Cinta Pertama Medina

Cinta Pertama Medina
Episode 41


__ADS_3

Daniel memandang wajah Medina yang tengah terlelap disampingnya. Wajah cantik natural tampak sangat meneduhkan jiwanya. Daniel tidak pernah bosan untuk selalu menatapnyaa seperti ini. Dan hal ini telah menjadi kebiasaan dan juga hobi barunya setelah menikah. Menatap wajah istrinya yang sedang tertidur.


Setelah acara makan siang dikamar, mereka memutuskan untuk istirahat sebentar sebelum ziarah ke pusara kedua orang tua Medina.


"Allah maha baik..Aku bersyukur karena bertemu dirimu dan kembali merasakan jatuh cinta lagi. Merasakan hati yang utuh mencintai setelah hancur berkeping-keping. Meski dirimu bukan yang pertama, tapi dririmu sangat berarti dalam hidupku dan juga keluargaku. Setelah apa yang pernah terjadi padaku, bahkan tidak mudah untuk keluargaku menerima siapapun menjadi bagian dari hidupku. Tapi dirimu...gadis polos , sudah merebut semua hati dan perhatian keluargaku. Terutama mama. Dirimu telah mengobati luka hati dan kecewa keluargaku. Aku berjanji atas nama mama. Aku akan selalu mencintaimu hingga akhir hayatku. Mencintai segala kelebihan dan kekurangan mu.. Menjadikan rumah tangga kita bahagia dunia hingga akhirat. Terima kasih Medina... terimakasih Honey. I love you"


Daniel mengecup kening istrinya mesra. Membawa jemari lentik Medina mendekat ke bibirnya. Kemudian mengecupinya tanpa henti.


Medina terbangun karena sentuhan halus yang terus menerus ia rasakan. Ia membuka matanya dan tatapan keduanya bertemu.


"Aku mengganggu tidur tuan putri?" Medina menggeleng.


"Hai...tuan suami tampan" Medina tersenyum manis. Suara khas bangun tidurnya terdengar manja dan mesra.


"Kamu meggodaku, tuan putri"


"Jam berapa sekarang?" Medina hendak bangun namun karena jemarinya yang masih terpaut jemari suaminya, tubuh Medina tertarik hingga terhempas diatas tubuh Daniel.


"Mau kemana?" Tangan Daniel yang lain memeluk pinggang Medina.


"Bukankah kita akan menemui orangtuaku?" Tanya Medina manja.


"Lepaskan...kita harus bersiap-siap. Nanti keburu kesorean" lanjut Medina. Ia meronta karena Daniel mengeratkan pelukannya.


"Beri aku ciuman" Daniel mengerucutkan bibirnya.


"iihh...dasar mesum!" Medina mencubit hidung bangir Daniel.


"Honey..ulahmu bisa membangunkan ular yang sedang tidur di sarang nya??" Daniel tersenyum nakal.


Medina tidak menghiraukan peringatan Daniel. Ia terus bergerak diatas tubuh Daniel.


"Sudah kubilang, jangan bergerak terus. Kamu akan menyesal karena sudah membangunkannya" Daniel merasakan panas ditubuhnya. Sesuatu dibawah sana bahkan sudah tegak menantang.


Daniel tidak bisa menahan gejolak tubuhnya yang terus mendidih. Dan ia harus menuntaskan nya.


Daniel membalik posisi Medina berada dibawahnya. Mematuk bibir Medina dengan bibirnya. Me**mat, me***sap Dan me**lin bibir mungil istrinya.


Medina mendesah pelan. Membuat Daniel semakin liar. Gamis yang menutup tubuh Medina sudah teronggok dilantai. Meninggalkan pakaian dalamnya yang berwarna putih.


Bibir dan tangannya terus bergerilya. Lembut dan penuh perasaan. Dengan satu kali tarikan, penutup buah dada Medina terlepas. Hingga menampakkan dua buah gundukan sintal yang paling Daniel sukai. Mulus dan putih.


Bibir Daniel mulai menjilati dua gundukan kenyal itu. Memainkan lidahnya di p**cak gundukan sintal secara bergantian.


"Aaaakkhhhhhh....." Medina melenguh.


Tangan Medina meremas rambut Daniel. Menekan kepala Daniel agar lebih lama bermain disana.


"K_kaaaak....eeemmmhhhh"


Mendengar desahan dan lenguhan Medina membuat Daniel semakin menyesapnya lebih kuat.


Tangan Daniel terus bergerilya ke perut, paha dan wilayah sensitif Medina.


Daniel terkejut saat jemarinya meraba area sensitif dibawah perut Medina yang berbalut kain berenda.


"Honey...???" Daniel mendongakkan kepalanya untuk menatap Medina.

__ADS_1


"Honey...Kamu sudah selesai?" Tanya Daniel dengan suara beratnya.


Medina mengangguk pelan.


"ma_maaf..." Medina gugup. Ia takut Daniel salah paham. Ia baru bersuci saat mereka tiba dihotel. Jadi belum sempat memberitahu suaminya.


Daniel tersenyum "Kenapa minta maaf?" Ia berusaha untuk tidak menunjukkan keterkejutannya.


"Apa sudah boleh??" Daniel mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka saling bertemu.


Medina mengangguk lalu....


"Tapi...."


Daniel mengeryitkan kening.


"Sebenarnya...."


"Apa?"


