
"pengen apa?" tanya Jen
"hehehe pengen makan kamu" jawab Axel
"boleh" kata Jen tersenyum
"beneran?"
"bener dong, kamu merem dulu" kata Jen
"oke udah ayo" kata Axel
Jen yang melihat Axel merem pun perlahan pergi meninggalkan Axel. Jen berlari tanpa suara.
"Yang, tunggu Yang" kata Axel yang membuka mata dan mengejar Jen.
Mengetahui dirinya di kejar Axel, Jen pun berlari. Di saat Axel mulai mendekat, Jen bersembunyi di belakang tubuh papahnya.
Axel berusaha menggapai Jen tapi Jen berpegangan pada lengan papah.
"papah awas, balikin istri ku." kata Axel
"jangan pah," kata Jen
"ini kalian kenapa,?" papah bingung karena di putar putar Jen
"urusan anak muda pah, papah awas dong," Axel
"tangan papah di pegang Jen ini"
"ih papah suruh garwo jauh jauh dulu" pinta Jen sambil cekikikan
Hap
"dapat" kata Axel yang sudah memegang Jen.
"papah tolong Jen" kata Jen
"emang Axel apain kamu?" tanya papah
"mau,,,, ayah bunda" kata Jen
Mendengar mertuanya di panggil Jen, Axel melepaskan pegangan tangan nya dan melihat ke belakang. Begitupun dengan papah yang ikut menengok ke belakang. Jen menggunakan kesempatan itu untuk kabur.
"mana ayah bunda?" tanya Axel pada Jen
"astaga, kabur kan Jen nya" gerutu Axel
Papah menggeleng karena berhasil di bohongi Jen, dan menertawakan Axel.
"papah sih gak pegangin Jen" kata Axel
"kalian ini kenapa sih," papah
"mau Axel buatin cucu tahu" kata Axel
"susul gih sana, yang kembar ya Xel," kata papah
"kenapa?"
"biar rame, udah sana. Semburkan di dalem aja, gak usah di keluarkan di luar. Kalau perlu sampai tetes terakhir" kata papah sambil menaik turun kan alisnya.
"apa yang sampai tetes terakhir? ngajarin anaknya ngapain?" tanya mamah yang baru datang dengan berkacak pinggang
"kabur,,,," kata Axel
"jangan lupa Xel," teriak papah
"siap" jawab Axel
"apa?" kata mamah lagi.
"uh cantiknya istriku," papah
"mamah denger ya tadi papah ngomong apa sama Axel"
Cup
Papah mengecup bibir mamah sekilas.
"PAPAH" kata mamah yang sedikit kesal tapi juga malu. Sedangkan papah lari ke teras depan.
__ADS_1
.
.
.
.
Selesai mandi Jen menerima telepon yang ternyata dari pak Min supir rumahnya. Pak Min akan mengantarkan motor Jen, karena besok ia akan kembali sekolah. Setelah menutup teleponnya, Jen akan berganti baju.
"mau kemana honey?" tanya Axel yang sudah memeluk Jen
"ganti baju lah," jawab Jen
"gak boleh, aku udah kangen banget tahu" kata Axel
"orang aku gak kemana-mana" Jen
"iya, aku yang kemana-mana tadi. Aku mau minta jatahku" kata Axel sambil membaringkan tubuh Jen di kasur
"ja,,, jatah apa?" tanya Jen gugup
"jatah yang belum kamu kasih," bisik Axel yang memang berada di atas tubuh Jen.
Jen hanya mengedipkan matanya cepat. Pikirannya sudah kemana-mana. Apa lagi pembicaraan nya dengan mamah waktu nonton bareng.
cup
Axel mencium bibir Jen, kangen dan candu yang membuat Axel selalu ingin dekat Jen. Maklum pengantin baru 😀, apa lagi mereka belum merasa kan kegiatan yang sangat menyenangkan bagi pasangan suami istri.
Cukup lama Axel berciuman dengan Jen, setelah puas Axel melepaskan Jen. Jen terlihat bingung dan hanya diam.
"mau minta jatah dariku?" tanya Axel
"apa?" Jen
"menuangkan bibit di dalam goa tersembunyi". kata Axel
"maksudnya?" Jen
"besok akan tahu kalau sudah saatnya" Axel beranjak dari tubuh Jen.
"ganti baju sana, nanti masuk angin" kata Axel lagi karena Jen tidak bergeming.
tok tok tok
"non Jen" panggil bibi
"iya bi,"
"non di depan ada supir non Jen" kata bibi
"iya makasih bi, Jen akan temui"
Bibi pergi ke dapur dan Jen turun menuju teras. Dilihatnya pak Min sedang ngobrol dengan papah.
