
Jen yang sudah bersiap untuk menyanyi. Bahkan temannya ada yang menyiapkan ponselnya untuk merekam.
walau engkau milik kekasih mu
aku juga milik kekasih ku
tapi engkau selalu di hati
tak kan terganti
jangan pernah engkau bersedih
jangan pernah engkau sesali
karena dunia tak merestui
hubungan ini
Cinta kita tak ada yang tahu
hanya kita dan tuhan yang tahu
mungkin bila kita kan bersatu
hanya dalam dunia yang baru
semoga tiada yang terluka
hanya karena cinta kita
yang salah yang telah mendua
semoga tiada yang kecewa
hanya karena kita berdua
yang mencinta di balik mereka
Jen yang menyanyi dengan suara yang bagus. Bahkan temannya yang ada di kelas sangat menikmati suara Jen dan iringan musik apa adanya itu. Tamara yang meminta lagu itu pun sampai berjoget berdiri dengan satu kakinya di naikan ke atas kursi. Sedangkan Sasa hanya mengambil vidio dan sesekali menggerakkan kepalanya.
Jamil berjoget di atas meja, sedangkan Jen hanya duduk bersila di atas meja dan bersandar di tembok. Kelas yang terlihat gaduh dan asik karena ocehan Jamil yang seperti MC dangdut. Tanpa mereka sadari bel masuk jam terakhir pun sudah berbunyi. Keseruan itu masih berlanjut karena banyak dukungan dari murid IPS 1 yang sudah masuk kelas.
tok tok tok
Suara pintu di ketuk dengan keras, padahal pintu kelas tidak di tutup. Membuat konser dadakan yang ada di pojok kelas berhenti, dan mereka semua menengok ke arah pintu.
"mampus gue" Jamil segera turun dari meja dan murid yang masih berdiri segera duduk di tempat masing-masing.
"JENNAIRA" panggil pak Wal
"iya pak" jawab Jen nyengir
"asik?" pak Wal
"hehehe" Jen tersenyum karena di belakang pak Wal ada suami nya yang sudah melotot. Axel membawa buku paket yang baru saja ia ambil dari perpustakaan dengan Dio
"jangan cengar cengir kamu, mau sampai kapan kamu duduk di situ!" Pak Wal
Semua temannya melihat ke arah Jen, Jen pun celingukan karena baru tersadar.
"astaga lupa pak" kata Jen dan segera turun dari meja.
"jam siapa sekarang?" tanya pak Wal
"BU SITI PAK" jawab semua murid
"ada tugas kan, kenapa gak di kerjain?" pak Wal
"belum pak, ini nanti juga di kerjain" Ari
"kalian semua kerjakan di halaman lapangan voly!!" pak Wal
"panas pak" Sasa
"iya pak, masa gak kasian. Laper loh ini pak" Tamara
"kalian joget aja gak laper gak panas. Sana!! Kalau sampai kalian gaduh lagi, saya bawa ke BK besok." pak Wal
"IYA PAK"
Setelah itu pak Wal, Axel dan Dio meninggalkan kelas XII ips 1.
"ayo, bawa tas sekalian" ajak Ari dan di ikuti semua murid ips 1.
Sesampainya di lapangan voly ternyata tidak terlalu panas. Disana ada kelas X yang ternyata juga jam kosong. Letak lapangan voly adalah di belakang kelas X IPA. Setelah menyelesaikan tugas yang di berikan Bu Siti mereka asik bermain ponsel.
__ADS_1
"bosen nih mau pulang gerbang masih di tutup" Ari
"masih tiga puluh menit ya pasti belum di buka lah" Dani
"gue ada edi" Jamil
"IDE" beberapa murid
"tunggu oke" Jamil
Jamil mendekati adek kelas yang sedang bermain gitar di bawah pohon. Setelah meminjam gitar tersebut, Jamil kembali di tempat nya tadi.
"ayo nyanyi lagi Jen, tapi yang bagus. Lagu yang slow aja"
"SETUJU" seru beberapa teman kelas Jen.
"suara gue udah abis" Jen
"ayo lah Jen, kita kan udah mau lulus" Meta teman Jen
"iya kak, gak papa. Pasti bagus" Adek kelas
Karena banyak yang mendukung Jen untuk bernyanyi akhirnya Jen mau bernyanyi.
Jamil mulai memetik gitarnya.
*oh,hush, my dear, it's been a difficult year
.........
