Cinta Pertama Medina

Cinta Pertama Medina
Episode 93


__ADS_3

Medina kembali merasa kesepian setelah semua keluarga suaminya kembali kerumah 1 jam lalu.


Ingin rasanya Medina bisa tinggal bersama mama Safira. Namun ia belum berani mengungkapkan keinginannya karena ia menyadari jika pernikahannya masih seumur jagung dan masih harus banyak belajar mengurus rumah tangganya sendiri dengan baik.


Lagipula kondisi mama Safira sudah benar-benar pulih dari kondisinya beberapa bulan sebelumnya. Dan lagi ada banyak orang berada dirumah mama Safira jadi ia bisa sedikit tenang. Kini fokusnya bagaimana mengurus suami dan rumah tangganya dengan baik.


"Sayang...besok kita berangkat jam berapa?" Tanya Medina saat melihat suaminya baru keluar dari kamar mandi.


"Jam 10 pagi" Jawab Daniel tersenyum.


"Kenapa? Kamu sudah tidak sabar ya?" Goda Daniel dengan senyum narsisnya.


"Apa?" Wajah Medina merona.


"Bu_bukan begitu...." Medina mengalihkan pandangannya saat Daniel menatapnya dengan intens.


Melihat istrinya gugup membuat Daniel tertawa.


"Kamu itu...kenapa masih malu-malu?" Daniel semakin gemas dengan istrinya.


"Oh iya....aku hampir lupa" Daniel berjalan menuju meja rias istrinya. Ia membuka laci dan mengambil kotak berwarna abu-abu.


"Tadi mama menitipkan ini. Katanya dari penggemar berat" Daniel menyerahkan kotak abu-abu itu kepada Medina yang duduk disisi ranjang.


"Penggemar?" Medina menyatukan kedua alisnya.


"Kamu istri dan menantu luar biasa. Pantas jika ada yang mengagumi sosok dirimu. Bukalah!!" Pinta Daniel saat Medina belum membuka kotak yang sudah berada ditangannya.


"Aku melakukan kewajibanku sebagai seorang istri dan juga seorang anak. Dan aku melakukannya bukan untuk mencari pujian orang lain" Ucap Medina lembut membuat bibir Daniel tersungging.


"Itu dari Tante Latifah, Honey. Dia sangat berterimakasih padamu karena sudah mengembalikan kondisi mama sebelum kami semua bertemu denganmu" Daniel mencium pipi Medina.


"Tante Latifah?" Daniel mengangguk dan tersenyum tampan.


Medina mulai membuka kotak itu dan melihat isi didalamnya.


Sebuah set jam tangan dan gelang merk terkenal keluaran terbaru dengan harga yang lumayan menrogoh kantong dalam-dalam.


Daniel tersenyum melihat isi dalam kotak. Meskipun sebelumnya ia sudah tahu, tapi ia tidak memberi tahu istrinya jika isinya adalah set jam tangan dan gelang.


"Masyaa Allah....ini cantik sekali dan pasti mahal" Ucap Medina dengan wajah berbinar. Ia menatap suaminya dengan senyum cantiknya.


"Hadiah cantik untuk istri cantik" Daniel mencium bibir Medina dengan lembut.


"Aku akan menelepon Tante Latifah dan mengucapkan terima kasih" Ucap Medina setelah selesai berciuman.


Daniel hanya tersenyum dan mengangguk.


"Aku akan menyimpan ini" Medina beranjak dari duduknya untuk menyimpan kotak itu kedalam lemari.


****


Keluarga Mama Safira baru saja sampai dirumah.


"Nenek...!!" Panggil Syifa dengan suara cemprengnya saat mobil papanya baru terparkir disamping mobil yang dinaiki neneknya.


"Sayang...tidak boleh memanggil nenek dengan berteriak" Rani membekap mulut putrinya lalu melepas nya lagi.


"Iya Bunda" Jawab Syifa pelan.


Gadis kecil itu berlari menghampiri neneknya yang sudah berdiri didepan pintu masuk.


Keduanya masuk kedalam rumah dan duduk disofa ruang tengah.


"Ma...aku mau ke kamar dulu" Pamit Danu.


Rani mengikuti suaminya. Meninggalkan ibu mertua dan putrinya.

__ADS_1


"Sayang... sepertinya kamu sangat senang hari ini" Ucap Mama Safira kepada Syifa.


"Iya Ifa sangat senang. Karena Papa dan Mama Niel akan pergi honeymoon dan setelah pulang nanti membawa adik bayi" Celotehnya dengan polos.


"Hei.... siapa yang mengatakan itu?" Tanya Mama Safira heran..


"Papa sama Bunda pernah cerita sama Ifa kalo ifa ada diperut mama setelah pulang honeymoon" Jawabnya dengan mimik lucu.


"Ya Allah...." Mama Safira mengacak rambut cucunya karena gemas.


"Dan Mama Niel bilang...Ifa harus jadi kakak yang baik untuk adik bayi" Lanjutnya dengan wajah berbinar.


"Itu benar sayang, jadi mulai sekarang Syifa harus belajar menjadi kakak baik yang mandiri dan tidak manja" Nasehat mama Safira kepada cucunya.


"Iya nenek" Sahut nya lantang.


Keduanya tertawa dan saling memeluk. Perasaan bahagia keduanya tak lepas dari kehadiran dan perhatian Medina kepada mereka selama ini.


****


Malam hari setelah makan malam di restoran yang tidak jauh dari apartemen, Medina meminta suaminya menemaninya jalan-jalan ditaman Apartemen.


"Honey....kenapa kita kemari?"


Medina terkekeh melihat raut wajah suaminya yang terlihat bosan.