"pak Min" sapa Jen
"non Jen, itu motornya sudah ada di garasi samping" kata pak Min
"iya pak terima kasih, terus pak Min pulang nya gimana?" Jen
"biar di antar Supri aja Jen" kata papah
"saya naik taxi atau ojek aja gak papa pak" kata pak Min
"enggak, kamu di antar Supri aja"
Pak Min hanya pasrah saat papah meminta Supri untuk mengantar pak Min. Setelah berpamitan pak Min dan Supri langsung menuju ke rumah Jen. Tadinya sih pak Min di minta makan malam di sini sekalian, tapi pak Min menolak.
Terlihat Axel yang memasuki rumah dengan mengendarai motor metik yang biasa di pakai orang rumah.
"dari mana?" tanya Jen
"beli martabak di depan" jawab Axel
"pesanan papah ada?" tanya papah
"ada, ini" Axel memberikan satu porsi martabak
"biar Jen siapkan di piring pah"
__ADS_1
"gak usah Jen, gitu aja. Mau papah makan di pos bareng yang lainnya." jelas papah
"iya pah" Jen.
Jen dan Axel masuk ke dalam rumah. Jen menuju ke dapur dengan membawa dua kotak martabak telur. Setelah menaruh beberapa potong martabak di piring, Jen membawanya ke ruang tengah.
"silahkan mah" kata Jen
"aku enggak Yang?" Axel
"ya kamu juga dong" Jen
"suapin" kata Axel manja
"anak mamah manja amat" sindir mamah
"manja sama istri sendiri gak papa kali mah" kata Axel
"ya terserah kalian, yang penting pada akur mamah udah bahagia banget" mamah
🌤️☀️☀️☀️☀️☀️☀️
Pagi ini Jen sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Axel sudah turun ke meja makan terlebih dahulu.
"Jen kok kamu pakai celana?" tanya papah
"hehe iya pah, nanti kalau sampai sekolah ganti kok" jawab Jen
"kok gitu?" papah
"kan naik motor pah, kalau pakai rok gak nyaman" Jen
"kamu bareng aku Yang" Axel
"enggak ah, nanti pada curiga" Jen
"mau sampai kapan sih Yang"
"tapi aku belum siap garwo"
"udah, kamu hargai keputusan Jen Xel, kalian bisa berangkat bareng, naik kendaraan masing-masing" Saran mamah
"kamu kan juga bisa naik motor Xel," papah
"tau ah, Axel mau berangkat sekarang" Axel beranjak dari kursinya. Jen menyodorkan tangan dan di sambut Axel
"jagan telat, atau aku hukum" Axel
"siap ketos" jawab Jen.
Selesai sarapan Jen menuju motor nya. Melihat Jen yang celingukan, papah menghampiri Jen.
"kok belum berangkat Jen?" tanya papah
"Jen nyari kunci motor pah, tadi udah disini orang tadi buat panasin motor" jelas Jen
"kamu lupa narohnya?"
"enggak pah, tadi Jen minta tolong sama pak satpam"
"maaf non Jen, tadi mas Axel nitip pesan, katanya non Jen di suruh bawa mobil mas Axel aja yang di sana. Kalau tidak biar mang Dadang yang nganter" Supri
"gak mau pak," kata Jen seperti anak kecil
"tapi tadi sepertinya kunci motor non di bawa sama mas Axel" Supri
"papah, Jen mau naik motor aja" rengek Jen
"Supri tolong kunci motor Axel." papah
"kamu bawa motor Axel aja kalau gitu" papah menyerahkan kunci duplikat motor Axel.
"makasih pah," Jen memeluk lengan papah
Anakmu Di lucu banget, keras kepala nya sama kaya kamu. Bahkan suka naik motor kaya kamu. batin papah.
"kamu hati hati bawa motornya ya, nanti kalau telat gak papa asal kamu baik baik saja" pesan papah
"siap pah" Jawab Jen dan menuju motor sport Axel yang berwarna hijau.
Boleh juga nih motor, tapi kok Axel lebih suka naik mobil sih. Padahal naik motor lebih keren. batin Jen saat sudah mengendarai motor Axel.
__ADS_1
Sesekali Jen juga menyalip beberapa kendaraan yang di depannya. Jen menuju tempat biasa ia bertemu dengan Sasa dan Tamara. Karena mereka berencana akan berangkat bersama.