Cinta Pertama Medina

Cinta Pertama Medina
Episode 18


__ADS_3

Waktu berjalan dengan sangat cepat. Sudah hampir 6 bulan Medina menjadi bagian dari keluarga Daniel. Dan selama itu, Medina dan Daniel hanya bertemu beberapa kali dan itupun dengan suasana yang canggung. Daniel memilih tinggal di apartemennya. Jika bertemu Keduanya berusaha selalu menghindar untuk terlibat berbincang bersama dengan anggota keluarga yang lain. Meski dalam hati kecil mereka masih menahan rasa satu sama lain.


"Nak..kamu berangkat sekolah jam berapa?" Tanya Ibu Safira yang sedang menyantap sarapan.


"jam 9 nanti Bu" Jawab Medina melirik arlojinya.


Ya. Sudah 2 bulan ini Medina ikut kelas paket yang disarankan ibu Safira. Awalnya Medina sempat menolak dan tidak enak hati karena ia sadar betul posisinya dirumah itu. namun semua anggota keluarga ini mendukungnya penuh agar bisa ikut ujian setara SMA dan mendapatkan ijazah. Termasuk dukungan dari Rani istri Danu yang kini sangat akrab dengannya.


"Ibu akan ikut denganmu, sepulang sekolah kita akan mampir ke apartemen Daniel. Tapi sebelum itu, kita pergi berbelanja dulu. Kamu mau kan?" Ujar ibu Safira.


Medina mengangguk pelan. Hatinya kembali meracau galau jika berkaitan dengan Daniel.


"Medina siapkan keperluan ibu dulu ya Bu" pamit Medina yang sudah menyelesaikan sarapannya.


Tepat jam 11 siang, Medina telah selesai mengikuti kelas. Dan langsung menuju mobil karena Ibu Safira menunggu disana.


Sebenarnya ada beberapa materi yang mau ia bahas dengan guru pembimbing, namun ia urungkan karena sudah janji dengan ibu Safira.


"Hari ini pelajaran apa yang dibahas di kelas?" Tanya Ibu Safira.


"Bahasa Indonesia" Jawab Medina dengan mengulas senyum manisnya.


Selama perjalanan ke apartemen Daniel, Mereka berbincang banyak seperti biasa.


Hingga tak terasa mobil mereka sudah sampai di depan pintu lobby utama Apartemen.


Medina turun terlebih dahulu dan membuka kan sisi pintu ibu Safira duduk.


"kamu ini....Ibu bukan orang tua jompo yang penyakitan" Ucap ibu Safira dengan tawa kecil.


"Ibu itu...tiket surga. Wajib dan Harus dijaga dengan sepenuh jiwa raga" ucap Medina dengan penekanan.


Setelah menuntun Ibu Safira keluar dari mobil. Medina menunduk dan berbicara dengan supir yang bernama Jaka.


"kang Jaka...setelah parkir mobil, kami tunggu disini lagi ya kang"

__ADS_1


"Ashiiiaappp neng.." Jaka menjawab dengan semangat. Hingga mengundang tawa Medina.


Medina dan ibu Safira melangkah masuk ke lobby dan menuju ke dalam supermarket yang berada satu gedung dengan apartemen.


Selesai berbelanja mereka kembali menuju lobby. Terlihat Jaka sudah menunggu majikannya dengan setia.


"Biar saya aja yang bawa neng.." Jaka meraih beberapa kantong belanjaan yang dibawa Medina.


"makasih kang"


Mereka beranjak menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke kamar Daniel di lantai 14.


Ting!


Pintu lift terbuka dan mereka melangkah keluar lift menuju Kamar.


"Nak..didalam tas ibu ada kartu untuk membuka pintu apartemen Daniel. Tolong ambilkan" Medina mengangguk. Ia membuka tas ibu Safira dan menemukan kartu yang dimaksud ibu Safira. Daniel memang dengan sengaja memberi kartu itu untuk mamanya. Agar lebih memudahkan Daniel ketika sang mama ingin datang ke apartemen nya.


Mereka beranjak masuk ke dalam apartemen Daniel yang sangat luas dan mewah.


Medina dan kang Jaka mengedarkan pandangannya dengan mata dan mulut yang menganga. Takjub dengan isi apartemen Daniel .


Ibu Safira tersenyum dan menggeleng-geleng kepala melihat reaksi keduanya.


