Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Mira lagi


__ADS_3

Hari senin pagi adalah hati yang terasa berat untuk sebagian orang. Jen berangkat dengan mobil sport merahnya. Sedangkan Axel berangkat dengan mobilnya sendiri. Setelah memasuki gerbang sekolah, banyak pasang mata yang melihat ke arah ferarri merah yang yang baru saja terparkir.


Mobil yang belum pernah terparkir di sekolah ini, membuat mereka bertanya siapa pemilik nya. Jen turun dengan anggun. Axel pun juga keluar dari mobil Mercedes-Benz warna putih nya. Banyak siswa siswi yang memperhatikan mereka berdua. Axel memandang Jen yang terlihat cantik dengan rambut di urai dan tertiup angin. Tas ransel yang ia pakai di bahu kirinya. Jen melangkah dengan pesona yang luar biasa.


"kalau bukan anak bangsawan udah gue bungkus itu Jen" canda siswa 1


"nasi bungkus kali" Siswa 2


"kak Jen gila demage ya gak ketulungan" adek kelas 1


"murid baru ya?" siswa 3


"kak Axel juga ganteng banget" adek kelas 2


"pasangan yang pas" adek kelas 3


"berangkat bareng lagi mereka" Mira yang memandang Jen dan Axel dari dalam mobil.


Jen melangkah menuju kelas, begitu juga dengan Axel.


"Yang, jangan tebar pesona kenapa sih?" bisik Axel yang ada di belakang Jen


"enggak" jawab Jen cuek


"itu pada liatin, aku gak suka"


"astaga Garwo, biarin aja" Jen


Axel pun maju mensejajarkan langkahnya dengan Jen, dan tiba tiba tangan Axel menggandeng Jen. Jen yang kaget pun hanya melotot ke arah Axel.


"gak usah protes ayo" Axel menarik Jen perlahan.


Jen pun hanya menurut saja. Tanpa mereka sadari Ari dan Jamil berjalan di belakang.


"Yang, kita nanti makan di kantin bareng ya" kata Ari pada Jamil, Ari sengaja menyindir pasangan di depannya.


"iya ayang, makasih ya udah gandeng aku ke kelas. Jadi gak nyasar deh aku" Jamil


"jangan sampai nyasar dong, apa lagi di kelas ipa 1." Ari


"emang kenapa?" Jamil gemulai


"takut kamu nyangkut Romeo lagi" Ari dan tertawa keras


Jen dan Axel menggeleng karena tingkah orang gesrek di belakang nya.


"duh sory gue gak kuat" Ari


"eh ayang," Jamil mencolek punggung Axel


"apa sih" Axel


" ayang Amil mau di gendong, gak mau di gandeng" Kata Jamil yang membuat Ari semakin terbahak. Sedangkan Jen menggeleng


"kalian udah gila" Axel


"gila karena mu ayang" Jamil


"Yang, aku duluan ya" Axel


"iya" Jen tidak bisa menahan tawa nya.


"hey ayang Xexel mau kemana?" Jamil


"udah Mil, perut gue sakit" Jen masih ketawa


"iya, itu pasti Axel jijay banget sama lo hahaha" Ari


"gue sendiri juga jijay cin" kata Jamil yang menuju ke kelas, dengan gaya kedua tangan lurus ke bawah dan telapak tangan di buka. Setiap langkah kaki ia angkat tinggi, persis seperti orang gemulai. Menambah tawa Jen dan Ari.


"astaga temen lo sarapan apa tadi Ar" Jen


"kayaknya di kasih permen sama mbak Benc di lampu merah tadi."


"perlu di rukiah" kata Jen yang melangkah ke ke kelas di ikuti Ari.


Setelah mengikuti pelajaran dan telah tiba saatnya istirahat, Jen, Tamara dan Sasa pergi ke kantin. Di kantin terlihat ramai, Jen memesan jus jeruk dan bakso. Saat Jen akan menyendok sambal tiba tiba ada yang menggebrak mejanya, alhasil banyak sambal yang masuk ke bakso Jen.


"eh kesemek gila lo ya" Jen marah pada Mira yang sudah menggebrak meja nya.


"elo yang gila" Mira

__ADS_1


"eh, elo datang datang mau cari masalah?" Tamara


"Temen lo yang ganjen ini yang buat masalah" Mira menunjuk Jen


"mau lo apa sih?" Jen


"mau gue, lo jauhi Axel" Mira


"mimpi lo?" Sasa


"gue gak mimpi, dan lo jangan pernah bermimpi jadi pacarnya Axel." Mira


"Mirasantika gue gak pernah ya ganggu hidup lo, apa lagi ngurusin urusan lo. Terus kenapa lo ganggu gue? mau gue pacaran sama siapa aja itu bukan urusan lo" Jen


"jelas urusan gue, karena Axel itu milik gue" Mira


"ya milik lo, terserah lo. Gue muak sama lo berisik. Bikin selera makan gue ilang aja. Kesemek!!!" Jen beranjak


"lo ngatain gue apa?" Mira menarik rambut Jen


"lepasin tangan kotor lo, atau...." Jen


"atau apa heh?" Mira semakin menarik rambut Jen.


