Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Meracuni Tam Sa


__ADS_3

Neta yang bingung dengan maksud Mira pun memilih menghempaskan tangan Mira.


"eh j*l*n* tunggu, elo kemarin aja nantang nantang gue. Sekarang lo udah di putusin Axel nangis kan." Mira


"jaga ya mulut lo, gue bener bener gak tau elo. Seenaknya elo ngatain gue. Emang elo siapa?" Neta


"gue? kenalin nih, gue Mira calon pacarnya Axel" kata Mira bangga


"elo yang mimpi!!!!" kata Neta meninggalkan Mira.


Jadi itu yang dari kemarin menyembunyikan identitas nya. Cantik sih, tapi cantikan gue. Axel tunggu aku baby. Batin Mira


.


.


.


Acara bakar bakar sudah di mulai. Ada yang bernyanyi dan saling bercanda. Axel celingukan mencari Jen, ternyata Jen memilih di kamar. Axel naik ke kamar untuk menghampiri Jen. Dilihatnya Jen sedang tiduran di atas kasur dan tangannya memegang hpnya. Axel langsung menjatuhkan diri di atas tubuh Jen.


"astaga" kaget Jen karena Axel tiba tiba menindihnya.


"aku cariin juga" kata Axel


"Axel kamu apa kabar?" tanya bunda di seberang telepon.


"kaya ada suara bunda?" tanya Axel pada Jen.


"kamu minggir dulu, liat nih?" Jen memperlihatkan hpnya yang masih tersambung dengan sang bunda dan ayah.


"bunda" kaget Axel dan berguling ke samping lalu duduk.


"kok kamu gak ngomong sih Yang" kata Axel


Sedangkan bunda cekikikan di sana.


"maaf bund, Axel gak tahu"


"gak papa Xel", Jawab bunda


"bunda sama ayah apa kabar?" Axel


"kami baik kok, gimana udah sampai di mana pembuatan cucu untuk kita?" tanya ayah


"ayah apaan sih" gerutu Jen


"belum sampai mana mana yah, Jen gak mau" Axel mengadu yang sebenarnya juga menggoda Jen


"Jen???" Panggil bunda


"kamu itu Jen, kenapa?" tanya ayah


"ayah sama bunda jangan dengerin garwo, kita memang belum siap aja kok. Nanti kalau udah siap baru" jawab Jen


"baru gas Yang?" goda Axel


"emboh karegemu" jawab Jen (gak tahu terserah)


Axel, bunda dan ayah mendengar jawaban Jen pun tertawa, apalagi di tambah Jen yang cemberut.


"udah ah kalian ini. Pokoknya kalau bisa segera ya, udah sana kalau mau istirahat. Ayah dan bunda juga mau keluar dulu." kata bunda


"iya bun, ayah sama bunda sehat sehat ya. cepat pulang" kata Jen


Setelah saling berpamitan via video call dengan kedua orangtuanya, Jen meletakkan ponselnya.


"ke bawah yuk Yang, itu teman kamu juga pada di bawah." ajak Axel


"em tapi aku males banget" jawab Jen


"aku marah nih Yang,"


"ya udah gak papa" Jen


"Yang, aku gak suka di bantah ya" kata Axel meninggal kan Jen


"garwo" panggil Jen.


"terserah lah Yang, aku gak mau maksa kamu" Axel berlalu dari kamar.


"dia beneran marah?" tanya Jen pada diri sendiri.


"biarin lah, laper gue" kata Jen dan menuju ke dapur.

__ADS_1


Sesampainya di dapur Jen melihat Tamara di sana.


"ngapain lo?" tanya Jen


"lo ngagetin Jenong" kata Tamara dan Jen hanya nyengir.


"lo kenapa gak ikut suami lo?" tanya Tamara


"males gue, tadi Axel juga ngajakin" jawab Jen


"lo sendiri ngapain di sini?" tanya Jen


"gue habis vidio call sama dia yang jauh di sana" jawab Tamara senyum senyum.


"udah jadian lo?"


"belum sih, gak tahu kapan"


"hey kalian ngapain" kata Sasa yang baru datang


"uhuk," Jen tersedak makanan


"MICIN" Tamara


"SANTAN" Jen


"ih kalian nyebelin" Sasa


"EMANG" jawab Jen dan Tamara


Kemudian mereka melanjutkan ngobrol di ruang tengah resort. Jadi mereka juga bisa melihat ke arah yang sedang bakar bakar. Terlihat Sasa dan Tamara yang senggol senggolan dan saling menyuruh.


"kalian kenapa?" tanya Jen heran


"em itu Jen anu" Tamara


"apa" Jen


"lo Sa yang tanya" Tamara


"hehehe kita boleh tanya Jen?" Sasa


"boleh, kalian mau tanya apa sih?" Jen


"maksudnya apa?" Jen


"itu masa gak tahu sih, em lo dan Axel sunnah rasul" jelas Tamara


"maksud kalian gue yang udah gak virgin gitu?" Jen


"iya, gimana rasanya?" Sasa


"ngawur kalian, gue masih bersegel ya" Jen


"katanya lo kemarin habis main sama Axel."