"Jaka...taruh belanjaan itu dimeja makan ya" perintah ibu Safira.


Jaka yang sedang mode on, langsung meletakkan beberapa kantong belanjaan nya ke atas meja.


Medina yang sudah mendapat instruksi dari Ibu Safira saat disupermarket, langsung mengeluarkan isi kantong belanjaan dan menyimpannya ke dalam kulkas dan beberapa item ia masukkan ke dalam kitchen set yang bernuansa putih itu. Jaka ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan yang agak berat.


Ibu Safira mengajak Medina masuk ke dalam kamar Daniel. Kamar yang terlihat berantakan tapi bagi Medina sangat mengagumkan.


"selera kak Daniel lumayan bagus" Gumam Medina dalam hati.


"Ehhh Ibu....mau ngapain?" Teriak Medina saat melihat ibu Safira sedang menarik selimut dan sprei.

__ADS_1


"Ibuuuu...." Rengek Medina ketika Ibu Safira yang tidak mendengar kan larangan Medina.


"iya..iya. Ibu akan duduk saja" Ibu Safira akhirnya mengalah dan duduk disofa yang ada dikamar Daniel.


Aroma wangi khas menyeruak dikamar Daniel membuat hati Medina berdesir hangat. Wajah Daniel yang tampan mulai menari-nari dalam otaknya.


"astaghfirullah...Ya Allah" Pekik Medina dalam hati. Ia menggelengkan kepalanya dengan cepat untuk mengusir khayalannya.


"Apa tidak ada ArT yang membersihkan Apartemen kak Daniel Bu?" Tanya Medina tiba-tiba.


"Biasanya secara berkala ada service cleaner dari apartemen" Ucap ibu Safira yang sedang membaca buku.


"tapi entah mengapa seperti nya, dia membiarkan apartemen nya sedikit berantakan" Ujar ibu Safira masih mengedarkan maniknya.


"oh"


Medina kembali mengerjakan pekerjaannya. Kali ini mengganti seprei dan seperangkat nya.


Selama berada dikamar Daniel..Medina terus mengulas senyum tiada henti. Dan ibu Safira memperhatikannya sejak mereka masuk.


"Ibu harap, kamu yang akan rutin mengganti Seprei dan menata semua ruangan disini" Bathin Ibu Safira dengan manik yang terus menatap Medina intens.


Selesai membersihkan semua ruangan, Medina kembali ke dapur dan mulai memasak untuk makan siang mereka bertiga yang sedikit terlewat.


Selesai makan, Medina membersihkan meja makan dan dapur yang sedikit berantakan. Ia juga memasak makanan kesukaan Daniel dengan bimbingan ibu Safira. Karena Medina masih belum mengijinkannya masuk ke dapur. Alhasil ibu Safira membimbingnya dari meja makan saja.


Medina memasukkan beberapa masakan khusus untuk Daniel ke dalam wadah tertutup. Lalu menyusun rapih di dalam kulkas. Agar memudahkan Daniel memanaskan jika ingin memakannya.


"Alhamdulillah beres" Medina melirik arlojinya. Jam 2 siang. Tanpa berpikir panjang Medina masuk ke dalam kamar mandi yang ada disisi Dapur.


Membersihkan diri dan mengambil wudhu. Lalu melaksanakan 4 Rokaat Dzuhur di ruang Tengah yang sudah tampak bersih dan lebih rapih. Setelah selesai, Medina beranjak ke kamar Daniel untuk menemui ibu Safira yang telah lebih dulu sholat ketika selesai membimbing Medina masak.


Medina masuk ke dalam dan mendapati ibu Safira tengah tertidur diranjang putranya. Medina mendekat dan menyelimuti ibu Safira.


Medina tersenyum sekilas. lalu ia kembali keluar kamar meninggalkan ibu Safira istirahat. Menuju ruang tengah dan duduk di sofa. Ia mengeluarkan buku catatan dari ranselnya. Membaca dan mengulas kembali pelajaran yang ia dapat hari ini dikelas.

__ADS_1


Karena lelah, beberapa kali Medina menguap. Rasa kantuknya tidak bisa ia tahan lagi. Ia merebahkan tubuhnya disofa panjang tak berselang lama nafasnya terdengar halus teratur. Ia bahkan tidur dengan buku yang masih ditangannya.


__ADS_2