Cinta Untuk Airin

Cinta Untuk Airin
Sampai Di Jakarta


__ADS_3

Setelah menempuh perjalan yang cukup lama, dan insiden yang sempat terjadi. Akhir-nya Airin dan Lusi sampai di kota tujuan mereka.


Jam menunjukkan pukul 20.20 mereka tiba, sesuai jadwal tepat waktu.


Airin dan Lusi sudah berada di stasiun, mereka merenggangkan ototnya yang terasa kaku, setelah berjam-jam duduk.


"Lusi ...." Teriak seseorang.


Airin dan Lusi seketika mengedarkan pandanganya mencari arah sumber suara.


Sudut bibir Lusi tertarik membentuk sebuah senyuman, saat tau siapa yang memanggilnya.


"Gue kira, lo nggak bakalan jemput gue!" Cetus Lusi pada seseorang itu yang berjalan mendekat ke arah Lusi.


"Haishhh ... sudah aku bilang nggak usah pakai elo-gue," protes seseorang itu, yang ternyata teman Lusi. Yang membuat Lusi tergelak.


Airin hanya terdiam melihat interaksi mereka berdua.


"Oh ... ya, kenalin ini temen gue, eh ... maksud aku ini Airin temanku yang aku ceritakan," ujar Lusi memperkenalkan Airin pada temanya.


Seseorang itu mengarahkan pandanganya pada Airin dan menyodorkan tangannya. "Pras," ucapnya. Lelaki manis dengan postur tubuh tinggi dengan dada bidang yang hangat dan roti sobek di perutnya.


Airin juga menyambut uluran tangan Pras. "Airin," sebutnya dengan tersenyum manis.


"Ayo, kalau begitu kita ke kosanku, di sana ada --"


"Wah ... gila, elo mau ngajak kita tidur di kos'an lo?" Sela Lusi.


Pletak.


"Ouch," Lusi mengusap keningnya setelah mendapat sentilan dari Pras.


"Dasar ... pikiran kamu terlalu jauh, makanya kalau pergi otaknya di ajak sekalian jangan di tinggal," cibir Pras.


Lusi hanya mencebik kan bibirnya. Sedangkan Airin hanya tersenyum melihatnya.


"Di kos'anku ada dua kamar kosong, kebetulan boleh di tempati laki-laki atau perempuan," jelas Pras.


"Oh ...." Sahut Lusi.


"Ya sudah ayo, kita naik taksi online saja," ajak Pras.


Akhirnya mereka menaiki taksi online yang di pesan Pras, untuk membawa mereka ke tempat tujuan.

__ADS_1


10 menit kemudian.


Mereka sudah sampai di kos'an yang Pras tempati.


"Ya sudah ayo kita ke rumah ibu kos, buat ambil kuncinya," ajak Pras seelah turun dari taksi online.


Mereka berjalan ke rumah ibu kos yang terletak di samping kos-kosan.


Hingga beberapa saat mereka sudah kembali dari rumah ibu kos, setelah tadi membayar untuk satu bulan kedepan dan mendapatkan kunci kamar mereka. Ibu kos mengingatkan, meskipun kos-kosan itu bebas tetap saja tidak boleh memasukkan seseorang sembarangan ke dalam kamar kos, apalagi tidak ada hubungan yang sah.


"Ini," Pras menyerahkan dua kunci kamar.


"Terima kasih," ucap Airin dan Lusi seraya mengambil kunci dari Pras.


"Ya, sudah kalian istirahat saja. Aku juga mau istirahat, kamarku ada di sana," tunjuk Pras arah kamar-nya yang berjarak dua blok dari kamar Lusi. "Dan jangan lupa kalian besok jangan kesiangan," ingat Pras.


"Ok," sahut Airin dan Lusi.


Hingga mereka akhirnya masuk kedalam kamar masing-masing.


Di dalam kamar, Airin melihat tempat tinggalnya yang baru. Di dalam sudah tersedia kasur lantai, satu lemari, dan sebuah kipas dinding. Kamar mandi juga sudah tersedia di dalam-nya, jadi tidak perlu menunggu antrian jika ingin ke kamar mandi.


Airin segera menata barang-barangnya di lemari. Setelah selesai Airin bergegas membersihkan diri, rasa dingin dari air di malam itu cukup menyegarkan.


