
David mengerjapkan matanya pelan. tengkuk nya terasa sakit bahkan kepala nya terasa sangat pusing.
David menatap sekeliling tempat itu. tempat yang sangat asing baginya, " ini di mana? " guman nya.
David tercengang saat melihat siapa yang tidur di sebelah nya, matanya menatap tajam melihat perempuan yang masih tidur dengan pulas di sebelahnya " Siska,,!!" pekik David tak percaya.
David semakin panik saat melihat dirinya yang tak mengenakan baju sama sekali. di lihat nya di lantai semua bajunya dan juga baju Siska berserakan di lantai.
" sebenarnya apa yang terjadi,? " David terus berusaha untuk mengingat nya, namun dia benar-benar tak mengingat apapun. hanya satu yang dia ingat sebelum dia akhirnya bisa sampai di sana.
FLASHBACK
" Astaghfirullah, Yang!! ini sudah terlalu banyak! udah jangan lagi"' peringatan dari Airin karena David tak henti-hentinya memasukkan bahan makanan ke dalam troli hingga penuh.
David hanya meringis mendengarkan teguran dari Airin, David emang sengaja memasukkan semua barang-barang yang mereka lewati semua itu demi mempercepat acara belanja pada hari ini.
" biar cepet selesai Yang" jawabnya dengan enteng.
Cepet ya cepet, tapi nggak harus semua masuk juga kali. kalau begitu kenapa nggak sekalian toko nya di bawa pulang kan?
" Yang,! "' Airin menatap jengah David yang lagi-lagi memasukkan semua, dan kalo ini makanan ringan lah yang berhasil masuk dan memenuhi troli mereka.
" biar cepet Yang" ucapnya lagi, entah yang keberapa kalinya David mengatakan itu pada Airin.
Tanpa menghiraukan Airin, David mendorong troli ke depan dan memasukkan masing-masing satu setiap jenis makanan ringan yang dia lihat.
Airin hanya pasrah, di peringatkan pun David tak menggubris nya ya sudah kalau begitu, toh semuanya nanti David yang bayar juga.
Hingga ke ujung rak David menghentikan troli nya dan berbalik menatap Airin yang berjalan pelan dan tak semangat sama sekali.
Semuanya yang masuk ke dalam troli adalah pilihan dari David saja sedangkan pilihan dari Airin hanya beberapa saja dan itu lah yang membuat Airin semakin tambah tak semangat lagi.
" sudah, Yang. yuk kasir " ajak David dan Airin hanya mengangguk malas.
David kembali mendorong troli nya hingga berhenti ke kasir menunggu semua belanjaan di hitung.
Hampir lima juta Belanjaan Airin, eh salah belanjaan David lebih tepatnya. karena semua adalah pilihan dari tangan David.
Tanpa pikir panjang David langsung membayar nya dengan kartu. dan semua pun langsung menjadi miliknya dalam sekejap mata.
__ADS_1
Dua orang laki-laki datang, orang yang David mintai tolong untuk membawa semua belanjaan nya ke dalam mobil, karena tak mungkin juga David yang akan membawa nya.
David merangkul bahu Airin setelah belanja bahan makanan dan juga semua jenis camilan. berjalan menyusuri mol berdua saja. hari ini memang mereka rencanakan untuk belanja semua keperluan di rumah baru mereka berdua.
" Yang, aku sangat lapar. Makan dulu yuk " ajak David sembari menoleh ke arah Airin yang juga langsung menoleh ke arah nya.
Airin mengulas senyum sembari mengangguk, Airin juga sudah sangat lapar jadi tak ada kata sebentar untuk sekarang. "Hm" jawab Airin singkat.
David dan Airin masuk ke tempat penjual bakso, seperti biasa David sangat tau kalau itu adalah makanan kesukaan Airin.
" Pak, dua ya. minum nya es lemon saja juga dua "' teriak David sembari mengangkat tangannya ke atas.
" iya Mas " jawab penjual.
David dan juga Airin sangat menikmati akan kebersamaan ini. mungkin ini kenapa Allah kembali mengambil calon anak mereka berdua, salah satunya supaya hubungan mereka semakin erat lagi dan penuh dengan cinta.
" Yang, kita masih mau beli apa lagi? " tanya David, menatap Airin dengan tangan yang bersedekap di atas meja.
