jen dan Axel.
Saat Mira mendekat, Jen sedikit panik. Reflek Jen menyembunyikan wajahnya di ketek Axel. Axel yang paham pun memeluk Jen.
"Ada apa?" tanya Axel
"em, gu,, gue besok mungkin rencananya mau ke Bali juga, mungkin kita bisa ketemu disana" kata Mira
"kita lihat aja besok," jawab Axel
"dia siapa?" tanya Mira
"pasangan gue, duluan ya" Axel kembali berjalan dengan Jen
Siapa cewek itu, bisa bisanya dia nempel seperti itu. Apa sih lebih nya tuh cewek. Apa jangan-jangan cewek itu rela memberikan apapun untuk Axel. Tapi masa iya Axel seperti itu orangnya. Kalau pun iya, gue juga rela memberikan apa yang Axel mau, asalkan dia jadi milik gue. Batin Mira
Mira pun kembali ke tempat dimana ia duduk.
"Dio, tadi itu siapa,?" tanya Mira
"emang siapa?" tanya Dio balik
"yang sama Axel" Mira
"kenapa lo cemburu?" Dio
"tinggal jawab kenapa sih" Mira
"lo juga tinggal jawab kenapa?" Dio
"ih,,," Mira yang kesal mengepalkan tangannya.
"yang pasti lo itu bukan saingannya cewek tadi. Jangan macem-macem deh" kata Satria
"do not care" jawab Mira
Sedangkan di dalam mobil, Axel melihat Jen kesal.
"kenapa sih Yang" tanya Axel
"gak," singkat Jen
"kamu ngambek?"
"gak"
"terus kenapa diem?"
"gak"
"mau di cium? jawab gak lagi aku kasih dobel ciumannya"
__ADS_1
"iya"
ssssstttttt Axel mendadak menginjak rem.