"Sayang....selama aku tinggal disini, aku tidak pernah kesini. Dan ternyata taman ini sangat indah" Ucap Medina sambil memeluk lengan suaminya.


Melihat wajah ceria istrinya Daniel tidak lagi berkata apa-apa. Dia memang tidak pernah membawa istrinya ke taman yang berada di apartemen bukan karena ia tidak mau, tapi karena dirinya tidak punya waktu untuk bersantai di taman dan bertemu banyak orang.


"Setelah ini aku ingin ke supermarket" Seloroh Medina dengan manja.


"Supermarket??"


Medina mengangguk dan tersenyum cantik membuat kening Daniel yang berkerut tajam memudar seketika.


"Jangan makan es krim malam-malam begini"


"Ck...jadi kakak menolak ajakanku?" Medina berpura-pura sedih.


"Bukan menolak, Honey. Tapi waktunya tidak tepat. Makan es krim malam hari...."


Medina beranjak menjauh dari Daniel bahkan sebelum suaminya selesai bicara.


Medina terus berjalan menyusuri taman dan masuk kedalam supermarket tanpa mendengar panggilan Daniel.


"Honey...tunggu!!” Daniel terus memanggil sambil mengejar Medina.


Medina sudah berdiri di depan box es krim didalam supermarket. Tangannya membuka pintu kaca box dan mulai memilih es krim yang ia inginkan.


Sementara Daniel hanya menatap istrinya dengan perasaan bersalah karena sudah menolak permintaan Medina.


Setelah mengambil es krim yang diinginkan, Medina menutup pintu kaca box es krim dan berjalan ke kasir.


Medina meletakkan 4 box es krim keatas meja kasir.


"Ada yang mau ditambah, mbak?" Tanya petugas kasir ramah.


"Tidak hanya ini saja" jawab Medina.


Petugas kasir langsung menscan belanjaan Medina dan ketika Medina akan melakukan pembayaran, Daniel mengehentikannya.


"Biar aku yang bayar" Daniel menyerahkan uang kepada kasir.


Medina tidak memperdulikan suaminya langsung mengambil kantong belanjaan nya dan meninggalkan Daniel.


"Honey...tunggu aku!!" Teriak Daniel berlari menyusul Medina yang sudah hampir masuk kedalam lift.

__ADS_1


"Apa kamu tidak mendengar ku?" Daniel menekan tombol lift agar lift tidak tertutup.


"Ohh maaf....Aku tidak mendengar nya" Medina menyandarkan punggungnya ke dinding lift.


"Maafkan aku" Daniel mendekati Medina dan meraih tangannya setelah pintu lift tertutup.


Medina masih diam. Bahkan setelah mereka sudah masuk ke dalam apartemen.


Melihat istrinya yang mendiamkannya, membuat Daniel frustasi. Ia menarik tangan Medina hingga tubuh Medina berada dipelukannya.


"Aku minta maaf, apa kamu tidak mendengar?"


Medina yang sebenarnya hanya mengerjai suaminya karena seharian ini ia tidak diijinkan berkutat didapur hanya bisa menahan tawanya.


"Lepaskan!! Aku mau makan es krim. Nanti es krimnya keburu meleleh" Elak Medina.


"Baiklah...kita makan es krim bersama" Daniel melepaskan pelukannya dan mencium pipi Medina.


"Benarkah?"


"Iya....berikan padaku" Daniel mengambil kantong es krim dan berjalan menuju sofa.


Senyum manis terbit di wajah Medina dan kemudian menyusul suaminya duduk disofa.


"Kenapa tiba-tiba ingin makan es krim?" Tanya Daniel sambil membuka bungkus es krim dan menyerahkan nya kepada Medina.


"Tidak ada...hanya ingin saja" Jawab Medina mulai menjilati es krim coklat yang sudah dipegangnya.


"Mmmm....ini enak sekali" Ucap Medina saat menikmati es krimnya. Membuat Daniel menoleh dan menelan ludahnya dengan susah payah karena melihat tindakan istrinya yang menjilati es krim dengan begitu nikmat dan menggoda.


"Seperti nya yang ini lebih enak" Daniel menarik es krim yang sedang dijilat Medina dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Mmmm...benar sekali. Ini jauh lebih enak" Daniel meletakan es krim yang masih terbungkus ke atas meja.


"Kenapa makan punyaku?" Protes Medina dan kembali menjilati es krim yang sudah hampir habis.


Daniel yang sudah tidak tahan, langsung menarik tengkuk Medina dan mendaratkan bibirnya dibibir istrinya.


"Mmmm..." Medina menikmati cara lain makan es krim untuk pertama kalinya.


Medina melingkarkan kedua tangannya dileher Daniel dan semakin memperdalam ciumannya.


Mereka berciuman sangat lama hingga nafas keduanya tersengal-sengal.


"Seperti nya satu es krim lagi bisa kita nikmati dengan cara berbeda dan tentu lebih nikmat" Daniel mengambil es krim dan membukanya.


"Tadi kakak menolaknya" Gerutu Medina pelan membuat Daniel tersenyum tipis.


"Aku baru mengetahui cara makan es krim menjadi lebih terasa nikmat dan berbeda" Daniel menggigit es krim dan menyuapi Medina dan bibirnya.


Medina hanya bisa pasrah dan menikmatinya.


Satu suapan satu ******* panjang yang membuat keduanya hanyut dalam sensasi nikmat yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.


Medina sangat menikmati suasana makan es krim yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


"Mulai sekarang aku tidak akan menolak ajakanmu untuk makan es krim" Ucap Daniel sebelum melanjutkan aktifitasnya.


_


_


_*TBC*


_


_Jangan lupa selalu tinggalkan jejak kebaikan kalian ya. Thank you allπŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2