"astaga gue main itu, pergi jalan jalan. Bukan main di kasur,"


"tapi kok lo teriak? terus sakit segala?" Sasa


"oh," kata Jen kemudian menceritakan yang terjadi kemarin.


flashback on


Tadi malam Axel mengajak Jen yang katanya bosan keliling naik motor. Setelah pulang, mereka langsung ke kamar. Karena gelap Jen tidak sengaja tersandung tong sampai di kamar nya.


bruk


"aw sakit" pekik Jen


"Jen, kamu gak papa?" kata Axel setelah menyalakan lampu


"sakit garwo. aduh lengket ini" kata Jen yang jatuh dan kena minuman coklat dingin yang ia bawa.


"ya udah kamu bersihin badan kamu. ini biar aku yang beresin." kata Axel


"tapi kakiku pasti nanti lebam kena meja tadi" Jen


"nanti aku obati" Axel.


.


.

__ADS_1


Sedangkan di dapur Sasa mengatur nafasnya, ia syok dengan apa yang ia dengar. Karena memang Sasa tidak mendengar sampai selesai.


"kata Jen sakit dan lengket? duh apa mereka......uh jauh jauh pikiran kotor" kata Sasa sendiri.


flashback off


"gue kira lo udah 😁" kata Sasa


"dasar mesum"


"tapi kok lo bisa pakai baju Axel?" Tamara


"gue males yang nyari di koper, Axel juga jarang pakai baju kalau tidur" jawab Jen santai


"ngiler gak lo?" Sasa


"kenapa harus ngiler kalau udah milik sendiri. minta aja boleh kok" jawab Jen sambil mengedipkan sebelah matanya.


"eedaaaaaan" kata Tamara


"gilaaaaaah" Sasa


Sedangkan Jen tertawa melihat reaksi teman temannya.


"kalian bayangin, kalau di peluk dada rata, wangi, nyaman, hangat, pokoknya pelukable banget. Baru nempel aja gue udah klepek-klepek" kata Jen senyum senyum


"gu,,,,gue???? oh astaga Jen lo udah ngeracuni pikiran gue huaaa" Sasa pura pura menangis


"iya loh, pikiran gue terkontaminasi sama bayangan dada rata" Tamara


Jen tertawa terbahak-bahak. Tamara dan Sasa kompak menyerang Jen. Jen pun lari menghindari serangan para sahabatnya. Tanpa sadar Jen lari ke halaman belakang.


hap


Jen tertangkap oleh Tamara


"kau kemana lo," kata Tamara


"ampun nyai Ronggeng" kata Jen sambil tertawa


"apa lo bilang nyai ronggeng?" kata Tamara melepaskan Jen dan mulai pasang kuda-kuda.


"wah nantang nih nyai? oke gue beli. Maju sini" kata Jen


Tamara pun maju ia bersiap seperti ingin memukul Jen, tapi ternyata mereka hanya adu Jempol dengan mengaitkan ke dua tangannya. Tamara yang iseng pun memasukkan jari manis yang satunya ke lubang hidungnya. Lalu ia pura pura mencolek kan ke jempol Jen yang sedang bertarung dengan jempolnya.


"huaaa jorok gue gak mau" kata Jen sambil melepaskan genggaman tangannya.


"lo jauh jauh sana" kata Jen lagi


"astaga, lo aja udah mengotori pikiranku. Masa gue cuma mau ngotori tangan lo gak boleh." jawab Tamara yang tersenyum kemenangan.


"hey kalian ngapain sih?" Tanya Satria


Tamara dan Jen langsung melihat ke sumber suara. Dan betapa terkejutnya mereka saat semua mata tertuju pada mereka berdua.


"Tam, lo tahu kan apa yang harus kita lakukan?" kata Jen tanpa membuka mulutnya.


"satu, dua, tiga"


"KABUR" kata Jen dan Tamara langsung lari ke dalam resort.


Jen dan Tamara terlihat ngos ngosan.


Mereka mengatur nafasnya dan minum agar lebih tenang. Setelah itu mereka celingukan.


"apa pikiran kita sama?" Tamara


"gue rasa iya" Jen.


Jen dan Tamara mengintip halaman belakang di balik dinding. Dilihatnya Sasa sedang duduk bersandar di dada Dio.


"yah itu si micin udah nyoba aja" ceplos Tamara


"gue salah ngomong, jangan jangan mau praktik tu anak" Jen


"tanggung jawab lo Jen"


"mamp*s gue"


* **Hay semua readers. Makasih ya udah mampir di novel bunda. Makasih buat dukungan nya. kalau gak keberatan di bantu like dan komen 😊. Sedikit cerita bunda nih, ini novel bunda buat karena memang beberapa tahun ini bunda hobi baca. Baca itu adlah mood booster buat bunda. Karena gak ada hiburan lain.


Kalau halu itu aku udah lama, mungkin sebelum suka baca novel udah sering nge halu 😁. Nah pas kenal novel aku tambah suka, apa lagi ada cara buat mewujudkan ke haluanku ini. Dulu aku pernah di katain suamiku "sukanya halu". Kalau bisa aku juga mau buktiin. Halu bisa menghasilkan uang, halu bisa membuat kita dan orang lain bahagia, mungkin juga bisa merubah nasib kita.

__ADS_1


Ya apa pun hasilnya, bunda hanya ingin menyalurkan hobi. kalau readers semua berkenan memberikan semangat buat bunda, bunda jauh lebih bahagia. Terimakasih, selamat menjalankan ibadah puasa 🙏🙏🙏**


__ADS_2