
sontak David memegangi Pipinya nya terasa panas akibat tamparan dari Siska.
" mau ataupun tidak, kamu harus bertanggung jawab, titik.. " ucap Siska dengan tatapan menantang.
Di saat itu lah, Airin berhasil membuka pintu dan langsung masuk.
" Sa-yang.....
Ucapan Airin melemah saat melihat Suaminya dan juga Wanita yang tengah berdebat dengan nya.
Airin begitu syok dengan kejadian ini. Airin kira David dibawa ke kamar ini dengan tujuan lain tapi nyatanya David sekarang sedang bersama seorang perempuan yang Airin sangat mengenalnya
Airin melangkah dengan pelan meskipun dia berusaha menahan nya tapi tetap saja bulir-bulir Kristal itu tetap keluar dari matanya.
" apa yang kalian lakukan di sini? " tanya Airin lirih.
David sangat terkejut dengan kedatangan Airin yang begitu tiba-tiba. tak pernah dia menduga nya kejadian bibi akan di ketahui oleh Airin dengan secepat ini.
David berjalan mendekati Airin menghadang nya dan menghentikan Airin yang terus melangkah." Yang. "
David memegangi kedua lengan Airin bersamaan membawa Airin untuk menghadap kepadanya.
" Yang, ibu tidak seperti yang kamu lihat. aku bisa jelaskan " ucap David.
Airin masih terdiam, dia sangat syok apalagi melihat keadaan Siska dan melihat semua baju Siska yang masih berserakan di lantai.
Amarah Siska kembali memuncak. dengan mengatakan itu pada Airin yang pasti David tidak akan mau mengakui nya kan.
" apa yang bakal kamu jelaskan David. apa kamu mau kabur dari tanggung jawab. apa kamu mau mengelak kalau kamu tidak melakukan itu padaku, iya.!!
Ucapan Siska meninggi. Lagi-lagi hatinya terasa sakit karena penolakan David padahal sudah jelas-jelas mereka telah melakukan itu beberapa jam yang lalu, pikir Siska.
David menggeleng kasar dia begitu takut kalau sampai Airin percaya dengan apa yang Siska katakan barusan.
__ADS_1
" itu tidak benar, Yang. aku.. aku tidak melakukan apapun seperti yang di katakan Siska. kamu... kamu tau sendiri kan perempuan itu yang selalu mengejar-ngejar ku. bisa jadi kan dia yang merekayasa semua ini untuk menjebak ku " ucap David berusaha membela diri.
Airin masih enggan untuk bicara sesepatah kata pun. mulut nya terasa kelu untuk mengatakan apapun meskipun di hatinya ingin sekali mengatakan begitu banyak kata-kata tapi dia terasa tak sampai.
Siska berjalan mendekati David dan Airin dengan langkah cepat. menyingkirkan kedua tangan David yang ada di lengan Airin.
Siska beralih berdiri di hadapan Airin menggantikan David yang kini bersama di belakang nya. Siska menatap tajam Airin yang masih terus diam dengan sejuta kata.
Siska mengangkat tangan nya menunjukkan beberapa tanda merah yang ada di leher dan dada nya. dia tak perduli Airin mau mengatakan Siska tak punya malu semua itu tidak Siska pikir kan. yang terpenting Hati ini dia mendapatkan keadilan.
" lihat ini baik-baik Rin. apa ini kurang sebagai bukti, apa dengan ini kamu akan percaya dengan suami mu yang sok polos, sok alim dan sok setia pada mu itu, hah.. jawab Rin, jawab.!! ucapan Siska meninggi.
" Dan lihat semua itu apa itu juga kurang, dan itu,,, bercak merah di seprai itu juga masih kurang sebagai bukti, katakan Rin. jamu pasti punya hati dan juga otak kan untuk berfikir. aku tau kamu bukan bukan orang bodoh. kamu pasti tau apa yang terjadi pada ku dan apa yang telah suami mu itu lakukan " ucap Siska.
" Cukup Siska,, cukup!! cukup dengan kata-kata dan kebohongan yang kmu buat itu. aku sudah bilang aku tidak melakukan apapun, aku tidak mungkin menduakan Airin.!! ucap David membela diri.
