Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Menyusul


__ADS_3

Dio yang lupa akan hal itu pun mencoba menghubungi Sasa.


"di angkat?" tanya Satria


"enggak" Dio


" ya jelas lah, orang mereka masih di jalan. Kalaupun di angkat telepon lo, terus lo mau tanya kalian dimana?" Satria


"iya, kita kan mau nyusul" Dio


"ya gak gitu juga konsepnya Diodoran" Satria menepuk jidatnya


"terus gimana kita bisa tahu mereka ke mana" Dio


"ayo berangkat, lo yang bawa mobil" Axel melempar kunci ke arah Dio


"emang lo tahu?" Dio


"udah jalan aja nanti juga tau" Axel


Kemudian mereka menuju mobil Axel yang ada di basemen apartemen nya. Axel memberitahu Dio ke arah mana mereka pergi.


"tau dari mana lo?" Satria


"GPS di motor dan ponsel Jen" Axel yang masih melihat ponselnya


"wah gila lo, kok bisa?" tanya Satria


"gue gak mau kecolongan kaya dulu lagi," Axel


"Jen tau?" Dio


"ya enggak lah" Axel


"demi kebaikan itu juga bagus Xel, gue setuju sama lo." Satria


Di sepanjang perjalanan menuju ke pantai, ketiga cowok itu saling berbagi cerita. Dan juga membicarakan tentang bagaimana kalau para cewek idaman mereka tahu keberadaan mereka.


Sedangkan di sisi lain, ke empat gadis yang mengendarai motor sport sedang berhenti di pom bensin. Ada yang mengisi bahan bakar motornya ada juga yang ke toilet.


"huh gue agak capek" keluh Jen


"tumben amat, baru juga satu jam perjalanan" Sinta


"gak tau gue, udah lama gak bawa ni motor kali" Jen


"nih minum dulu" Sasa memberikan botol air mineral yang ia beli kepada tiga sahabatnya.


Setelah beberapa saat beristirahat mereka kembali melanjutkan perjalanan ke pantai. Kali ini mereka memperlambat laju motornya, karena pemandangan yang indah membuat mereka ingin menikmatinya. Sesekali mereka turun untuk berfoto, mengabadikan momen seperti ini.


Sesampainya di pantai Jen, Tamara, Saat dan Sinta langsung main di pantai.


"yuhuuu akhirnya bisa melihat laut," Sasa


Mereka berlari ke bibir pantai, rasanya bahagia sekali. Berfoto, bercanda, menikmati angin sepoi-sepoi. Sungguh nikmat yang luar biasa.


"gue ngerasa jadi jomblo deh" Jen


"kenapa?" Sasa


"pergi sendiri tanpa pasangan" Jen


"iya juga ya" Sinta


"kalian gak ingat gue yang jomblo asli disini" kata Tamara di buat memelas.


"UH KASIAN UH KASIAN" kata Jen dan Sasa bersama


"sungguh kasihan" saut Sinta


Kemudian Jen, Sinta dan Sasa tertawa bersama.


"kalian!!" Tamara ingin mengejar mereka bertiga, tapi mereka berbencar membuat Tamara bingung.


Akhir nya Tamara menuju ke tengah laut, pandangannya lurus kedepan. Kalau orang melihat pasti akan mengira kalau Tamara akan bunuh diri. Membuat ketiga gadis itu berhenti dan di buat heran.


"Tamara lo ngapain?" teriak Jen


"Tam" Sinta menghampiri Tamara


"astaga Tamtam" Sasa

__ADS_1


Tidak ada jawaban sama sekali dari Tamara bahkan menengok pun enggak.


"Tam lo denger gue kan, lo kesini deh. Jangan ke sana bahaya" Jen


"eh Tamara kenapa?" tanya Sasa pada Jen dan Sinta.


"gue gak tau kita harus tolong Tamara ayo" ajak Sinta. Mereka bertiga sudah mendekati Tamara. Dan memanggil Tamara agar kembali ke tepi pantai.


Tamara berbalik dan melihat ke arah mereka.


"jangan mendekat atau gue lari ke tengah," Tamara


"oke kita disini, lo kesini ya" Sinta


Tamara melangkah dengan pelan, ke arah mereka. Jen dan Sasa sangat berharap Tamara akan luluh dengan bujukan Sinta. Setelah lebih dekat dengan ketiga sahabat nya, Tamara berhenti dan memandang ketiga temannya. Tamara berjongkok dan mulai menyiram air ke arah tiga sahabatnya.


"TAMTAM" teriak Jen, Sasa dan Sinta


Mereka bermain air dan saling menyiram, terdengar suara tawa bahagia dari mereka.


"udah woy gue capek" Jen yang berhenti pun di serang ketiga temannya.


.


.


.


Sedangkan di sebuah mobil mewah turunlah ketiga cowok tampan. Mereka menggunakan baju santai juga kacamata hitam. Banyak pengunjung yang memuji ketampanan mereka.