Dengan gerakan cepat Jen menginjak kaki Mira, dengan refleks Mira melepaskan tangan nya dari rambut Jen. Jen yang sudah terbawa emosi pun memelintir tangan Mira kebelakang.


"aaaaa sakit" Teriak Mira


"biar tahu rasa di Jen" Tamara


"jangan pernah ganggu gue lagi apapun alasannya" kata Jen sedikit mendorong Mira ke depan. Dan sekarang itu Jen pergi dari kantin.


"awas lo Jenong" Mira


"lo gapapa kan Mir? tanya Debora


"sakit tau" Mira


"elo sih Mir" Beti


"elo nyalahin gue?" Mira


"maksudnya, terima nasib aja kalau Axel pacaran sama Jen" Beti


.


.


.


.


Jen menuju ke taman depan, di sepanjang jalan Jen menggerutu.


"udah Jen, besok besok kita hajar aja tuh Mira kalau dia macem-macem" Tamara


"gue heran deh sama kesemek itu, kenapa gak tau diri banget" Jen


"namanya udah terobsesi Jen" Sasa


"ya tapi apa dia gak malu kalau cowoknya aja gak mau sama dia." Jen


"buktinya enggak kan" Sasa


"lo mau ngapain Jen?" Tamara


"kalian masuk kelas aja, gue mau bolos di kafe depan" Jen


"enak aja gue ikut lah" Sasa


"gue juga" Tamara


Mereka menuju gerbang, dan beruntung nya gerbang terbuka lebar dan tidak ada yang menjaga. Jadi Jen dan ke dua temannya bisa langsung keluar begitu saja. Sampai di kafe Jen memesan makanan lumayan banyak.


"banyak amat, laper lo?" Tamara


"gak tau, mood gue hancur gara gara kesemek itu" Jen


"Sabar Jen." kata Sasa


Mereka menghabiskan istirahat dan dua jam pelajaran matematika di kafe. Bodo amat lah Jen benar benar kesal dengan Mira. Saat mereka kembali ke kelas, ternyata sudah ada pak Roni yang akan mengajar geografi.

__ADS_1


"dari mana kalian? tanya pak Roni


"cuci muka pak, tadi ngantuk" Jen


"ya sudah duduk, ada lagi yang mengantuk?" tanya pak Roni


"saya pak" Jamil


"saya kasih waktu lima menit buat cuci muka " Pak Roni


"terimakasih pak" Jamil beranjak


"kita mulai ya pelajaran hari ini" Pak Roni


Kegiatan belajar pun di mulai, pelajaran geografi selama satu jam setelah itu istirahat ke dua.


"bolos lo kan, gue bilangin ayang loh" kata Jamil pada Jen


"gak takut" Jen


"oh lihat aja ntar" Jamil


"Jen beneran lo pacaran sama Axel?" Ar


"enggak tuh" Jen


"masa iya mesra gitu gak pacaran, apalagi bucin banget si Axel" Ari


"dibilangin enggak, tanya aja sama orang nya" Jen


"terus apa dong? teman tapi mesra? gak jaman kali Jen" Ari


"terserah lo yang menilai" Jen


"Jen gak baik loh kalau lo mau seperti itu. Ayu mu tenanan ora editan, masa iya mau di jadiin teman mesra" Jamil


"lagu kali Mil" saut Tamara


"emang lo tahu?" Jamil


"tau lah, nyanyi Jen" Tamara


"musik" Jen


Ari pun memukul meja sebagai kendang, di ikuti Ari dan beberapa teman lainnya.


Ayu mu tenanan ora editan


sing marai aku kedanan


pancen salahku dewe


ra ono sing ngongkon


Abot sanggane aku angel move on


ketika semuanya terasa begitu abot


kucoba utuk tetap ra popo


disaat cinta ini terasa angel angel


Jen mengakhiri nyanyian nya.


"lagi Jen, daripada sepi gini" Ari


"hey hey semua, gue punya kabar gembira" kata Dani teman sekelas Jen.


"apa" Sasa


"jam terakhir kita kosong, bu Siti tidak hadir bos" Dani


"yang bener lo," Ari


"ini tugasnya bos" Dani menyerahkan kertas tugas.


"oke siap bos, thanks. Kalau gitu kita lanjutkan" Ari sudah mulai memukul meja di ikuti yang lain.


"oke Jennaira tunjukkan suaramu" Jamil


"cinta terlarang Jen" Tamara

__ADS_1


Ekhem


Jen mengatur suaranya.


__ADS_2