Cinta Jennaira

Cinta Jennaira
Emak Sasa


__ADS_3

Pagi yang cerah sudah menyapa para penghuni dunia ini. Ke empat gadis cantik ini masih berada di alam mimpinya.


"motor itu lagi, kemarin malem itu siapa? kaya pernah liat" gumam seorang cowok yang berada di dalam mobilnya. Kemudian ia berangakat sekolah.


πŸ“³πŸŽΆπŸŽΆπŸŽΆπŸŽΆπŸŽΆ


Suara alarm di ponsel Sasa berbunyi nyaring. Mau tidak mau Sasa pun bangun, berbeda dengan Tamara yang malah merapatkan selimutnya.


"udah jam enam, Tam bangun Tam." Sasa menggoyangkan bahu Tamara.


"hhhmmmm" hanya itu jawaban Tamara.


"ayo bangun sekolah Tam," Sasa masih berusaha membangun kan Tamara


"iya bentar lagi mah," ucap Tamara yang mengganggap Sasa adalah mama nya. Karena biasanya mamanya lah yang membangunkan nya.


"ya udah terserah gue siap dulu deh". Sasa kemudian turun dari ranjang dan menuju kamar mandi. Setelah mandi dia sedikit memoles wajahnya, ia melirik Tamara yang masih tidur. Sasa mencoba membangunkan Tamara lagi namun nihil. Akhirnya Sasa keluar kamar dan masuk ke kamar Sinta.


Masih sepi dan bisa di pastikan kedua gadis itu juga belum pada bangun.


ceklek


Terlihat Jen dan Sinta masih menyelimuti dirinya. Sasa mendekat ke arah Jen dan mencoba membangunkannya.


"lima menit lagi mbok" jawab Jen. Tadi di kira mama Tamara sekarang di kira mbok jum. Sasa menggelengkan kepalanya dan beralih ke Sinta.


"Sin bangun mau sekolah gak udah siang ini" ucap Sasa sambil sedikit menggoyangkan pinggul Sinta. Sinta tidur miring menghadap ker Jen, dan membelakangi Sasa.


dutt


Suara kentut Sinta yang terdengar, membuat Sasa menjauh dan sedikit kesal.


"nih anak bener bener ya, jorok banget." gerutu Sasa. Kemudian Sasa tersenyem karena memiliki ide.


Razia woy razia teriak Sasa


Dan benar saja Jen dan sinta langsung bangun dan heboh sendiri.


"ayo kabur, cepetan " kata Jen menggandeng Sinta


"motor gue mana motor", kata Sinta celingukan.


Terdengar suara tawa Sasa, membuat Jen fan Sinta menoleh ke sumber suara.


"lo ngerjain kita" tanya Sinta


"haha makanya kalau di bangunin itu buruan bangun, udah hampir jam 7 kalian mau sekolah gak?" kata Sasa


"uh ngeselin lo," kata Jen sambil melempar bantal ke arah Sasa,

__ADS_1


"wle gak kena, udah buruan mandi ntar kena razia beneran," kata Sasa sambil menutup pintu.


Sasa kembali ke kamarnya buat bangunin Tamara. Dia sudah membawa panci dan juga spatula.


"ADA COGAN OY ADA COGAN" teriak Sasa sambil memukul panci.


"mana cogan, mana???" kata Tamara setegah sadar.


"itu di kamar mandi" kata Sasa


Buru buru Tamara menuju kamar mandi, dan di susul Sasa. Tamara sempat kebingungan mencari cogan.


"lo buruan mandi ntar kita cari cogan di sekolah, ini udah siang" kata Sasa sambil menutup pintu.


Sasa menuju dapur, ia membuat sarapan buat mereka semua. Hanya roti isi dan susu, beberapa menit kemudian terdengar kegaduhan dari ketiga sahatnya.


Mereka keluar kamar dan menuju ke meja makan, dilihatnya Sasa sedang makan roti dan minum susu.


"buat gue mana?" tanya Tamara karena semua roti di depan Sasa


"nih buat kalian semua, makan sama minum sambil jalan. Udah telat ini." saran Sasa. Mereka mengangguk, kemudian mengambil roti yang di siapkan Sasa dan juga susu kotak.