Airin dengan segera merebahkan dirinya di kasur, meskipun tadi belum sempat untuk makan malam, tapi rasa lelah lebih mendominasi.


Pikirannya melayang jauh entah kemana, memikirkan masalah yang kemarin-kemarin di hadapinya dan bagaimana dirinya akan menjalani kehidupan yang akan dia lalui kedepan.


Hingga rasa ngantuk mulai menderanya, perlahan mata Airin mulai menutup, hingga membawanya ke dunia mimpi.


*


*


Pagi telah menjelang, Airin dan Lusi sudah rapi dengan celana kain bewarna hitam dan hem yang bewarna putih berlengan panjang. Rambut keduanya sama-sama terkuncir kuda, dan amplop bewarna coklat yang berisi lamaran kerja di tangan mereka. Tas kecil yang ter selempang di bahu mereka, untuk menaruh ponsel dan dompet.


"Ayo, kita sarapan dulu sebelum berangkat," ajak Pras yang baru keluar dari kamar kos-nya.


Pras sendiri juga sudah rapi dengan seragam-nya, hem bewarna biru muda khas OB, yang di lapisi Pras dengan hoodie bewarna hitam.


"Iya," sahut Airin. Sedangkan Lusi sedari tadi masih sibuk membenarkan penampilannya.


Mereka bertiga menaiki angkot yang bisa mereka tunggu di depan gerbang kos.

__ADS_1


15 menit kemudian.


Mereka turun dari angkot, karena sudah sampai di depan perusahaan Global Star.


Mereka bertiga memutuskan masuk ke dalam warung yang menyediakan nasi soto ayam, letaknya tidak jauh dari perusahaan. "Bu, nasi soto ayam-nya tiga dan teh hangat tiga," pesan Pras kepada penjual soto.


"Baik mas Pras, di tunggu sebentar," jawab ibu penjual yang memang sudah mengenal Pras karena sudah langganan.


Hingga lima menit kemudian, soto yang mereka pesan sudah di antar oleh ibu penjual. "Silahkan," ucapnya. Kemudian pandanganya beralih pada Airin dan Lusi. "Wah ... temanya mas Pras yah!!" Tanya ibu penjual. "Cantik-cantik," pujinya.


Airin dan Lusi tersenyum menanggapi itu. "Terima kasih," ucap Airin dan Lusi.


Setelah ibu penjual soto pergi, mereka menikmati sarapan pagi dengan nikmat. Nasi yang berisi bihun, irisan kol, suwiran ayam dan di siram kuah kuning panas yang penuh rempah.


"Ya sudah ayo!" Ajak Pras, setelah mereka menghabiskan makanan mereka.


"Biar aku yang bayar," sergah Pras, saat melihat Airin dan Lusi akan mengeluarkan beberapa lembar uang.


"Nggak usah Mas Pras," selah Airin merasa tidak enak. Sedangkan Lusi hanya tersenyum senang karena pagi-pagi sudah mendapat sarapan gratis.


"Tidak apa-apa," ucap Pras yang langsung menghampiri penjual soto untuk membayar makanan mereka bertiga.


Mereka hanya perlu berjalan beberapa meter untuk sampai ke perusahaan.


"Kalian tunggu saja di sini, aku akan memberikan lamaran kalian ke pada pihak HRD. Semoga kalian bisa di terima kerja," ucap Pras menyuruh Airin dan Lusi menunggu di lobby kantor, sedangkan dirinya berjalan masuk menuju kantor HRD.


Hingga jam 08.00 tepat, di depan lobby kantor ada seseorang yang turun dari mobil mewah.



Terlihat seseorang itu seperti mempunyai kedudukan yang tinggi di perusahaan itu.


Laki-laki itu berjalan masuk tanpa berniat menjawab dari sapaan pekerja lainya. Terlihat sangat arogan.


Saat laki-laki itu berjalan melewati Airin dan Lusi. Airin dapat melihat seseorang itu dari dekat.


Laki-laki yang sangat tampan dan umur yang masih 29 tahun, dengan tubuh tinggi atletis, berkulit putih, dada bidang dan bahu yang kekar.


Tapi sayang laki-laki itu tak melirik sedikit pun kepada Airin, hingga dia menghilang di balik lift khusus CEO. Arbian Nugra Lesmana.


...----------------...


Jangan lupa vote, like dan komen. Terima kasih, semoga sehat selalu. Amin 😊

__ADS_1


__ADS_2