"Ini belum 7 hari, tapi sejak pagi sampai siang tadi tidak keluar darah lagi, makanya aku bersuci. Supaya bisa melaksanakan sholat"


Daniel sedikit terkejut.


"oh iya ya...bahkan tadi siang kita sholat berjamaah. Kenapa sampai aku lupa??" Bathin Daniel.


"Berarti sudah boleh?" Medina mengangguk.


"Tapi...."


"Apa lagi..?"


Daniel menahan senyumnya. Ia tahu istrinya tengah gugup dan takut. Ini pengalaman pertama bagi mereka.


"Aku belum pernah punya pengalaman Honey. Jadi aku tidak tahu" Medina mendaratkan cubitan dilengan kekar Daniel.


"Kita akan mencobanya" Godanya.


"Aku akan masuk perlahan. Oke..??"


Medina kembali mengangguk. dan langsung disambut dengan kecupan dikening Medina.


"Aku janji...ini tidak akan sakit" Bibir Daniel kembali menelusuri setiap jengkal tubuh Medina tanpa terlewat sedikitpun.


"Kak..." Medina menangkup wajah Daniel dengan kedua tangannya.


"Apalagi?"


"Baca doa dulu"


"Astaghfirullah hampir lupa...hehehe"


Keduanya membaca doa dan Daniel mencium kening Medina.


"Apa ada lagi?" Tanya Daniel khawatir.


Medina menggeleng pelan.

__ADS_1


"Apa sudah bisa dilanjut?"


"Su___" Medina belum sempat menyelesaikan ucapannya, Daniel sudah menutup bibir istrinya dengan bibirnya.


Medina terus mendesah dan mengerang karena aktifitas Daniel yang semakin liar namun penuh kelembutan.


"Aaakkkkkhhh....Akkkhhhh...hhheeeemmmmm"


Tubuh Medina menggelinjang hebat ketika Daniel mulai menyentuh area sensitifnya dibawah sana. Melepaskan kain tipis berenda yang menutupi milik Medina.


Daniel menggesekkan miliknya yang telah berdiri tegak dengan milik istrinya.


"Ssss...saa...yangggg" Medina mendesis kuat merasakan sensasi yang luar biasa.


Daniel menegakkan tubuhnya dan bersiap untuk penyatuan.


"Aaakkkkhhhhh...!!!" Medina menjerit. Ia mencengkram punggung Daniel saat milik Daniel mulai menerobos masuk kew****aannya.


Karena Medina tegang, Daniel merasa miliknya sulit untuk masuk.


"Rilex Honey..."


Medina mencoba membungkam mulutnya untuk tidak berteriak saat Daniel mulai menggerakkan tubuhnya agar miliknya masuk lebih dalam.


"Sss...saa...yangggg.." Desis Medina saat miliknya terasa penuh oleh milik suaminya.


"Ohhh....Honey....Ooohhhhh" Daniel merasakan tubuhnya melayang. Miliknya kini telah masuk seluruhnya. Daniel memejamkan matanya merasakan kenikmatan surga dunia.


Daniel kembali menggerakkan tubuhnya naik turun. Membuat Medina menggelinjang hebat dan mengerang nikmat untuk kesekian kalinya.


Keduanya masih bergelung nikmat hingga ujung senja yang mengukir warna keemasan diufuk barat.


Melewatkan waktu bersama dalam penyatuan kenikmatan yang membawa mereka benar-benar melupakan rencana yang telah disusun matang.


"Aaakkkkhhhhh...Honey" Daniel mengerang kuat saat miliknya menyemburkan benih cintanya ke dalam rahim Medina.


Medina merasakan tubuhnya tidak bertulang. Ia terkulai lemas dengan nafas yang masih memburu. Entah sudah berapa kali ia pelepasan. Menyisakan perih dan rasa tidak nyaman pada bagian inti nya. Namun ia bahagia, bisa menyerahkan mahkota yang selama ini ia jaga kepada laki-laki yang telah menjadi imamnya. Laki-laki yang ia cintai dan hormati. Laki-laki yang akan menjadi ayah dari anak-anaknya kelak.


"Terimakasih...Honey...terimakasih" Daniel menyeka peluh pada kening Medina. Lalu menghujani wajah istrinya dengan ciuman bertubi-tubi.


Medina mengerjapkan maniknya yang sudah sayu. Memberikan senyuman manis kepada suaminya.


"Sayang... aku mau membersihkan diri" Ucap Medina saat Daniel menariknya kembali kedalam pelukan.


Medina mengingat mereka belum melaksanakan sholat ashar.


Daniel mengangguk paham.


"Baiklah...Tunggu disini" Daniel meraih celana boxer yang teronggok dilantai dan memakainya. Berjalan masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat dalam bathup, membubuhkan sabun dengan aroma therapy hingga membuat bathup dipenuhi busa.


Daniel kembali ke kamar mendekati istrinya yang sudah duduk diatas ranjang. Menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh istrinya.


"Aaaaaaa...." Medina menjerit terkejut saat Daniel menggendongnya.


"Turunkan...aku bisa jalan sendiri"


"Honey...aku tidak yakin kamu bisa berjalan dengan normal setelah aku jebol tadi.." Goda Daniel dengan senyum nakalnya.

__ADS_1


"Iihhhh...mesum" Medina memukul dada Daniel.


"Yaa...aku suami mesum. Mesum dengan istri sendiri itu dapat pahala. Heheheh" Daniel tergelak.


__ADS_2