"kok rame,susah dong cari bebeb gue" Dio


"namanya juga pantai, pasti banyak pengunjung. Kalau sepi ya di kuburan lah" Satria


"ayo" ajak Axel


Mereka berjalan ke arah pantai, mereka juga celingukan untuk mencari para gadis pujaan mereka.


"itu motor mereka" tunjuk Satria


"iya, kalau titik ponsel Jen ada di sana" Axel menunjuk arah kanan.


Di arah kanan ada pantai yang sangat indah dan lumayan sepi pengunjung. Karena memang ada biaya tambahan yang sedikit mahal untuk menuju ke sana. Disana di sediakan tempat untuk beristirahat yang nyaman, juga penjagaan yang ketat untuk barang bawaan para pengunjung. Jadi pengunjung bisa lebih tenang saat menikmati keindahan pantai, banyak spot foto yang kekinian di sana.


"kita beli tiket lagi ya Xel?" Satria


"iya, gue juga baru tahu" Axel


"ya udah beli ayo" Dio membelikan tiket masuknya.


"kenapa tidak seramai di sana tadi, padahal di sini lebih bangus" Dio


"ya karena bayar lagi dodol" Satria


"owh iya ya," Dio


"itu mereka bukan sih?" Axel menunjuk empat gadis yang sedang asik bermain air juga kejar kejaran.


"iya itu Bebjejdjdjdj" Dio tidak jadi memanggil Sasa karena di bekap Axel


"diem lo, kita kan kesini jadi penguntit" Satria


"luphdhdjsjs" kata Dio


"lupa gue" kata Dio lagi karena Axel sudah melepas bekapan nya.


"kita nyantai di sana aja, sambil liat mereka" Axel menunjuk kursi santai di pinggir pantai.


"gue pesen minum dulu" Satria


Setelah minuman datang, ketiga cowok tampan itu duduk selonjoran di atas kursi. Sudah seperti bule yang sedang berjemur saja. Sampai beberapa menit mereka menikmati keindahan pantai juga melihat pasangan mereka yang masih asik bermain juga berfoto.


"huh seru juga ya" Sasa


"iya rasanya kaya gak ada beban" Sinta


"sebentar lagi beban berat akan kita hadapi bos, jangan lupa" Tamara


"apa?" Sasa


"ujian kelulusan" Tamara

__ADS_1


"bener tuh, tapi ya otak gue rasanya kaya terupdate sekarang" Sinta


"Jen lo diem diem bae? gak ngendok kan?" tanya Tamara yang sedikit tahu bahasa Jawa yang sering di gunakan Jen untuk mengejek


"ngendok apa?" Sinta


"bertelur" jawab Tamara dan sukses mengundang tawa Sasa dan Sinta


"ya enggak lah enak aja, gue liat mereka tuh" Jen menunjuk ke arah tiga orang sedang tiduran di kursi santai.


"lah Jen ingat suami, jangan melirik cowok lain" Sasa


"itu kaya suami lo Jen? apa gue salah liat?" Sinta


"makanya itu, kok mirip" Jawab Jen


"lah bukan nya itu bebeb gue ya," Sasa mengucek matanya untuk memastikan


"iya beneran bebeb, kok bisa di sini mereka?" Sasa


"ya mana kita tau" Tamara


"kita samperin yuk" Sasa


"eh jangan" Jen


"kok jangan? itu kan pasangan kalian?" Sinta.


"kita kerjain aja" Jen


"maksudnya?" Tamara.


Jen membisikkan sesuatu pada ketiga temannya dan di angguki mereka semua. Setelah itu mereka kembali bermain di pinggir pantai. Beberapa saat kemudian mereka pergi satu per satu.


"loh Xel kemana bebeb gue" tanya Dio yang melihat ke sekeliling pantai


"kan masih pada main" Axel


"lo bangun deh, mereka udah gak ada" Dio


Satria dan Axel pun bangun untuk melihat ke depan. Karena memang mereka tadi sempat tertidur atau sekedar menikmati angin pantai.


"wah beneran kehilangan jejak kita" Satria


"apa mereka tahu?" Dio


"mungkin" Axel


Mereka masih bingung dan melihat lihat, sampai akhirnya Satria melihat ke belakang.


"astaga" reflek Satria yang melihat ke empat gadis di belakang nya yang melipat tangannya di dada


"apassih" Dio yang ikut menengok ke belakang


"Yang" sapa Axel nyengir


"ngapain kalian disini?" Jen


"kita,,, kita kan" Dio


"liburan" Satria


"kalian ngikutin kita ya?" Tamara


"ini kan tempat umum, kita mau kemana aja kan boleh" Dio


"Yang!" kata Axel


"apa?" Jen


"siapa yang ngijinin kamu pamer bodong?" Axel


"hah?" Jen


" baju kamu kemana sih? bisa bisanya pakai baju kaya gini?" Axel menarik Jen


"kan ini baju pantai" Jen yang duduk di samping Axel


"Baju pantai?" Axel melepaskan bajunya sendiri


"astaga garwo, kamu mau pamer?" kesal Jen karena banyak cewek yang melirik ke arah Axel

__ADS_1


__ADS_2