
Entah mengapa di Eps 46 ini...Author ngeblank. Karena emak2 syibukkkk yaa kan? Harus Daring 3 anak, belum balita yang ceriwis ditambah lagi ibu Mertua yang juga lg sakit. Daring yang bikin Darting. hahaha.
Alhasil Author awali kasih visual Cinta Pertama Medina. Mudah-mudahan sih cocok antara peran dan visualnya. Hehehehe.
1. Daniel Putra Setiawan (33 Tahun)
Putra bungsu keluarga Setiawan. Kembali merasakan rasanya jatuh cinta saat bertemu gadis bernama Medina. Dan melupakan kehidupan dimasa lalunya yang pernah kecewa.
2. Medina (22 Tahun)
Gadis yatim piatu berhati lembut dari desa.
Mencuri hati keluarga Ibu Safira. Cinta pertamanya membawanya kepada Nasib baik berpihak padanya setelah melewati masa-masa sulitnya.
3. Danuarta Putra Setiawan (38 Tahun)
Putra sulung Ibu Safira ini sosok yang protektif terhadap keluarga. Semenjak sang papa meninggal, ia harus menggantikan sosok sang papa. Bijaksana dan Bertanggung jawab.
4. Rani Mahaeswari (30 Tahun)
Hot Mother yang selalu tampil cantik. Meski terlihat wanita berani, namun ia adalah sosok Ibu yang baik fan Istri yang taat kepada suami.
5. Syifa Nidatama (5 Tahun)
Gadis kecil ceriwis dan menggemaskan. Putri pertama Danu dan Rani.
Nahhh itu mereka. Gimana? cocok ga? Kalo ga cocok...silahkan berimajinasi sendiri yaaa. Hehehehe. Jujur aja...Author bingung milihnya. π€£π€£π€£. Karna yang nongol dipencarian semuanya guanteng2 dan cuantik2.
######πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ#######
Daniel menuntun Medina masuk ke dalam kantor polisi setelah mereka sampai.
"Jangan takut...ada aku" Ucap Daniel saat menyadari Medina enggan melangkah masuk.
__ADS_1
Medina takut sikap Pakdenya akan sama dengan sikap Bude Tatik padanya. Meluapkan segala kesalahan dan kekesalan dengan makian dan hinaan.
"Bagaimana jika Pakde___" Medina masih saja takut.
"Jika Pakde dan Bude mu macam-macam. Aku tidak akan mengeluarkannya dari penjara dan melunasi hutang-hutangnya. Aku justru akan mengajukan tuntutan kepada Pakde mu agar hukumannya ditambah" Ancam Daniel.
Medina menghentikan langkahnya karena terkejut dengan yang diucapkan suaminya.
"Aku akan melakukan apapun untuk melindungi mu. Kamu sendiri yang bilang tadi, jangan dengarkan ucapan siapapun yang kita temui disini. Kamu lupa??" Daniel mencium kening Medina.
Medina mengangguk dan tersenyum.
"Nah...jika tersenyum begini istriku makin cantik" Goda Daniel diselingi tawa kecil. Daniel kembali mencium Medina namun kali ini dikepala.
Kruukkk...kruuukkk...
Medina mendorong tubuh suaminya agar ia tidak mendengar suara perutnya yang sedang kelaparan. Sementara Daniel juga merasakan cacing-cacing dalam perutnya berdemo karena belum diisi.
"Honey...??? Kamu juga?? Ohh ya Ampun. Bahkan masih sepagi ini kita sudah sangat kelaparan. Ternyata sambutan Bude Tatik membuat tenaga kita habis. Dan Kita sudah melewatkan waktu sarapan. Pantas Saja cacing-cacing sudah mulai demo" Daniel dan Medina tertawa geli.
"Sebaiknya kita temui pakde dulu kak.." Pinta Medina.
Daniel diam dan nampak berpikir sejenak.
Wajah sendunya nampak berbinar ketika menemukan sesuatu yang ia cari.
"Makanlah.." Medina menyodorkan roti kepada Daniel.
"Untukmu saja, Honey" Total Daniel.
"Hhhmmm...Baiklah. Kita akan berbagi roti. Ayo cari tempat duduk dulu" Medina mengedarkan pandangannya namun tidak menemukan bangku. Sejenak ia berpikir kemudian menarik lengan kekar suaminya.
"Kita duduk didalam mobil saja" Ajak Medina.
Setelah berada didalam mobil, Medina membagi roti dengan Daniel.
"Isi makanan apalagi dalam tasmu, Honey?" Goda Daniel. Tangannya sudah merogoh tas jinjing milik Medina.
"Memangnya tasku kantong Doraemon yang bisa mengeluarkan apapun yang kita butuhkan" Medina memberengut kesal dengan pertanyaan suaminya.
Daniel terbahak. Bukan tanpa alasan ia menggoda istrinya. Ia ingin suasana hati istrinya mencair setelah kejadian tadi pagi.
Medina menyodorkan air mineral kepada Daniel.
__ADS_1
"Wahhhh...Honey. Tasmu benar-benar ajaib. Sepertinya aku harus punya satu seperti itu" Medina memukul lengan Daniel. Ia benar-benar kesal karena Daniel terus menggodanya.
Mereka bercanda dan tertawa bersama didalam mobil. Hingga suara deringan ponsel Daniel menghentikan tawa mereka.
"Halo Rai..."
"______"
"Oke...Kami segera masuk. Terimakasih"
Klik! Daniel menutup ponselnya.
Medina menatap suaminya dan tersenyum.
"Jangan cemas...aku sudah lebih baik. Aku sudah siap bertemu Pakde" Jemari Medina mengelus pipi Daniel.
Daniel tersenyum. Hati Daniel menghangat saat ucapan istrinya terdengar lebih tenang dan mantap.
Daniel mengambil jemari lentik istrinya dan mengecupinya dengan cinta.
Medina membiarkan perbuatan suaminya dan terkekeh geli.
Medina mendekatkan bibirnya dan mengecup pipi Daniel lama.
"Terimakasih, Sayang" Bisik Medina lembut.
Nafas hangat dan aroma manis Medina membuat Daniel seperti tersengat listrik. Tubuhnya tiba-tiba memanas dan ia menginginkan sesuatu.
Dengan gerakan cepat, Daniel meninggalkan jemari Medina dan meraih tengkuk Medina. Menyatukan bibirnya dengan bibir manis istrinya. Bibir ranum yang selalu ingin ia ***** habis. Bibir yang selalu membuat pikirannya tidak jernih.
Saat menyadari keadaan, Daniel melepaskan bibirnya dari bibir Medina yang sudah tampak sedikit bengkak.
"Aku tidak akan melepaskan mu setelah urusan disini selesai, Honey" Jempol tangan Daniel menyeka bibir Medina yang memerah dan basah.
Saat hampir selesai menyeka, Medina menggigit jari Daniel.
"Awww!!" Daniel mengaduh bukan karena sakit. Namun karena ia terkejut dengan sikap Medina.
"Ohh..please Honey. Hentikan godaanmu...atau aku akan benar-benar memakanmu disini" Ucap Daniel dengan wajah yang menahan gejolak dalam tubuhnya yang terus mendidih dan memanas.
Medina tertawa lebar.
"Sudah...Ayo kita masuk. Raihan sudah ada didalam dan menunggu kita bukan?" Medina menyudahi tawanya dan membuka pintu mobil diikuti Daniel.
__ADS_1
Mereka berjalan bersama masuk kedalam kantor polisi dengan perasaan yang sudah mantap.