Airin berfikir sejenak, sepertinya semua sudah mereka beli dan tentunya juga sudah berada di dalam mobil mereka dengan bantuan orang khusus.
" sepertinya sudah semua deh Yang " Jawab Airin yang masih sedikit ragu.
Dua mangkok bakso dan Dua gelas es lemon telah mendarat di meja depan mereka berdua, keduanya memberikan senyum pada pelayan dan juga tak lupa mengucapkan terimakasih kasih. " Terima kasih Mbak " ucapan Airin dab David yang bersamaan.
Pelayan itu mengangguk dan juga membalas senyum yang sama untuk mereka berdua " iya Mbak, Mas " jawabnya sebelum pergi meninggalkan mereka berdua dengan membawa nampan nya.
Kecap dan juga sambel tak lupa David dan Airin tambahkan, sebagai pelengkap rasa agar lebih sempurna di lidah mereka.
" Jangan banyak-banyak Yang, " ucap David memperingatkan, jangan sampai karena benar-benar ingin menikmati makanan itu malah berujung sakit perut nantinya.
Airin tersenyum simpul dan juga menggeleng, tak mungkin dia akan melupakan semua itu kan? tak mungkin juga dia akan meracuni perutnya sendiri dengan sambal.
" Iya iya " Jawab Airin sembari kedua tangan nya mencampur bakso nya dengan sambel.
Enaknya menikmati makan bersama saat ini, lelahnya berkeliling mol telah terbayar dengan satu mangkok penuh Bakso nya yang jumbo pula.
sruppp....
Suara David yang meminum es lemon nya dengan sedotan, karena es lemon nya benar-benar habis jadi bunyi itu pun timbul dan membuat Airin terkikik geli.
__ADS_1
" hemm" Airin langsung menahan nya karena mendapatkan pelototan darin mata David. " maaf" ucapnya menyesal.
" Yang, aku mau ke toilet sebentar kamu tunggu sini ya. " David mulai beranjak dengan tangan nya mengelus bahu Airin.
" kenapa? kamu nggak sakit perut kan? " tanya Airin yang wajah nya langsung khawatir.
David menggeleng " tidak, hanya mau pipis" bisiknya dengan tubuh yang menunduk dan mulut nya Boas di telinga Airin.
Airin mengangguk mengerti dan menunggu di sana seorang diri dengan memainkan ponsel nya, lagian makan nya juga sudah selesai.
Setengah jam Airin menunggu tapi David tak kunjung datang, katanya hanya mau buang air kecil tapi kenapa bisa begitu lama? apa mungkin ada masalah kah?.
Airin beranjak karena mulai khawatir dan tak sabar, Airin keluar tempat itu setelah membayar semua yang ia dan David makan tadi. Dengan buru-buru Airin mencari David, mendatangi semua toilet yang ada tapi setelah semuanya bisa Airin datangi tetap saja tak menemukan David.
Airin semakin cemas, pikiran nya menjadi tak karuan, bukanya dia takut karena di sana seorang diri tapi dia takut kalau sampai terjadi sesuatu pada David.
" Kamu di mana sih, Yang. " ucap Airin khawatir dan cemas dan matanya terus menatap sekeliling siapa tau dia bisa melihat David.
######
David melangkah dengan cepat, dia benar-benar sudah tidak tahan akan panggilan alam saat ini.
" Nah itu dia toilet nya " gumam nya saat dia melihat toilet ada di depan matanya. dengan senyuman kecil David terus berjalan masuk ke dalam toilet.
Toilet itu nampak sepi, tapi karena sudah terlalu kebelet akhirnya David tak menghiraukannya dan langsung masuk begitu saja.
Lima menit di dalam toilet, David kembali keluar dengan nafas lega, akhirnya semuanya sudah beres termasuk urusan alam nya.
" Alhamdulillah " serunya dan mulai melangkah untuk meninggalkan tempat itu.
Bugh....
Seketika David memegangi tengkuknya yang terasa sangat sakit akibat pukulan keras dari orang di belakang nya.
David menoleh perlahan melirik orang itu. matanya menangkap wajah laki-laki yang tengah tertawa puas melihat David yang mulai sayu-sayu menatapnya hingga Akhirnya David ambruk karena kehilangan kesadaran.
" dasar laki-laki lemah " ucap orang itu dan seketika satu orang lagi datang dan memapah David dan mengajak nya keluar dari sana melewati jalur evakuasi.
######
__ADS_1
#######