Mereka keluar unit Sinta menuju ke lift, Sasa terus saja mengomel di perjalanan. Ketiga teman nya hanya fokus dengan makanannya. Sampai di depan lift Sasa yang memencet tombol, setelah pintu terbuka ia menyuruh ketiga temannya masuk. Jen, Sinta dan Tamara menurut seperti anak ayam.


"kalian ini tadi malam tidur jam berapa sih, di bangunin susah banget. Hanya dengan cogan dan razia yang bisa membangunkan kalian?" omel Sasa. Sedangkan yang di omeli hanya celingukan sambil makan.


"Maaf mak" jawab mereka kompak.


"kenapa emang Sa?" tanya Tamara


"masak gue bangunin, gue goyang goyang malah kentut dia. Kan kasian gue" cerita Sasa


wkwkwkw, uhuk


Tawa mereka pecah kecuali Sasa. Dan itu membuat Sinta tersedak.


"ketawa aja terus, " sinis Sasa


"masak gue kentut sih Sa? gak kerasa lho" tanys Sinta


" iya lo gak kerasa, gue yang kerasa apesnya. Niat baik mau bangunin malah di kasih kentut."


"maaf Sa besok besok gue suruh sopan nih" jawab Sinta sambil memukul pelan ****** nya. Sedangkan Jen dan Tamara masih cekikikan.


Ting


Suara pintu lif terbuka. Mereka menuju motor masih masing dan segera melajukan motornya ke sekolah masing masing.


"hati hati lo," kata Jen pada Sinta. Karena mereka beda sekolah.

__ADS_1


"kalian juga" jawab Sinta.


Setalah itu mereka memacu motornya dengan kencang karena jam sudah menunjukan setengah delapan. Sudah bisa di pastikan kalo mereka telat, gerbang sekolah akan di tutup pada jam setengah delapan. Jen mengarahkan motornya menuju gerbang samping di ikuti Sasa dan Tamara. Sialnya gerbang sudah di tutup dan dijaga tiga anggota osis. Mau tidak mau mereka harus lewat gerbang utama.


Tamara, Jen dan Sasa berhenti di depan gerbang utama yang tertutup. Terlihat pak satpam, ketua osis dan juga Mira anggota asis.


"matiin motornya," perintah Mira


Serentak mereka mematikan motornya.


"ya di buka juga helmnya," perinta Mira lagi.


"ngomong dong" jawab Sasa sambil membuka helm full face nya.


Jen dan Tamara juga membuka helm mereka.


cantik batin Axel, tapi dia berusaha menetralkan wajahnya.


"pak tolong bukain," pinta Tamara.


Sedangkan pak satpam melirik ke arah Axel yang berdiri di samping nya. Mendapatkan anggukan dari Axel, pak satpam pun membukakan gerbang. Refleks mereka bertiga kembali menyalakan motornya.


"siapa yang nyuruh menyalakan motor?" tanya Mira


"kan mau masuk ya di nyalain lah, gimana sih" jawab Jen sinis.


"dorong masuk, langsung di depan tian bendera" ucap Axel


"HAA,,,???" kaget mereka bertiga.


"ayo buruan tunggu apa lagi" Mira menginterupsi


"lo tau gak kalau ini berat,,?" ya kali kita dorong" Jawab Tamara.


"salah sendiri telat," Mira


Mereka mulai mendorong motor ya walaupun tidak turun dari motornya. Sesekali terdengar gerutuan dari mereka bertiga.


"huh tiga L," kata Sasa


"LEMAH LETIH LESU" sambung Tamara dan Jen.


"bukan itu 😏, Lemas, Letih, Laper." jawab Sasa sambil menyandarkan tubuhnya di atas motor.


Ehem,,,,,,


Suara deheman seorang siswa gang beradi di belakang mereka. Mereka pun menoleh ke sumber suara.


"oppa kenapa tega menghukum adek seperti ini, " rengek Sasa pada Axel

__ADS_1


"emak,,,, stop kita bagi dua oppanya aku juga pengen di manjah," kata Tamara


"emak dan kakak pertama, jagan cari bapak baru, bapak yang kemarin aja aku belum tau siapa." kata Jen yang ikut masuk ke dalam dunia halu Sasa dan Tamara.


__ADS_2