.......
so look me in the eyes
tell me what you see
perfect paradise
tearing at the seams
I wish l could escape
l don't wanna fake it
wish l could erase it
But l'm a bad liar, bad liar*
.......
........
Jen bernyanyi dengan penuh penghayatan, bahkan yang disana ikut hanyut suasana syahdu. Banyak yang mengabadikan momen ini, Tamara mengirimkan vidio ini di grub sekolah. "BEGINILAH JIKA JENNAIRA SUDAH BERAKSI" begitulah caption untuk melengkapi vidio yang di unggah Tamara.
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Jen dan teman temannya memutuskan pulang.
"kak Jen tunggu" panggil salah satu adek kelas laki laki.
"iya" Jen berhenti di tempatnya.
"boleh aku minta nomer wa nya?" tanya siswa itu
"boleh, sini" Axel yang baru datang
" tapi kak" kata siswa itu
"aku dan Jen hanya punya satu nomer, jadi mau gak?"
"Axel" Jen
"Yang," Axel
"sory ya Faris, pawangnya marah. Kita duluan ya" kata Jen. Jen tau nama siswa itu dari bajunya.
"iya kak" Faris
"pawang, pawang" gerutu Axel
"kamu juga ngapain sih tiba tiba datang gitu aja" Axel
"ya aku kan...."
"CEMBURU" kata Dio, Tamara dan Sasa kemudian mereka tertawa
"itu Yang" Axel
__ADS_1
"apa coba yang di cemburui" Jen
"itu tadi buktinya" Axel
"aku kan gak ngapa-ngapain"
"tapi kamu pasti banyak yang suka" Axel
"yang penting aku biasa aja"
"ssssstttt, kita duluan ya.? kalian lanjut debat aja" Sasa
"gue juga mau pulang" Jen
"ke apartemen ya Yang" Axel
"gak mau! kerumah aja, kangen mamah" Jen
"ya udah" Axel.
Mereka pulang kerumah masing-masing kecuali Tamara, ia langsung menuju ke rumah sakit untuk menengok Satria. Tamara juga sempat menanyakan Satria mau di bawakan apa.
.
.
.
Sesampainya di rumah Jen langsung masuk ke dalam.
"Assalamualaikum" Jen
"wa'alaikumsalam" mamah
"mamah" panggil Jen dan lari kegirangan ke arah mamahnya
"sayang anak anakku" Mamah
"Kangen juga sama mamah" Jen
"mamah juga kangen, sepi kalau gak ada kalian" mamah
"YANG,!! kamu kebiasaan" Axel
"apa sih?" Jen
"aku aja belum kamu peluk loh" Axel
"astaga, Jen sana peluk dulu suami kamu. Nanti kita ngobrol lagi" mamah
"hehe iya mah, Jen ke kamar dulu"
Jen dan Axel menuju ke kamar. Setelah sampai dan menaruh tas, Axel menarik Jen keatas kasur dan memeluk nya.
"garwo ih, belum bersih bersih juga" Jen
"aku udah kangen banget. Apa lagi kamu tadi nyanyi diliat orang banyak" Axel
"terus kenapa?" Jen
"ya gak boleh, kamu cuma milikku" Axel
"posesif banget"
"biarin sayang"
Mereka ngobrol dan sesekali bercanda. Sampai akhirnya Jen yang di peluk Axel tertidur tanpa ganti pakaian. Sedangkan Axel sibuk dengan tabletnya.
"Yang, aku ke bengkel sebentar ya" kata Axel tanpa mengalihkan pandangannya dari tablet.
"Yang" panggil Axel lagi dan melihat ke arah Jen yang berada di dadanya
"lah tidur, baru di tinggal ngecek kerjaan lima menit" gumam Axel.
Perlahan Axel memindahkan kepala Jen di bantal. Kemudian ia bersiap ke bengkel.
"mah nanti kalau Jen nyari, Axel ke bengkel sebentar" pamit Axel pada mamah nya yang berada di teras.
"emang Jen kemana?" mamah
"tidur mah"
"ya udah kamu hati hati" mamah
Axel ke bengkel mengendarai motor metik yang biasa digunakan Jen ke sekolah. Sudah beberapa hari Axel tidak ke kantor maupun ke bengkel. Ia hanya bekerja di rumah. Sampai jam delapan malam Axel baru sampai di rumah. Bahkan semua anggota keluarga nya sudah makan malam. Axel minta Jen untuk membawa kan makan malam di kamar. Karena mereka akan belajar bareng.
__ADS_1
...Maaf semua, bunda sedikit repot. 🙏 ...