Siska membalikkan badan dan menatap David dengan bengis.
" kamu bilang tidak mau menduakan Airin, tapi apa yang kamu lakukan tadi itu apa maksudnya, David, itu apa maksud nya.! apa kamu hanya mau merenggut nya dari Kuban setelah buru kamu akan pergi dan mengatakan kepada semua orang bahwa kamu korban.? siapa sebenarnya yang korban disini, David siapa..??
David semakin pusing, bagaimana dia bisa melawan Siska yang begitu banyak dengan kata-kata nya yang manis dan bisa dengan mudah di percaya oleh orang lain, sementara dia sendiri?
David terus menggeleng. dia benar-benar tidak melakukan itu. " tidak, yang. percayalah padaku ku tidak akan mungkin melakukan itu padamu, aku hanya mencintai ju dan hanya kamu saja, tidak ada yang lain "
Siska kembali menoleh ke arah Airin.
" bohong Airin, dia bohong.!! bahkan dia mengatakan mencintai ku di saat kami melakukan itu tadi.dan dia berkata dia sangat Sangat menikmatinya, dan dia juga berjanji padaku kalau dia akan menikahi ku " satu kebohongan Siska tambahkan.
" bohong..!!
" aku tidak bohong Rin, itu yang David katakan padaku tadi, dia juga mengatakan kalau dia akan meninggalkan mu untuk ku "'lagi-lagi kebohongan yang di selipkan sebagai bumbu untuk membuat Airin percaya.
Plakkkkk.....
__ADS_1
Lima jari Airin berhasil mendarat di pipi Siska. meskipun semua bukti telah ada tapi Airin tidak akan percaya begitu saja dengan kata-kata Siska. Airin sangat mengenal Siska.
" katakan saja apa yang akan kamu katakan,!! katakan pada orang yang telah melakukan itu padamu " ucap Airin.
Airin beralih menatap David. " aku kecewa padamu,, aku sangat kecewa,,!! ucap Airin.
Airin melenggang pergi keluar dari kamar itu meninggalkan Siska dan David.
" Yang,!! ini semua tidak benar,!!
David mau mengejar Airin namun tangan nya di pegang oleh Siska. " kamu mau melarikan diri dari tanggung jawab,!! ucap Siska.
Dengan kasar David melepaskan tangan Siska dafi tangan nya, dia harus mengejar Airin dan menjelaskan semuanya. ini hanyalah salah paham yang harus secepatnya di luruskan.
" lepas,,,!! aku akan mencari bukti. jika semua ini hanyalah rencana mu aku akan pastikan kamu akan hancur " ancam David.
David berlari dengan cepat meninggalkan Siska seorang diri, dan secepatnya mengejar Airin.
Tangan Siska mengepal sempurna, semua itu tak bisa di biarkan, apapun caranya David harus menikahinya tak perduli jika dia harus melaporkan ke polisi dan dia juga tak perduli jika dia harus menjalani Visum, karena Siska benar-benar telah merasa kalau keperawanan nya telah hilang dan Siska yakin David lah pelaku ya.
" kamu harus bertanggung jawab David, harus. jika tidak kamu dan keluarga mu harus hancur " gumam Siska.
Dengan menahan rasa sakit di hati karena penolakan David dan juga rasa sakit di **** ***** nya Siska berjalan perlahan memunguti baju-baju nya yang berserakan di lantai dan langsung membawanya masuk ke kamar mandi.
Siska harus membersihkan diri terlebih dahulu sebelum dia kembali berfikir bagaimana caranya David harus tetap bertanggung jawab.
Di saat Siska mandi, sekilas bayangan Arman lah yang datang, laki-laki Tia itulah yang perlahan-lahan melakukan semuanya hingga dia juga yang merenggut keperawanan Siska.
" tidak,, ini tidak mungkin. David lah yang melakukan nya, bukan si tua bangka itu. tidak mungkin dia... tidak.. " ucap Siska Syok setelah dia mengingat kejadian itu.
" Argghhh,,,!!! teriak Siska keras.
######
__ADS_1
########